
Keesokan paginya Bella menatap putranya yang sedang sarapan dengan gugup. Entah kenapa ia merasa ragu ingin mengutarakan niatnya yang semalam sudah ia bicarakan dengan putri keduanya.
"Arsen" panggil Bella dengan suara lembut.
"Habiskan sarapan ibu. Bukannya ibu tahu aku paling tidak suka jika berbicara saat makan" ucap Arsen dengan tegas tapi masih terdengar lembut.
"Oh iya nak" balas Bella dengan cepat.
Ia sampai lupa jika anaknya tidak suka ada yang berbicara saat sedang makan. Mungkin karena sudah dididik keras sejak kecil oleh mantan suaminya yang tidak suka ada yang berbicara saat di meja makan.
Lebih baik nanti aku kirim pesan saja sebentar, batin Bella.
Arsen hari ini terlihat sangat malas ke perusahaan tapi mau tak mau ia harus pergi. Apa lagi pekerjaannya hari ini lebih banyak karena Denis yang tiba-tiba mendadak liburan.
"Ckk!!" decak Arsen dengan kesal mengingat kegiatannya yang full hari ini.
Bella ingin menanyakan apa yang terjadi dengan anaknya, tapi ia urungkan saat melihat wajah dingin dan kesal putranya.
"Aku sudah selesai" ucap Arsen sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
"Ayok ibu antar ke depan nak" ucap Bella dengan suara lembut.
"Tidak usah bu. Ibu habiskan saja sarapan" balas Arsen dengan suara lembut.
"Iya nak"
Arsen lalu mencium tangan sang ibu dan segera berangkat ke kantor. Melihat putranya sudah pergi, Bella membuang napasnya dengan kasar karena belum memberitahu niatnya ke sang anak.
"Mending aku telpon Isti beritahu dia untuk mengundur pertemuan hati ini" gumam Bella sambil mengambil hpnya dan menelpon putri keduanya.
Bella diam menunggu panggilannya di angkat oleh sang anak. Sudah dua kali ia menelpon tapi tidak diangkat.
"Kenapa Isti tidak jawab telponku ya" ucap Bella dengan gusar.
Setelah tiga kali panggilannya tidak diangkat, Bella memutuskan untuk tidak menghubungi putri keduanya.
Baru saja Bella akan menaruh hp, tiba-tiba hanya berbunyi ada panggilan masuk dan tertera nama Isti Putriku di layar.
^^^"Halo nak" ucap Bella menjawab panggilan sang anak.^^^
"Halo Bu. Maaf tadi aku tidak sempat jawab telpon ibu soalnya aku masih ngurus mas Dani sebelum berangkat kerja bu" ucap Isti dari seberang.
^^^"Iya tidak apa-apa nak"^^^
"Ada apa ibu nelpon aku?" tanya Isti dengan penasaran.
^^^"Ibu mau beritahu kalau hari ini mending kita batalkan saja makan siang sama adik kamu nak" jawab Bella.^^^
"Loh kenapa Bu? Aku udah beritahu teman aku loh Bu?" tanya Hana dengan nada protes dari seberang.
^^^"Ibu belum sempat beritahu adiknya tadi pagi karena suasana hati adikmu sedang tidak bagus nak. Mungkin saja ia sedang banyak kerjaan hari ini di kantor nak" jawab Bella.^^^
"Yah mungkin juga bu. Nanti aku beritahu temanku dan nanti ibu segera bicara dengan Arsen ya bu soalnya aku udah janji sama teman aku mau kenalin mereka bu" ucap Isti dari seberang.
^^^"Iya nak"^^^
"Ya sudah Bu kalau gitu aku tutup dulu telponnya soalnya aku mau ngurus sarapan Sarah bu"
^^^"Iya nak. Titip salam buat cucu ibu ya sayang"^^^
"Iya bu"
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Bella menaruh kembali hpnya di stelah selesai berbicara dengan putrinya Isti. Ia lalu segera menyelesaikan sarapannya dan berniat pergi ke cafe Arsen ingin mengunjungi putri sulungnya yang saat ini bertanggung jawab dengan cafe milik Arsen.
~ DA Corp ~
__ADS_1
Tepat jam makan siang Geby datang sambil membawa paper baq berisi makan siang yang ia buat khusus untuk Arsen.
Semoga ka Arsen suka dengan masakan aku, batin Geby penuh harap.
"Geby" panggil Anisa yang juga datang ke tempat kerja suaminya.
"Ka Anisa" ucap Geby sambil tersenyum lebar melihat siapa yang memanggilnya.
"Kamu ngapain disini? Memangnya kamu sudah pulang sekolah?" tanya Anisa.
"Aku tidak ke sekolah lagi ka kan tinggal nunggu hasil pengumuman kelulusan ka" jawab Geby.
"Oh. Lalu untuk apa kamu kesini?" tanya Anisa penasaran.
"Aku mau nganterin makan siang buat ka Arsen ka" jawab Geby malu-malu.
"Oh jadi ceritanya ada yang mau pede kate sama Arsen ya! Hehehehe" goda Anisa sambil terkekeh.
"Kakak tahu aja" balas Geby sambil menunduk karena malu.
Anisa lalu mengandeng Geby masuk ke dalam tak lupa bertanya apa suaminya dan Arsen ada atau tidak di resepsionis.
Keduanya lalu bergegas masuk ke dalam lift setelah mendapat ijin untuk masuk. Geby keluar lebih dulu karena ruangan Arsen 1 lantai dibawah ruangan Rian.
Ceklek..............
Geby membuka pintu dengan pelan tanpa mengetuk sambil memasukkan kepalanya. Ia melihat Arsen yang sedang berkutat dengan laptop sambil memakai kaca mata anti radiasi.
Ya ampun ka Arsen ganteng banget kalau lagi serius kayak gitu, batin Geby dengan decak kagum.
Dengan langkah pelan Geby masuk ke dalam ruangan Arsen tak lupa menutup pintu dengan sangat pelan, ia berjinjit kaki menghampiri Arsen ingin mengagetkannya.
"Urungkan saja niatmu jika tidak ingin merasakan pukulan dariku" ucap Arsen dengan suara dingin mengagetkan Geby.
"Dari mana ka Arsen tahu aku datang?" tanya Geby dengan penasaran.
"Hah! Bauku ka? Memangnya wangi parfum aku ka Arsen tahu ya?" tanya Geby dengan mata berbinar-binar.
"Ya. Wangi bunga rampe" jawab Arsen sambil tersenyum smirk.
"Ckk!!" decak Geby dengan kesal sambil memanyunkan bibirnya.
Arsen tersenyum tipis melihat bibir Geby yang terlihat seperti bebek. Geby sendiri berjalan menuju sofa sambil menggerutu merasa kesal di bilang bau rampe.
Memangnya aku itu mayat apa, batin Geby dengan kesal.
"Untuk apa kamu kesini?" tanya Arsen sambil menatap Geby dengan tatapan dingin.
"Aku bawain ka Arsen makan siang. Ini aku sendiri yang masak loh" jawab Geby dengan antusias.
Tak berkata apa-apa Arsen lalu menghampiri Geby dan duduk di sampingnya. Geby melotot panas dingin melihat Arsen yang duduk disampingnya.
Ya ampun mimpi aku semalam Ampe ka Arsen duduk di samping aku, batin Geby dengan bahagia.
"Apa ini bisa dimakan?" tanya Arsen mengagetkan Geby dari lamunannya.
"Bisalah ka. Coba saja, di jamin kakak bakal ketagihan" jawab Geby dengan percaya diri.
"Yakin? Kalau aku mati keracunan gimana?" tanya Arsen dengan selidik.
"Ckk!! Kalau ka Arsen keracunan aku juga bakal keracunan" sarkas Geby dengan kesal sambil memasukan ayam asam manis dan capcay ke dalam mulutnya.
"Heeemmm" deham Arsen sambil menatap makanan buatan Geby.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Arsen lalu memakan masakan Geby membuat Geby menatapnya dengan gugup. Ia sangat penasaran bagaimana rasa masakannya.
__ADS_1
"Gimana rasanya ka?" tanya Geby dengan gugup.
"Lumayan. lain kali jangan terlalu banyak pakai MSG, ladanya juga kebanyakan, dan untuk capcainya agak asin dikit tapi masih bisa dimakan. Lalu untuk ayam kematangannya pas" jawab Arsen memberi komentar dengan jujur.
"Hah! Berarti tidak enak ya ka" ucap Geby dengan lemas.
"Enak tapi kamu masih harus terus berlatih lagi ya" balas Arsen sambil mengelus kepala Geby dengan lembut.
"Iya pasti ka" ucap Geby sambil tersenyum manis.
Deg..............
Jantung Arsen berdetak dengan cepat melihat senyuman Geby. Entah kenapa ia merasa sangat nyaman didekat Geby dan ada perasaan aneh yang menjalar dalam hatinya saat melihat wajah itu.
Sepertinya aku sudah jatuh hati dengan bocah labil ini, batin Arsen.
~ Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur ~
Saat ini pasangan suami istri sedang menikmati liburan mereka di Labuan Bajo. Sudah 6 hari mereka berada disana dan besok mereka harus kembali ke Jakarta.
"Sayang makasih ya udah bawa aku kesini" ucap Leila yang sedang bersandar di dada sang suami.
"Apapun itu akan aku lakukan asalkan kalian berdua bahagia sayang" balas Denis dengan tatapan penuh cinta.
"Iya sayang"
Keduanya lalu menikmati malam terakhir di balkon kamar sambil menatap bintang di langit. Denis merasa sangat bahagia bisa membuat istrinya tersenyum lebar selama berada disini.
"Aku sangat mencintaimu sayang" ucap Denis dengan tatapan penuh cinta menatap istrinya.
"Aku juga sangat mencintaimu sayang" balas Leila sambil tersenyum manis.
Cup...........
Denis mencium bibir istrinya dengan lembut lalu membawanya masuk ke dalam kamar untuk melanjutkan aktifitas mereka didalam kamar.
~ Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ~
Setelah 6 jam akhirnya jet pribadi Denis landing di landasan pribadinya di bandar udara internasional Soekarno Hatta.
Kedatangan mereka sudah di tunggu Sandro dan anak buahnya di sana. Denis keluar lalu menuntun sang istri menuruni tangga dengan hati-hati.
"Selamat datang kembali bos" ucap Sandro sambil tersenyum lebar.
"Heemmm" deham Denis.
"Sandro apa Seila sudah di mansion?" tanya Leila dengan cepat.
"Sudah dari tadi nyonya" jawab Sandro.
"Oh baguslah. Kalau begitu ayok kita segera pulang" ucap Leila dengan antusias.
Denis lalu membawa istrinya masuk ke dalam mobil karena Leila sudah tidak sabar ingin makan rujak buatan Seila. Sedari pagi ia ngidam ingin makan rujak buatan Seila, jadi sebelum pulang Denis sudah mengabari Sandro.
~ Mansion Denis Arkana ~
Sampainya di mansion tak menunggu pintu di buka oleh Sandro, Leila sudah lebih dulu keluar. Bahkan ia sampai lupa dengan suaminya yang belum keluar dari mobil.
"Temui aku 10 menit lagi di ruang kerjaku" ucap Denis dengan suara tegas.
"Baik bos" ucap Sandro.
Denis segera masuk ke dalam mansion tak lupa menyuruh pak Tio mambawa masuk koper mereka. Sampainya di ruang tengah ia menatap tamu yang duduk disana dengan tatapan berkilat tajam.
"Siapa yang mengijinkan orang ini masuk ke mansionku?" tanya Denis dengan suara lantang.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue.................