Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 120


__ADS_3

Semua didalam sana kaget melihat tingkah Arkan yang seperti orang kerasukan hanya karena melihat Adrian. Apa lagi tatapan mata Arkan yang berbinar-binar seperti baru mendapat permen dari seseorang.


“Apa sifatnya selama ini seperti itu waktu di Amerika bocah” bisik Sandro di telinga Arsen.


“No. Aku baru pertama kali melihat dia seperti itu” balas Arsen ikut berbisik.


“Dia seperti kambing yang baru lepas dari kandangnya” tambah Rian yang ikut berbisik di telinga Arsen.


“Ya kamu benar” ucap Arsen.


“Apa semua anak introvert seperti itu?” tanya Sandro berbisik.


“Jika dia adikku maka aku akan memasungnya karena bikin malu saja” bisik Rian.


Eehh……………


Arsen kaget melihat ke kanan dan kiri tak menyangka jika kedua orang disampingnya akan sibuk bergosip tentang kelakuan Arkan saat ini. Sedangkan Denis ia hanya menatap Arkan dengan tatapan datar dan dingin tidak perduli sama sekali.


“Dude siapa bocah ini? Dia kelihatan seperti anak kambing yang baru pertama keluar dari kandang?” tanya Adrian bergidik ngeri melihat Arkan.


“Siapa yang kamu panggil anak kambing? Huh!” tanya Arkan dengan suara melengking didalan sana.


“Nah sifat asli bocah itu akhirnya keluar juga” ucap Sandro.


“Ehhh! Kamu punya kepribadian ganda bocah atau otakmu bermasalah?” tanya Adrian dengan kaget.


“Apa! Beraninya kamu menganggap aku tidak waras penjahat kelamin” jawab Arkan dengan suara tinggi.


“Penjahat kelamin?” tanya Adrian dengan mata melotot kaget.


“Wah minta dihajar ya kamu bocah” tambahnya lagi sambil mengulung lengan kemejanya ke atas.


Adrian maju menghampiri Arkan yang berdiri cakak pinggang didepannya tak takut sama sekali. Dengan sekali pukulan Adrian berhasil memukul Arkan di perutnya tapi ia tidak bergeming atau berpindah sedikit pun.


Arkan tersenyum menyeringai seperti iblis yang sedang meremehkan lawannya dan berbalik menghajar Adrian. Akibatnya keduanya pun berkelahi didalam sana tidak memperdulikan semua barang milik Denis yang hancur didalam sana.


Dor…………..dor…………….


2 tembakan berbunyi dan meleset di samping keduanya membuat keduanya mematung karena baru sadar apa yang sudah mereka lakukan dan terlebih lagi ini didalam ruangan pribadi Denis.


Glek…………………


Keduanya menelan saliva dengan susah merasakan aura yang sangat mengintimidasi apa lagi saat melihat wajah Denis yang gelap seperti mendung dengan tatapan tajam seperti laser yang bisa menembus jantung keduanya saat ini.


“Bos! Denis!” ucap keduanya dengan gugup.


“Max” panggil Denis dengan suara dingin.


“Iya bos” jawab Max yang entah sejak kapan berada di depan pintu.


“Masukan keduanya ke kandang Sion dan Sera” titah Denis dengan aura membunuh.


“Siapa itu Sion dan Sera dude?” tanya Adrian dengan penasaran.


Denis tak menjawab pertanyaan Adrian dan menatapnya dengan tatapan berkilat tajam membuat Adrian menelan salivanya berkali-kali untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Max segera membawa keduanya keluar dari sana menuju belakang markas.


Setelah kepergian ketiganya Denis segera pergi dari sana meninggalkan Sandro, Arsen, dan Rian yang bernapas dengan lega tak kena amukan Denis yang terlihat sangat emosi barusan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Apa mereka berdua akan baik-baik saja?” tanya Rian dengan penasaran.


“Kita lihat saja besok pagi” jawab Sandro.


“Sepertinya malam ini mereka berdua akan melatih otot-otot kaki mereka” ucap Arsen sambil tersenyum menyeringai.


“Aku penasaran siapa yang lebih cepat” ucap Sandro sambil memegang dagunya.


“Yang pasti malam ini Sion dan Sera tidak akan membiarkan mereka berdua tidur” ucap Rian.

__ADS_1


Ketiganya terkekeh sudah tidak sabar cepat besok agar melihat tampang keduanya yang akan bergumul dengan dua harimau hitam atau panter hitam milik Denis yang sangat ganas.


Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat membuat pasangan muda-mudi yang sedang terlelap didalam selimut belum bangun juga dan tidak mengetahui jika saat ini dunia maya sedang digegerkan denganvberita tentang Leila.


Kring…………....


Hp Leila terus berbunyi sedari tadi membuat Leila terbangun dari tidurnya dan perlahan-lahan mengerjab matanya menyesuaikan cahaya yang masuk. Ia ingin bangun untuk melihat siapa yang menelpon tapi kesusahan karena perutnya di peluk sangat erat oleh Denis dari belakang.


Leila berbalik melihat kekasihnya yang tertidur sangat pulas membuat ia seperti seorang bayi yang polos tidak seperti saat matanya terbuka yang terlihat dingin dan menakutkan.


“Sayang” panggil Leila dengan suara lembut.


Perlahan-lahan mata Denis terbuka karena sangat peka dengan suara atau sentuhan meski ia sedang tidur. Mata coklat itu langsung di sambut dengan senyum manis dan wajah cantik kekasihnya.


Cup……………


Denis mencium bibir Leila dengan sangat lembut membuat Leila kaget tak menyangka akan di cium oleh Denis.


“Lepaskan pelukanmu sayang. Aku ingin melihat siapa yang menelpon dari tadi” ucap Leila setelah ciuman mereka terlepas.


“Biarkan saja sayang. Aku masih ingin memelukmu” ucap Denis dengan suara serak.


“Ini sudah pagi sayang. Kita harus siap-siap ke kantor” ucap Leila dengan suara lembut sambil mengelus rahang Denis.


“Tidak bisakah kamu berhenti bekerja sayang. Biar Sandro yang mengurus perusahaan kamu sayang” ucap Denis sambil membenamkan kepalanya di dada Leila.


Leila mengusap kepala Denis dengan lembut membuat Denis merasa sangat nyaman bermanja-manja dengan kekasihnya yang jarang sekali mereka lakukan karena kesibukan mereka.


“Untuk saat ini tidak bisa sayang” ucap Leila dengan suara lembut.


“Cih!!” decih Denis dengan kesal.


“Aku janji setelah ka Rayen sadar dan kembali aku akan berhenti sayang” janji Leila sambil mengangkat wajah Denis dan tersenyum manis.


“Heemm”


Denis lalu melepaskan pelukannya dan bangun dengan santai hanya memakai boxer saja pergi ke kamar mandi membuat Leila kaget dan memalingkan wajahnya merasa sangat malu.


^^^“Halo Alin” ucap Leila menjawab panggilannya.^^^


“Halo presdir. Presdir ada dimana?” tanya Alin dengan suara terdengar memburu dari seberang.


^^^“Aku masih di rumah Alin. Memangnya ada apa Alin?” tanya Leila dengan cepat.^^^


“Presdir. Ada berita mengenai presdir pagi ini yang menghebohkan dunia maya dan sedari tadi pagi para wartawan berkumpul didepan perusahaan mencari presdir” jawab Alin dengan cepat.


^^^“Berita mengenai apa Alin?” tanya Leila dengan penasaran.^^^


“Aku akan mengirimkan link beritanya presdir” jawab Alin segera mematikan panggilannya tak menunggu balasanLeila.


Ting……………


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Pesan masuk dari Alin membuat Leila segera melihat pesan tersebut dan ingin tahu berita apa yang dimaksud oleh Alin. Matanya terbelak membaca berita tersebut tentang dirinya yang tidak benar sama sekali.


“Presdir Leila tertangkap kamera sedang bermesraan dengan kekasihnya di kantor polisi dan ternyata kekasihnya adalah seorang tersangka kasus pembunuhan di kota B yang dilepas begitu saja karena kekuasaan BakerTech”


“Apa-apaan ini” ucap Leila dengan suara tinggi mengagetkan Denis yang baru keluar dari kamar mandi.


“Ada apa sayang?” tanya Denis dengan suara lembut menghampiri Leila.


Leila sibuk membaca berita dan komentar didalam sana membuat dia syok tak menyangka akan mendapat hinaan dan makian dari publik. Tubuhnya hampir saja jatuh merasa lemah tapi beruntung dengan cepat Denis menangkapnya.


“Kenapa sayang?” tanya Denis dengan khawatir.


Hiks……………….hiks………………hiks………………..


Leila menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Denis merasa sangat terpukul membaca setiap komentar yang memaki dan menghinanya didalam sana. Meski hanya lewat komentar saja tapi hatinya sangat sakit karena baru kali ini ia mendapat hinaan dan makian dari semua orang.

__ADS_1


Denis mengambil hp Leila dari tangannya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Matanya berkilat tajam dengan rahang yang mengeras membaca berita tersebut apa lagi membaca setiap komentar didalam sana.


“Kamu tenang ya sayang. Aku yang akan mengurus semuanya” ucap Denis dengan suara lembut.


“Hiks hiks hiks…………..apa salah aku sayang…………….hiks hiks hiks” ucap Leila sambil menangis histeris.


“Semua akan baik-baik saja sayang” ucap Denis sambil mengelus kepala Leila dengan lembut menenangkannya.


Kalian akan hancur ditanganku karena sudah membuat orang yang sangat aku cintai meneteskan air mata, batin Denis dengan gigi gemeletuk.


Karena terlalu lama menangis akhirnya Leila tertidur dalam pelukan Denis yang hanya memakai bathrobe saja karena baru selesai mandi. Ia lalu menidurkan Leila tak lupa mengecup kening dan bibirnya sebelum berganti pakaian untuk mengurus berita tersebut.


“Bos” panggil Sandro dan Arsen yang sudah menunggunya didepan kamar sedari tadi.


“Suruh pengawal Leila menjaganya dan layani dia saat dia bangun” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap Sandro segera melirik Max yangberdiri tak jauh dari mereka.


Max mengangguk kepalanya tanda mengerti dengan perintah Denis barusan karena ia yang mengurus semua persoalan didalam markas saat ini. sebelum pergi tak lupa Denis menyuruh mengeluarkan Adrian dan Arkan dan menyuruh Arkan untuk menemani Leila hari ini.


“Hancurkan perusahaan yang sudah mengeluarkan berita tentang kekasihku” titah Denis dengan suara dingin dan emosi.


“Baik bos” ucap Arsen.


“Sandro bawa sialan itu ke hadapanku hari ini” ucap Denis dengan tatapan berkilat tajam.


“Serahkan padaku bos” ucap Sandro segera pergi.


“Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kan” ucap Denis sambil mentap Arsen dengan tatapan membunuh.


“Sedang aku kerjakan bos” jawab Arsen yang paham maksud Denis.


~ Rumah Amira ~


Amira syok membaca berita mengenai Leila dan segera menelpon Leila untuk menanyakan keadaannya tapi tidak diangkat. Apa lagi ia tahu jika berita itu adalah berita tidak benar karena kekasih seorang Leila Rose Baker adalah Denis anaknya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Nyonya itu bukannya non Leila ya?” tanya bi Eda.


“Iya bi. Aku khawatir sama Leila bi karena pasti saat ini dia sangat syok melihat berita tersebut” jawab Amira dengan


cemas.


“Benar nyonya. Apa lagi komentar masyarakat yang menghujat non Leila padahal itu semua berita tidak benar nyonya” ucap bi Eda dengan mengebu-gebu.


“Iya bi. Bi tolong buatkan makanan buat Roy dan keluarganya ya bi dan katakan kepada mereka jika aku ada urusan di luar sebentar bi”


“Baik nyonya”


Amira segera mengambil tasnya dan pergi ke rumah Leila karena mengkhawatirkannya di temani pengawalnya di belakang. Saat di tengah jalan Amira mengerutkan keningnya melihat mobil pengawal yang berhenti didepannya sehingga mobilnya ikut berhenti.


“Ada apa pak Anton?” tanya Amira dengan penasaran.


“Saya tidak tahu nyonya” jawab pak Anton dengan cepat.


Tak lama Rasya keluar dari mobil dan menghampiri mobil Amira. Melihat hal itu Amira segera menurunkan kaca mobilnya untuk mengetahui apa yang diinginkan Rasya.


“Ada apa nak Rasya?” tanya Amira dengan suara lembut.


“Nyonya kita akan menuju ke markas bos” jawab Rasya dengan sopan.


“Loh kenapa nak?” tanya Amira dengan bingung.


“Nona Leila dan tuan Arkan berada di sana dari semalam setelah kembali dari kantor polisi nyonya” jawab Rasya memberitahu setelah mendapat kabar dari pengawal Leila barusan.


“APA” ucap Amira dengan kaget.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue……………….


__ADS_2