Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 193


__ADS_3

Ternyata Roy bekerja sama dengan CEO Liliana Rasyid dari perusahaan YouTech yang bergerak di bidang minyak bumi mentah di Turki.


Liliana Rasyid adalah putri tunggal dari 3 bersaudara dari milioner asal Turki yaitu Adam Rasyid. Ia bekerja sama dengan Roy Martinez yang sebulan lalu bertemu dengannya saat di acara peresmian hotel baru salah satu rekan kerja mereka.


"Apa Mr. Martinez yakin bisa membantu saya untuk menjadi wanita Mr. Arkana?" tanya Liliana dengan selidik.


"Ya aku bisa. Lagian aku ingin sekali memisahkan dia dengan istrinya itu" ucap Roy dengan yakin.


"Sebelum kita bekerja sama aku ingin mendengar alasan kenapa anda ingin membantuku?" tanya Liliana dengan suara tegas dan angkuh.


"Karena aku sangat dendam dengan Denis Arkana dan apapun akan aku lakukan untuk menghancurkan kebahagiaannya. Itu dimulai dari rumah tangganya" jawab Roy dengan jujur dan tegas.


"Jika rumah tangganya hancur maka dia akan goyah dan saat itu aku akan masuk dan menghancurkan semua yang ia miliki saat ini" tambahnya lagi dengan suara tegas.


"Heemmm! Menarik" ucap Liliana sambil tersenyum smirk.


"Jadi bagaimana miss Rasyid? Apa anda berniat bekerja sama dengan saya?" tanya Roy dengan cepat.


"Deal" jawab Liliana sambil mengulurkan tangannya.


"Deal" balas Roy menyambut uluran tangan Liliana.


Keduanya tersenyum sudah tidak sabar ingin mendapat apa yang mereka ingin selama ini. Liliana sangat terobsesi dengan Denis dan apapun ia akan lakukan untuk mendapatkan Denis.


Sedangkan Roy ia membantu Liliana karena jika Liliana bersama dengan Denis otomatis ia bisa mengontrol Denis dan menjadikannya sebagai mainannya.


Aku sudah tidak sabar ingin melihat anak sialan itu menjadi budak aku, batin Roy tak sabar.


Setelah menjalin kerja sama keduanya lalu membahas kapan rencana Liliana ke Indonesia dan apa yang harus ia lakukan disana. Tak lupa Roy juga memberitahu untuk tinggal di tempat yang sudah ia siapkan dan mengatur rencana agar jangan sampai Denis mencurigainya.


~ Jakarta, Indonesia ~


Saat ini Leila sedang dalam perjalanan menuju ke kamar umah sakit Pertiwi untuk menjenguk Seila yang sudah melahirkan semalam.


Di tengah perjalanan Leila menyuruh Lisa untuk singgah di toko kids karena ia ingin membeli hadiah untuk bayi Seila dan Sandro.


~ Happy Kids ~


Leila masuk ke dalam toko bersama dengan Lisa yang selalu mengawalnya kemana pun. Ia lalu membeli stroller bayi beserta beberapa pakaian bayi lengkap dengan sepatu dan kaus kaki.


"Lucunya" gumam Leila melihat sepasang sepatu bayi berwarna biru yang sangat menarik perhatiannya sedari tadi.


Ya Tuhan kapan aku punya anak ya, batin Leila penuh harap sambil mengelus perutnya.


Selama ini ia sangat berharap ingin segera memiliki anak dan selalu menangis didalam kamar mandi saat suaminya pergi ke kantor.


Wanita mana yang tidak kepikiran jika hampir setahun mereka menikah tapi belum juga dikarunai anak. Kadang ia merasa insecure dengan dirinya sendiri, merasa tidak pantas buat suaminya.


Tes................


Tanpa sadar air matanya menetes karena kepikiran tentang anak. Lisa yang sempat melihat sang nyonya menangis dengan cepat mengambil hpnya dan memfoto Leila, lalu mengirim ke Denis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Apa yang bisa saya bantu nyonya?" tanya petugas toko dengan sopan.


"Ah! Iya" ucap Leila dengan kaget.


"Apa nyonya ingin membeli sepatu bayi ini?" tanya pelayan toko dengan penuh harap.


"Iya tolong di bungkus ya" pinta Leila sambil tersenyum manis.


"Baik nyonya" balas pelayan toko dengan senang.


Bagaimana tidak sepatu itu adalah edisi khusus yang di jual di toko ini dan harganya sangat mahal. Apa lagi saat ia berhasil menjual sepatu tersebut otomatis ia akan mendapat bonus nanti.


Setelah membayar semua pembeliannya Leila segera pergi dari sana diikuti Lisa yang menenteng beberapa belanjaan Leila.

__ADS_1


~ DA Corp ~


Denis baru saja selesai meeting bulanan bersama dengan seluruh direktur dari kantor cabang. Sampai didalam ruangannya ia segera mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk di atas meja kerja.


Ting...................


Denis menatap ke hpnya yang berbunyi ada pesan masuk dari Lisa pengawal pribadi istrinya.


Keningnya mengerut melihat foto sang istri, tapi seketika matanya terbelak melihat dengan teliti ternyata istrinya sedang menangis dalam foto itu.


"Kenapa istriku menangis?" tanya Denis dengan penasaran.


Karena kepikiran ia segera menelpon sang istri dan pada pada panggilan ketiga istrinya langsung menjawab.


"Halo sayang" ucap suara lembut sang istri dari seberang.


^^^"Kamu dimana sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.^^^


"Ini baru aja nyampe di rumah sakit sayang" jawab Leila dengan suara lembut.


^^^"Apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Denis dengan cepat.^^^


"Aku baik sayang. Memangnya kenapa sayang?" tanya Leila dengan bingung.


^^^"Apa kamu yakin sayang?" tanya Denis lagi.^^^


"*Iya sayang. Kamu kok aneh sih sayang, memangnya apa yang terjadi dengan aku*?" tanya balik Leila dengan penuh tanda tanya.


^^^"Tidak sayang. Aku hanya khawatir saja sayang" jawab Denis dengan cepat.^^^


"Jangan khawatir ya sayang karena aku baik-nakk saja"


^^^"Iya sayang"^^^


"Ya udah sayang aku masuk dulu ya ke rumah sakit mau jengukin Seila dan bayinya"


^^^"Iya sayang. Pulangnya hati-hati ya sayang"^^^


Denis segera mematikan panggilannya sepihak dan menghela napas dalam. Ia yakin ada sesuatu yang tidak diketahuinya tentang sang istri.


Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari aku sayang, batin Denis dengan yakin.


~ Rumah Sakit Pertiwi ~


Leila menatap hpnya sambil membuang napasnya dengan kasar. Entah kenapa ia merasa suaminya pasti tahu ia sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Maafkan aku yang tidak jujur sayang, batin Leila merasa bersalah sudah membohongi suaminya.


Karena memang saat ini tubuhnya memang baik-baik saja tapi tidak dengan hatinya. Ia sangat keluarkan karena sampai saat ini belum memberikan anak buat suaminya.


Leila segera masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangan VIP tempat Seila dirawat. Saat ia masuk ke ruangan Seila ternyata semua keluarga besar Sandro sedang berkunjung.


"Nyonya" panggil Sandro dengan sopan.


"Selamat ya Sandro dan Seila. Selamat karena sudah menjadi orang tua" ucap Leila dengan tulus.


"Terima kasih nyonya" balas Sandro dan Seila dengan serentak.


"Wah anak kalian sangat tampan" ucap Leila dengan antusias melihat bayi mungil Sandro yang berjenis kelamin laki-laki.


"Siapa namanya?" tanya Leila dengan antusias.


"Denzo Putra Wijaya" ucap Sandro dengan lantang.


"Ah! Nama yang bagus. Halo baby Denzo" ucap Leila dengan senang.


"Apa nyonya ingin mengendong ya?" tanya Seila.

__ADS_1


"Boleh?" tanya balik Leila dengan cepat.


"Boleh kok nyonya" jawab Seila.


Seila lalu menaruh baby Denzo ke tangan Leila dengan perlahan karena ia sedang tidur. Leila mengendong baby Denzo dengan bahagia meski ia sangat gugup karena baru pertama kali mengendong bayi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Ganteng sekali" ucap Leila sambil tersenyum manis.


"Baby Denzo memang sangat ganteng ya nyonya" ucap Ara.


"Benar sekali Ara"


"Bunda mau lihat dong adik Denzo" ucap Ari didalam gendongan Ando yang baru saja datang.


"Sini sama bunda" ucap Ara mengambil alih Ari dari suaminya.


Ari menoel pipi baby Denzo dengan senang membuat baby Denzo terusik dalam tidur tapi tidak bangun juga.


Mereka semua tersenyum melihat kelakuan keduanya. Merasa sudah terlalu lama ia berada disana, Leila segera pamit pulang karena ia ingin ke satu tempat lebih dulu.


Dan disinilah ia berada yaitu di dokter kandungan di rumah sakit Pertiwi. Beruntung Lisa dan pengawalnya menunggu dia di luar jadi tidak mengetahui apa yang sedang ia lakukan.


"Kandungan nyonya baik-baik saja dan tidak ada yang bermasalah" ucap dokter Riri setelah melakukan USG.


"Syukurlah dok. Saya takut kalau saya kenapa-napa karena sampai saat ini saya belum juga dikaruniai anak" balas Leila.


"Dari tes tadi keadaan nyonya baik-baik saja dan juga data kesehatan suami nyonya pun baik. Nyonya jangan terlalu stres dan konsumsi makanan yang bernutrisi untuk penyubur kandungan ya. Nyonya bukan tidak bisa hamil tapi belum dipercayakan saja" papar dokter Rini menjelaskan.


"Iya baik bok" ucap Leila dengan lega.


Leila kemudian bergegas pergi dari ruangan dokter Rini dengan perasaan lega.


~ Mansion Denis Arkana ~


Waktu sudah menunjukkan pukul 23:00 malam dan didepan mansion ternyata Denis barulah pulang dari kantor karena hari ini ia harus lembur.


"Selamat datang tuan" ucap pak Tio didepan mansion.


"Dimana istriku?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Nyonya berada di kamar tuan" jawab pak Tio.


Denis tidak membalas ucapan pak Tio dan segera naik ke lift menuju kamarnya. Sampai didalam kamar ia mengernyitkan keningnya melihat ranjang yang kosong.


Matanya melihat sekeliling kamar dan mendapati pintu balkon yang terbuka. Ternyata Leila berada disana sambil menatap langit tidak menyadari jika suaminya sudah pulang.


Grep...................


"Kapan kamu sampai sayang?" tanya Leila dengan kaget saat ada yang memeluknya dari belakang dan ternyata itu suaminya.


"Baru saja sayang. Kenapa belum tidur?" tanya balik Denis.


"Aku belum ngantuk sayang" jawab Leila.


Denis membalikan tubuh istrinya sambil memeluknya dengan erat. Mata coklatnya menatap ke dalam mata hitam sang istri dengan tatapan yang begitu menghanyutkan.


Cup........................


Denis mencium bibir Leila dengan sangat lembut membuat Leila hanyut dalam ciuman suaminya. Dengan sekali hentakan Denis membawa sang istri masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama.


~ Bandar Udara Soekarno Hatta ~


Liliana turun dari pesawat jetnya setelah balasan jam mengudara dari Turki ke Indonesia. Mata hazelnya memandang sekeliling melihat suasana malam kota Jakarta.


"Kita akan bertemu sebentar lagi Denis Arkana" ucap Liliana dengan bahagia.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue..................


__ADS_2