
Rayen merasa capek berdiri karena sudah setengah jam ia dan Arkan saling berpelukan dan ia juga harus menenangkan adiknya yang sedang menangis.
"Dek kita duduk saja ya. Kaki kakak belum bisa terlalu lama berdiri dek" keluh Rayen.
"Iya ka" ucap Arkan dengan suara serak karena baru habis menangis.
Rayen lalu dituntun Arkan menuju sofa dan duduk disana sambil berhadapan dengan Leila, Amira, dan Denis.
Keningnya mengerut melihat Denis yang tidak ia kenali apa lagi melihat tangan Denis yang memeluk pinggang sang adik dengan posesif.
"LEILA ROSE BAKER" ucap Rayen dengan suara menggelegar membuat semuanya kaget.
"Kakak kenapa teriak-teriak sih" ketus Arkan dengan kesal sambil memegang kupingnya yang berdengung sakit.
"Siapa dia? Cepat kesini kamu Leila" bentak Rayen dengan suara tinggi.
"Jaga ucapanmu jika masih ingin berbicara!" ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
Bulu kuduk Rayen berdiri merasakan aura Denis yang sangat mengintimidasinya apa lagi tatapan matanya yang terlihat sangat menakutkan.
Siapa orang ini? Kenapa dia bisa punya aura seperti seorang mafia, batin Rayen dengan penuh tanda tanya.
"Nak" ucap Amira sambil meremas tangan Denis merasa takut dengan aura yang keluar dari tubuh anaknya.
Denis menutup mata mengontrol emosinya karena tidak suka mendengar orang lain membentak perempuan yang dicintainya meski orang itu kakak kandungnya sendiri.
"Sayang" lirih Leila sambil menatap Denis dengan tatapan memohon.
Denis membuka matanya dan melihat ke arah kekasihnya yang seakan memintanya untuk tidak membuat keributan dengan kakaknya saat ini.
Ia hanya mengangguk kepalanya seakan memberitahu jika ia tidak akan membuat keributan dengan Rayen. Leila tersenyum manis melihat hal itu dan sudah bisa bernapas dengan lega.
"Kakak" panggil Leila menyadarkan Rayen dari pemikirannya.
"Eh! Iya dek kenapa?" tanya Rayen dengan kaget.
"Kenalin ini Denis Arkana anak mama Amira sekaligus pacar aku ka" jawab Leila dengan malu-malu sambil menundukkan kepalanya.
"Oh pacar kamu ya dek" ucap Rayen dengan santai.
1 Detik
2 Detik
3 Detik
4 Detik
5 Detik
"APA!" pekik Rayen dengan suara tinggi setelah mencerna ucapan Leila barusan.
Bodoh, batin Denis sambil tersenyum mencibir Rayen.
Mata Rayen melotot melihat senyuman Denis yang mengatainya bodoh. Ingin sekali rasanya ia menonjok wajah tampan itu tapi ia tahan karena ada hal penting yang harus ia bahas dengan adiknya sekarang.
"Leila bisa kamu jelaskan semuanya ini kepada kakak" ucap Rayen dengan suara tegas.
"Iya bisa ka" jawab Leila dengan suara tak kalah tegas.
"Ini Denis Arkana pacar aku ka. Kami sudah berpacaran hampir setahun dan selama ini Denis dsn mama Amira yang selalu membantu aku dan Arkan selama kakak koma" tambahnya lagi menjelaskan.
"Sejak kapan kalian berdua saling mengenal?" tanya Rayen dengan suara dingin.
__ADS_1
"Kami pertama kali bertemu di taman saat aku biasa Kesana waktu masih buta ka dan itu beberapa bulan sebelum kakak kecelakaan" jawab Leila dengan jujur.
"Bagaimana jika kakak tidak merestui hubungan kalian?" tanya Rayen dengan suara dingin.
"Maka aku akan membawanya pergi dari hidupmu dan kamu tidak akan bisa menemuinya lagi seumur hidupmu" jawab Denis dengan suara dingin.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Semuanya kaget tak menyangka jika Denis yang akan menjawab pertanyaan Rayen. Padahal pertanyaan itu untuk Leila.
"Wah bos aku setuju sama bos" ucap Arkan dengan suara tinggi.
"Siapa bosmu untuk kali initu Arkan?" tanya Rayen dengan tatapan tajam tajam dan dingin menatap Arkan.
"Denis Arkana adalah bos aku ka. Kakak jangan pernah melarang aku untuk tidak dekat dengan bos Denis karena sampai matipun aku tidak akan mengikuti perintah kakak" jawab Arkan dengan suara tegas.
"Aku juga ka. Aku tidak perduli kakak merestui aku atau tidak karena dalam hidupku hanya Denis saja orang yang aku cintai ka" tambah Leila dengan suara tegas.
"Ada apa dengan kalian berdua ini? kenapa kalian jadi keras kepala seperti ini?" tanya Rayen dengan bingung.
"Kami tidak keras kepalan ka hanya ingin memberitahu apa yang kami inginkan ka" jawab Leila.
"Kenapa kalian bisa segitu percayanya dengan orang asing. Apa kalian tidak berpikir jika bisa saja dia ini adalah serigala berbulu domba" ucap Rayen sambil menatap tajam Denis dengan tatapan tajam.
"Cukup ka! Jangan pernah menghina atau meragukan bos aku! Asal kakak tahu saja kalau Arkan yang berada didepan kakak saat ini itu semua berkat bos" bentak Arkan dengan suara tinggi.
"ARKAN LUIS BAKER!" bentak Rayen tak terima adiknya membentaknya.
"Arkan" ucap Denis dengan suara dingin sambil menatapnya dengan tajam.
Arkan membuang muka ke samping sambil menutup mata menahan emosinya saat mendapat peringatan dari Denis barusan.
"Kakak bisa bertanya siapa Denis kepada ka Leo karena dia tahu siapa sebenarnya kekasihku ka" ucap Leila dengan suara tegas.
Phew................
Rayen membuang napasnya dengan. kasar mengontrol emosinya saat ini. Mata hitam tajamnya lalu menatap mereka berempat secara bergantian.
#Flashback On
Leo saat ini sedang berbicara dengan dokter yang menangani Rayen tuannya di pulau pribadi mereka tempat markas mereka selama ini berada.
Saat keduanya sedang berbicara mengenai kondisi Rayen, tiba-tiba saja jati tangan Rayen bergerak dan perlahan matanya terbuka.
Ia mengerjab matanya beberapa kali menyesuaikan silau cahaya yang masuk ke retinanya. Berulang yg di kali ia mengerjab matanya hingga bisa beradaptasi ia dengan baik.
"L.........eo" panggil Rayen dengan terbata-bata.
Leo yang mendengar namanya disebut segera berbalik ke samping dan kaget saat melihat mata tuannya sudah terbuka.
"Tuan anda sudah sadar?" tanya Leo dengan kaget.
"Biar saya periksa dulu keadaan tuan Baker tuan Leo" ucap dokter Rima dengan cepat.
"A.......ir" lirih Rayen dengan suara pelan merasa kerongkongannya sangat sakit dan kering.
Leo seger mengambil air di atas napas dan menaruh sedotan atau memberikannya kepada Rayen. Sedangkan dokter Rimo dengan telaten memeriksa keadaan Rayen.
"Gimana kondisi tuan dok?" tanya Leo dengan cepat.
"Tubuh tuan Baker sudah sembuh total tidak ada cidera atau luka serius. Mungkin tuan Baker harus menjalani beberapa tes besok dan juga mengikuti terapi untuk memperkuat otot-otot tuan karena sudah terlalu lama tidak digunakan" jawab dokter Rima menjelaskan.
"Baiklah dok"
__ADS_1
Dokter Rima lalu pamit keluar dari sana meninggalkan keduanya.
"Berapa lama aku koma?" tanya Rayen dengan suara dingin..
"2 tahun 10 bulan tuan" jawab Leo dengan cepat.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Rayen menghela napas dalam mendengar ucapan Leo tentang apa yang terjadi selama ini kepadanya
#Flashback Off
"Jadi kakak sudah sadar dari 4 bulan yang lalu?" tanya LEILA dan Arkan dengan serentak.
"Ya" jawab Rayen.
"Lalu kenapa kakak tidak langsung pulang saat sudah sadar?" tanya Arkan dengan cepat.
"Karena kakak harus menjalani beberapa terapi untuk bisa berjalan dengan normal kembali" jawab Rayen dengan jujur.
Arkan mengangguk kepalanya tanda mengerti apa yang dikatakan oleh sang kakak barusan. Tak lama semua mata memandang ke arah pintu saat melihat Ares yang masuk.
"KAMU!" tunjuk Rayen dengan tatapan berkilat tajam saat melihat liaht Arsen.
~ Mansion Roy Martinez ~
Brak...............
"Seila Martinez" bentak Roy saat putri keduanya tiba-tiba mengebrak meja makan.
"Kenapa daddy memutuskan sepihak tentang masa depan aku dad?" tanya Seila dengan suara tinggi.
"Seila perhatikan ucapanmu" hardik Clara dengan suara tinggi.
"Kenapa daddy? Kenapa daddy memutuskan sepihak perjodohan itu tanpa meminta pendapat aku daddy? Kenapa?" tanya Seila dengan suara tinggi.
Plak............plak...........
2 Tamparan bergema di neja makan membuat suasana seketika terasa hening. Semuanya kaget yg
melihat aht Roy yang menampar Seila untuk pertama kali.
"Keputusan daddy sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat. Mau tidak mau kamu tetap akan menikah dengan uncle Hito" tegas Roy dengan suara tinggi.
"Daddy jahat...........hiks hiks hiks..........aku benci sama daddy.........hiks hiks" terbaik Seila sambil menangis histeris.
"Hapus air mata mu dan persiapkan dirimu karena 3 hari lagi kamu akan berangkat ke Singapura untuk menemui calon pengantinmu" bentak Roy dengan suara tinggi.
"Aku benci sama daddy!" teriak Seila dengan wajah merah padam.
"Clara kurung dia di dalam kamar dan jangan biarkan dia keluar hingga hati aku mengirimnya ke Hito" yang lihtah Roy dengan suara tegas.
"Baik daddy" jawab Clara.
"SEILA BENCI SAMA DADDY! AKU BENCI DADDY" Teriak Seila dengan suara menggelegar.
Aarrgghhh.............
Seila berteriak kesetanan saat para penjaga daddynya menarik ia ke lantai dua menuju kamarnya dengan kasar.
Mereka tidak perduli jika Seila yang ditarik seperti itu merasa sangat kesakitan. Ingin rasanya ia kabur dari sana tapi itu mustahil karena pengawalan di mansion sangat ketat.
🌼 🌼 🌼 🌼 🌼
__ADS_1
To be continue..............