Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 211


__ADS_3

Mohon perhatian ada adegan kasar 21+


.......


.......


.......


.......


Tiba-tiba Adam dan Emira di pegang oleh 4 orang anak buah Steven. Keduanya berontak minta di lepaskan tapi mereka kalah dengan tenaga keempat orang itu.


"Sialan! Jadi kamu membohongiku manusia rendahan!" bentak Adam dengan suara menggelegar.


"Ya seperti yang kamu lihat" balas Steven dengan santai.


"Aku akan membunuhmu bangsat! Kembalikan uangku sialan!" teriak Adam dengan emosi.


"Ikat mereka" ucap David dengan suara dignin.


"Lepaskan aku! Lepaskan! Jangan sentuh tubuhku dengan tangan kotor kalian!" teriak Emira dengan suara melengking.


"Bos" ucap anak buah Steven yang merasa emosi dengan ucapan Emira menatap Steven untuk memberi Emira pelajaran.


"Terserah kalian mau lakukan apa ke dia" balas Steven dengan santai.


"Oke bos" ucap anak buah Steven sambil tersenyum menyeringai.


Plak.............plak..........plak........plak..........


"Arrrggghh! Jangan menyentuh istriku berengsek!" teriak Adam kesetanan.


Anak buah Steven kesusahan mengikat Adam dengan rantai karena ia terus berontak. Tapi akhirnya mereka berhasil mengikat Adam seperti Liliana, sedangkan Emira ia syok tidak menyangka akan di tampar.


"Apa yang mau kamu lakukan dengan mereka?" tanya Steven sambil membuang asap rokok ke atas.


"Hehehehe! Lihat saja nanti" jawab Denis sambil terkekeh.


Denis lalu melepas jasnya dan menggulung lengan kemeja sampai siku. Sedangkan Adrian duduk di samping Steven tidak perduli dengan tatapan Steven yang seakan tidak mau ia duduk disana.


Arsen sendiri ia berdiri sambil menghisap rokok dan memegang jas Denis agar tidak kotor. Denis terkekeh melihat Adam yang sedang menatapnya dengan tatapan berkilat tajam.


Ceklek............


Tak lama pintu kembali terbuka dan masuklah Pablo bersama Vito. Steven dan lainnya hanya menatap mereka dengan tatapan datar.


"Apa aku terlambat?" tanya Pablo sambil tersenyum smirk.


"Jangan ribut pak tua karena gunung es itu tidak suka keributan" ucap Adrian dengan suara dingin.


"Ckk! Mulutmu sangat manis tuan muda Castel" decak Pablo dengan tatapan tajam.


"Terima kasih atas pujiannya tuan Ulrico" balas Adrian dengan santai.


"Cih!!" decih Pablo dengan tatapan kesal.


Apa lagi saat melihat tatapan Arsen yang sedang tersenyum mengejeknya membuat dia semakin kesal. Ia lalu mengambil posisi di samping Steven berpangku kaki ingin menonton pertunjukan Denis.


"Berengsek! Lepaskan kami sialan!" bentak Adam dengan suara menggelegar.


Bugh...........bugh.........bugh...........


Denis memukul Adam berkali-kali membuat Adam berteriak kesakitan didalam sana. Emira dan Liliana berteriak histeris melihat daddy dan suami mereka yang dipukul Denis.


"BERANINYA KAMU INGIN MEMBUNUH AKU, ISTRI, DAN ANAKKU!" bentak Denis emosi.


Sret..............aaarrgghhh.........


"DADDY" teriak Liliana dan Emira dengan histeris.


Mereka menangis melihat tangan sebelah kiri Adam yang sudah terlepas dari tubuhnya. Suara jeritan Adam bergema membuat Denis tertawa senang.


"Kamu ingin bermain dengan keluargaku maka aku juga akan bermain dengan keluargamu pak tua" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Lepaskan suamiku.........hiks hiks hiks......tolong lepaskan suamiku" pinta Emira sambil menangis histeris.


"Hehehehe! Kalian sudah mencari lawan yang salah perempuan tua. Lebih baik kamu nikmati saja pertunjukkan sebentar lagi" balas Denis sambil tersenyum menyeringai seperti monster berdarah dingin.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Mata coklat Denis menatap tajam ketiganya dengan tatapan mengintimidasi membuat ketiganya menelan salivanya ketakutan.


Aura membunuh Denis menguar didalam sana membuat semua orang bergetar ketakutan. Mereka seperti berada di dasar lautan es yang paling dalam dan seperti sedang diintai oleh iblis.


Hah! Kalian akan sudah membangunkan jiwa iblis gunung es itu kali ini, batin Adrian merasa kasihan dengan nasib keluarga Rasyid.


"Auranya sangat mengerikan" gumam Pablo dengan suara pelan.


Dia lebih menakutkan dari bos Demian. Bahkan auranya sangat mengerikan, batin Steven.


Jadi ini sisi iblis seorang Denis Arkana, batin Vito dengan gemetar.


Aku masih saja merinding merasakan aura bos jika sudah dalam mode iblis, batin Arsen menelan salivanya berkali-kali membasahi kerongkongannya.


Crash...........crash..........crash..........

__ADS_1


Aaarrggghhh.............


Denis mencambuk Adam berkali-kali hingga Adam menjerit kesakitan. Mendengar jeritan Adam, Denis terus menyiksanya sambil tersenyum lebar.


Sret...........sret................sret..................


Liliana dan Emira menutup mata melihat kekejaman Denis. Tubuh keduanya gemetar melihat apa yang barusan di lakukan oleh Denis, ia menarik ku**t lengan dan wajah Adam hingga terlepas dari tubuhnya.


Darah segar mengalir didalam sana membuat ruangan itu berbau anyir. Denis kembali mengukir tubuh Adam dengan pisau lipat kesayangannya.


"Kamu itu iblis bukan manusia" sarkas Emira dengan suara menggelegar.


Hahahaha...................


Denis tertawa mendengar ucapan Emira barusan dan lalu berbalik menatap Emira sambil tersenyum smirk.


"Yes i'm a devil" (ya aku adalah seorang iblis) ucap Denis sambil tersenyum lebar.


Sret..............sret.............


Aarrgghhh.............


Jeritan Adam bergema didalam sana saat Denis menc**gkel kedua m**anya dengan tangan kosong.


Semua dibuat kaget melihat aksi Denis yang sangat menakutkan. Denis lalu menusuk perut Adam dengan pisau berkali-kali dan menarik u**snya keluar.


"TIDAK DADDY" teriak Liliana dengan histeris sambil menghentak rantai di kedua tangan dan kakinya.


Adam seketika mati dengan mulut terbuka membuat Emira dan Liliana berteriak histeris. Denis lalu menuju ke arah Emira dan menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.


"Pergi kamu iblis! Jangan mendekat!" bentak Emira dengan suara tinggi.


Sret............aaarrghhh..........


Jeritan Emira bergema saat Denis menyayat kedua pipi Emira. Darah seger bercucuran disana membuat ruangan itu penuh dengan darah.


"Saatnya kamu menyusul suaminya perempuan tua" ucap Denis dengan santai.


Sret............sret............


Denis menebas kedua kaki Emira lalu menikamnya tepat di jantung. Emira detik itu juga mati dengan mata melotot melihat Denis, Liliana menangis histeris melihat kedua orang tuanya yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Hiks hiks hiks.........aku akan membunuhmu Denis Arkana.........hiks hiks hiks" teriak Leila dengan suara menggelegar.


Sret................


Kepala Liliana tiba-tiba menggelinding di lantai terlepas dari tubuhnya. Semua didalam sana kaget melihat Denis yang me***as kepala Liliana dengan santai hingga tubuhnya terkena muncrat darah Leila.


"Ah! Darah mereka sangat menjijikan" ucap Denis dengan suara berat.


Sret...................


Denis merobek kemejanya yang penuh darah dan membuangnya. Steven, Pablo, dan Vito kembali di buat kaget melihat tato malaikat kematian di seluruh punggung Denis.


"Arsen" panggil Denis dengan suara dingin.


"Iya bos" ucap Arsen menghampiri Denis sambil membawa handuk untuknya.


"Kirim mayat ketiganya ke anak mereka yang di Turki" titah Denis.


"Baik bos"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis lalu mengambil jasnya dan memakainya, ia juga memberi isyarat kepada Arsen untuk membakar kemejanya.


"Jangan lupa foto dan kirim ke pak tua itu di Italia" titah Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Oke bos"


"Aku kira kamu akan memberikan mereka ke Leon dan kawannya" ucap Adrian sambil berdiri.


"Mereka sedang diet kali ini" balas Denis tak nyambung.


"Heh! Mana ada buaya diet sialan" ketus Adrian dengan kesal.


Denis diam tidak menjawab ucapan Adrian dan berlalu pergi dari sana tidak menyapa Steven dan Pablo


Arsen masih disana melihat anak buahnya untuk membungkus ketiga mayat itu dalam kotak untuk dikirim ke Onur Rasyid di Turki sebagai peringatan.


"Dia lebih mengerikan dari bos" ucap Steven.


"Ya kamu benar" ucap Pablo setuju.


~ Zeus Club ~


Bunyi musik dj berdentum didalam ****club**** dengan suara kencang. Lautan manusia bergoyang di lantai dansa mengikuti irama musik.


"Apa Mr. A sudah sampai?" tanya Martin di telinga asistennya Josua karena bunyi musik yang sangat kencang.


"Belum tuan. Katanya 10 menit lagi dia sampai" jawab Josua di telinga Martin.


"Heemmm" deham Martin.


Keduanya segera beranjak ke lantai dua menuju ruangan salah satu ruangan VIP. Sampai di VIP 2 pelayan club segera membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk.

__ADS_1


"Bawakan tequila dan 2 wanita kesini" ucap Josua ke pelayan.


"Baik tuan" jawab pelayan pria club.


"Oh jika orang ini sampai segera bawa dia ke sini" ucap Josua menunjukkan foto klien mereka.


"Baik tuan"


Pelayan itu segera pergi dan tak berselang lama ia kembali dengan beberapa botol minuman keras dan juga 2 wanita penghibur yang berpenampilan seksi.


Martin diapit dua wanita cantik melayaninya sedangkan Josua berdiri saja menunggu klien setia mereka.


Isshh................


Desis Martin merasa sakit di bagian int*inya dan juga jantungnya yang berdetak dengan cepat. Ia menutup mata menahan rasa sakit itu karena malam ini ia ada transaksi besar.


"Tuan Mr. A sudah sampai" ucap Josua.


"Selamat datang Mr. A" ucap Martin sambil tersenyum lebar dan bangun menyambut klien pentingnya.


"Heemmm" deham orang yang di panggil Mr. A dengan suara dingin.


Ia lalu melirik 2 wanita yang duduk di sofa dengan dingin, Martin yang mengerti lirikan matanya segera menyuruh kedua wanita itu pergi.


"Silahkan duduk Mr. A" ucap Martin mempersilahkan kliennya dengan sopan.


"Mana barangnya" ucap Mr. A to the point.


Martin memberi isyarat ke Josua untuk menunjukkan barang yang mereka bawa tadi. Josua lalu meletakan tas yang sedari tadi ia pegang ke atas meja dan membukanya didepan Mr. A.


Mr. A mencicipi sedikit narkoba yang ia pesan dan mengangguk kepalanya tanda ia puas dengan barangnya.


"Ini cek bayarannya" ucap Mr. A menyodorkan cek senilai 30 miliar ke Martin.


"Senang bertransaksi dengan anda Mr. A" ucap Martin dengan senyum lebar mengambil cek tersebut.


Mr. A lalu pamit pergi dari sana karena susah mendapat apa yang ia inginkan. Martin tersenyum lebar melihat cek di tangannya.


"Hahahaha! Aku akan semakin kaya jika seperti ini terus" ucap Martin sambil tertawa bahagia.


"Selamat tuan sudah berhasil melakukan transaksi barusan" ucap Josua.


"Bulan ini bonus kamu aku tambah jadi 20% dari gaji kamu"


"Terima kasih tuan" ucap Josua dengan senyum lebar.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Martin tertawa bahagia melihat cek ditangannya yang barusan dia dapatkan. Ia lalu mengambil gelas minum dan meminumnya dalam sekali teguk.


Uhuukkk..........uhhukk...........


"Tuan" panggil Josua dengan panik melihat Martin batuk berdarah.


Ia menghampiri Martin yang sedang batuk sambil membekap mulutnya karena darah yang keluar sangat banyak. Dengan cepat ia membersihkan mulut dan tangan Martin yang penuh darah.


Petugas keamanan club membantu memapah Martin yang sudah pingsan. Josua lalu membawa Martin pergi ke rumah sakit takut.


~ Rumah Sakit Pertiwi ~


Sampainya di rumah sakit Martin segera di bawa ke ruang UGD untuk ditangani. Josua duduk didepan ruang UGD menunggu Martin yang sedang diperiksa.


Setelah hampir 30 menit dokter pun keluar dengan kening berkerut menghampiri Josua.


"Keluarga pasien tuan Martin Massimo?" tanya dokter Ruben.


"Saya asistennya dok. Keluarga tuan berada di Italia" jawab Josua dengan cepat.


"Begini tuan dari hasil pemeriksaan tubuh tuan Martin tidak ada penyakit apapun dan kondisinya dalam keadaan baik-baik saja" papar dokter Ruben menjelaskan.


"Hah! tidak mungkin dok kerena barusan tuan Massimo batuk darah yang sangat banyak dok" ucap Josua dengan bingung.


"Kami akan melakukan beberapa pemeriksaan lagi setelah pasien sadar. Untuk batuk yang dialami pasien kemungkinan besar berhubungan dengan minuman alkohol yang diminum pasien" ucap dokter Ruben.


"Baik dok. Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh dok"


"Baik tuan kalau begitu sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat"


"Iya dok"


Josua lalu membayar tagihan ruang sakit Martin di resepsionis. Saat membayar ia kaget karena 3 kartu kredit Martin tidak bisa digunakan karena terblokir beruntung kartu yang keempat tidak jadi ia bisa memakainya.


Pasti tuan besar yang memblokir ketiga kartu kredit tuan Martin, batin Josua dengan yakin.


~ Markas Nine Cloud ~


Brak.................


Roy menggebrak meja dengan kuat setelah melihat isi amplop coklat yang dikirim oleh Denis untuknya. Tadi asistennya menerima amplop itu dari kepala pelayan di mansion sebelum mereka kesini.


"DENIS ARKANA" desis Roy dengan amarah dan penuh kebencian.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue.............

__ADS_1


__ADS_2