Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 106


__ADS_3

“Black Damon” ucap Leila mengulang kembali ucapan kekasihnya barusan.


Denis berbalik menghadap Leila dengan tatapan tajam dan dingin, membuat Leila gemetar ketakutan merasa udara disekitarnya terasa sangat dingin berbeda saat ia masuk ke dalam tadi.


Kenapa disini sangat dingin dan terasa sangat mencekam, batin Leila dengan bulu kuduk merinding merasakan udara didalam sana.


Bibir Denis tersenyum smirk melihat Leila karena mengetahui apa yang ia pikirannya saat ini, ia berjalan dengan santai menghampiri Leila yang ketakutan sehingga berjalan mundur ke belakang hingga menyentuh tembok di belakangnya.


“Mau kabur sayang?” tanya Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam.


“A….ku” Leila tak bisa menjawab pertanyaan Denis saking takut hingga tubuhnya gemetaran.


“You scare?” tanya Denis sambil mengukung tubuh Leila dengan kedua tangannya sehingga tak bisa mana-mana.


Leila mengangguk kepalanya sebagai jawaban kalau memang ia sangat takut kepada Denis sekarang setelah mengetahui identitasnya sebagai mafia.


“Karena aku seorang mafia?” tanya Denis membungkam Leila yang tak bisa mengelak dari pertanyaan Denis yang tepat sekali.


Leila diam tak menjawab pertanyaan kekasihnya, membuat Denis tersenyum smirk karena tahu jawabannya kalau


memang Leila takut kepadanya karena jatinya dirinya yang seorang ketua mafia.


Hehehehe………………..


Denis terkekeh membuat Leila menatapnya dengan bingung karena reaksi Denis yang tak sesuai perkiraannya. Padahal sedari tadi ia sudah berpikir jika Denis akan memukul atau menghukumnya, karena tak terima jika Leila sudah berbicara dengan suara tinggi tadi.


“Jadi apa sekarang kamu ingin pergi dariku dan tidak mau menjalin hubungan denganku karena aku seorang mafia nona LEILA ROSE BAKER?” tanya Denis dengan suara tegas menekan ucapannya di bagian akhir.


Deg………….


Jantung Leila berdetak dengan cepat mendengar ucapan Denis dan langsung menatap Denis dimatanya, seakan berkata jika ia tidak mau berpisah dengan Denis tapi saat ini hati dan pikirannya tak sejalan karena masih takut dengan identitas Denis yang seorang ketua mafia.


“Aku tidak tahu” jawab Leila dengan jujur tentang apa yang ia rasakan saat ini.


“Satu hal yang harus kamu tahu! Apa yang sudah menjadi milikku tidak akan pernah ku lepas! Begitu juga dengan kamu!” ucap Denis dengan suara tegas.


Denis menarik tangan Leila dengan kasar membawa dia ke samping kamar, lalu menyibak gorden sehingga terlihat seluruh bagian markas Denis dari atas sana, karena selama ini selalu memantau anak buahnya dari situ untuk melihat semua pekerjaan mereka.


“Kamu lihat dibawah sana” tunjuk Denis ke bawah sana.


“Mereka semua anak buahku yang sangat setia selama ini dan juga yang menjalankan bisnis aku di dunia bawah. Aku memang seorang mafia tapi aku menjalankan bisnis legal yang diakui oleh pemerintah” tambahnya lagi dengan suara tegas.


“Bisnis apa yang kalian kerjakan?” tanya Leila dengan cepat.


“Perdagangan senjata karena aku memproduksinya sendiri dan menjualnya didalam dan luar negeri” jawab Denis dengan suara dingin.


Denis membalikan tubuh Leila sehingga keduanya saling berhadapan dan ia pun menjelaskan semua tentang kelompoknya dan alasan kenapa dia harus masuk ke dunia bawah.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Tidak semua mafia melakukan pekerjaan haram sayang” ucap Denis dengan suara lembut.


“Tapi kalian membunuh orang” ucap Leila dengan suara pelan.


“Karena jika tidak kami yang akan dibunuh” balas Denis dengan suara dingin.


“Slogan kelompok aku adalah DIBUNUH ATAU MEMBUNUH” tambahnya lagi dengan tatapan tajam.


Glek……………


Leila menelan salivanya dengan susah merasa tenggorokannya kering, karena ucapan Denis barusan yang terdengar sangat mengerikan.


“Asal kamu tahu sayang kakakmu itu juga seorang mafia. Jika dia bukan mafia sudah dari dulu kamu dan Arkan mati di tangan musuh keluarga kalian” ucap Denis membuat Leila seketika syok.


Melihat hal itu Denis membiarkan kekasihnya untuk mencerna semua ucapannya dan ia memutuskan untuk membersihkan diri. Sebelum masuk ke kamar mandi Denis mengancam Leila untuk tidak boleh keluar dari kamarnya, yang hanya dibalas


anggukan kepala dari Leila.


Otak Leila pusing memikirkan ucapan Denis barusan mengenai kakaknya yang juga seorang mafia dan hal ini baru ia tahu hari ini. Pikirannya melayang mengingat kebiasaan kakaknya dan ka Leo yang selalu membawa pistol kemana pun mereka pergi.

__ADS_1


Aku yakin Denis pasti juga melakukan hal yang sama, batin Leila.


30 Menit kemudian


Denis menghabiskan waktu di kamar mandi selama 30 menit dan saat ia keluar ia menggelengkan kepalanya, melihat kekasihnya yang sudah tertidur pulas tanpa membersihkan badan dan juga melewatkan makan malam.


“Sayang” panggil Denis sambil membangunkan kekasihnya dengan gerakan lembut.


Eeeuuugghh……….


Leila bergumam tapi tak membuka mata karena sudah sangat mengantuk apa lagi hari ini ia sangat lelah. Denis lalu mengendong Leila masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh kekasihnya meski harus menahan kuat hasratnya.


Selesai membersihkan tubuh Leila ia memakaikan kemejanya dan kembali menidurkan Leila tak lupa menyelimutinya. Ia lalu memakai bathrobe dan mengirim pesan ke Arsen untuk menemuinya di ruangan pribadinya.


Tok………tok………….tok……………


“Masuk” ucap Denis dengan suara dingin saat mendengar pintu ruangan pribadinya diketuk.


Arsen segera masuk setelah mendengar suara Denis yang menyuruhnya masuk dan saat masuk ke dalam seperti biasa ia langsung disambut tatapan dingin dan datar seorang Denis Arkana.


“Bagaimana?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Sudah selesai bos dan aku akan mengirim skandalnya besok pagi bos” jawab Arsen dengan suara tak kalah dingin.


Alis Denis terangkat sebelah mendengar jawaban Arsen yang seakan bertanya kenapa harus besok bukan sekarang saja.


“Saat ini masyarakat sedang digegerkan dengan berita penyerangan nona Leila tadi sore bos” papar Arsen menjelaskan maksudnya karena tahu maksud dari tatapan Denis barusan.


Arsen lalu menghidupkan televisi yang berada didalam ruangan pribadi Denis yang sedang menayangkan berita di lokasi kejadian.


“Jadi detektif Gilang yang bertanggung jawab ya” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Sepertinya dia sekarang sudah sangat terkenal karena berhasil memecahkan kasus-kasus besar bos” ucap Arsen.


“Lalu bagaimana dengan kasus ayah sialan itu?” tanya Denis dengan tatapan membunuh.


“Aku rasa dia sudah menyelesaikan kasus itu bos, karena sebulan yang lalu ia mencari keberadaan aku sesuai ucapan aku waktu memberikan dia sedikit klue tentang kasus itu bos. Meski pelakunya adalah kambing hitam manusia keparat itu bos” jawab Arsen menjelaskan.


“Baik bos”


“Beritahu Riki untuk awasi semua anak buah kita selama melakukan transaksi disana dan tetap waspada dengan orang-orang mafia Crown”


“Akan aku beritahukan dia bos”


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis dan Arsen lalu keluar dari ruangannya, karena ingin beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh sedari kemarin dan memeriksa semua laporan perusahaan selama diatas pesawat tak tidur sama sekali.


~ Lokasi kejadian Penyerangan Leila ~


Detektif Gilang dan anak buahnya syok melihat begitu banyak mayat yang berserakan disana, setelah mendapat laporan dari warga sekitar jika ada terjadi perkelahian besar-besaran antar geng disana.


“Ini seperti lautan mayat” ucap Ari.


“Perkelahian ini bukan sekedar perkelahian antar geng” ucap Ringgo yang melihat kebanyakan mayat disana mati karena tertembak.


“Mafia” ucap detektif Gilang yang sedari tadi diam saat sampai disana.


“Apa! Maksud komandan?” tanya Ari dengan cepat.


“Orang-orang ini diserang oleh kelompok mafia” jawab detektif Gilang yang menunjuk salah satu mayat yang terkena tembakan tepat di kepalanya.


Detektif Gilang lalu berjalan menelusuri tempat kejadian melihat dengan teliti bagaimana kondisi di sekitar sana. Sepanjang jalan matanya terus melihat sekelilingnya mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk menyelidiki kasus ini.


“Komandan” panggil Luki sambil berlari menujunya.


“Ada apa? Apa kamu sudah menyelesaikan semua yang aku suruh tadi?” tanya detektif Gilang dengan suara tegas saat Luki sudah berada didepannya.


“Sudah komandan tapi ada yang ganjal dari ini semua” jawab Luki dengan cepat.

__ADS_1


“Ganjal?” tanya detektif Gilang dengan penasaran.


“Iya komandan! Aku sudah memeriksa cctv disekitar sini dan juga dari cabang depan jalan umum tapi semua rekaman cctv tidak ada seperti sengaja dihapus seseorang komandan” jawab Luki menjelaskan.


“Blackbox dari mobil yang disekitar sini?” tanya detektif Gilang dengan cepat.


“Semuanya juga tidak ada komandan. Bahkan yang lebih aneh lagi ternyata semua mayat-mayat ini adalah anggota geng Ular Cobra yang terkenal itu bos” jawab Luki.


“Geng Ular Cobra ya” gumam detektif Gilang dengan pikiran berkelana kemana-mana, memikirkan nama geng yang sangat terkenal di Jakarta yang selalu meresahkan warga dan juga pihak polisi tidak ada yang berani menganggu mereka.


“Cari tahu semua informasi tentang geng itu dan bawakan kepadaku secepatnya” titah detektif Gilang dengan suara tegas.


“Baik komandan” jawab Luki.


“Suruh Ari dan Ringgo untuk mencari tahu semua data orang-orang ini dan hubungi pihak keluarga mereka” ucap detektif Gilang sambil berlalu pergi dari sana saat hpnya berbunyi ada panggilan masuk.


“Baik komandan”


Detektif Gilang berdecak kesal melihat nama Inspektur Kepala dilayar hpnya, karena tahu jika ia akan didesak untuk segera memberikan bukti-bukti tentang kasus Marcel Arjuna.


^^^“Halo inspektur” ucap detektif Gilang dengan malas.^^^


“Temui aku besok jam 06:00 pagi di ruanganku dan bawa semua bukti-bukti kasus Marcel Arjuna” titah inspektur Samuel dengan suara tegas dari seberang.


^^^“Baik inspektur”^^^


Ting……………


Hp detektif Gilang berbunyi saat ia baru saja selesai menerima panggilan dari atasannya. Keningnya mengerut melihat nomor baru yang mengirimnya pesan WhatsApp.


+62 82144xxxxxx


“Temui aku lusa di Deluxe Casino ruang VIP 4 lantai 3 jam 21:00. Arsen Sanjaya”


“Akhirnya kamu muncul juga Arsen Sanjaya” ucap detektif Gilang dengan semangat membaca pesan dari orang yang selama ini ia cari.


Waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan tanpa terasa matahari sudah berada di atas langit menandakan waktunya beraktifitas.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila dan Arkan sudah pulang ke kediaman mereka karena hari ini weekend ia bisa menghabiskan waktu berdua saja dengan adiknya.


Sedangkan Denis ia masih berada di markasnya, sedang menonton berita tentang direktur Abraham yang beredar didunia maya sejak pagi dan itu semua ulah Arsen.


“Selamat menikmati kehancuranmu Abraham Kein” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Bos mobilnya sudah siap” lapor Max.


“Heeemm”


Denis beranjak pergi dari sana tak lupa menyuruh Arsen dan lainnya untuk pulang ke rumah mereka dan mereka akan bertemu nanti untuk membahas rencana pembalasan buat Kenzo.


~ Rumah Arkana ~


“DENIS ANAKKU” teriak Amira dengan suara melengking dari dalam rumah saat melihat Denis turun dari mobil.


Ia berlari menuju Denis dan langsung memeluk anaknya yang sangat ia rindukan karena sudah 3 bulan anaknya tak ada kabar sama sekali semenjak ia pergi ke Amerika.


“Mama kangen sekali sama kamu nak” ucap Amira dengan suara lembut.


“Aku juga kangen sama mama” balas Denis dengan suara lembut.


“Kenapa kamu tidak pernah menghubungi mama sama sekali saat kamu disana nak?” tanya Amira dengan cepat.


“Aku sangat sibuk sekali disana ma” jawab Denis.


Amira kembali memeluk anaknya dengan erat melepaskan semua rasa rindunya dan setelah agak lama ia melepaskan Denis lalu menatapnya dengan selidik.


Apa perasaan aku saja ya kalau anakku tambah tinggi dan wajahnya semakin tegas dan tatapannya semakin tajam, batin Amira.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………….


__ADS_2