Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 125


__ADS_3

Tembakan barusan tepat mengenai tangan Kenzo membuat dia menjatuhkan pecahan kaca yang dipegangnya. Rahangnya mengeras berbalik melihat siapa yang berani menembaknya tapi seketika ia kaget melihat sosok tinggi


dengan wajah yang sangat mengerikan di depan pintu.


“D…….e…….nis” ucap Kenzo terbata-bata melihat kehadiran Denis disana.


Tubuhnya gemetar merasakan aura yang sangat menakutkan sekaligus mengintimidasi dari Denis yang sedang menantapnya dengan wajah berkilat emosi dan baru kali ini ia melihat wajah Denis yang seperti itu.


Apa ini,  kenapa tubuhku gemetaran saat melihat anak tukang sapu itu, batin Kenzo dengan bingung.


Mata Denis mengelap melihat kekasihnya yang terkapar di lantai tak berdaya, apa lagi tubuh Leila yang penuh dengan memar dan luka karena di pukul Kenzo barusan. Leila yang samar-samar melihat orang yang ia pikirkan sedari tadi tersenyum lembut merasa sudah aman setelah melihat Denis sudah datang.


“Say…….ang” panggil Leila dengan suara lemah sambil meneteskan air mata melihat Denis.


Tatapan keduanya saling bertatapan seakan berbicara lewat mata. Leila yang menatap kekasihnya dengan tatapan penuh cinta dibalas tatapan tajam Denis yang seakan berkata untuk tidak khawatir lagi karena dia sudah ada disini.


“Kamu datang juga anak tukang sapu. Padahal aku baru saja ingin menikmati tubuh kekasihmu ini!” ucap Kenzo sambil tersenyum sinis setelah menguasai dirinya.


Denis tak berbicara apa-apa dan maju ke depan membuat Kenzo segera menodongkan pisau ke depan dan memberitahunya untuk tidak mendekat, tapi Denis tak memperdulikannya dan terus maju mendekat ke arah mereka.


“BERHENTI DI SITU SIALAN! AKU BILANG BERHENTI BANGSAT!” teriak Kenzo dengan emosi.


“Kamu takut?” tanya Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Jangan mendekat anj**g! Jika tidak aku akan mengorok leher kekasihmu ini” ancam Kenzo sambil menodongkan pisaunya ke leher Leila.


Langkah kaki Denis terhenti membuat Kenzo  tersenyum puas karena berpikir berhasil mengancam Denis dengan menggunakan Leila sebagai umpannya. Ia tahu kalau Leila akan berguna baginya untuk membantunya melarikan diri dari sana karena Denis pasti sudah menghabisi semua anak buahnya.


“Lepaskan Leila” ucap Denis dengan suara dingin.


“Kamu pikir aku bodoh bangsat! Dia adalah jaminan aku agar bisa keluar dari sini sialan!” ucap Kenzo dengan suara tinggi.


Hahahaha……………..


“Kenapa kamu ketawa bangsat!” maki Kenzo dengan emosi melihat tawa Denis yang seakan meremehkannya.


“Kamu itu masih saja bodoh seperti dulu!” ejek Denis dengan tatapan cemooh.


“Diam kamu sialan!” bentak Kenzo dengan suara tinggi.


“Aku kira seorang CEO akan sangat pintar tapi ternyata dugaan aku salah. Apa kamu masih bersembunyi di belakang nama ayahmu yang gila harta itu” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Tutup mulutmu anak tukang sapu jalanan! Selama ini aku lebih baik dari pada kamu dan kamu itu hanya anak dari perempuan bodoh dan miskin!” hina Kenzo dengan suara menggelegar.


Wajah Denis seketika menghitam mendengar hinaan Kenzo kepada sang mama dan tak berkata apa-apa ia maju ke depan dengan langkah panjang membuat Kenzo bergetar ketakutan.


Dor……………….aarrrghh…………………


Teriakan Kenzo bergema didalam sana saat Denis menembak tangannya untuk kedua kali. Pisau yang ia pegang tadi jatuh dilantai dan dengan buru-buru Kenzo mendorong Leila ke depan untuk kabur dari sana tapi sialnya Sandro dan lainnya sudah berdiri di pintu depan dan belakang.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Beruntung Denis menangkap Leila dengan cepat sehingga tidak jatuh ke lantai. Mata Leila menatap Denis dengan berkaca-kaca seakan mengadu jika ia sangat kesakitan.


“Kamu sudah aman sayang” bisik Denis di telinga Leila.

__ADS_1


Leila yang sangat kesakitan hanya bisa mengangguk kepalanya menjawab ucapan Denis Karena tidak sangup untuk berbicara.


“Arkan” panggil Denis dengan suara dingin.


“Iya bos” ucap Arkan dengan cepat.


“Jaga kekasihku” titah Denis dengan suara tegas.


“Oke bos serahkan ka Leila kepadaku” jawab Arkan dengan suara tak kalah tegas.


“*F*k” maki Kenzo karena sudah terkepung didalam vila.


“Mau kabur sialan?” tanya Sandro sambil tersenyum menyeringai.


Sandro dan lainnya bersedekap tangan didada ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Denis kepada Kenzo dan sudah tidak sabar melihat orang yang paling mereka benci selama ini di beri pelajaran oleh Denis.


Bugh………………….bugh…………………..bugh…………………


Denis memukul Kenzo dengan brutal saat ia berdiri lengah memikirkan bagaimana caranya keluar dari dalam vila dan tak sadar jika ia sedang di tatap oleh monster yang sangat mengerikan dari belakang.


Ia tidak memberi Kenzo waktu untuk membalas semua pukulannya atau mengambil napas sedikit saja. Dengan brutal Denis terus memukul kenzo dan menghajarnya hingga wajahnya tidak bisa dikenali lagi karena hancur dipukul Denis.


“Dimana rasa sombongmu tadi pengecut?” tanyaDenis sambil menarik rambut Kenzo sehingga keduanya bertatapan.


“Asal kamu tahu saja ya dari dulu hingga sekarang kamu itu tidak bisa melampauiku anj**g” tambahnya lagi dengan tatapan membunuh.


Ia tersenyum menyeringai melihat Kenzo yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian merasa sangat emosi mendengar ucapan Denis barusan. Denis lalu tersenyum smirk menatap Kenzo sambil mengeluarkan pisau lipat kesukaannya.


“Sepertinya hidup sialan itu cukup sampai hari ini saja” ucap Sandro menebak apa yang akan terjadi kepada Kenzo saat melihat bosnya sudah mengeluarkan benda favoritnya.


“Ayok bos cincang dia” pekik Arkan dengan senang melihat Denis sudah mengeluarkan pisau lipatnya.


“Ckk!!” decak Arkan dengan tatapan sinis menatapnya.


Krek……………


Aargghh………………..sret…………sret…………….sret…………


Jeritan kesakitan Kenzo bergema saat Denis memegang tangan kanannya dan mematahkannya\, tak hanya itu saja Denis juga memo***g semua jari tangannya hingga darah segar bercucuran dari tangannya membuat Leila yang melihat aksi kekasihnya merasa sangat mual.


Huuwekkk……….


Leila memuntahkan isi perutnya ke baju Arkan tak tahan mencium bau anyir darah yang menyeruak didalam sana. Denis yang sedang asyik menikmati permainannya terus menyiksa Kenzo tidak perduli dengan tubuhnya yang sudah bermandikan darah Kenzo.


“Ah! Ka Leila” pekik Arkan dengan kesal sambil menutup mata meredakan rasa kesalnya.


Krek………………….krek……………….


Aarrghh………………


Kenzo kembali menjerit dengan suara menggelegar didalam sana saat kedua kakinya dipatahkan Denis dan di injak


hingga tulang-tulangnya hancur membuat dia akan cacat seumur hidup. Ando yang baru saja masuk ke dalam vila tercengang melihat apa yang dilakukan seorang Denis Arkana.


“Monster” ucap Ando dengan kaget.

__ADS_1


“To……long” lirih Kenzo sambil menatap Ando.


“Hey sialan! Itu tuanmu panggil” ucap Adrian dengan sinis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ando menatap Kenzo dengan tatapan dingin tidak bereaksi sama sekali membuat Kenzo kaget tak menyangka kalau Ando akan diam saja dan tak menolongnya. Wajahnya terlihat sangat emosi dengan tatapan penuh kebencian menatap Ando saat tahu ternyata Ando mengkhianatinya.


“Bos polisi sedang menuju kesini” lapor Arsen yang sedari tadi diam.


Denis menghentikan aksinya sambil menatap Arsen dengan tatapan membunuh membuat Arsen menelan salivanya dengan susah karena tatapan Denis seperti isyarat jika kamu mengangguku maka kamu yang akan mengantikan dia.


“Maaf bos” ucap Arsen sambil menunduk tak mau menganggu Denis lagi.


Sret……………sret……………….sret……………


Denis kembali melukai seluruh tubuh Kenzo dengan pisau lipatnya membuat siapa saja yang melihat aksinya akan ketakutan. Setelah puas bermain Denis berdiri sambil menyugar rambutnya ke belakang dan menutup matanya mengontrol emosinya.


Ia berbalik melihat ke belakang membuat semua yang disana menunduk tak berani melihat mata coklat tajam itu yang sangat mengerikan. Matanya lalu tertuju kepada Leila yang sudah pingsan didalam pelukan Arkan setelah memuntahkan isi perutnya.


“Bereskan semuanya dan biarkan polisi membawa sialan itu” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap Arsen dan Sandro dengan serentak.


Denis lalu mengendong Leila pergi dari sana tidak perduli dengan penampilannya yang seperti monster kejam karena basah dengan darah Kenzo. Semua anak buahnya di luar menunduk hormat dengan ketakutan melihat penampilan bos mereka yang terlihat seperti monster kejam dan berdarah dingin.


Denis, Arkan, dan Adrian pergi lebih dulu dari sana dengan helikopter meninggalkan Arsen dan Sandro disana yang akan mengurus kekacauan yang ia perbuat barusan.


“Apa kamu ingin mengatakan sesuatu kepada tuanmu sebelum kita pergi?” tanya Sandro sambil menatap Ando.


Ando menatap Sandro sambil mengangguk kepalanya mengatakan jika ia ingin berbicara sesuatu kepada Kenzo sebelum pergi dari sana karena polisi akan tiba sebentar lagi.


“Sakit?” tanya Ando dengan suara dingin.


“Ban…..gsat! Ka…..mu pengkhia……….nat” ucap Kenzo dengan terbata-bata.


“Aku tidak pernah mengkhianti kamu tapi kamu dan keluarga kamu yang mengkhianati aku sialan! Kalian berani membohongi aku dengan dalih balas budi tapi ternyata kalianlah orang yang sudah membunuh seluruh keluargaku an***g!” bentak Ando dengan tatapan penuh kebencian.


Mata Kenzo melotot tak menyangka jika Ando sudah megetahui rahasia yang sedari dulu keluarganya rahasiakan dan terus menjebak Ando untuk melayani mereka.


“Aku sudah tahu semuanya sialan! Aku berjanji akan membalas semua rasa sakit ayah dan adikku kepada keluarga kalian!” ucapnya dengan mata penuh dendam membara.


“Mulai detik ini kamu bukan lagi tuanku” tambahnya lagi dengan suara tegas.


Ando kemudian bergegas pergi dari sana saat mendengar bunyi sirene polisi semakin mendekat ke arah vila karena tidak ingin berurusan dengan polisi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………..


Hay para readersku semua😍


Author cuma mau ngucapin buat semua readers yang beragama muslim


...Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H...

__ADS_1


...Mohon Maaf Lahir dan Batin...


Love you all guys😘😘❤️


__ADS_2