Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 201


__ADS_3

"Sayang kamu kenapa" pekik Denis dengan suara melengking.


"Kamar mandi! Hoeek" Leila kembali memuntahkan isi perutnya di baju sang suami.


Denis mengendong Leila sambil berlari menuju kamar dengan wajah panik dan cemas. Pak Tio yang melihat wajah panik Denis bergegas mengikuti tuannya.


"Panggil Bimo kesini sekarang" titah Denis dengan suara menggelegar didepan pintu kamar.


"Baik tuan" ucap pak Tio segera menghubungi Bimo.


Sampainya didalam kamar mandi Leila segera berjongkok di kloset dan memuntahkan semua dalam perutnya.


Meski hanya cairan bening saja yang keluar tapi Leila terus muntah. Denis memijit tengkuk sang istri sambil memegang rambut panjangnya agar tidak terkena muntah.


"Apa sudah lebih enak sayang?" tanya Denis dengan cemas.


"Kepalaku pusing sayang" jawab Leila dengan suara lemah.


Denis membantu istrinya membersihkan mulut dan muntahannya. Leila yang sudah sangat lemah hanya diam saja tidak protes dan menutup mata.


Ia lalu mengendong istrinya keluar dan menaruhnya di ranjang. Ia sangat cemas dan khawatir melihat wajah sang istri yang semakin pucat.


"Berengsek! Kenapa lama sekali dokter sialan itu!" hardik Denis dengan emosi.


"Awas saja kalau dia datang, aku akan mencincangnya" sarkas Denis dengan kesal.


Leila diam dan menutup mata mendengar umpatan sang suami yang terus memaki Bimo karena belum juga datang.


Tak berselang lama pintu kamarnya di ketuk, Denis segera membukakan pintu. Matanya menatap Bimo dengan tatapan tajam membuat Bimo menelan salivanya dengan susah.


"Kenapa lama sekali berengsek!" bentak Denis dengan suara tinggi.


"Maaf bos" ucap Bimo dengan gugup padahal ia sudah berusaha secepat mungkin datang kesini.


"Cih! Cepat periksa istriku" sarkas Denis dengan kesal.


"Iya bos"


Bimo segera masuk ke dalam kamar bersama pak Tio. Ia lalu mengeluarkan peralatannya tak lupa memakai masker tangan karena tahu Denis pasti akan membentaknya jika menyentuh sang istri dengan tangan kosong.


"Apa yang nyonya rasakan?" tanya Bimo.


"Perut aku seperti diaduk dan kepalaku pusing" jawab Leila dengan lemah.


Bimo memeriksa Leila dengan teliti dan juga memeriksa nadinya karena memikirkan sesuatu setelah mendengar keluhan Leila.


Denis sendiri dengan cemas menunggu Bimo memeriksa sang istri dan tak melepas tangannya dari Leila di atas ranjang.


"Nyonya apa bulan ini anda sudah datang bulan?" tanya Bimo dengan cepat.


"Hey berengsek apa maksudmu menanyakan hal itu ke istriku!" bentak Denis dengan suara tinggi.


"Maaf bos ini hanya perkiraan saya saja jadi jangan marah dulu" ucap Bimo.


"Sayang biarkan dokter Bimo melakukan tugasnya" ucap Leila dengan cepat.


"Heemmm" deham Denis dengan tatapan tajam menatap Bimo.


"Bulan ini aku belum datang bulan dokter Bimo. Biasanya aku datang bulan awal bulan tapi ini sudah pertengahan belum juga" ucap Leila memberitahu.


Bimo tak berkata apa-apa dan segera mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan kepada Leila.


"Dokter Bimo ini" ucap Leila dengan kaget melihat benda yang diberikan Bimo.


"Ini hanya dugaan saya saja nyonya" ucap Bimo.


Leila segera meminta suaminya membawa dia ke kamar mandi. Didalam kamar mandi Leila mencelupkan tespek yang diberikan Bimo tadi ke dalam gelas kecil berisi air seninya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Jantungnya berdetak dengan cepat menunggu hasilnya. Seketika Leila menutup mulut sambil menangis melihat dua garis yang muncul di tespek yang berarti ia positif hamil.


Sedangkan Denis mondar-mandi didepan pintu kamar mandi merasa cemas memikirkan apa yang dilakukan istrinya didalam sana.


"Sebenarnya apa yang kamu berikan kepada istriku sialan!" bentak Denis sambil menarik kerak baju Bimo.


"Bos tenang dulu" ucap Bimo dengan ketakutan.


Ceklek..............


Denis melepas cengkeramannya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Leila keluar dengan air mata terus mengalir dan langsung memeluk suaminya dengan erat.


"Sayang kamu kenapa? Apa yang terjadi sayang?" tanya Denis dengan cemas.

__ADS_1


Hiks.............hiks............hiks.......


Bukannya menjawab ia malah semakin menangis histeris. Melihat istrinya menangis Denis semakin dibuat cemas dan bingung.


Leila memberikan tespek tadi ke Bimo tak melepas pelukannya. Saat Bimo melihat tespek itu ia seketika tersenyum lebar.


"Selamat bos" ucap Bimo dengan senang.


"Selamat untuk apa?" tanya Denis dengan bingung.


"Sebentar lagi bos akan menjadi papa bos karena saat ini nyonya sedang hamil bos" jawab Bimo dengan cepat.


"APA" pekik Denis dengan kaget.


"Tuan selamat ya" ucap pak Tio dengan senang.


Tubuhnya mematung mendengar ucapan Bimo barusan. Seketika air matanya mengalir dan memeluk sang istri dengan sangat erat merasa sangat bahagia.


"Aku akan menjadi papa sayang" ucap Denis.


"Hiks hiks hiks.........iya sayang"


"Terima kasih sayang. Terima kasih sudah memberikan kadi terindah buat aku" ucap Denis dengan suara lembut.


"Bos sebaiknya membawa nyonya ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan nyonya" ucap Bimo.


"Atur janji dengan dokter kandungan 1 satu jam lagi" titah Denis dengan bahagia.


"Baik bos"


Bimo segera keluar dari sana, sedangkan pak Tio masih disana mendengar perintah Denis untuk memberitahu tentang kehamilan istrinya dan menyuruh koki untuk menyiapkan makan sehat untuk sang istri setiap hari.


Detik itu juga kabar tentang kehamilan Leila tersebar di seluruh keluarga besar mereka dan juga markas Denis. Sedangkan Denis ia menyuruh Arsen mempublikasikan tentang kehamilan sang istri setelah mereka memeriksa kandungan Leila nanti.


~ Rumah Sakit Pertiwi ~


Bimo sudah menunggu Denis dan Leila didepan lobby rumah sakit bersama dokter dan direksi rumah sakit. Bukan tanpa alasan mereka menyambut Denis, karena Denis adalah salah satu pemegang saham terbesar di rumah sakit Pertiwi.


Mereka lalu menuju ke ruangan obgyn untuk memeriksa kehamilan Leila.


"Selamat sore tuan dan nyonya Arkana" ucap dokter Suci dengan sopan.


"Sore juga dok. Kami tadi di suruh dokter Bimo untuk memeriksa kehamilan saya dok" balas Leila dengan suara lembut.


"Oh iya nyonya tadi dokter Bimo sudah mengabari saya. Kalau begitu silahkan naik ke atas brankar nyonya"


"Wah janinnya sehat ya nyonya dan masih sangat kecil. Kandungan nyonya sudah berumur 2 minggu" ucap dokter Suci menjelaskan.


"Mana anak saya dok?" tanya Denis dengan bingung tidak melihat gambar bayi didalam sana.


"Ini yang titik hitam kecil" jawab dokter Suci sambil menunjukkan titik hitam kecil.


"Hah! Kenapa bentuknya seperti itu?" tanya Denis dengan kaget.


"Itu karena janinnya belum terbentuk tuan. Nanti kalau kandungan nyonya sudah berumur 5 bulan baru terlihat bentuknya tuan" jawab dokter Suci menjelaskan dengan sabar.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis mengangguk kepalanya tanda paham. Setelah memeriksa kandungan Leila mereka lalu diberitahu tentang seputar kehamilan tak lupa vitamin penguat kandungan dan obat untuk meredakan rasa mual.


Dokter juga menjelaskan tentang hormon kehamilan selama kehamilan agar nanti keduanya tidak bingung jika suatu saat sifat Leila berubah.


Saat keluar dari rumah sakit tiba-tiba mereka langsung disambut begitu banyak wartawan. Entah dari mana mereka mendapat kabar tentang kehamilan Leila padahal Denis belum memberikan pernyataan resmi.


"Sandro kamu urus wartawan dan beritahu tentang kehamilan istriku" titah Denis sebelum masuk ke dalam mobil.


"Baik bos" ucap Sandro.


Sandro lalu memberikan pernyataan resmi didepan rumah sakit menyangkut kehamilan Leila.


...Pewaris takhta DA Corp akan segera hadir setelah pernyataan resmi dari pihak DA Corp membenarkan informasi mengenai kehamilan Leila Rose Arkana - Baker...


Itulah berita yang sedang booming saat ini bahkan berita tentang kehamilan Leila juga sampai ke mancanegara.


~ Meksiko ~


Seorang pria paruh baya sedang membaca berita terbaru di koran hari ini dengan kaget. Ia tidak kaget dengan judul berita tersebut tapi ia sangat kaget dengan foto seorang pria yang sedang memeluk istrinya sambil tersenyum manis.


"Bos Demian" ucap Steven dengan tatapan penuh kerinduan.


Dia adalah tangan kanan ketua mafia Red Blood yang sekarang sudah menjadi ketua dari klan tersebut. Matanya menatap nanar foto tersebut yang sangat mirip dengan bosnya dulu.


"Aku akan menemui anakmu bos dan berjanji akan melindunginya dari mereka bos" ucap Steven dengan tatapan tajam.

__ADS_1


~ Jakarta, Indonesia ~


Saat ini Denis dan Leila sedang selama perjalanan pulang setelah memeriksa kandungan sang istri di rumah sakit.


Denis menaruh kepala Leila di dadanya dan sebelah tangannya mengelus perut rata sang istri. Tiba-tiba hpnya berbunyi dan ia segera menyuruh Leila untuk melihat siapa yang menelpon.


"Arsen sayang" ucap Leila setelah melihat nama Arsen di layar.


"Angkat sayang" balas Denis.


Leila lalu menekan tombol jawab tak lupa membuat loudspeaker.


"Halo bos" ucap Arsen dari seberang.


^^^"Ada apa?" tanya Denis dengan suara dingin.^^^


"Adam Rasyid mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh bos sekarang. Mereka sedang menunggu bos di jl.xxx bos" jawab Arsen.


^^^"Ckk!! Menyebalkan" decak Denis dneba kesal.^^^


Sedangkan Leila ia langsung duduk tegak menatap sang suami dengan takut. Denis mengelus kepalanya sang istri dengan lembut seakan mengatakan semua akan baik-naik saja.


^^^"Kirim pasukan ke sana dan habisi mereka semua" titah Denis dengan suara dingin.^^^


"Baik bos"


^^^"Kirim helikopterku ke hotel yang berjarak 1 meter dari lokasiku"^^^


"Baik bos aku akan segera kirim"


^^^"Heemm"^^^


"Oh ya bos aku sudah mengirim email tentang Liliana Rasyid ke email bos"


Denis tidak membalasnya dan segera mematikan panggilan mereka. Ia lalu membuka email yang dikirim Arsen entah informasi apa yang ia kirim mengenai Liliana.


Alis mata Denis terangkat sebelah saat melihat foto Liliana yang sedang berbicara dengan Roy disebuah pesta


"Ada apa sayang?" tanya Leila saat melihat raut dingin sang suami.


"Tidak ada apa-apa sayang. Aku hanya sedang membaca informasi mengenai Liliana Rasyid yang dikirim Arsen barusan"


"Memangnya infomasi tenang apa sayang?" tanya Leila dengan penasaran.


"Aku harus mencari tahu dulu sayang. Kamu jangan terlalu memikirkan sesuatu yang membuatmu stres ya sayang" jawab Denis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila mengangguk kepalanya menjawab ucapan sang suami. Tak lama mobil mereka tiba di hotel yang di maksud Denis tadi, dan segera naik ke helikopter yang sudah menunggu mereka di atas sana.


Sedangkan Arkan saat ini sedang membasmi pembunuh bayaran yang dikirim Adam Rasyid tadi untuk membunuh Denis dan Leila.


Ia seperti kesetanan menghabisi semuanya tidak meninggalkan satupun selamat. Selesai menghabisi mereka semua, Arkan lalu menyuruh anak buahnya membawa semua mayat itu ke markas mereka untuk menjadi santapan buaya peliharaan Denis.


^^^"Ka Arsen semua udah beres" ucap Arkan menelpon Arsen.^^^


"Bagus. Kalian pergi dari sana sebelum polisi mengetahui hal ini" balas Arkan dari markas.


^^^"Oke ka"^^^


"Oh ya Arkan kirim foto mereka ke aku sekarang"


^^^"Buat apa ka?" tanya Arkan dengan bingung.^^^


"Aku akan kirim ke Adam Rasyid"


^^^"Bagus aku setuju dengan ka Arsen"^^^


Arkan segera mengambil foto mayat-mayat yang berserakan dan mengirim ke Arsen di markas. Setelah itu ia bergegas kembali pulang ke rumah sebelum pergi ke mansion sang bos untuk merayakan kehamilan Leila.


~ Rumah Sakit Kota ~


Ting............


Adam mengambil hpnya di atas meja saat mendengar bunyi pesan masuk. Ia saat ini sedang bersama seluruh keluarganya menunggu kabar dari pembunuh bayaran yang mereka kirim untuk membunuh Denis dan Leila.


Private Number


"Halo pak tua semoga kamu suka dengan hadiah dariku"


Mata Adam melotot hampir keluar dari tempatnya melihat foto yang barusan dikirim nomor private. Dimana itu adalah foto mayat yang berdarah dan berserakan di jalan.


"BANGSAT KAMU DENIS ARKANA!" teriak Adam dengan suara menggelegar didalam ruang rawat Liliana.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...............


__ADS_2