Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 137


__ADS_3

Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan sudah 1 Minggu berlalu sejak Roy Martinez dan keluarganya kembali ke negara asal mereka di Italia.


Denis tahu jika Roy Martinez pasti akan membalas apa yang ia perbuat kepada keluarganya saat di rumah sang mama.


Oleh sebab itu Denis sudah menyuruh Sandro untuk memperketat penjagaan mama dan kekasihnya. Sedangkan untuk Arkan ia tidak memberikan pengawalan ketat karena Arkan selalu bersama dengan pasukannya.


"Apa belum ada pergerakan dari pak tua itu?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Belum ada bos. Untuk saat ini semua masih aman seperti biasa" jawab Sandro.


"Tetap pantau mama dan Leila karena aku yakin pak tua itu sebentar lagi akan memulai rencananya" titah Denis dengan suara dingin.


"Baik bos"


"Kamu malam ini berangkat ke Jepang dan bantu Max karena masalah disana sangat berat" titah Denis dengan tatapan tajam.


"Jadi masalah disana belum selesai bos?" tanya Sandro.


"Kamu bereskan mereka semua disana dan jangan sampai pergerakan kalian tercium polisi" ucap Denis tak menjawab pertanyaan Sandro.


"Oke bos serahkan kepadaku"


Sandro segera keluar dari dalam ruang kerja Denis saat melihat gerakan tangan Denis yang menyuruhnya untuk keluar.


Ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi kekasihnya yang hari ini sudah mulai kembali bekerja.


"Halo sayang" jawab Leila dengan suara lembut dari seberang.


^^^"Jam berapa kamu datang ke kantor aku sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.^^^


"Uhmm...........sepertinya aku tidak bisa Kesana sayang. Pekerjaan aku sangat menumpuk sekarang" keluh Leila dengan suara lelah dari seberang.


^^^"Jangan terlalu paksa dirimu untuk menyelesaikan semuanya hari ini sayang. Ingat kamu baru saja sembuh" titah Denis.^^^


"Iya sayang aku tahu"


..."Ya sudah nanti aku kirim makan siang buat kamu sayang"...


"Terima kasih sayang. Kamu memang terbaik" ucap Leila dengan bahagia dari seberang.


Denis segera mematikan panggilannya sepihak tak membalas ucapan Leila. Ia lalu kembali melanjutkan pekerjaannya tapi sebelum itu ia menyuruh Arsen untuk memesan makan siang buat Leila dan dia saat waktunya.


~ BakerTech ~


Leila menatap hpnya dengan cemberut karena lagi-lagi panggilannya dimatikan sepihak oleh kekasihnya.


Ingin rasanya marah tapi itu tidak mungkin. Apa lagi memang sifat Denis sudah seperti itu sejak dulu dan ia harus membiasakan diri dengan sifat kekasihnya.


Tok..........tok..........tok..........


"Masuk" ucap Leila saat mendengar ketukan pintu.


Tubuh Leila seketika lemas melihat Alin yang masuk ke ruangannya sambil membawa tumpukan berkas setinggi dagunya.


"Apa lagi itu Alin?" tanya Leila dengan syok.


"Ini laporan dari perusahaan cabang yang harus presdir periksa dan tanda tangani" jawab Alin sambil tersenyum manis menaruh tumpukan berkas itu didepan Leila.


Phew................


Leila membuang napasnya dengan kasar melihat tumpukan berkas didepannya. Tubuhnya mendadak lemas karena yakin malam ini pasti ia akan lembur.


"Jika aku setiap hari sepeti ini bisa dipastikan seminggu lagi aku akan kembali sakit" gumam Leila.

__ADS_1


"Presdir mengatakan sesuatu?" tanya Alin yang sempat mendengar Leila bergumam.


"Ah! Tidak apa-apa Alin" jawab Leila.


"Kalau begitu saya permisi presdir"


"Iya Alin"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Setelah Alin pergi, Leila segera melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi saat menerima telepon dari kekasihnya.


Sedangkan di tangga darurat ternyata ada 3 orang pekerja di BakerTech yang sedang membicarakan sesuatu dengan serius.


"Kita harus bergerak cepat sebelum gadis sialan itu mendapat bukti tentang kejahatan kita selama ini" ucap Seno direktur SDM BakerTech.


"Tapi apa yang harus kita lakukan sekarang. Semua pergerakan kita sedang diawasi" keluh Wahyu manajer keuangan dengan panik.


"Sepertinya kita harus melibatkan pemegang saham untuk kali ini" usul Tino kepala bagian Humas.


"Malam nanti kita ketemu di mansion aku dan kita bicarakan semuanya disana" ucap Seno.


"Aku akan memberitahu yang lain juga" ucap Tino.


"Heemmm! Ingat jangan sampai ada yang tahu pertemuan malam nanti" ucap Seno memperingati keduanya.


"Ya kami tahu" ucap keduanya dengan serentak.


Mereka bertiga lalu pergi dari sana tidak ingin ada yang menguping pembicaraan mereka barusan.


Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan di lobby BakerTech baru saja mobil Denis tiba disana bersama pengawalnya.


Thomas lalu membukakan pintu untuk Denis dan segera berjalan di belakangnya menuju ruangan Leila di lantai 60.


Ya Tuhan tampan sekali presdir Denis


Mau dong dijadikan simpanannya presdir


Ini bukan manusia tapi seorang dewa


Ahh......meski wajah presdir Denis datar dan dingin tapi itu semakin membuat ketampanannya bertambah


Aku sebagai laki-laki merasa iri dengan ketampanan seorang presdir Denis


"Ckk!!!" decak Denis dengan kesal tak suka di pandang seperti itu oleh karyawan BakerTech.


Jika saja ini perusahannya maka mereka semua yang bergosip tadi sudah di pecat dengan tidak hormat.


Denis dengan santai menuju lift khusus petinggi tidak memberitahu kehadirannya kepada resepsionis yang sedang bertugas didepan sana.


Ting................


Lift tiba di lantai 60 dan saat Denis, Thomas, dan dua orang pengawalnya keluar dari lift membuat Alin kaget bukan main tak menyangka jika presdir Denis akan datang.


"Selamat siang presdir Denis" sapa Alin sambil menunduk memberi hormat.


Denis tidak membalas sapaan Alin dan berlalu masuk ke dalam ruangan Leila. Sedangkan Thomas dan dua anak buahnya berjaga di depan pintu ruangan presdir.


Leila yang sedang serius membaca laporan didepannya sampai tidak menyadari jika ada orang yang baru saja masuk ke ruangannya.


Cup...............


Leila kaget bukan main saat tiba-tiba ada yang menarik tengkuknya ke atas dan mencium bibirnya.

__ADS_1


"Sayang" kaget Leila melihat siapa yang menciumnya.


"Sibuk banget kamu sayang sampai tidak menyadari kehadiranku" ucap Denis sambil tersenyum manis.


"Maaf sayang. Aku lagi serius baca laporan ini makanya tidak tahu kamu datang"


"Ayok makan dulu" ajak Denis menarik Leila menuju sofa.


Leila tak protes dan mengikuti langkah Denis menuju sofa yang ada didalam sana.


"Aku pikir kamu akan mengirim makan siang saja untukku sayang" ucap Leila menata makan siang buat mereka berdua.


"Rencananya memang begitu tapi aku berubah pikiran ingin melihat kekasihku bekerja" balas Denis sambil mengecup bibir Leilla.


Blush................


Pipi Leila merah merona merasa malu tak terbiasa dengan sifat kekasihnya yang selalu mencium bibirnya kapan saja.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis tersenyum tipis tidak ingin menggoda kekasihnya yang sedang malu. Keduanya lalu menikmati makan siang dalam hening tidak ada yang berbicara.


~ Roma, Italia ~


"Aku tidak setuju daddy" bentak Simon dengan suara tinggi.


"Keputusan daddy sudah bulat dan tidak bisa di ubah" ucap Roy Martinez dengan suara tegas.


"Pokoknya aku tidak setuju dengan keputusan daddy barusan. Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan daddy melakukan hal ini kepada adik-adik aku" ucap Simon dengan suara tinggi.


Plak...........


"Berani kamu sekarang sama daddy" bentak Roy setelah menampar Simon.


Simon diam tidak membalas tamparan daddynya karena dari dulu ia memang sudah merasakan tamparan sang daddy jika berbuat kesalahan.


"Apa daddy ingin melihat Seila seperti Seina karena obsesi daddy itu?" tanya Simon dengan suara tinggi.


"Apa maksudmu?" tanya balik Roy.


"Aku bukan anak kecil lagi daddy. Aku tahu kalau tujuan kita ke Indonesia itu bukan perjodohan semata saja tapi ada sesuatu yang daddy sembunyikan dari kami semua" jawab Simon dengan suara tegas.


"Cih! Tahu apa kamu? Berani sekali kamu memfitnah daddy" balas Roy dengan sinis.


"Aku itu anak daddy dan dalam darah aku mengalir darah daddy jadi aku bisa tahu apa yang ada di otak daddy" ucap Simon dengan suara dingin.


"Kalau kamu tahu apa yang daddy pikirkan sekarang maka katakan" ucap Roy sambil tersenyum menyeringai.


Simon mengepal kedua tangannya dengan erat seakan ingin sekali memukul orang didepannya tapi ia masih punya hati karena biar bagaimanapun orang didepannya adalah daddy kandungnya.


Hehehehe...............


Roy terkekeh melihat reaksi anaknya yang mudah sekali ditebak kalau memang ia tidak tahu apa yang ia pikirkan saat ini.


"Sebaiknya kamu turuti semua perintah daddy sebelum daddy menghancurkan bisnis cinta pertamamu itu" ucap Roy memperingati.


Mata Simon semakin berkilat tajam mendengar ucapan daddynya yang tahu kelemahannya. Ia segera pergi dari sana tidak ingin berbicara lagi dengan daddynya sebelum ia lepas kendali.


Aaarrgghh..................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...............

__ADS_1


__ADS_2