
Kenzo diam menatap wakil direktur yang terlihat sangat benci menyebut orang yang menjadi tangan kanan direktur mereka itu. Entah kenapa ia merasa ada cerita besar dibalik ini semua.
“Lusa anak aku akan bergabung dengan perusahaan ini dan ia akan menjadi wakil direktur keuangan” ucap Abraham dengan cepat.
“Posisi yang bagus” ucap Kenzo sambil tersenyum penuh arti mengetahui maksud direktur Abraham menaruh anaknya di sana.
Ia lalu pergi dari sana, karena ia harus mengurus beberapa pekerjaannya yang belum selesai dan mengecek langsung apakah direktur Baim sudah mengirim uang pengembalian pinjaman ke DA Bank atau tidak.
“Bank sialan! Lihat saja setelah proyek aku selesai maka aku akan melempar uang itu tepat di wajah direktur kalian” gumam Kenzo dengan kesal.
~ DA Corp ~
Hahahahahaha…………………….
Tawa Denis menggelegar menonton rekaman cctv di ruang kerja Kenzo barusan, saat Arsen datang melapor kalau orang mereka sudah selesai bertemu dengan Kenzo di BakerTech.
Sandro dan Arsen yang mendengar tawa bosnya merinding ngeri, karena tawa Denis seperti seorang iblis yang sedang menertawakan mangsanya yang sudah tak bisa kemana-mana lagi.
“Aku penasaran dengan cara apa mereka akan membayar pinjaman mereka sekarang” ucap Denis sambil tersenyum smirk.
“Sepertinya mereka akan memakai dana perusahaan yang tersisa 1,2 Miliar untuk membayar pinjaman mereka dan menunda membayar gaji karyawan yang harus di bayar besok bos” ucap Arsen sambil menunjukkan rekaman cctv di ruang kerja wakil direktur.
“Aku tidak menyangka mereka akan mengorbankan karyawan hanya untuk kepentingan mereka” ucap Sandro.
“Ada banyak sekali tikus-tikus koruptor di perusahaan itu” ucap Denis dengan suara dingin.
“Bos apa rencana bos selanjutnya karena mereka sudah pasti membayar pinjaman mereka?” tanya Sandro dengan cepat.
Denis diam sambil menaruh kedua tangannya di atas meja memikirkan rencana, untuk menghancurkan Kenzo perlahan-lahan sampai ia hancur tak bisa bangkit lagi.
“Bukannya malam ini mereka akan beraksi” ucap Denis dengan suara dingin.
“Apa kita akan menggagalkan bos?” tanya Arsen.
“No. Kita tidak akan menggagalkan rencana mereka tapi kita akan menghancurkan salah satu bisnis Kenzo malam ini” ucap Denis sambil tersenyum penuh arti.
“Apa itu bos?” tanya Sandro dengan cepat.
“Kirimkan bukti perdagangan wanita malam ke pihak kepolisian dan juga tempat mereka menyembunyikan wanita-wanita itu” ucap Denis dengan suara dingin.
“Oke bos” ucap Arsen yang langsung berkutat dengan iPadnya.
“Antar langsung ke sana” titah Denis dengan suara dingin menghentikan jari tangan Arsen yang sedang berkutat dengan iPadnya.
“Baik bos” jawab Arsen dengan suara tak kalah dingin.
Sandro dan Arsen segera beranjak keluar dari ruang kerja Denis menuju ruangan mereka masing-masing. Sandro yang penasaran dengan perubahan Arsen mengikutinya menuju ruangan Arsen satu lantai dibawah mereka.
“Apa yang kamu lakukan di markas hingga kamu berubah seperti ini bocah empat mata?” tanya Sandro dengan cepat saat keduanya masuk dalam lift.
Arsen hanya melirik Sandro tak menjawab pertanyaannya, membuat Sandro mengumpat kesal dalam hati karena sifat Arsen sudah sama seperti bosnya saja. Sampai di ruangan Arsen ia kembali memaksa Arsen tapi tak dapat jawabannya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
“Kamu mau tahu?” tanya Arsen karena sudah bosan mendengar rengekan Sandro yang sedari tadi terus mengganggunya.
“Sudah pasti bocah” jawab Sandro dengan antusias.
“1 Bulan tidur bersama peliharaan bos dan kamu harus berjuang sendiri untuk tetap hidup meski kamu sudah berteriak minta tolong dan menangis untuk keluar dari sana. Setelah melewati 1 bulan itu aku harus lari keliling markas setiap pagi sebanyak 10 putaran, push up 50 kali, dan berlatih bela diri selama 7 jam setiap hari bersama Max dan pada hari minggu aku akan dites langsung oleh bos dengan bertarung melawan bos” papar Arsen menjelaskan.
Sandro mengangga dengan mulut terbuka mendengar ucapan Arsen barusan mengenai apa yang ia lakukan selama 6 bulan di markas.
Pantas saja perubahan Arsen sangat jelas karena latihan yang ia jalani disana bukan cuma latihan fisik saja, tapi juga latihan mental.
Prok……………prok…………….prok…………
Sandro bertepuk tangan memberinya ucapan selamat karena tak menyangka Arsen bisa melewati itu semua. Arsen sendiri hanya menatap Sandro dengan tatapan dingin tak merespon apa yang dilakukan oleh Sandro barusan.
“Kamu sudah puaskan?” tanya Arsen dengan suara dignin.
“Heemmm!” deham Sandro menjawab pertanyaan Arsen.
“Kalau begitu pergi dari ruanganku karena aku masih banyak pekerjaan” usir Arsen dengan suara tegas.
“Ckk!! Kamu memang menyebalkan bocah empat mata” ketus Sandro dengan kesal sambil menghentak kakinya di lantai dan pergi dari sana.
Phew……………….
Arsen membuang napas dengan lega melihat kepergian Sandro dari ruangannya dan ia bisa melanjutkan pekerjaannya kembali tanpa harus di ganggu oleh Sandro.
Sedangkan Denis yang sedang berkutat dengan laporan didepannya, tiba-tiba merasa sangat lapar karena ia melewatkan jam makan siang.
“Datang ke ruanganku” ucap Denis lewat interkom.
“Masuk” ucap Denis dengan suara dingin.
“Presdir manggil saya?” tanya Rian dengan sopan.
“Suruh mamaku antar makan siang buat aku” jawab Denis dengan suara dingin sambil memeriksa laporan didepannya.
“Baik presdir”
“Pesankan untukmu juga”
“Iya presdir”
Rian segera keluar dan menelpon tante Amira untuk memberitahu perintah Denis barusan untuk mengantar 2 kotak makan siang ke perusahaan.
~ D&A Resto ~
Setelah mendengar ucapan Rian barusan dengan cepat Amira segera menyiapkan 2 paket makan siang untuk anaknya Denis.
“Nyonya apa ada yang bisa saya bantu?” tanya pak Roni dengan sopan.
“Tidak usah pak Roni, aku bisa sendiri lagian saya hanya membuatkan makan siang buat Denis” jawab Amira dengan suara lembut.
“Oh baik nyonya”
__ADS_1
Mereka tahu jika Denis tidak menyukai masakan orang lain selain masakan mamanya dan itu harus buatan mamanya. Keysa yang hendak masuk ke dapur menghentikan langkahnya, mendengar ucapan Amira yang mengatakan makan siang buat Denis.
Tuan muda sudah pulang? Aku harus berdandan untuk melihat tuan muda hari ini, batin Keysa dengan senang segera berlari menuju ruangannya.
“Keysa” panggil Amira setelah menyelesaikan makan siang buat anaknya.
“Iya nyonya” ucap Keysa dengan wajah berseri-seri.
Amira sampai kaget melihat perubahan ekspresi wajah Keysa yang sudah lama sekali ia tidak melihat ekspresi itu dan selalu saja wajah datar dan dingin.
Apa dia punya kepribadian ganda, batin Amira dengan penasaran.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Nyonya” panggil Keysa menyadarkan Amira dari pemikirannya barusan.
“Ah! Iya Keysa” ucap Amira sambil tersenyum manis.
“Tadi nyonya manggil saya buat apa?” tanya Keysa dengan cepat.
“Oh itu. Kamu bisa tidak anterin makan siang buat Denis seperti dulu lagi” ucap Amira meminta tolong.
“Iya bisa nyonya” jawab Keysa dengan cepat.
“Kalau begitu tolong ya Keysa nanti kamu di anterin sama sopir saya” ucap Amira dengan suara lembut.
“Baik nyonya”
Keysa segera pergi dari sana dengan gembira sampai tak memperhatikan ke depan, dimana ada pengunjung restoran yang baru saja masuk ke dalam restoran.
Byur…………………
Amira dan lainnya kaget melihat Keysa yang tersiram minuman dari pengunjung mereka yang baru saja masuk dan bertabrakan dengannya. Keysa berdiri mematung saat bajunya terkena tumpahan minuman dari orang didepannya hingga basah.
“Aduh nona maaf saya tidak sengaja. Maafkan saya nona” ucap perempuan didepannya dengan cemas karena sudah menumpahkan minumannya ke Keysa.
“Tidak apa-apa nona. Kebetulan teman saya yang tidak memperhatikan jalan dan menabrak anda nona” ucap Liana pelayan yang berdiri menyambut pengunjung di pintu masuk.
“Kamu” ucap Keysa dengan gigi gemeletuk menatap Liana dengan tajam tapi diabaikan oleh Liana karena memang disini Keysa yang salah.
“Sekali lagi saya minta maaf nona. Ini sebagai ganti rugi karena saya sudah membuat baju anda basah nona. Sekali lagi saya minta maaf nona” ucap perempuan tadi sambil memberikan beberapa lembar pecahan 100 ke tangan Keysa.
Ia bergegas pergi dari sana, karena sudah di tunggu adiknya untuk makan siang bersama disana. Sedangkan Keysa ia berdiri sambil menggenggam uang tadi dengan erat dan wajahnya berkilat tajam, menatap kepergian perempuan tadi.
Berengsek! Awas kamu ja***g, batin Keysa dengan emosi.
“Keysa sebaiknya kamu ganti baju kamu sebelum masuk angin dan biar Anisa yang mengantar makan siang buat Denis” ucap Amira segera mengambil paper bag berisi makan siang buat Denis.
Keysa tak bisa berkata apa-apa menatap Amira dengan tatapan tajam.
Ia tak menyangka jika Amira akan menyuruh orang lain untuk mengantar makan siang buat pujaannya. Padahal ia sudah berdandan cantik hanya untuk mengantar makan siang buat Denis.
Nenek tua sialan! Beraninya kamu memberikan pekerjaan milikku ke orang lain sialan, batin Keysa menatap Amira dengan tatapan penuh kebencian.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue……………..