
Denis menatap sang istri dengan tatapan sulit diartikan belum sepenuhnya percaya dengan informasi yang ia baca barusan.
"Kalau belum yakin kamu bisa tanya ke dokter Suci sayang" ucap Leila seakan tahu apa yang dipikirkan suaminya.
"Aku hanya takut kamu dan anak kita kenapa-napa sayang" ucap Denis dengan khawatir.
"Kami baik-baik saja sayang jadi jangan takut ya" ucap Leila sambil mengelus rahang suaminya dengan lembut.
"Heemmm"
Denis memeluk istrinya dengan erat sambil menaruh kepalanya di dadanya. Tangan sebelahnya mengelus perut buncit Leila dengan lembut membuat Leila merasa sangat nyaman sampai tertidur.
Cup.............
Denis mencium kening istrinya menyalurkan rasa cintanya. Ia berharap istrinya akan mengerti dengan keputusan yang sudah ia pikirkan selama beberapa hari ini.
Aku akan membereskan mereka semua sehingga tidak ada yang akan menganggu keluarga kita di masa depan sayang, batin Denis.
~ Mansion Denis Arkana ~
Sampainya di mansion Denis keluar dari mobil sambil mengendong istrinya yang sudah terlelap. Semenjak kehamilan Leila sangat mudah tidur dan cepat lelah padahal ia tidak melakukan apa-apa.
"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap pak Tio dengan sopan menyambut kepulangan keduanya.
"Pergi" usir Denis dengan suara dingin.
"Nyonya besar ada datang tuan" lapor pak Tio sebelum pergi.
"Sejak kapan mama datang?" tanya Denis sambil mengangkat alis sebelah.
"Dari dua jam yang lalu tuan" jawab pak Tio.
"Heemmm" deham Denis segera menuju lift.
Pak Tio segera menekan tombol lift membantu Denis karena kedua tangannya mengendong sang istri. Sampainya di kamar Denis segera menaruh istrinya di ranjang dengan pelan.
"Baik-baik ya di perut mama sayang" ucap Denis sambil mencium perut anak istri.
Eenghh............
Leila melenguh saat merasa perutnya di tendang membuat Denis terkekeh. Ia tersenyum lebar merasa senang karena anaknya merespon ucapannya.
Melihat istrinya tidak terbangun ia segera keluar untuk menemui sang mama. Sampainya di taman belakang Denis mengerutkan keningnya melihat sang mama yang sedang bercanda dengan seorang perempuan.
"Mama" panggil Denis dengan suara lembut.
"Nak kamu sudah pulang" ucap Amira sambil tersenyum lebar bangun menghampiri anaknya.
Amira memeluk putra semata wayangnya dengan senang karena sudah lama tidak bertemu dengannya.
"Dimana mantu mama nak?" tanya Amira.
"Istriku lagi tidur ma" jawab Denis dengan suara lembut.
Denis lalu ikut duduk bersama sang mama dan saat melihat perempuan didepannya ia mendengus tak suka.
Amira yang melihat perubahan wajah sang anak segera mengenalkan perempuan yang tadi datang bersama dengannya.
"Nak kenalkan ini Claudia dia.." ucap Amira sambil menatap Claudia.
"Ckk!!" decak Denis dengan kesal memotong ucapan mamanya.
Claudia yang melihat wajah dingin Denis menunduk merasa malu. Amira yang melihat hal itu merasa sangat malu dengan Claudia.
"Nak" ucap Amira dengan suara lembut sambil memegang tangan sang anak.
"Mama tahu aku tidak suka ada orang asing di rumahku" ucap Denis dengan suara tegas.
Ia berlalu pergi dari sana tidak menunggu sang mama berbicara.
Amira menatap Claudia sambil tersenyum manis meski tidak enak dengan Claudia, beruntung Denis berbicara dengan bahasa Indonesia jadi Claudia tidak mengerti apa yang dikatakan putranya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Maaf ya nak Denis sifatnya emang kayak gitu sama orang yang asing" ucap Amira dengan suara lembut.
"Iya mama tidak apa-apa. Aku mengerti kok ma" ucap Claudia sambil tersenyum manis.
Meski dalam hatinya merasa takut dan malu melihat respon Denis tadi. Padahal ia datang ke sini untuk berkenalan dengan adik kekasihnya yaitu Leila.
Saat masuk ke dalam mansion Denis berpapasan dengan Sandro, Arkan, dan Arsen yang baru saja datang.
"Bos" ucap ketiganya dengan serentak.
__ADS_1
Denis diam tak membalas ucapan ketiganya dan segera menuju ke ruang kerjanya di lantai dua. Melihat wajah sang bos yang terlihat emosi ketiganya menelan saliva dengan susah tidak ingin membuat Denis semakin kesal.
Semoga aku tidak menjadi pelampiasan bos, batin Sandro penuh harap.
Ketiganya berdiri didepan meja kerja Denis dengan gugup merasakan aura Denis yang terasa sangat mencekam.
Sedangkan Denis ia mengetuk jarinya di meja sambil menatap ketiganya dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.
"Jadi proyek pembangunan vila di Madrid gagal karena pak tua itu?" tanya Denis dengan suara dingin.
"Iya bos" jawab Sandro.
Hahahahaha..............
Tawa Denis seketika pecah didalam sana membuat ketiganya berkali-kali menelan saliva dengan susah merasakan aura Denis yang terasa sangat mengintimidasi.
"Sudah cukup selama 3 bulan ini aku diam saja" ucap Denis sambil tersenyum smirk.
"Waktunya aku membereskan mereka semua sebelum mereka mengusik keluargaku" tambahnya lagi dengan tatapan berkilat tajam.
Mata coklat Denis berkilat tajam memikirkan beberapa masalah yang silih berganti terjadi selama 3 bulan terakhir di perusahaannya.
Ia tahu ini semua adalah otak dari Roy Martinez yang ingin membuat bisnisnya hancur agar ia tidak mempunyai kekuasaan lagi. Selama 3 bulan Denis diam saja tidak bergerak karena sang istri yang tidak bisa di tinggalkan sendiri.
"Sandro kamu pimpin anak buahku di Amerika dan hancurkan semua bisnis Henry Ignasio" titah Denis dengan suara dingin.
"Baik bos" jawab Sandro.
"Arsen temui Pablo dan minta bukti kejahatan Nine Cloud lalu sebarkan ke publik"
"Oke bos"
"Arkan kamu malam ini juga berangkat ke Italia temui Simon Martinez untuk bertemu dengan sahabatnya direktur Archile"
"Memangnya untuk apa bos?" tanya Arkan dengan penasaran.
"Kamu akan menyamar menjadi pekerja di perusahaan pak tua itu" jawab Denis dengan suara dingin.
"Bos aku tidak yakin bocah ini bisa menyelesaikan misinya. Bisa jadi penyamarannya akan terbongkar sebelum mulai" ucap Sandro tak setuju.
"Ckk!! Bilang aja ka Sandro sirik sama aku karena aku dapat misi lebih bagus dari ka Sandro" decak Arkan dengan ketus.
"Diam kamu bocah!" bentak Sandro dengan tatapan tajam.
"Aku setuju dengan Sandro bos. Arkan tidak cocok untuk menyamar disana bos" ucap Arsen mendukung Sandro.
"Arkan tetap akan melakukan misi ini. Lagian mereka tidak akan mencurigainya" ucap Denis sambil tersenyum smirk.
"Maksud bos?" tanya Sandro dan Arsen dengan serentak.
"Mereka tidak akan menyangka jika orang yang ceroboh adalah mata-mata kita karena mereka hanya berpikir kita akan mengirim orang yang pintar dan hebat" jawab Denis dengan santai.
Eeh................
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Arkan tercengang mendengar ucapan Denis barusan yang secara tak langsung mengatakan kalau dia memang bodoh dan ceroboh.
Sedangkan Arsen dan Sandro keduanya mengulum senyum geli menahan tawa mereka setelah mengetahui maksud sebenarnya dari sang bos.
"Kalau begitu aku setuju Arkan ke Italia bos" ucap Sandro sambil tersenyum lebar.
Arkan menatap horor Sandro merasa sangat kesal. Bibirnya mengerucut ke depan mengumpat Sandro yang sedang tersenyum mengejek menatapnya.
"Arsen kirim video panas Martin ke istrinya" titah Denis dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Arsen.
"Suruh Rian mengantar berkas perusahaan sebentar sore ke sini karena aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku dan berangkat menghancurkan perkumpulan sialan itu" ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.
"Oke bos" ucap Sandro.
Ketiganya lalu keluar dari sana meninggalkan Denis yang memeriksa laporan markas di laptop. Sampainya di luar mereka bertemu dengan Max yang baru saja datang karena di panggil Denis semalam.
"Halo nyonya" sapa Max saat bertemu Leila yang baru saja keluar dari kamar.
"Kamu ingin menemui suamiku?" tanya Leila.
"Iya nyonya" jawab Max dengan suara dingin.
"Oh"
Max segera pamit menuju ruang kerja Denis di sebelah kamar utama. Leila yang hendak turun ke bawah mengurungkan niatnya karena ia ingin meminta ijin kepada suaminya untuk keluar.
__ADS_1
Saat hendak membuka pintu ruang kerja suaminya langkah Leila seketika terhenti. Jantungnya berdetak dengan cepat mendengar ucapan sang suami yang mengatakan akan pergi ke luar negeri minggu depan.
Prang...............
Bunyi pecahan bergema di sana saat Leila tak sengaja menyenggol guci dekat ruang kerja suaminya. Denis yang mendengar suara pecahan bergegas keluar dari ruang kerjanya dengan Max.
"Sayang" ucap Denis dengan kaget melihat istrinya yang berdiri didepan ruang kerjanya.
"Nak apa yang tejadi?" tanya Amira dengan panik saat mendengar bunyi pecahan dilantai dua.
Leila mematung melihat suaminya yang juga sedang melihatnya. Melihat tatapan istrinya yang hendak menangis, membuat Denis yakin kalau istrinya pasti mendengar pembicaraannya dengan Max barusan.
"Sayang" panggil Denis sambil menarik sang istri ke pelukannya.
Hiks................hiks............hiks............
Tangis Leila pecah didalam pelukan suaminya, Denis melihat semua yang disana dan memberi isyarat untuk meninggalkan mereka berdua.
Meski Amira sangat cemas ingin mendengar apa yang terjadi dengan menantunya, ia tetap pergi dari sana meninggalkan Denis dan Leila sendiri.
"Jangan menangis lagi sayang. Ingat kamu tidak boleh stres sayang" ucap Denis dneban suara lembut.
"Hiks hiks hiks.......kamu mau pergi ninggalin aku dan anak kita sendiri sayang.........hiks hiks hiks" ucap Leila sambil menangis histeris.
Phew..................
Denis membuang napas dengan kasar mendengar ucapan sang istri. Ia lalu mengendong Leila menuju ke kamar mereka karena ia ingin berbicara hal penting dan mengatakan apa tujuannya ia harus ke luar negeri minggu depan.
"Jadi tujuanmu ke sana untuk membereskan perkumpulan Roy Martinez" ucap Leila dengan kaget setelah mendengar penjelasan suaminya.
"Iya sayang. Aku tidak ingin dia menyakiti kamu dan anak kita lagi sayang" ucap Denis dengan suara tegas.
"Sudah cukup 3 bulan ini aku diam saja sayang. Jika aku tidak bergerak sekarang maka hidup kita tidak akan pernah tenang sayang" tambahnya lagi tatapan sendu.
Grep.................
Leila memeluk suaminya dengan erat merasa kasihan karena ternyata selama ia ni suaminya memikul beban yang begitu besar di pundaknya sendiri.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Aku takut kamu kenapa-napa sayang........hiks hiks hiks" ucap Leila sambil berlinang air mata.
"Jangan menangis sayang, hati aku sakit melihat kamu menangis seperti ini" ucap Denis dengan suara lembut.
Hiks...........hiks..........hiks..........
Bukannya diam malah Leila semakin menangis histeris membuat Denis hanya bisa mengelus punggungnya dan menenangkannya.
1 Jam kemudian
Leila menatap suaminya dengan mata sembab karena terlalu lama menangis. Denis memegang kedua pipinya dan mengecup matanya dengan sangat lembut.
"Ijinkan aku pergi demi kebahagian keluarga kita ke depan sayang" pinta Denis dengan suara lembut.
"Berjanjilah kamu akan kembali kepada aku dan anak kita dalam keadaan hidup sayang" ucap Leila dengan tatapan sendu.
"AKU BERJANJI LEILA ROSE ARKANA - BAKER" ucap Denis dengan suara tegas.
Cup..................
Leila mencium bibir suaminya menghantarkan perasaan cintanya lewat sebuah ciuman. Denis menyambut ciuman istrinya dengan senang.
1 Minggu kemudian
Kini tiba saatnya Denis berangkat pergi ke Italia untuk membereskan Roy Martinez. Pasalnya kemarin dulu Roy Martinez membuat ulah dengan membakar perusahaan cabang Denis di Spanyol.
"Hati-hati selama disana sayang dan ingat selalu kabari aku" ucap Leila dengan suara lembut dan tatapan berkaca-kaca.
"Pasti sayang" balas Denis dengan suara lembut.
"Mama aku titip istri dan calon anakku" ucap Denis sambil memeluk anak mama.
"Iya nak. Ingat kembalilah dengan selamat" ucap Amira sambil meneteskan air mata.
"Denis jaga adik aku Arkan disana. Kamu jangan pikirkan Leila disini karena aku akan menjaganya" ucap Rayen.
"Heemmm"
Denis lalu memeluk istrinya dan menciumnya bibir dan perutnya sebelum masuk ke dalam jet pribadi. Selama ia pergi Leila akan ditemani sang mama dan Rayen di mansion mereka.
Kembalinya dengan selamat sayang karena aku dan anak kita akan selalu menunggumu, batin Leila dengan penuh harap.
Tunggu aku pulang sayang. Aku akan segera kembali, batin Denis dengan sedih melihat istrinya.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue................