Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 139


__ADS_3

Saat ini Leila sudah selesai bersiap akan pergi ke perusahaan. Ia melihat penampilannya di cermin sambil membuang napas dengan kasar memikirkan rapat sebentar.


Grep............


Bibirnya terangkat saat melihat orang yang memeluk pinggangnya dari belakang. Pikirannya yang tidak tenang memikirkan rapat sebentar seketika hilang begitu saja saat mendapat pelukan dari orang yang sangat ia cintai.


"Tumben kamu datangnya pagi-pagi sekali sayang" ucap Leila sambil mengelus tangan Denis dengan lembut.


"Aku tahu kekasihku pasti tidak tenang saat ini makanya aku datang pagi-pagi" balas Denis sambil mencium leher Leila bertubi-tubi.


"Sayang" lirih Leila menutup mata tak mau sampai mengeluarkan suara aneh saat mendapat perlakuan seperti itu.


"Heemmm" deham Denis yang masih sibuk dengan kegiatannya.


Pelukan Denis semakin erat membuat Leila meremas tangannya dengan kuat.


"Setelah masalah ini selesai kamu harus berhenti bekerja sayang" ucap Denis dengan suara serak.


"Sayang kamu kan tahu alasan aku bekerja" ucap Leila sambil membuka matanya dan menatap Denis dari samping.


"Yeah i know" (ya aku tahu) balas Denis sambil menatap Leila dengan tatapan lembut.


Cup..............


Denis mencium bibir Leila dengan sangat lembut. Keduanya lalu segera sarapan dan berangkat menuju perusahaan Leila.


~ BakerTech ~


Sandro membukakan pintu untuk Denis dan Leila saat sampai di perusahaan BakerTech. Dengan santai Denis merangkul pinggang Leila dengan posesif masuk ke dalam perusahaan.


Mata Leila seakan ingin keluar dari tempatnya melihat kelakuan Denis yang tidak mengenal tempat.


"Mulai sekarang aku mau semua orang tahu kalau kamu itu milik Denis Arkana seorang sayang" bisik Denis yang tahu apa yang sedang di pikirkan kekasihnya.


Blush.................


Pipi Leila merona merasa sangat malu membuat Denis tersenyum bahagia. Keduanya tidak perduli dengan tatapan semua karyawan BakerTech yang menatap mereka dengan kaget.


"Selamat pagi presdir, presdir Denis" ucap Alin dengan sopan saat keduanya tiba di ruangan Leila.


"Pagi juga Alin" balas Leila sambil tersenyum manis.


"Bawakan jadwalku ya Alin" tambahnya lagi sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Baik presdir" ucap Alin dengan cepat.


Alin segera mengambil iPad dan beberapa berkas laporan yang harus di tanda tangani Leila hari ini sebelum rapat nanti jam 10:00 pagi.


"Apa jadwal aku hari ini Alin?" tanya Leila dengan suara lembut.


"Jadwal presdir hari ini hanya akan menghadiri rapat eksekutif nanti jam 10:00 dan menandatangi beberapa berkas laporan saja" jawab Alin sambil membaca informasi Leila di iPad.


"Kosongkan jadwal kekasihku setelah rapat" titah Denis dengan suara dingin.


Ehh.............


Alin bingung ingin menjawab apa dan langsung menatap Leila meminta jawaban apa yang harus ia katakan kepada presdir Denis.


"Ikuti perintah kekasihku Alin" ucap Leila dengan suara lembut tahu apa yang di pikirkan Alin saat ini.


"Baik presdir" balas Alin dengan sopan.


"Bagaimana persiapan rapat sebentar?" tanya Leila.


"Semua sudah beres presdir tinggal menunggu jam rapatnya dimulai presdir" jawab Alin.


"Bagus. Beritahu aku jika sudah waktunya rapat" titah Leila dengan suara lembut.


"Baik presdir"


Alin segera keluar dari ruangan Leila setelah tidak ada lagi yang ingin disampaikan Leila. Setelah kepergian sekretarisnya, Leila lalu menatap Denis yang sedang sibuk dengan hpnya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sedang apa dia? Dengan siapa dia sedang berkirim pesan dengannya, batin Leila dengan tatapan menyelidik.


"Aku sedang mengirim pesan kepada Rian dan Arkan sayang. Jadi singkirkan pikiran anehmu itu" ucap Denis dengan suara dingin.


"Emm! Memangnya siapa yang berpikir aneh" ucap Leila dengan wajah merah padam.


"Wajahmu terlihat jelas apa yang sedang kamu pikirkan sayang" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


Leila membulatkan matanya sambil memegang wajahnya yang terasa panas. Ia berbalik ke belakang menutup mata merutuk kebodohannya yang tidak bisa mengontrol penasarannya.


Denis berjalan dengan langkah pelan menuju meja kerja Leila dan langsung memutar kursinya sehingga berbalik kembali ke depan.


"Sayang" pekik Leila dengan kaget.


Cup..............


Denis mencium bibir Leila dengan lembut tidak perduli dengan pekikan kekasihnya. Dengan santai Denis mengangkat tubuh Leila dan mendudukkannya di pangkuannya.

__ADS_1


"Sayang aku mau kerja" keluh Leila yang merasa malu harus duduk di pangkuan Denis.


"Ya kerja saja sayang" balas Denis dengan santai.


"Biarkan aku duduk di kursi sendiri sayang" pinta Leila dengan merajuk.


"No! Aku tidak mau sayang! Aku suka seperti ini" tolak Denis dengan suara tegas.


"Hah! Kamu tidak ke perusahaan sayang?" tanya Leila tak membantah ucapan Denis lagi.


"Heemmm" deham Denis sambil mengangguk kepalanya.


Leila memilih memeriksa pekerjaannya sedangkan Denis ia menaruh iPad di atas meja melihat grafik saham perusahaan dan juga membaca email masuk yang di kirim Rian.


Meskipun ia sedang memeriksa pekerjaannya tapi Denis selalu mengoreksi leporan yang sedang di baca Leila dan memberitahu jika ada kesalahan.


Tak berselang lama sudah jam 10:00 pagi dan saat ini Leila sudah berada di ruang meeting bersama Alin, sedangkan Denis ia menonton mereka dari ruangan Leila.


Kring...........


^^^"Hemmmm" ucap Denis mengangkat telpon dari Arsen.^^^


"Paket sudah tiba di bandara bos" ucap Arsen dari seberang.


^^^"Bawa kesini sekarang" titah Denis dengan suara dingin.^^^


"Baik bos"


Denis tersenyum menyeringai menatap semua peserta rapat hari ini yang sedang menatap Leila dengan tatapan tajam.


"Rapat kita mulai" ucap Alin membuka rapat tersebut.


"Presdir Leila apa anda tahu kenapa rapat ini diadakan?" tanya pemegang saham A.


"Yang aku dengar itu rumor tentang etiket perilaku aku yang merusak citra perusahaan" jawab Leila dengan santai.


"Sepertinya anda sudah tahu rupanya" balas pemegang saham B.


"Kalau begitu bisa kalian beritahu dimana kesalahan aku dan perilaku aku yang seperti apa yang kalian maksud merusak citra perusahaan?" tanya Leila dengan suara tegas.


"Karena skandal kamu saham perusahaan kita menurun drastis" hardik pemegang saham A.


"Skandal mana yang anda maksud? Bukannya kalian semua sudah tahu jika skandal itu tidak benar dan aku juga sudah mengklarifikasinya" jawab Leila dengan suara tegas.


"Bukannya kalian semua tahu alasan saham perusahaan yang anjlok saat ini karena apa" tambahnya lagi dengan tatapan tajam.


"Tetap semua itu dimulai dari anda presdir" ucap Seno direktur SDM.


"Jadi apa yang ingin kalian mau?" tanya Leila.


Leila tersenyum sinis menatap direktur Seno yang sudah menunjukkan maksud mereka mengadakan rapat kali ini.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Benar yang di katakan direktur Seno. Lagian kursi presdir harus di tempati oleh pegang saham terbanyak" tambah pemegang saham A.


"Yang kami tahu untuk duduk di kursi presdir harus disetujui oleh pemegang saham terbanyak" ucap pemegang saham C.


"Bukannya kakak aku pemegang saham terbanyak di perusahaan ini" ucap Leila.


"Ya anda benar. Tapi kami butuh surat kuasa dari presdir Rayen yang mengatakan jika anda yang memegang jabatan presdir jika presdir Rayen tidak ada" ucap pemegang saham A dengan suara lantang.


"Kalian bisa tanyakan hal itu kepada asisten Leo" balas Leila.


"Lalu dimana asisten Leo sekarang? Apa anda selama ini berbohong kepada kami untuk menduduki posisi presdir" bentak direktur Seno.


"Jaga ucapan anda direktur Seno" bentak Alin tak terima Leila di bentak.


"Kami ingin anda harus turun dari posisi presdir saat ini juga dan berikan posisi itu kepada orang yang lebih berhak" ucap pemegang saham B dengan suara lantang.


Brak................


"SIAPA YANG ANDA MAKSUD BERHAK UNTUK POSISI PRESDIR" bentak seseorang dengan suara menggelegar saat membuka pintu ruang meeting dengan kasar.


Semuanya kaget melihat sosok tinggi dan menyeramkan didepan sana yang sudah lama tidak mereka lihat.


Mata hitamnya menatap semua didalam dengan tatapan membunuh membuat semuanya diam tidak bisa berkoar seperti tadi.


"Kakak" panggil Leila dengan mata berkaca-kaca.


Grep...........


Leila memeluk kakaknya Rayen dengan sangat erat tak menyangka kakaknya sudah sadar dari koma.


"Kakak sudah kembali dan semua akan baik-baik saja dek" bisik Rayen dengan suara lembut.


"Iya ka" ucap Leila sambil tersenyum manis.


Rayen menyuruh adiknya duduk di samping dan biarkan dia yang memimpin rapat kali ini.


Mata tajam Rayen menatap semua peserta rapat dengan tatapan membunuh membuat semuanya menunduk tak berani mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Posisi presdir mulai hari ini aku akan tempati lagi" ucap Rayen denga. suara lantang.


"Leo" panggil Rayen dengan suara dingin.


Leo yang melihat isyarat mata sang tuan segera maju dan membaca nama-nama karyawan didalam perusahaan BakerTech.


"Nama-nama yang tadi saya bacakan tadi mulai hari kalian semua di pecat" ucap Leo dengan suara lantang.


"Apa maksud anda asisten Leo" hardik Seno dengan suara tinggi.


"Apa anda tidak mengerti ucapan saya direktur Seno?" tanya Leo dengan suara dingin.


"Kamu tidak bisa memecat aku seperti ini. Memangnya apa salahku?" tanya Seno dengan suara tinggi.


Brugh.............. prang.............


Semuanya kaget saat Rayen tiba-tiba melempar gelas air minum ke direktur Seno hingga mengenai keningnya.


"Kamu bilang tidak bersalah sialan!" hardik Rayen dengan suara tinggi.


"Lihat itu bangsat! Berani sekali kalian mencuri uangku an***g" tambahnya lagi dengan suara menggelegar.


Semua didalam sana kaget melihat informasi yang ada di layar lcd. Rayen tersenyum menyeringai melihat pemegang saham yang menunduk dengan wajah pucat saat melihat nama mereka juga ada disana.


"Leo laporkan semuanya ke polisi biar mereka membusuk di penjara" titah Rayen dengan suara tegas.


"Baik tuan"


"Putuskan kerja sama dengan semua pemegang saham saat ini karena aku tidak Sudi lagi bekerja sama dengan mereka" ucap Rayen dengan tatapan berkilat tajam menatap satu persatu pemegang saham.


"Siap tuan" jawab Leo sambil tersenyum smirk.


Rayen lalu menarik adiknya pergi dari sana diikuti Alin. Sedangkan Leo ia tetap disana untuk membereskan semua kekacauan didalam perusahaan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sampainya didalam ruangan presdir Leila segera memberondong kakaknya dengan banyak pertanyaan.


Bahkan saking senangnya melihat sang kakak sudah sembuh ia sampai melupakan Denis yang tadi berada disana.


Ehhh.............


Leila mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari Denis karena baru ingat jika tadi kekasihnya ada disana.


"Kenapa dek?" tanya Rayen dengan bingung.


"Bentar ka" jawab Leila segera mengambil hpnya di atas meja kerja.


My Beloved


"Aku pergi dulu sayang ada sesuatu yang harus aku urus di perusahaan"


^^^"Iya sayang. Terima kasih atas bantuan kamu sayang" balas Leila sambil tersenyum manis.^^^


"Nanti sebentar sore aku dan Arkan akan ke rumah kalian"


^^^"Jangan beritahu Arkan tentang ka Rayen sayang"^^^


"Heemmm"


Rayen menatap adiknya dengan kening berkerut melihat sang adik yang senyum-senyum sendiri saat melihat hp.


"Dek" panggil Rayen dengan suara lembut.


"Eh! Iya ka" ucap Leial dengan kaget.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri dek?" tanya Rayen dengan bingung.


"Tidak apa-apa ka" jawab Leila sambil menatap kakaknya dengan senyum manis.


Keduanya lalu memilih pulang ke rumah dan menyerahkan semua pekerjaan kepada Alin dan Leo.


~ Rumah Sakit Pertiwi ~


Detektif Gilang datang dengan terburu-buru saat mendengar informasi dari dokter yang menangani Kenzo.


"Bagaimana dok?" tanya detektif Gilang dengan cepat saat dokter Ilham keluar dari ruang rawat Kenzo.


"Maaf tuan, tapi tuan Kenzo sudah tidak ada lagi di dunia ini" jawab dokter Ilham.


Hening!


Tak ada yang berbicara apa-apa saat dokter Ilham memberi kabar tentang Kenzo yang sudah meninggal dunia karena luka di sekujur tubuhnya tidak bisa diobati lagi.


"Ringgo segera umumkan berita kematian Kenzo Arjuna" titah detektif Gilang.


"Baik komandan" jawab Ringgo dengan suara tegas.


...Tersangka kasus narkoba terbesar di Indonesia Kenzo Arjuna hari ini menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit Pertiwi pada pukul 14:00...


Saat itu juga dunia maya dikagetkan dengan berita kematian Kenzo. Banyak netizen yang menghujat nama Kenzo dan sangat senang jika dia mendapat karmanya.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue..........


__ADS_2