Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 55


__ADS_3

Denis tersenyum menyeringai melihat keduanya yang berdiri dengan gemetar disamping mobilnya, membuat teman mereka yang sedang berada didepan sana menatap mereka dengan bingung karena keduanya seketika diam seperti melihat hantu saja.


“Kalian ingin menghancurkan mobilku?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Ti….dak bos. Maafkan kami bos” ucap keduanya dengan gemetar sambil berlari pergi.


Mereka lalu memberitahu teman-teman mereka siapa yang berada didalam mobil dan dengan cepat mereka semua bergegas pergi dari sana. Melihat hal tersebut Denis segera mengambil hpnya dan menghubungi Max.


“Halo bos” jawab Max dari seberang.


^^^“Bereskan tikus-tikus yang barusan menghadang jalanku” titah Denis dengan suara dingin.^^^


“Baik bos”


Denis kemudian melajukan mobilnya pergi ke mansion, sedangkan Max menyuruh Mark hacker mereka di markas untuk melihat siapa yang sudah menganggu bos mereka.


Setelah mengetahui lokasi mereka Max segera menyuruh anak buahnya untuk segera membereskan mereka semua dan jangan sampai meninggalkan bukti.


2 Bulan kemudian


Tak terasa sudah 2 bulan berlalu dengan sangat cepat, dan selama dua bulan terakhir Kenzo merasa sangat emosi karena satu persatu bisnis haramnya mulai hancur. Entah pihak musuhnya yang mana yang selalu saja menggagalkan semua bisnisnya.


~ BakerTech ~


Brak……………


Kenzo membanting pintu ruangannya dengan kuat setelah menghadiri meeting barusan bersama presdir mereka yang baru.


Ia tidak menyangka presdir mereka yang baru sangat tegas, apa lagi mereka sekarang sedang di pantau oleh tangan kanan presdir yang lama.


“Tuan” ucap Ando sambil memberikan laporan mengenai proyek mall mereka.


“Kapan pengecekan tahap akhir?” tanya Kenzo sambil membaca laporan tersebut.


“Lusa tuan dan jika lusa tidak ada kendala maka mulai minggu depan sudah bisa diresmikan tuan” jawab Ando dengan cepat.


“Pantau semuanya karena aku tidak ingin sampai proyek yang aku kerjakan selama ini gagal” titah Kenzo dengan suara dingin.


“Baik tuan”


“Kapan waktu pelunasan pinjaman kita ke DA Bank?” tanya Kenzo dengan suara dingin.


“2 Minggu lagi tuan” jawab Ando sambil menunjukkan tanggal pelunasan di laporan kerja sama mereka waktu itu.


“Setelah 1 minggu pembukaan mall ambil uangnya untuk pembayaran pinjaman ke DA Bank” titah Kenzo dengan suara tegas.


“Tapi kita perlu ijin dari presdir dulu bos?” tanya Ando.


“Berengsek! Aku lupa dengan wanita sialan itu” ketus Kenzo dengan emosi.


Ando diam saja tak membalas ucapan Kenzo karena tak ingin menjadi pelampiasan tuannya jika sedang marah. Apa lagi ia tahu selama 2 bulan ini emosi Kenzo tidak terkontrol, karena masalah bisnisnya yang selalu gagal dan mulai diketahui oleh polisi.


“Jam berapa acara ulang tahun perusahaan?” tanya Kenzo dengan senyum smirk.


“Jam 19:00 malam tuan” jawab Ando dengan cepat.


Kenzo lalu membisikan sesuatu ke telinga Ando membuat dia melotot kaget tak menyangka akan menerima perintah itu dari Kenzo. Kenzo sendiri tersenyum menyeringai memikirkan rencananya malam ini untuk bisa mengontrol presdir mereka yang baru.


“Jangan sampai gagal” titah Kenzo dengan suara dingin.


“Baik tuan” ucap Ando dengan patuh meski dalam hatinya tidak ingin melakukan perintah Kenzo barusan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ia bergegas pergi untuk melakukan perintah Kenzo meski ia sangat tidak ingin melakukan hal tersebut tapi mau bagaimana lagi. Jika dia menolak maka dipastikan detik ini juga ia hanya akan tinggal nama di dunia ini.


~ DA Corp ~


“Bos anda yakin akan hadir disana?” tanya Sandro dengan cepat.


“Yakin” jawab Denis dengan suara tegas.


“Tapi bagaimana jika kita bertemu dengan sialan itu disana bos?” tanya Sandro lagi.

__ADS_1


“Pasti kita akan bertemu dengan dia karena dia itu CEO di sana bodoh” ketus Arsen mencemooh Sandro.


“Diam kamu bocah empat mata! Aku tidak bicara dengan kamu sialan!” bentak Sandro dengan suara tinggi


Arsen diam saja dan menatap Sandro dengan tatapan tak kalah tajam, membuat Sandro ingin sekali memukul kepala Arsen tapi ia tidak bisa melakukan saat ini apa lagi mereka sedang bersama dengan bos mereka.


“Apa presdir akan membuka jati diri presdir disana?” tanya Rian yang sedari tadi diam saja.


“No. Aku akan datang sebagai pengawal direktur Steven” jawab Denis sambil tersenyum penuh arti.


“APA BOS?” pekik Sandro dengan kaget menggelegar didalam sana.


Bugh……………..aww………….


Sandro meringis saat keningnya terkena lemparan bolpoin milik Denis membuat Arsen dan Rian menatapnya dengan cemooh, karena sudah menganggu ketenangan bos mereka. Ingin sekali rasanya Sandro memaki dan mengumpat Denis tapi ia tidak berani.


“Mau marah?” tanya Denis dengan tatapan tajam dan dingin.


“Tidak bos” jawab Sandro dengan suara tegas tak ingin mencari masalah dengan Denis.


Rasain, batin Arsen sambil mengejek Sandro membuat Sandro memelototinya dengan tajam.


“Bos apa anda yakin dengan ucapan anda barusan?” tanya Rian dengan penasaran.


“Ada baiknya kita merendahkan diri agar kita bisa mengetahui siapa teman dan musuh kita disana sebelum aku menunjukkan diri didepan publik sebagai presdir DA Corp” ucap Denis dengan suara dingin.


Ketiganya tak bertanya lagi, setelah paham apa maksud Denis ingin menyamar menjadi pengawal direktur Steven nanti disana.


Denis lalu menyuruh mereka untuk memberitahu hal ini kepada direktur Steven, agar ia tidak kaget nanti dan juga mempersiapkan pakaian seperti pengawal bisa untuknya.


~ Baker Hotel ~


Baker hotel menjadi tempat untuk pesta ulang tahun perusahaan BakerTech hari ini, dan sudah dari sore banyak sekali wartawan yang hadir disana untuk meliput acara ulang tahun perusahaan nomor satu di Asia.


Tak lama limousine mewah sampai didepan lobby hotel yang langsung dijaga ketat oleh pihak keamanan. Suara blits berbunyi bersahutan di luar sana, membuat Denis berdecak kesal karena tak menyukai keramaian.


“Presdir” panggil direktur Steven dengan sopan.


“Baik presdir”


“Bos jadi aku dan Arsen disini berperan sebagai apa?” tanya Sandro dengan bingung.


“Terserah” jawab Denis dengan suara dingin.


“Apa kami juga berpura-pura menjadi pengawal direktur Steven saja bos” usul Arsen.


“Tidak ada pengawal yang memakai jas senilai 200 juta seperti anda tuan Arsen” ucap Rian sambil menunjuk jas yang dipakai Arsen.


“Sial” umpat Arsen dengan kesal.


“Tuan bisa berpura-pura sebagai keponakan saya dan tuan Sandro sebagai kenalan anda” usul direktur Steven.


“Ya ide direktur Steven bagus juga” ucap Sandro dengan cepat.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Kelimanya segera turun dimulai dari Denis yang turun lebih dulu sambil menunduk membuka pintu untuk direktur Steven, Sandro, Arsen, dan Rian.


Riuh para wartawan seketika membahana disana, membuat Denis dengan cepat mulai berakting mengawal direktur Steven membuat anak buah mereka kaget melihat hal itu.


Rian menggelengkan kepalanya untuk tak mendekat ke arah mereka saat anak buah Denis ingin mengawal bos mereka. Mereka mengangguk kepala mengerti isyarat dari Rian barusan dan berdiri di samping saja tak mendekati mereka.


“Selamat datang direktur Steven” ucap para pelayan dengan sopan saat direktur Steven sampai di ballroom hotel.


Ceklek…………….


Pintu ballroom hotel lalu terbuka membuat Denis dan lainnya melihat sudah banyak tamu undangan yang hadir disana, bahkan pihak pemerintahan dan juga artis ibukota turut ada disana. Adrian yang juga diundang kesana segera menuju ke arah mereka saat melihat kedatangan mereka.


Sandro mengambil hpnya lalu menelpon Adrian sambil memberi isyarat kepada Adrian untuk menjawab panggilannya. Melihat isyarat Sandro dengan cepat ia menerima hp miliknya dari Lola.


“Kenapa sih harus telpon segala berengsek” ketus Adrian.


^^^“Jangan mendekat karena bos lagi dalam penyamaran” ucap Sandro dengan suara tegas.^^^

__ADS_1


“Penyamaran?” tanya Adrian dengan bingung.


Sandro mematikan panggilannya dan mengangguk kepala sambil menunjuk Denis yang berpenampilan seperti pengawal direktur Steven yang lainnya. Setelah mengerti maksud Sandro ia segera bergegas menuju ke tamu yang lain untuk berbincang-bincang.


“Kita akan menuju ke tuan rumah D” ucap direktur Steven dengan suara pelan.


“Heemmmm”


Saat akan sampai disana Denis menatap seorang gadis yang sangat ia kenali dan sudah 2 tahun lebih ia tidak bertemu dengan gadis itu.


Gadis buta yang di taman, batin Denis yang sangat mengenali wajah cantik dan ayu itu yang selalu membuat dia merasa tenang dan nyaman.


Denis merubah raut wajahnya kembali dingin dan datar tak ingin sampai fokusnya terpecah, karena gadis yang sudah lama ia cari di taman tapi tak ketemu juga.


“Selamat malam presdir Leila Baker” ucap direktur Steven dengan suara berwibawa.


“Selamat malam juga direktur Steven dan terima kasih sudah menghadiri undangan kami” ucap Leila dengan suara lembut tapi terdengar tegas.


Jadi namanya Leila, batin Denis sambil melirik gadis buta yang sering ia temui di taman.


Arsen dan Sandro yang baru pertama kali melihat presdir BakerTech tercengang hingga mulut keduanya terbuka, tak menyangka jika presdir BakerTech sangat cantik seperti seorang dewi.


“Apa dia seorang dewi yang turun dari langit” gumam Sandro dengan suara pelan.


Ehhemmm………….


Deham Rian menyadarkan Sandro dan Arsen yang tercengang membuat mereka malu apa lagi ia juga yang mendengar gumam Sandro barusan. Keduanya berdiri dengan kikuk merasa sangat malu karena sudah berlaku tidak sopan didepan tamu mereka.


Malu-maluin aja kamu Arsen, batin Arsen mengumpat kebodohannya.


Ais! Malu banget aku, batin Sandro serasa ingin bersembunyi di lubang mana saja saat ini.


“Oh ya perkenalkan ini keponakan saya dan temannya. Kalau dia anda sudah mengenalnya jadi saya tidak perlu mengenalkannya lagi presdir Leila” ucap direktur Steven sambil menunjuk Rian.


“Iya direktur Steven. Semoga kalian menyukai pestanya” ucap Leila dengan suara lembut.


“Pasti presdir Leila” ucap Sandro dengan cepat.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Mereka lalu berbincang sebentar dimana Leo asistennya yang lebih banyak berbicara dengan direktur Steven dan lainnya. S


Sedangkan Denis sedari tadi menatap ke seluruh ruangan mencari keberadaan Kenzo dan tiba-tiba matanya menangkap sosok yang sangat ia benci.


Akhirnya kamu muncul juga ja***g, batin Denis sambil tersenyum menyeringai.


Leila yang sempat melihat senyuman Denis merasa ketakutan, entah kenapa ia merasa orang di belakang direktur Steven terlihat sangat berbahaya. Aura yang keluar dari tubuhnya seakan menunjukkan kalau dialah penguasa yang sebenarnya.


Siapa orang ini, batin Leila dengan ketakutan.


“Ka Leo aku ke kamar mandi dulu” bisik Leila.


“Jangan lama-lama nona muda karena 10 menit lagi kita akan memulai acaranya” ucap Leo asisten sekaligus tangan kanan kakaknya.


“Iya ka Leo” balas Leila sambil mengangguk kepalanya.


“ Wah lihat siapa ini? Sudah lama kita tidak bertemu Denis Arkana” ucap Kenzo sambil tersenyum menyeringai menghampiri Denis.


Deg……………..


Jantung Leila berdetak dengan cepat mendengar nama yang disebut oleh orang yang tidak ia sukai. Kakinya seketika tak bisa digerakkan mendengar nama yang selama ini ia cari tapi tidak pernah mendapat informasi wajah orang itu.


Ia berbalik ke belakang ingin melihat wajah orang yang selama ini ia cari, ingin tahu seperti apa wajah orang yang sudah membuat dia terus berjuang selama menjalani operasi mata di Jerman.


Duar…………..


Tubuh Leila bagai disambar petir melihat siapa yang dipanggil Denis oleh CEO Kenzo, ia tak menyangka jika orang yang ia anggap menakutkan barusan adalah orang yang selama ini cari.


Seketika perasan takutnya hilang entah kemana setelah mengetahui Denis Arkana orang yang ia cari setelah kembali dari Jerman.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………

__ADS_1


__ADS_2