Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 109


__ADS_3

Ia melajukan mobilnya pergi dari sana dengan kecepatan tinggi diikuti mobil yang menembaknya barusan, karena tidak ingin berurusan dengan polisi yang sedang ke arah mereka. Mobil Denis terus di tembaki dari belakang membuat Amira semakin ketakutan didalam sana.


“Denis” panggil Amira dengan gemetar ketakutan.


“Tenang ya ma. Mama aman sama aku” ucap Denis dengan suara lembut sambil menggenggam tangan mamanya dengan sebelah tangan.


Amira mengangguk kepalanya percaya kepada sang anak, karena ia tahu Denis akan melakukan apapun untuk keselamatan mereka. Denis tersenyum lembut melihat mamanya yang sudah mulai tenang.


Dor………..dor………………dor………….


Bunyi tembakan terus berdatangan dari arah belakang membuat Denis melajukan mobilnya dengan zig-zag untuk menghindari tembakan musuhnya agar tidak mengenai ban mobil.


Denis melirik mobil musuhnya dari kaca spion melihat ada berapa mobil yang mengikutinya dan ternyata ada 2 mobil. Matanya menatap ke arah depan mencari jalan yang sepi dan jauh dari rumah penduduk, karena ingin menghabisi musuhnya nanti disana.


“Mama pegangan yang erat” ucap Denis dengan suara tegas.


“Apa yang mau kamu lakukan nak?” tanya Amira dengan cepat tapi segera melakukan apa yang disuruh Denis barusan.


Denis tidak menjawab pertanyaan sang mama dan hanya menatapnya sekilas lalu memusatkan pikirannya ke depan. Ia memutar setir mobil dengan cepat dan menginjak gas sambil memegang rem tangan sehingga mobilnya seketika berputar 60°.


Tangannya dengan cepat mengarahkan pistol ke arah mobil musuh dengan tetap menjaga kestabilan mobil.


Dor…………………..dor………………..


Brak…………..brak……………..duar……………


2 tembakan meleset tepat mengenai kedua ban mobil musuhnya sehingga kedua mobil tersebut terbalik berkali-kali.


Tak lama berselang salah satu mobil van itu meledak membuat Amira syok menatap pemandangan yang baru pertama kali ia lihat sepanjang hidupnya, ia tak menyangka akan mengalami kejadian seperti di film-film dalam hidupnya.


Cekitt………………


Ban mobil Denis berdecit dengan suara melengking disana saat ia mengeram mobilnya yang masih berputar setelah ia melakukan drift barusan.


Denis menatap ke arah mobil musuhnya yang sedang terbakar sedangkan salah satunya terbalik tak jauh dari mobil yang satu. Tak sampai 5 menit Sean dan teman-temannya tiba di sana.


“Bos dan nyonya baik-baik saja?” tanya Sean dengan cepat setelah turun dari mobil dan menghampiri Denis.


“Ya. Periksa apa ada yang selamat disana” jawab Denis memberi perintah kepada Sean.


“Baik bos” balas Sean dengan patuh.


Sean segera menyuruh anak buahnya untuk mengecek mobil musuh mereka yang tidak meledak. Selang 10 menit anak buah Sean menyeret seorang perempuan yang selamat ke hadapan Denis dan Sean.


“Bos hanya perempuan ini yang selamat” lapor Rasya anak buah Denis.


“Angkat wajahnya” titah Sean dengan suara tegas.


Rasya lalu menarik rambut perempuan itu sehingga kepalanya mendongak ke atas membuat wajahnya terlihat dengan jelas.


“KEYSA” pekik Amira dengan syok melihat wajah yang sangat ia kenali.


Hehehehehe…………………


Denis tersenyum smirk tak menyangka jika orang yang berani menganggu perjalanannya adalah Keysa. Aura membunuh seketika menyeruak disana, membuat Amira dan lainnya bergetar ketakutan merasakan aura Denis yang sangat menakutkan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Ada berapa orang yang bersama dia didalam mobil?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Ada 5 orang bos. Mereka memiliki tato burung elang di tubuh mereka bos” jawab Rasya yang tadi sudah mengecek mereka semua.


“Hehehehe! Jadi anak buah Riski Akbar ya” ucap Denis sambil terkekeh.


“Apa kita serang balik mereka sekarang bos?” tanya Sean dengan tak sabar.


“No! Biarkan mereka ketakutan dulu sebelum kita menyerang balik mereka karena aku ingin lihat wajah ketakutan mereka karena merasa terancam” jawab Denis sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


“Baik bos”


“Kirimkan mayat-mayat itu ke tuan mereka dan jangan lupa lambang kelompok kita agar mereka semakin ketakutan. Bawa ja***g itu ke markas!” titah Denis dengan suara tegas.


“Baik bos” jawab Sean dengan suara tegas.


Denis segera melajukan mobilnya pergi dari sana diikuti 2 mobil pengawalnya, sedangkan yang lain tinggal disana untuk mengurus mayat-mayat itu dan mengirim mereka ke orang yang sudah mengirim mereka.


Amira diam tak berbicara satu katapun di dalam mobil saat melihat wajah anaknya yang terlihat sangat emosi saat ini, ia yakin jika ia meminta untuk melepaskan Keysa seperti waktu itu Denis pasti tidak akan menuruti permintaannya.


“Jangan meminta aku untuk melepasnya ma karena aku tidak akan melepaskannya kali ini ma” ucap Denis dengan suara tegas.


“Iya nak mama tahu” balas Amira dengan suara pelan.


~ Kediaman Sandro ~


Sandro mengerutkan keningnya melihat mobil honda Jazz putih yang terparkir didepan rumah mereka. Ia dan keluarganya keluar dari dalam mobil dan segera masuk ke dalam rumah untuk melihat siapa yang datang.


“Ando” ucap Sandro dengan kaget ternyata orang yang datang adalah Ando.


“Iya. Maaf aku bertamu malam-malam” ucap Ando dengan sopan.


“Ayah” pekik Ari dengan suara melengking saat masuk ke dalam rumah dan melihat Ando disana.


“Anak ayah baru pulang ya” ucap Ando segera mengendong Ari saat ia berlari menghampirinya.


“Ayah napa datan alam kali?” tanya Ari dengan suara cadelnya.


“Maafkan ayah nak. Tadi ayah masih harus selesaikan pekerjaan ayah dulu baru kesini” jawab Ando dengan sesal.


“Oh”


“Ari ayok ganti baju dulu baru main sama ayah” ucap Ara.


“Tapi anti ayah pergi agi unda” ucap Ari dengan bibir mengerucut tak mau turun dari gendongan Ando.


“Ayok ganti baju dulu nak. Ayah tidak akan pergi karena malam ini ayah akan tidur sama Ari” ucap Ando dengan suara lembut.


“Iya nak” jawab Ando.


Yeeayy……………


Ari berteriak senang dan langsung turun dari gendongan Ando dan segera berlari menuju kamarnya untuk menganti pakaian diikuti Ara. Sandro, Mega, dan Ando yang melihat tingkah Ari hanya tersenyum saja.


“Nak Ando ibu masuk dulu ya. Nanti minta Ara untuk buatkan makan malam buat kamu ya” ucap Mega dengan suara lembut.


“Iya bu”


Mega segera pergi dari sana dan tak berapa lama mbok Inah datang membawakan kopi buat Sandro yang sedang mengobrol dengan Ando.


Ting…………..


Jason


“Dude apa kamu tahu kalau geng elang putih bekerja sama dengan Keysa sahabat tuan muda Liam untuk menyerang Denis malam ini”


^^^“Aku tidak tahu”^^^


“Oh. Aku baru saja dapat informasi ini dari salah satu anak buahku”


^^^“Heeemmm”^^^


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ando lalu menunjukan pesan dari Jason kepada Sandro membuat Sandro segera mengambil hpnya dan menelpon Denis.


“Heemmm”

__ADS_1


^^^“Halo bos apa anda baik-baik saja?” tanya Sandro dengan cepat.^^^


“Ya aku dan mama baik-baik saja” jawab Denis dengan suara dingin dari seberang.


^^^“Ah! Syukurlah. Aku baru mengetahui hal ini dari Ando yang mendapat pesan dari Jason tentang Keysa dan geng elang putih” ucap Sandro dengan lega.^^^


“Ya”


^^^“Lalu bos sekarang ada dimana?” tanya Sandro.^^^


“Aku di rumah mama. Besok kita ketemu di kasino Adrian” jawab Denis dengan suara dingin.


Belum sempat Sandro membalas ucapan Denis ternyata panggilan mereka sudah dimatikan sepihak oleh Denis, membuat Sandro menutup mata mengontrol emosinya, sedangkan Ando tersenyum mengejek menatapnya membuat ia semakin berdecak kesal.


“Sialan kamu!” sarkas Sandro dengan kesal.


Hehehehe…………………


Ando hanya terkekeh saja mendengar ucapan Sandro dan tak membalasnya atau marah dengan ucapan Sandro barusan. Sandro memilih masuk ke kamarnya di lantai dua karena ia bisa semakin emosi berada disana.


“Ka Sandro kenapa mas?” tanya Ara yang keluar dari kamar melihat kakaknya yang terlihat kesal saat naik ke lantai dua.


“Lagi bad mood aja sayang” ucap Ando dengan santai.


“Bad mood kenapa mas?” tanya Ara dengan bingung.


Ando mengangkat bahunya menjawab pertanyaan Ara kalau ia tidak tahu, padahal dialah yang menjadi alasan Sandro menjadi kesal.


~ Markas Elang Putih ~


“Bos ada kiriman paket didepan untuk bos” ucap Marco masuk ke dalam ruangan Riski Akbar yang sedang menghisap ganja.


“Paket? Dari siapa?” tanya Riski Akbar dengan bingung.


“Tidak ada nama pengirimnya bos?” jawab Marco dengan cepat.


“Bawa kesini” titah Riski dengan alis sebelah terangkat merasa aneh sekaligus bingung.


“Maaf bos tapi paket itu terlalu besar untuk di bawa kesini dan harus diangkat oleh 6 orang karena sangat berat bos” balas Marco menjelaskan paket tersebut.


Riski Akbar segera pergi untuk melihat paket tersebut karena sangat penasaran dengan isi paket itu.


Sebelum sampai didepan pintu markas ia segera bertanya mengenai informasi Keysa dan anak buahnya yang sedang melakukan penyerangan kepada Denis malam ini.


“Apa sudah ada informasi dari perempuan cacat itu?” tanya Riski dengan suara dingin.


“Belum bos” jawab Marco.


“Cih! Jika mereka gagal maka kita akan dalam bahaya” decih Riski Akbar dengan kesal.


Marco diam saja tak membalas ucapan bosnya dan menemani Riski ke depan markas untuk melihat isi paket yang entah dikirim oleh siapa, dan meninggalkan paket itu didepan gerbang markas mereka.


“Buka” titah Riski dengan suara tegas saat sampai didepan markas.


Keningnya mengerut melihat kotak berukuran besar didepannya yang ada namanya tertera dengan jelas didepan paket tersebut dan tak ada nama pengirimnya. Perasaannya seketika menjadi tak tenang memikirkan apa isi dari paket itu dan siapa orang yang mengirimnya.


Aaarrgghh……………


Teriak anak buah Riski dengan histeris saat kotak itu terbuka membuat semua yang berada disana kaget bukan main melihat isi kotak tersebut.


Ternyata kotak itu berisi mayat yang sudah terbakar hangus dan menyisahkan 5 orang dalam keadaan utuh meski sudah tak bernyawa.


“Siapa? Siapa yang berani melakukan ini kepadaku bangsat” maki Riski Akbar dengan emosi.


“Mereka anak buah kita yang pergi bersama Keysa tadi bos” ucap Marco yang mengenali kelima mayat yang masih utuh itu.


“PEREMPUAN SIALAN. JAL**G BERENGSEK!” teriak Riski dengan emosi.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………………..


__ADS_2