
Tawa Austin pecah disana membuat semua mata di bandara langsung tertuju kepadanya. Apa lagi saat melihat siapa yang tertawa, mereka langsung mengabadikannya di kamera masing-masing.
"Sepertinya kita sudah pusat perhatian" ucap Austin sambil tersenyum lebar.
"Ya berkat seorang manusia berwujud iblis" sindir Denis.
"Ah! Terima kasih atas pujiannya dude" balas Austin semakin tersenyum lebar.
Leila menatap Austin dengan bingung karena baru kali ini ia melihat ada orang yang tidak marah mendapat sindiran.
"Jangan melihat manusia munafik itu sayang" ketus Denis sambil memegang dagu sang istri sehingga mereka saling bertatapan karena cemburu.
"Iya sayang" balas Leila sambil tersenyum manis.
"Ayok aku antar kalian ke apartemen kalian" ajak Austin.
Saat mereka hendak pergi Leila yang tak melihat pengasuh anaknya segera bertanya kepada sang suami.
"Loh dimana mbok Erna sayang?" tanya Leila dengan cemas.
"Arsen" ucap Denis sambil menatapnya dengan tajam.
Arsen tak berkata apa-apa dan segera menyuruh ank buah mereka mencari mbok Erna. Tak lupa ia juga melacak keberadaan mbok Erna lewat iPad di tangannya.
"Anak buah kita sudah menemukannya bos. Pengasuh tuan muda tertinggal di belakang sana saat tertabrak seseorang sehingga menjatuhkan tasnya bos" ucap Arsen melihat pergerakan mbok Erna lewat cctv bandara.
Kening Denis mengerut mendengar penjelasan Arsen. Ia lalu mengambil iPad Arsen dari tangannya ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Tak lama bibir Denis terangkat menyeringai melihat siapa yang menabrak mbok Erna. Ia lalu melihat rekaman cctv kemana orang yang menabrak pengasuh anaknya pergi.
"Arah jam 9 wanita paruh baya memakai mantel bulu berwana hitam" ucap Denis dengan suara dingin.
Austin sengaja tertawa seakan Denis sedang mengatakan hal lucu sehingga ia berbalik ke arah yang dibilang Denis, agar musuhnya tidak bisa membaca gerakannya.
"Hehehehe! Aku tidak menyangka dia seorang wanita tua dude" ucap Austin sambil terkekeh.
"Lebih tepatnya tante-tante Mr. Austin" seru Arsen meralat ucapan Austin.
"Ah! Benar kamu"
Leila menatap ketiganya dengan kening berkerut tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Denis lalu berbisik ke telinga istrinya kalau ia akan menjelaskan saat tiba di apartemen nanti.
"Papa" lenguh Kai yang terbangun dari tidurnya dalam gendongan Denis.
"Oh my God handsome. Ayo sini sama uncle tampan" pekik Austin dengan suara melengking melihat Austin.
"Papa usir uncle ila" ketus Kasi sambil menatap Asutin dengan sinis.
"Dude apa yang anakmu katakan?" tanya Austin penasaran.
"Papa usir uncle gila" jawab Denis dengan santai.
"APA" pekik Austin dengan suara menggelegar.
"Maafkan Kai ya ka Austin" ucap Leila tak enak hati.
"Jangan minta maaf sayang. Lagian apa yang dibilang anak kita itu benar kok" protes Denis tidak suka dengan ucapan istrinya.
"Kamu memang keterlaluan Denis Arkana" ketus Austin dengan kesal.
Ia memilih pergi ke mobil tidak mau semakin kesal jika mendengar ucapan temannya itu yang selalu buat dia darah tinggi.
Pantes saja Rayen selalu mengeluh dengan kelakuan keponakannya tiap kali ke sini, batin Austin.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
Denis lalu memeluk pinggang istrinya dengan posesif untuk segera pergi dari sana. Ia menatap Arsen memberi isyarat lewat mata untuk mencari tahu identitas wanita tadi.
"Periksa pengasuh anakku dan semua barang di tasnya sebelum sampai di apartemen" titah Denis sebelum masuk ke dalam limousine Austin.
"Baik bos" ucap Sean dengan suara dingin.
~ Kingdom Apartment ~
Sampainya di apartemen Leila segera membawa masuk Kai ke dalam kamar, karena ia dan anaknya merasa sangat lelah setelah balasan jam di dalam pesawat.
"Beritahu Ludwiq untuk adakan pertemuan dengan keluarga korban besok" ucap Denis dengan suara dingin.
"Baik bos"
"Apa kamu sudah mendapatnya?" tanya Denis dengan tatapan tajam.
"Susah bos" jawab Arsen sambil memberikan iPad kepada Denis.
Denis lalu membaca informasi orang yang tadi Denis minta. Seketika ia tertawa melihat informasi mengenai orang tadi dan ia juga adalah dalang dibalik pengebomon perusahaannya 2 hari yang lalu.
"Hana Massimo" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Aku tidak menyangka ternyata itu adalah orang dari pengebomon 2 hari yang lalu bos. Wanita tua itu licik juga ya bos, bisa bekerja sama dengan *******" ucap Arsen tak habis pikir.
"Kirim mata-mata kita untuk membuntutinya" titah Denis dengan aura membunuh.
"Baik bos"
"Tempatkan 20 bodyguard untuk istri dan anakkiy selama disini dan suruh Jeky yang jadi ketua pengawalnya" ucap Denis tak tanggung-tanggung.
"Apa lebih baik nyonya jangan keluar dulu bos sebelum situasi aman disini" usul Arsen.
"Istriku memang tidak akan kemana-mana tapi kamu tahu wanita tua itu sangat licik"
"Ya bos benar"
"Oke bos"
"Pantau juga kedua anak wanita tua itu dan jangan sampai mereka curiga kalau kita sudah mengetahui mereka dalang di balik pengebomon itu" ucap Denis dengan tatapan tajam.
"Baik bos" jawab Arsen dengan suara dingin.
Arsen lalu pergi keluar untuk melakukan perintah Denis barusan. Meski baru saja sampai tapi ia tidak diberi kesempatan untuk beristirahat.
~ Grace Hotel ~
Keesokan harinya Ludwiq direktur Galaxy Corp sudah berada di ruangan privat di hotel Grace sesuai perintah Arsen kemarin.
"Sayang aku sama Kaisar tunggu kamu di lounge hotel saja ya" ucap Leila dengan suara lembut.
"Kamu ikut aku saja ya sayang" bujuk Denis tak mau istrinya jauh darinya.
"Aku disini saya sayang. Aku takut ganggu kamu pertemuan dengan keluarga korban sayang, lagian aku disini sama mereka kok" ucap Leila dengan memelas sambil menunjuk bodyguard di belakangnya.
"Baiklah tapi kita terus video call agar aku bisa memantau kalian sayang" ucap Denis dengan suara tegas.
"Iya sayang"
Arsen, Denis, dan pengawal Denis segera pergi ke private room di lantai 10. Sedangkan Leila ia bersama 20 orang bodyguard, Jeki, dan mbok Erna memilih menunggu sang suami di lounge hotel.
Seperti ucapannya tenyata putranya itu tidak mau diam dan terus menelusuri lounge hotel. Leila sampai kewalahan mengikuti sang anak, begitu juga dengan mbok Erna dan Jeki yang selalu setia di samping Leila.
Tak jauh dari Leila berada ternyata Hana Massimo istri Martin Massimo juga berada disana. Ia melihat asistennya yang bernama Hardin sambil memberi isyarat kepadanya dengan gerakkan kepala menunjuk Leila.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
Aku tidak sabar ingin melihat keributan dalam rumah tangga mereka, batin Hana dengan tak sabar.
Kring................
Hp Hana berbunyi tertera nama Putraku disana, ia langsung menjawab telpon putranya karena saat ini Marcel sedang melakukan perintah darinya.
^^^"Bagaimana son?" tanya Hana to the point.^^^
"Aku gagal mommy. Kakek tua itu tidak membiarkan aku masuk ke dalam mansion utama mom" jawab Marcel dengan kesal dari seberang.
^^^"Ckk!! Pokoknya mommy serahkan hal ini ke kamu son karena mommy masih berada di Ney York!" bentak Hana dengan emosi.^^^
"Aku tahu mom. Tapi mommy kan tahu kalau kakek sudah tidak mempercayai keluarga kita lagi sejak daddy ketahuan ikut campur dalam pembunuh an uncle Demian mom" keluh Marcel menjelaskan.
^^^"Kala ia begitu kamu ajak semua saudara sepupumu untuk ke mansion utama. Bilang saja kalian rindu sama kakek dan nenek kalian" usul Hana.^^^
"Ah! Mommy memang pintar" ucap Marcel dengan senang dari sebrang.
^^^"Ingat jangan sampai gagal son. Nasip kita berada di tangan kamu karena mommy tidak mau kita sampai jatuh miskin"^^^
"Iya mommy aku tahu"
^^^"Oh ya jangan lupa kamu ambil emas batangan kakekmu jika ada. Tapi lebih penting surat perusahaan dan kebun anggur kakek yang harus kamu ambil son" ucap Hana dengan suara tegas.^^^
"Serahkan semuanya ke aku mommy"
^^^"Baiklah son. Mommy tunggu kabar dari kamu ya"^^^
"Iya mom. Jangan lupa buat Denis sialan itu menderita sebelum nanti ya mom"
^^^"Pasti son"^^^
Marcel lalu mematikan panggilannya sepihak dari seberang, karena tidak ada lagi yang ingi ia bicarakan. Hana sendiri tersenyum menyeringai melihat Hardin yang sudah mulai beraksi.
Leila merasa ada seseorang yang menatapnya sedari tadi. Tapi saat ia berbalik ia tidak mendapati seorangpun di belakangnya yang sedang menatapnya.
Mungkin cuma perasaan aku aja, batin Leila.
Jeky yang melihat gelagat mencurigakan dari pria yang sedang menuju ke arah mereka segera menyuruh anak buahnya untuk bersiaga.
Saat hampir mendekati Leila, tiba-tiba Kaisar menarik tangan sang mama hingga ia menyingkir dari posisi berdirinya.
Alhasil Hardin yang tak lain asisten Hana malah menabrak mbok Erna hingga keduanya jatuh di lantai. Ia mengumpat kesal didalam hati karena ia gagal menjalankan rencana liciknya kepada Leila.
"Tuan tidak apa-apa?" tanya mbok Erna dengan bahasa Indonesia.
Hardin mengerutkan keningnya tak paham dengan apa yang dikatakan mbok Erna.
Leila yang ingin bertanya apa mereka baik-baik saja malah tak jadi, karena anaknya meminta untuk melihat akuarium yang tak jauh dari mereka.
"Apa anda baik-baik saja tuan?" tanya Jeki.
"Ya aku baik-baik saja" jawab Hardin bergegas berdiri.
"Maafkan tante saya yang tidak sengaja menabrak anda tuan"
"Tidak aap-apa. Lagian ini bukan salah tante anda karena saya yang tidak fokus saat berjalan" ucap Hardin sambil tersenyum manis.
"Kalau begitu lain kali tolong fokus saat berjalan agar tidak menabrak orang lain lagi tuan" ucap Jeky sambil tersenyum sinis.
"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi tuan" ucap Hardian sambil tersenyum manis.
Padahal dalam hati ia sedang mengumpat dan memaki Jeky yang menyindirnya barusan.
Berengsek kenapa harus gagal sih, batin Hana dengan kesal melihat gelengan kepala Hardin kalau rencana mereka gatot alias gagal total.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..................