Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 49


__ADS_3

Sesuai ucapannya tadi siang, malam itu juga Alexandro bersama Martin dan Justin segera bertolak pergi dari Indonesia kembali ke negara asal mereka di Italia.


Sedangkan Laura ia sudah kembali lebih dulu sewaktu ia di tampar Denis saat pergi ke rumah mereka.


~ Singapura ~


Saat ini Sandro baru saja selesai meeting bersama dengan direktur Steven, menemui salah satu investor mereka yang menanam sahamnya dalam proyek hotel dan kasino terbesar di Asia.


Untuk pertama kali dalam sejarah ada hotel yang dibangun di pusat kota dengan kasino didalam nya.


“Berarti besok kita sudah bisa pulang kembali ke Indonesia?” tanya Sandro dengan cepat.


“Benar tuan Sandro. Semua urusan kita disini sudah selesai tinggal kita meninjaunya lagi saat tahap finishing akhir bulan nanti” ucap direktur Steven Kaito.


“Bagaimana dengan tikus-tikus itu?” tanya Sandro sambil membuang asap rokok ke udara.


“Mereka tidak akan berani berulah lagi tuan karena semua kartu AS mereka sudah di tangan kita” jawab Steven.


“Heeemmmm”


Sandro segera pergi dari lounge hotel setelah selesai berbicara dengan direktur Steven. Saat berjalan menuju lift matanya menangkap keberadaan seseorang yang sangat ia benci selama ini yaitu Kenzo Arjuna yang juga berada disini.


“Ah! Mantan anak buahku” ucap Kenzo sambil tersenyum mengejek.


“Ckk! Apa anda tidak salah bicara? Aku bukan anak buah anda tuan Kenzo Arjuna yang lemah dan selamanya tidak akan pernah terjadi karena aku adalah anak buah bos aku yaitu DENIS ARKANA” ucap Sandro dengan suara tegas menekan ucapannya di bagian akhir.


Kenzo menatap Sandro dengan tatapan tajam ingin rasanya ia memukul wajah itu hingga hancur karena sudah merendahkan dirinya. Tapi ia tahan karena saat ini mereka sedang berada didepan umum dan ada banyak sekali mata disana.


Sandro tersenyum mengejek menatap Kenzo yang tidak bisa berbuat apa-apa, beda sekali dengan bosnya yang bisa saja memukulnya saat ini tak perduli dimana mereka berada.


“Sebaiknya kamu hati-hati karena kamu sekarang ada dalam pengawasanku berengsek” bisik Sandro di samping Ando yang berdiri tepat di belakang Kenzo.


Ando mengerutkan keningnya tak paham dengan apa yang di katakan oleh Sandro barusan, karena memang selama ini ia tidak pernah ada masalah atau urusan dengan Sandro.


Apa dia tahu kalau aku mengawasi bosnya selama ini, batin Ando menebak jika ucapan Sandro barusan karena ia tahu jika selama ini Ando selalu mengirim anak buahnya untuk mengawasi Denis dan mencari keberadaanya tapi tidak pernah dapat.


“F**k” (berengsek) maki Kenzo setelah tiba didalam kamar hotelnya.


Glek…………….glek……………….prang………………


Kenzo meminum wiski didepannya langsung dari botol lalu membanting botol wiski tersebut mengingat tatapan Sandro tadi yang mengejeknya, seakan berkata kalau ia itu hanya lemah tidak bisa dibandingkan dengan Denis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Cari tahu kenapa sialan itu berada disini!” bentak Kenzo dengan suara tinggi.


“Dia barusan bertemu dengan direktur utama DA Corp di lounge hotel tuan” ucap Ando membaca informasi dari anak buahnya yang tadi sempat ia perintahkan mencari tahu keberadaan Sandro disini.


“Apa” pekik Kenzo dengan suara tinggi.


“Buat apa dia bertemu dengan direktur utama DA Corp?” tanya Kenzo dengan mata tajam dengan emosi.


“Maaf tuan tapi anak buah kita tidak bisa mendapat informasi itu karena mereka berbicara di ruang VIP di lounge hotel”

__ADS_1


“Bangsat! Cari tahu apa dia datang sendiri atau dengan sialan itu” titah Kenzo dengan suara tinggi.


“Dia datang sendiri tuan sedangkan tuan Denis tidak bersamanya dan Sandro sudah berada di sini sejak 1 minggu yang lalu” papar Ando menjelaskan.


Kenzo menatap keluar jendela melihat pemandangan malam Singapura dengan pikiran berkelana, memikirkan apa yang sedang Denis lakukan saat ini dan kenapa Sandro bisa berada disini dan bertemu dengan direktur utama DA Corp.


Aku yakin ada sesuatu yang mereka rencanakan selama ini, batin Kenzo dengan tatapan berkilat tajam.


“Pantau semua usaha anak buah kita dan segera laporkan kepadaku jika ada sesuatu yang ganjil. Beritahu Jason untuk memperketat keluar masuk setiap anak buah kita di basecamp” ucap Kenzo memberi perintah dengan suara tegas.


“Baik tuan”


“Suruh anak buah kita untuk mengikuti Sandro selama ia berada disini”


“Baik tuan”


Kenzo lalu memberi isyarat kepada Ando untuk segera pergi dari sana karena ia tidak ingin di ganggu saat ini.


Apa lagi hari ini ia baru saja tiba di Singapura dan melakukan meeting dengan rekan kerjanya untuk proyek yang sedang ia tangani di BakerTech.


Keesokan harinya Kenzo berdecak kesal saat Ando melaporkan informasi mengenai Sandro yang sudah berangkat pulang ke Indonesia, karena ia tidak bisa mendapat informasi mengenai apa yang dilakukan oleh Sandro disini.


~ DA Corp ~


Denis menatap Sandro dengan wajah datar dan dingin melihatnya yang sudah pulang kembali ke Indonesia dan memberikan semua laporan mengenai proyek disana.


“Kamu pulang dan istirahatlah” ucap Denis dengan suara dingin.


“Jangan lupa mulai besok kamu gantikan aku disini karena aku harus mengurus markas” titah Denis dengan suara dingin.


“Bos apa boleh Rian saja yang menghendel pekerjaan disini dan biarkan aku juga ikut bos di markas” pinta Sandro dengan memelas.


“Boleh saja tapi kamu bertugas merawat peliharaan aku” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Aku disini saja bos. Biar Arsen yang menemani bos di markas” tolak Sandro dengan cepat.


“Ckk!!” decak Denis dengan sinis.


Sandro segera pamit dari sana tak ingin membuat Denis berubah pikiran dan menyuruhnya merawat peliharaan bosnya itu yang Arsen kirim videonya kemarin saat ia masih berada di Singapura.


6 Bulan kemudian


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 6 berlalu, sejak Denis memutuskan untuk turun tangan langsung memantau markas dan kelompok mafianya sendiri meninggalkan perusahaan di tangan Sandro dan Rian.


Sudah 6 bulan berlalu dan kelompok Denis yang tadinya kecil sudah berkembang pesat dengan cepat. Saat ini ia sudah memiliki anak buah sebanyak 4000 orang yang sangat setia kepadanya.


“Bos” panggil Max kepada Denis yang sedang menatap kerjaan anak buahnya dari lantai 3 di markas.


“Terus awasi anak buah kita sesuai tugas mereka masing-masing” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos”


“Jangan menerima lagi anak buah untuk kelompok kita saat ini”

__ADS_1


“Baik bos”


“Hari ini aku akan pulang dan urusan markas kamu yang urus. Beritahu aku jika ada sesuatu yang mencurigakan di markas”


“Apa aku yang harus turun tangan untuk setiap transaksi bos?” tanya Max dengan cepat.


“Heemm! Jangan biarkan satu orang pun mengetahui identitas kalian semua” jawab Denis dengan suara dingin.


“Baik bos”


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Max segera pamit pergi dari sana meninggalkan Denis yang menatap semua anak buahnya dengan tajam dan dingin dari atas sana. Sudah 6 bulan berlalu dan selama itu ia tidak pernah pulang ke mansion atau rumah mamanya.


Ia beralasan jika ia sedang dinas tugas ke luar negeri untuk membuka kantor cabangnya yang baru Jepang, padahal Rianlah yang selama ini berada disana untuk mengontrol kantor cabang mereka yang baru di bangun di sana.


1 bulan yang lalu Rian sudah kembali lagi ke kantor pusat, untuk membantu Sandro mengurus perusahan DA Corp dan DA Bank yang semakin berkembang pesat saat ini didalam negeri maupun di luar negeri.


Meski Denis tidak berada di perusahaan, tapi ia selalu memantau perusahaannya dari markas sekaligus mengurus markas mereka dan semua bisnis mereka di dunia bawah.


“Bos mobil sudah siap” ucap Arsen dengan suara dingin.


“Heeemmm”


Keduanya berlalu turun dengan langkah tegap dan tatapan dingin menuju ke depan. Semua anak buahnya bergidik ngeri melihat bos dan tangan kanan keduanya yang terlihat sangat menakutkan selama ini.


Postur tubuh dan rahang keduanya berubah drastis selama 6 bulan dan Arsen yang biasanya ceria dan penakut sudah tidak ada lagi. Karena selama ini ia mengikuti pelatihan di bawah asuhan Denis yang sangat keras dan tidak kenal ampun.


~ Mansion Denis Arkana ~


Mobil berhenti tepat didepan mansion milik Denis dimana ia sudah di tunggu oleh para pelayan, kepala pelayan, Sandro, Rian, dan mamanya yang ingin menyambut kepulangannya karena selama 6 bulan ia tidak pernah pulang.


Mereka semua sudah tak sabar ingin melihat Denis dan Arsen yang tidak memberi kabar hanya kabar singkat saja melalui pesan kepada Amira karena Denis tidak ingin mamanya khawatir.


“Itu Arsen” ucap Sandro dan Rian dengan serentak kaget melihat perubahan Arsen yang berubah drastis.


Rahang tegas dan tubuh proposional Arsen membuat keduanya kaget bukan main. Apa lagi melihat wajah datar dan dingin Arsen yang seperti bos mereka selama ini.


Arsen menatap sekelilingnya dengan wajah datar dan dingin lalu membuka pintu belakang untuk Denis. Perlahan-lahan kaki panjang Denis keluar seperti slow motion membuat mereka semua menunggu dengan tak sabar.


Deg…………….


Jantung mereka berdetak dengan cepat melihat penampilan terbaru Denis yang semakin dingin dari biasanya. Rahang tegasnya membuat siapa saja bergidik ngeri apa lagi melihat mata tajam Denis yang seperti elang.


Wajahnya semakin tampan dan aura yang keluar dari tubuh Denis membuat mereka semua bergidik ngeri, karena aura Denis semakin kuat dan mengintimidasi. Amira yang melihat perubahan sang anak kaget bukan main.


Aura ini sama persis dengan suaminya saat pertama kali mereka bertemu dan semua yang ada di tubuh Denis benar-benar mirip dengan mendiang suaminya.


Mas anak kita sudah tumbuh dewasa seperti kamu. Kalian berdua seperti kembar identik mas, batin Amira sambil menatap putranya dengan haru.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………

__ADS_1


__ADS_2