Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 82


__ADS_3

“Dia orang yang akan menjadi tersangka utama dalam penyelidikan anda nanti” jawab Arsen dengan suara tegas.


“APA” pekik detektif Gilang dengan kaget sambil menatap Arsen dengan tatapan tajam.


“Aku akan lihat tindakan anda saat itu setelah anda mendapat nama orang itu menjadi tersangkanya, tapi ketahuilah kalau orang itu adalah orang yang tidak bersalah yang sudah disiapkan oleh pelaku yang sebenarnya” papar Arsen menjelaskan.


“Wait! Apa maksudnya ini semua dan kenapa anda memberitahu aku ini semua ini?” tanya detektif Gilang dengan selidik.


“Saat penyelidikan anda mengarah ke orang itu maka anda bisa menghubungiku untuk mencari tahu alasannya. Aku akan lihat apa pilihan anda saat itu dan apa anda itu layak disebut petugas kepolisian yang bersih atau anda akan mengikuti perintah atasan anda yang sudah disuap” ucap Arsen dengan suara tegas.


Arsen berlalu pergi dari dalam sana setelah memberikan beberapa klue kepada detektif Gilang, mengenai kasus yang sedang ia selidiki tak lupa meninggalkan kartu namanya.


“Arsen Sanjaya kepala tim IT di DA Corp” ucap detektif Gilang membaca kartu nama Arsen.


“Putra tunggal pemilik firma hukum Sanjaya, kepala tim IT DA Corp dan sekaligus menjadi tangan kanan kedua presdir DA Corp. Aku tidak menyangka akan berurusan dengan orang berkedudukan tinggi seperti itu” tambahnya lagi sambil tersenyum penuh arti.


Sedangkan Arsen yang sudah keluar dari ruang VIP segera pergi dari sana, karena ia harus menghendel beberapa pekerjaan yang belum selesai di perusahaan.


Saat hendak menuruni tangga langkahnya seketika terhenti saat melihat siapa yang berada didepannya. Sedangkan orang yang berada didepan tersenyum sinis melihat keberadaannya.


Ah! Sepertinya hari ini akan jadi hari yang sial, batin Arsen dengan malas.


“Wah aku tidak menyangka akan bertemu dengan anj**g peliharaan anak tukang sapu itu disini” ucap Kenzo sambil tersenyum menyeringai.


“Anak tukang sapu yang kamu maksud sekarang kedudukannya sudah lebih tinggi dari kamu” balas Arsen sambil tersenyum menyeringai.


“Meski dia dibalut dengan emas dan berlian tapi tidak akan bisa menutup baunya sebagai seorang anak tukang sapu yang hina” ucap Kenzo dengan sombong.


“Lebih baik menjadi anak tukang sapu jalan dari pada menjadi anak seorang koruptor” ucap Arsen dengan senyum mengejek.


“Kamu” tunjuk Kenzo dengan tatapan tajam dan emosi.


“Kenapa? Bukannya ucapanku itu benar ya? Aku kecewa sekali dengan kepolisian kita yang menutup kasus itu dengan cepat saat melihat uang miliaran rupiah didepan mereka” ucap Arsen dengan suara lantang agar orang yang sedang mengintipnya bisa dengar.


Detektif Gilang tersentak kaget saat matanya bertatapan dengan lirik mata Arsen yang tahu jika ia sedang mengintipnya.


Arsen tersenyum smirk meliriknya dan berlalu pergi dari sana sambil menabrak bahu Kenzo, yang tak bisa berkata apa-apa untuk membalas ucapan Arsen barusan.


“Jangan bilang inspektur ada hubungannya dengan kasus korupsi Marcel Arjuna waktu itu” terka detektif Gilang dengan kaget.


Setelah melihat Kenzo sudah masuk ke dalam salah satu ruang VIP, ia bergegas pergi dari sana untuk mulai menyelidiki ulang kasus Marcel Arjuna waktu itu dan juga mencari bukti tentang kasusnya yang terbaru.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Arsen lalu melajukan mobilnya pergi dari sana menuju perusahaan tapi saat di tangah jalan tiba-tiba hpnya berbunyi ada panggilan masuk. Melihat nama Nyonya Besar disana ia segera menjawab panggilannya tak lupa


menekan tombol loudspeaker.


“Halo nak Arsen” ucap Amira dengan suara lembut dari seberang.


^^^“Halo nyonya” balas Arsen dengan sopan.^^^


“Tante baru diberi tahu kalau kamu baru saja pergi dari restoran padahal tante ingin menanyakan sesuatu kepada kamu nak” ucap Amira menjelaskan maksudnya.


^^^“Apa yang mau nyonya tanyakan?” tanya Arsen dengan cepat.^^^


“Begini tadi pagi tante menghubungi mamamu untuk bertanya dengan rencana kami yang ingin melakukan amal di akhir bulan nanti tapi nomor mama dan kedua kakakmu susah sekali di hubungi nak” jawab Amira menjelaskan maksudnya.


^^^“Apa nyonya sudah menelpon ke telpon rumah?” tanya Arsen.^^^


“Sudah nak. Tapi tidak diangkat padahal tante sudah menelpon berkali-kali”


^^^“Ya sudah nyonya nanti aku coba cek dulu mama di rumah, soalnya setelah acara ulang tahun perusahaan aku sangat sibuk di perusahaan dan tidak pulang ke rumah nyonya”^^^


“Baiklah nak. Nanti kalau kamu sudah dapat kabar dari mamamu segera hubungi tante ya nak”


^^^“Iya nyonya”^^^


Arsen segera mematikan panggilannya sepihak dan memutar mobilnya menuju ke arah kediamannya untuk mengecek langsung mama dan kedua kakaknya. Tak lupa ia mengabari Sandro kalau dia tidak kembali ke perusahaan karena ia harus pulang ke rumah.


~ Markas Black Damon ~

__ADS_1


Denis menonton cctv di kandang peliharaannya melihat Arkan yang dikejar oleh buaya peliharaannya tak henti sejak pagi tadi hingga sekarang.


Tubuh Arkan sudah penuh dengan luka sayatan, karena terkena tebasan ekor kelima buaya peliharaannya tapi ia masih bisa berlari menghindar.


“Bos” panggil Max dengan suara dingin.


“Suruh Sean memberi makan siang ke peliharaanku dan jangan lupa lempar beberapa buah untuk bocah itu” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap Max segera memberi perintah kepada Sean lewat halkie talkie.


Tak lama Tristan dan Riki masuk ke ruangannya untuk membahas hasil penyelidikan mereka di Amerika dan semua bisnis gelap yang tersebar disana.


“Ada 6 kelompok mafia terbesar yang tidak bisa disentuh oleh pihak polisi disana bos” ucap Tristan sambil memberikan daftar nama kelompok mafia yang berhasil ia dapatkan selama penyelidikan disana.


“Salah satunya mafia Crown milik Austin Smith yang berada di urutan 2 terbesar disana bos” ucap Riki sambil menunjukkan data tentang kelompok mafia Crown.


“Kalian tidak ketahuan kan?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Tidak bos dan salah satu anggota kita masih tetap menyamar disana bos” jawab Tristan dengan cepat.


“Who?” (siapa) tanya Denis dengan alis sebelah terangkat.


“Lala bos” ucap Max sambil menunjukkan data pribadi Lala.


Denis membaca informasi pribadi anak buahnya dan hari ini ia baru tahu jika dalam kelompok mafianya ternyata ada anggota perempuan.


“Berapa perempuan didalam kelompokku dan kenapa aku tidak pernah mengetahuinya?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Ada 10 orang bos dan mereka sudah bergabung sejak rekrutmen terakhir dan mereka dipastikan tidak akan pernah berkhianat bos. Masalah mengenai anak buah kita sudah aku kirim data-datanya waktu itu ke bos Sandro bos” papar Max menjelaskan.


Brak………………


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis mengebrak meja didepannya karena tidak pernah mendapat laporan ini dari Sandro.


Ia lalu melirik Max meminta bukti jika ia memang sudah mengirim laporan itu dan Max yang tahu maksud bosnya, segera menunjukkan bukti laporan terkirim lewat emailnya yang belum ia hapus.


“Baik bos” ucap Max sambil membungkuk hormat dan berlalu pergi dari sana.


Sedangkan Tristan dan Riki keduanya bersama Denis membahas semua penyelidikan mereka selama di Amerika, dan bagaimana mereka bisa melebarkan sayap mereka disana serta sudah menemukan lahan untuk perusahaan cabang mereka disana nanti.


~ Kediaman Sanjaya ~


Arsen memarkirkan mobilnya didepan rumah dengan kening berkerut, karena tadi ia datang ia harus membuka pagar rumahnya sendiri karena kedua satpam tidak ada.


Dengan langkah panjang ia masuk ke dalam rumah sambil memanggil nama ibu dan kedua kakaknya tapi tidak ada satupun yang menjawab.


Bahkan rumahnya itu terasa sangat sepi dan berdebu seakan tidak ada yang tinggal disana beberapa hari.


“Sialan! Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Arsen dengan emosi.


Arsen mengelilingi rumahnya dari depan hingga ke belakang sampai masuk ke kamar pembantu dan satpam, tapi tidak menemukan keberadaan satu orang pun disana. Bahkan ia kaget melihat pakaian milik semua pembantu dirumahnya yang masih ada didalam lemari.


“Kenapa?” tanya Denis dari seberang saat Arsen menelponnya.


^^^“Bos mama dan kedua kakak aku hilang tak ada kabar bahkan pembantu dan satpam di rumahku juga tidak ada” jawab Arsen dengan panik.^^^


“Apa maksudmu?” tanya Denis dengan cepat.


^^^“Semua orang di rumahku tidak ada bos dan aku sudah menghubungi mereka semua tapi nomor mereka semua tidak aktif” jawab Arsen.^^^


“Kamu cek cctv di rumahmu dan akau akan kirim beberapa anak buah kita kesana” titah Denis dari seberang.


^^^“Baik bos”^^^


Arsen dengan cepat mengambil laptop pribadinya didalam mobil, yang selalu ia bawa kemana saja dan segera berkutat membuka cctv di rumahnya yang ia pasang tanpa sepengetahuan keluarganya.


Matanya berkilat tajam menonton rekaman cctv dan tak menyangka melihat siapa yang sudah berani masuk ke dalam rumahnya saat ia tidak ada.


“Berengsek kamu perempuan tua! Lihat saja aku akan membunuhmu sialan” teriak Arsen dengan emosi setelah menonton rekaman cctv.

__ADS_1


Ia tidak menyangka jika selingkuhan ayahnya akan datang bersama preman ke rumahnya dan memukul mama dan kedua kakaknya.


Tak…………..tak……………….tak…………….


“Bos” panggil Jeki yang datang bersama 50 orang temannya.


“Ikut aku” titah Arsen dengan suara dingin.


Mereka lalu menuju ke tempat gudang bawah tanah di gudang belakang rumahnya, setelah mengetahui dimana mama dan kedua kakaknya disekap.


Arsen dan Jeki lalu menghancurkan pintu yang dikunci dan diberi paku menuju ke ruang bawah tanah. Saat dibuka ia bernapas dengan lega, melihat mama dan lainnya berada didalam sana sedang terikat sudah beberapa hari disana.


“Arsen……………..hiks hiks hiks” lirih Bella sambil menangis melihat kedatangan putranya.


“Mama sudah aman sekarang” ucap Arsen sambil memeluk mamanya dengan erat.


Ia lalu memberi isyarat kepada Jeki untuk melepas ikatan di kedua kakaknya dan pekerja di rumahnya setelah itu membawa mereka keluar dari sana.


“Hubungi Bimo kesini” titah Arsen dengan suara dingin melihat luka di sekujur tubuh mama dan kedua kakaknya.


“Iya bos” ucap Jeki segera berkutat dengan hpnya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Tak beberapa lama Bimo pun datang dan mengobati luka semua keluarganya.


Arsen mengepal keduanya tangannya dengan erat menahan emosi melihat mamanya yang terluka hampir di sekujur tubuhnya, apa lagi saat mengingat rekaman cctv di mansionnya saat preman suruhan selingkuhan ayahnya memukul mamanya.


“Cari preman-preman itu dan bawa mereka ke markas. Jangan lupa buat mereka cacat seumur hidup” titah Arsen dengan amarah membara.


“Baik bos” ucap anak buahnya 30 orang segera pergi dari sana.


“Kalian berlima mulai sekarang jaga kediamanku” tunjuk Arsen ke lima anak buahnya.


“Baik bos” ucap kelimanya dengan serentak.


“Yang lain ikut aku” ajak Arsen berlalu pergi dari sana dengan emosi.


Bella yang melihat kepergian anaknya tak menahannya, karena tahu pasti anaknya sudah mengetahui siapa dibalik ini semua sebelum ia menceritakan apa yang terjadi kepada mereka.


“Tenang saja tante. Semua akan baik-baik saja dan Arsen tahu apa yang harus ia lakukan tante” ucap Bimo dengan suara lembut.


“Iya nak Bimo. Tante hanya berharap Arsen tidak melakukan hal-hal yang bisa membuatnya berurusan dengan polisi” balas Bella dengan cemas.


“Serahkan saja pada Arsen karena aku yakin Arsen bukan orang yang melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya tante”


“Iya nak Bimo”


Setelah mengobati semuanya Bimo bergegas pergi dari sana, untuk kembali ke markas karena tugasnya sudah selesai disana. Denis yang mendapat pesan dari Jeki hanya membiarkan saja karena ia yakin Arsen tidak akan melewati batas.


~ DA Corp ~


Ting……………..


Max keluar dari dalam lift dengan langkah tegap, membuat Rian yang sedang berkutat dengan pekerjaannya melihat ke arah lift ingin tahu siapa yang datang.


“Max” ucap Rian dengan alis sebelah terangkat.


Tatapan mata tajam Max menatap Rian dengan tajam, tapi dibalas tak kalah tajam oleh Rian tak takut dengan mata tajam Max karena ia sudah terbiasa. Apa lagi sifat keduanya yang sama-sama dingin hanya menatap satu sama lain dengan tajam.


“Ada apa?” tanya Rian dengan suara dingin.


“Dimana bos Sandro” jawab Max tak kalah dingin.


“Sedang meeting di lantai 79”


“Heemmm”


Max berlalu duduk di ruang tunggu menunggu Sandro sampai selesai meeting karena ia hanya ada urusan dengan Sandro, sedangkan Rian ia sendiri tidak perduli dengan keduanya karena ia harus menyelesaikan tugasnya yang sangat menumpuk.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue……………..


__ADS_2