Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 208


__ADS_3

Jantung Leila berdetak dengan cepat begitu pula dengan Adrian yang mendengar nama Liliana.


"Buat apa ja**ng itu kesini?" tanya Adrian dengan bingung.


"Katanya dia ingin bertemu dengan nyonya tuan Adrian" jawab pak Tio.


"Aku akan hubungi Denis dulu pokoknya jangan biarkan dia masuk" titah Adrian dengan suara tegas.


"Baik tuan Adrian" jawab pak Tio.


"Liliana datang sama siapa pak Tio?" tanya Leila dengan suara lembut.


"Ada 2 mobil nyonya. Sepertinya mobil yang satu adalah pengawalnya karena mereka berpakaian seperti bodyguard nyonya" jawab pak Tio.


Adrian menghubungi Denis berkali-kali tapi tidak diangkat. Leila menatap Adrian menanyakan bagaimana tapi dibalas gelengan kepala.


"Pak Tio beritahu satpam dan pengawal untuk berjaga di depan gerbang takutnya mereka melakukan kekerasan agar bisa masuk" titah Leila dengan suara tegas tidak mau ambil resiko.


"Baik nyonya" ucap pak Tio segera menghubungi satpam lewat halkie talky.


Adrian terus menghubungi Denis, Arsen, dan Sandro tapi tidak ada jawaban. Sedangkan Leila ia terus sibuk dengan makanannya tidak mau ambil pusing dengan Liliana di luar sana.


Melihat Leila yang sibuk dengan makanannya Adrian hanya memgeleng kepalanya. Tak sampai 15 menit semua makanan di atas meja sudah habis tidak tersisa.


"Enak?" tanya Adrian menyindir.


"Heemmm" deham Leila sambil mengangkat kedua jari jempolnya.


Leila lalu menyuruh pak Tio mengambil hpnya di kamar. Saat pak Tio datang ternyata ada panggilan masuk dari mertuanya.


^^^"Halo ma" ucap Leila dengan suara lembut.^^^


"Halo nak kamu ada dimana?" tanya Amira dari seberang.


^^^"Aku di mansion ma. Memangnya ada apa ma? Bagaimana keadaan mama?" tanya Leila dengan cepat.^^^


"Mama sudah lebih baik nak. Mama cuma mau tanya dimana Denis soalnya dari tadi mama hubungi dia tapi tidak diangkat sayang" jawab Amira dari seberang.


^^^"Denis lagi ke perusahan mama karena ada meeting yang harus ia hadiri ma. Syukurlah kalau mama sudah mendingan" ucap Leila dengan lega.^^^


"Oh iya nak. Nanti kalau Denis pulang tolong kamu tanya ke Denis untuk apa dia ngirim paket ke mama dan nyuruh mama temui dia di hotel Laviola nak"


^^^"Hah! Paket apa ma? Setahu aku Denis tidak pernah ngirim paket untuk mama, apa lagi nyuruh mama ketemuan di hotel Laviola ma" ucap Leila dengan bingung.^^^


"Loh lalu paket ini dari siapa dong? Disini nama pengirimnya dari Denis nak?" tanya Amira dengan bingung dari seberang.


^^^"Aku juga tidak tahu ma. nanti kalau Denis pulang baru aku tanyakan ma. Untuk saat ini lebih baik mama jangan keluar kemana-mana"^^^


"Baiklah nak. Mama tunggu kabar dari kamu ya sayang"


^^^"Iya ma"^^^


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila lalu mematikan panggilannya sepihak dan memikirkan ucapan mama mertunya tentang paket tadi.


Siapa orang yang mengirim paket ke mama atas nama suamiku ya? Apa jangan-jangan memang suamiku yang mengirim paket itu, batin Leila penasaran.


"Leila" panggil Adrian mengagetkan Leila dari lamunannya.


"Ehh! Iya ka Ad" ucap Leila dengan kaget.


"Gimana sama nenek lampir di luar sana. Ini udah 30 menit dia masih betah nunggu didepan pagar tidak pergi juga" ucap Adrian sambil menunjuk jam tangannya.


"Biarin aja ka. Lagian tidak ada juga yang ngundang dia kesini" balas Leila dengan santai.


Fix! Anak Denis sifatnya nanti sama persis papanya yang menyebalkan itu, batin Adrian dengan kaget melihat sifat Leila yang berubah drastis semenjak hamil.


Leila lalu menelpon suaminya dan pada panggilan kedua langsung di jawab.


"Cih! Giliran istrinya yang nelpon dia langsung jawab!" gumam Adrian dengan kesal.


^^^"Halo sayang"^^^


"Iya sayang ada apa?" tanya Denis dengan suara lembut dari seberang.


^^^"Kamu masih meeting ya sayang?" tanya Leila.^^^


"Iya sayang ini sementara meeting" jawab Denis.


^^^"Oh gitu ya. Sayang aku cuma mau kasih tahu kalau didepan mansion ada Liliana Rasyid yang ingin ketemu sama aku sayang" ucap Leila memberitahu.^^^


"APA!" pekik Denis dengan suara melengking dari seberang.


Leila menjauhkan hpnya dari telinga sambil memegang telinganya yang berdengung.


"Kamu hendel meeting" ucap Denis dari seberang entah ke siapa.


^^^"Halo sayang kamu masih disitu" ucap Leila.^^^


"Apa Adrian masih disana sayang?" tanya Denis dengan suara dingin dari seberang.

__ADS_1


^^^"Iya masih sayang"^^^


"Berikan hp ke dia sayang"


Leila tak menjawab dan segera menyodorkan hpnya ke Adrian. Adrian lalu mengambilnya karena tahu pasti ada sesuatu yang ingin di bicarakan Denis.


^^^"Halo" ucap Adrian.^^^


"Kamu temani istriku ketemu perempuan ja**ng itu dan lihat apa yang ingin dia lakukan" titah Denis.


^^^"Apa kamu yakin dude?" tanya Adrian dengan cepat.^^^


"Ya. Aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan"


^^^"Oke"^^^


"Beritahu pengawal untuk mengijinkan dia sendiri yang masuk"


^^^"Ya aku tahu"^^^


Adrian lalu mengembalikan hp Leila karena panggilan mereka sudah diputuskan Denis sepihak.


"Pak Tio suruh penjaga biarkan dia masuk tapi hanya dia saja yang diperbolehkan masuk" ucap Adrian dengan suara tegas.


"Baik tuan Adrian" jawab pak Tio segera pergi.


Leila diam tidak bertanya tentang apa yang dibicarakan suaminya dengan Adrian, karena itu semua pasti menyangkut keselamatan dia dan juga tentang Liliana.


~ Mansion Ulrico ~


Pablo menatap Steven yang baru saja selesai menerima telpon dari Adam Rasyid dengan tatapan tajam.


"Jadi kamu akan membunuh Denis dan Leila berengsek!" bentak Pablo dengan suara tinggi.


"Siapa bilang aku akan membunuh mereka?" tanya Steven sambil tersenyum menyeringai.


"Lalu tadi?" tanya Pablo dengan bingung.


"Aku hanya ingin bermain-main dengannya dan juga menguras uangnya" jawab Steven dengan santai.


"Lalu apa rencana kamu sekarang?" tanya Pablo dengan selidik.


"Pertama aku akan menculik putrinya yang berada di mansion Denis saat ini dan lalu menyuruh dia datang ke tempat yang sudah aku siapkan dengan Leila sebagai umpannya" jawab Steven.


"Jadi kamu ingin menggunakan Leila? Aku rasa rencanamu itu akan gagal dude sebelum kamu menjalankannya" balas Pablo dengan suara tegas.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Karena ka Denis tidak akan membiarkan satu orang pun mendekati ka Leila" ucap Geby dengan suara lantang dari pintu masuk mansion.


Mata keduanya langsung menatap ke arah pintu dan mendapati Geby yang baru pulang sekolah. Pablo menatap jam di tangannya melihat sudah jam berapa makanya putri sudah pulang.


"Sayang jam segini kok kamu sudah pulang?" tanya Pablo dengan selidik.


"Ada rapat guru daddy jadi sekolah dipulangkan lebih awal" jawab Geby dengan santai.


"Oh"


Geby lalu bergegas ke kamarnya untuk berganti pakaian. Sampai didalam kamar ia segera mengirim video pembicaraan daddy dan om Steven ke Arsen.


"Semoga ka Arsen suka dengan apa yang aku kirim" gumam Geby dengan senang.


Pesannya sudah terbaca tapi tidak ada balasan membuat gadis remaja itu cemberut merasa diabaikan.


~ DA Corp ~


Arsen menatap nomor baru yang mengirim pesan kepadanya. Saat melihat foto profil nomor tersebut ia sudah tahu itu nomor siapa.


Bocah itu lagi, batin Arsen dengan kesal.


Meskipun begitu ia segera membuka pesan yang dikirim Geby barusan. Ia menonton video tersebut dan tersenyum smirk memikirkan rencana Steven.


30 Menit kemudian


Denis dan kliennya berjabat tangan karena sudah berhasil mencapai kesepakatan untuk kerja sama mereka.


Rian lalu mengantar klien mereka pergi, sedangkan Denis bersama Arsen dan Sandro segera pergi ke ruangannya.


"Katakan" ucap Denis dengan suara dingin.


"Adam Rasyid menyuruh Steven untuk segera melakukan permintaannya bis" ucap Arsen.


"Lalu?" tanya Denis dengan tatapan berkilat tajam.


"Steven menerimanya tapi ada rencana yang sudah disiapkan Steven bos" jawab Arsen.


Ia lalu menunjukkan video tersebut ke Denis membuat sudut Denis terangkat. Mata coklatnya berkilat tajam memikirkan Adam Rasyid yang sudah tidak sabar ingin membunuhnya.


"Suruh Steven ke mansion aku dan lakukan rencananya tapi ingat jangan coba-coba membawa istriku atau melibatkannya" titah Denis dengan tatapan tajam.


"Tapi bos bukannya kita harus membuat Adam Rasyid percaya kalau nyonya memang diculik" ucap Sandro.

__ADS_1


"Dia bukan orang bodoh" ketus Denis dengan suara dingin.


"Oh iya bos" ucap Sandro tak mau protes lagi atau bertanya.


"Kapan peresmian hotelku di Korea?" tanya Denis lagi.


"Lusa bos" jawab Sandro.


"Arsen kamu pergi ke Korea mengantikan aku untuk pembukaan hotelku karena aku tidak bisa meninggalkan istriku" titah Denis dengan suara dingin.


"Bos bagaimana kalau Sandro saja bos. Kebetulan dia yang bertanggung jawab dengan proyek itu" usul Arsen.


"Hey bocah apa kamu mau mati!" hardik Sandro dengan suara tinggi.


"Bagaimana bos?" tanya Arsen tak perduli dengan ucapan Sandro.


"Oke" ucap Denis singkat.


"Tapi bos" protes Sandro yang langsung dipotong Denis.


"Kamu bisa sekalian mengajak istri dan anakmu untuk liburan" potong Denis.


Mata Sandro seketika berbinar mendengar ucapan Denis dan dengan cepat ia mengangguk kepalanya. Arsen yang melihat hal itu hanya mencibir Sandro, karena tadi dia yang protes tidak ingin pergi tapi sekarang apa.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Arsen dan Sandro segera keluar dari ruangan Denis meninggalkan Denis yang harus menandatangi beberapa berkas penting sebelum pulang.


Sebelum menandatangi berkas-berkas itu ia terlebih dulu membacanya tak mau ada kesalahan.


~ Mansion Denis Arkana ~


Sudah 30 menit berlalu Liliana disuruh masuk tapi sampai detik ini juga ia belum mengatakan satu kata pun.


Phew...............


Leila membuang napasnya dengan kasar merasa bosan. Ia melihat Liliana dan seorang gadis yang seumuran dengannya berdiri di belakang Liliana.


Ah! Aku sampai lupa dengan perempuan yang aku bawa waktu itu di rumah sakit, batin Leila mengingat Claudia.


"Nona Rasyid apa anda hanya akan diam saja tidak ingin bicara?" tanya Leila dengan nada kesal merasa bosan.


"Ah! Maafkan saya nyonya Arkana" ucap Liliana dengan suara lembut.


"Sebenarnya saya malu sekaligus bingung ingin berbicara dari mana" tambahnya lagi sambil menunduk memainkan jari tangannya.


"Cih! Munafik" decih Adrian dengan sinis.


Liliana mengumpat dan memaki Adrian didalam hati mendengar ucapannya. Tapi ia tidak menunjukkan emosi atau sakit hati dengan ucapan Adrian barusan agar rencananya berhasil.


" Jadi nona Rasyid ada keperluan apa anda ingin bertemu dengan saya?" tanya Leila dengan suara tegas.


Brugh...............


Adrian dan Leila kaget tiba-tiba Liliana berlutut didepan Leila. Keduanya saling melirik bertanya apa yang dilakuan oleh Liliana tapi tidak menemukan jawabannya.


"Uhm! Nona Leila saya mohon jangan seperti ini" pinta Leila tak enak hati.


"Jangan hiraukan saya nyonya.........hiks hiks hiks...........saya minta maaf sudah menyebut nyonya dengan kata-kata kasar dan menghina nyonya waktu itu......hiks hiks hiks" ucap Lilina sambil menangis histeris.


"Saya mengaku salah dan oleh karena itu saya datang untuk meminta maaf kepada nyonya" tambahnya lagi sambil mengangkat kepala menatap Leila.


Leila yang pada dasarnya sangat lemah jika melihat orang menangis segera menyuruh asisten Liliana untuk mengangkatnya kembali ke kursi roda.


"Jangan angkat aku. Aku akan tetap berlutut sampai nyonya Arkana memaafkan aku" ucap Liliana dengan tatapan tajam memperingati asistennya.


"Ckk!! Pencitraan!" decak Adrian memutar malas matanya.


"Nona Rasyid saya mohon kembali ke kursi nona jangan begini" pinta Leila.


"Tidak nyonya! Saya akan tetap seperti ini sampai nyonya memaafkan saya" tegas Liliana.


Ya sudah kamu begitu saja sampai besok, batin Adrian sambil tersenyum sinis melihat drama Liliana.


"Saya akan memaafkan nona Rasyid jika anda kembali ke kursi anda" ucap Leila dengan suara tegas.


"Baiklah nyonya" ucap Liliana dengan cepat.


"Kenapa secepat itu Leila. Biarkan saja dia berlutut sampai besok" protes Adrian dengan kesal.


"Ka Adrian" ucap Leila dengan mata melotot tidak suka dengan ucapannya.


"Ckk!!" decak Adrian dengan kesal.


Hehehehe! Ternyata gampang juga buat dapat maaf dari perempuan bodoh ini, batin Liliana sambil tersenyum puas dalam hati.


Brak.................


"HEY SIAPA KAMU!" bentak Adrian dengan suara tinggi saat melihat orang tak dikenal masuk ke dalam mansion Denis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue.................


__ADS_2