
Direktur Steven tersenyum smirk melihat Kenzo, membuat amarah didalam hati Kenzo semakin menjadi. Ingin sekali ia memukul wajah direktur Steven tapi ia tahan karena saat ini bukan waktu yang tepat.
Leila yang melihat ada ketegangan disana memilih pergi untuk menyapa rekan kerjanya yang lain dari pada berdiri disana.
Sedangkan direktur Steven sudah pamit pergi, meninggalkan Kenzo dan direktur Abraham disana sendirian bersama pasangan mereka masing-masing.
“Sebaiknya kamu jangan mencari masalah dengan pak tua itu bocah” bisik direktur Abraham sambil berlalu pergi.
Sedangkan Rian yang mendapat pesan dari Sandro segera memberitahu direktur Steven untuk memulai acaranya 15 menit lagi.
“Tuan Rian” ucap tuan besar Regans yang juga diundang malam ini.
“Tuan besar Regans” balas Rian dengan suara dingin.
“Selamat buat ulang tahun perusahaan tuan anda”
“Terima kasih tuan besar Regans”
“Apa tuan Denis tidak akan hadir seperti biasa?” tanya tuan besar Regans dengan penasaran.
Rian hanya tersenyum tipis tak menjawab pertanyaan tuan besar Regans, ia tahu jika orang didepannya tidak akan menjawab pertanyaan mengenai urusan pribadi Denis atau hal apa pun yang berkaitan dengan Denis.
“Mulai acaranya” ucap Sandro lewat earpiece.
Rian segera memberi isyarat kepada direktur Steven untuk naik ke atas panggung untuk memulai acara malam ini.
Direktur Steven mulai menyampaikan satu dua kata dan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah hadir malam ini di pesta ulang tahun DA Corp.
“Malam ini saya akan memberikan sebuah pengumuman penting, dimana selama ini semua orang sangat penasaran tentang siapakah sebenarnya presdir dari DA Corp” ucap direktur Steven dengan suara lantang.
Seketika suasana didalam sana menjadi gaduh, karena bisik-bisik para tamu hadirin yang sudah sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh direktur Steven diatas sana.
“Untuk pertama kalinya presdir DA Corp akan menunjukkan identitasnya ke publik dan oleh sebab itu mari kita sambut dengan tepuk tangan meriah presdir DA Corp yaitu PRESDIR DENIS ARKANA” ucap direktur Steven dengan suara menggelegar didalam ballroom hotel.
Prok……………….prok…………….prok……………
Riuh tepuk tangan membahana didalam sana saat pintu bagian samping terbuka, lampu sorot menyorot kedatangan presdir DA Corp yang selama ini dirahasiakan dari publik bersama 2 orang kepercayaan.
Leila, Leo, Kenzo, Ando, dan Alexa kaget bukan main saat mengetahui siapa sosok yang sebenarnya presdir Da Corp yang saat ini sedang berjaya, karena perusahaannya berada di urutan nomor 2 se-Asia dan bahkan sebentar lagi akan mengalahkan posisi BakerTech yang berada di urutan nomor satu.
“Anak tukang sapu itu presdir DA Corp” ucap Kenzo dengan syok dan kaget tak menyangka Denis adalah presdir disana.
“DA Corp yang berarti DENIS ARKANA CORPORATION” ucap Ando dengan kaget.
Tatapan dingin dan tajam Denis membuat semua pasang mata berdecak kagum, melihat pesona dan aura seorang presdir DA Corp yang ternyata masih sangat muda dan sangat berwibawa.
Bahkan dunia maya dikagetkan dengan berita yang ditayangkan saat ini dan akhirnya terjawab juga siapa sosok presdir DA Corp. Detik itu juga nama Denis Arkana mengalahkan seorang selebriti dan menjadi trending topik dan pencarian nomor satu di dunia maya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Ka Leo itu beneran Denis pacar aku kan?” tanya Leila dengan kaget.
“Benar nona muda. Saya tidak menyangka dia adalah presdir DA Corp” jawab Leo tak kalah kaget.
Denis naik ke atas panggung didampingi Sandro dan Arsen disampingnya, membuat direktur Steven memberinya tempat untuk mengucapkan sepatah kata.
“Saya tidak ingin memperkenalkan lagi diri saya karena semua orang sudah mendengarnya tadi” ucap Denis dengan suara berwibawa dan tegas.
“Terima kasih karena kalian sudah menghadiri acara ulang tahun perusahaanku. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan berita penting mengenai perusahaan saya. Mulai hari ini DA Construction akan berdiri sendiri dari perusahaan induk karena perusahaan DA Corp akan mulai melebarkan sayapnya masuk ke daratan Eropa mulai minggu depan. Terima kasih” tambahnya dengan suara lantang.
Prok…………….prok…………………prok…………….
Riuh tepuk tangan kembali bergema didalam sana, saat mendengar ucapan Denis yang mengatakan jika perusahaannya akan mulai masuk ke daratan Eropa mulai minggu depan.
Itu artinya DA Corp akan bersaing secara global dengan perusahaan-perusahaan dunia untuk masuk ke dalam jajaran perusahaan dunia.
Denis turun dari atas panggung dan langsung mendapat ucapan selamat dari rekan kerjanya, banyak yang ingin menemuinya tapi Sandro dan Arsen yang berdiri disampingnya memberi isyarat untuk tidak mendekati presdir mereka.
__ADS_1
Rahang Kenzo mengeras saat matanya bertatapan dengan Denis yang seakan mengejeknya, karena ia lebih diatas Kenzo saat ini bahkan status sosialnya lebih tinggi dari Kenzo mulai sekarang.
“Beb ternyata dia bukan anak tukang sapu tapi seorang miliader” ucap Alexa membuat Kenzo menatapnya dengan tajam.
“Tutup mulutmu sebelum aku robek disini!” bentak Kenzo dengan suara tinggi.
“Kamu bentak aku beb?” tanya Alexa dengan syok.
“Jangan membuat aku emosi Alexa” jawab Kenzo dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
Alexa berlalu pergi dari sana merasa sangat marah karena dibentak oleh kekasihnya didepan umum, sehingga banyak tamu undangan yang bergosip tentang dia apa lagi ia adalah seorang model terkenal.
“Berengsek si Kenzo beraninya dia bentak aku didepan umum” gumam Alexa dengan wajah emosi.
Denis berlalu menuju ke tempat mamanya dan memeluknya dengan sangat erat membuat Amira tersenyum bahagia karena keberhasilannya. Wartawan yang melihat kedekatan mereka, segera mengambil gambar keduanya yang terlihat sangat menyayangi satu sama lain.
“Selamat ya nak. Mama bangga sama kamu” ucap Amira dengan bangga.
“Iya ma. Ini semua juga karena doa mama selama ini” balas Denis dengan suara lembut.
“Tuan Denis selamat ya atas keberhasilan perusahaan tuan” ucap tante Mega dengan sopan.
“Terima kasih tante” jawab Denis dengan suara dingin.
“Tuan Denis selamat ya” ucap tante Bella dengan sopan.
“Terim kasih tante”
“Selamat ya tuan Denis dan terima kasih sudah menerima anak saya bekerja di perusahaan tuan” ucap Aisyah ibu angkat Rian dengan tulus.
“Iya tante” balas Denis dengan suara dingin.
Denis berlalu karena akan berbincang sebentar dengan tamu hadirin yang menjadi rekan kerjanya. Ando yang tadi melihat Denis sempat berbicara dengan mamanya, seketika berdiri mematung melihat sosok bocah anak kecil yang sangat persis seperti dia waktu kecil.
Matanya tak pernah berpindah dari sosok anak tersebut dan juga sosok wanita yang pernah menjebaknya untuk bermalam bersama dia sebanyak dua kali.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Tuan saya permisi ke toilet” bisik Ando di telinga Kenzo.
“Cepat dan kembali kesini karena aku ingin menemui sialan itu” hardik Kenzo dengan suara tinggi.
“Baik tuan”
Ando berlalu pergi dengan langkah cepat saat melihat Ara dan Ari yang hendak keluar dari ballroom hotel, karena Ari yang rewel sedari tadi tidak ingin diam didalam sana.
Sandro yang melihat Ando berjalan mengikuti adiknya sudah menebak apa yang akan terjadi dan ingin menyusulnya tapi ditahan oleh Arsen, karena mereka harus selalu stand by menjaga Denis apa lagi saat ini mereka sedang dikerumuni banyak orang.
^^^“Max pantau adikku yang berjalan keluar dari ballroom” ucap Sandro lewat earpiece.^^^
“Baik bos” balas Max dari seberang.
Sedangkan Leila yang masih syok tak tahu harus berbuat apa dan entah kenapa ia merasa dibohongi oleh kekasihnya sendiri, padahal selama ini ia sudah jujur mengenai identitasnya.
“Ka Leo ayok kita pulang” ajak Leila dengan tak semangat.
“Kenapa nona muda? Bukannya sedari tadi nona mencari Denis? Ah! Maksud aku presdir Denis” tanya Leo dengan bingung.
“Aku sudah tidak ingin disini lagi ka Leo” jawab Leila.
“Kalau begitu ayok kita beri ucapan selamat baru kita pulang nona karena tidak sopan kepada tuan pesta” ucap Leo memberi penjelasan.
“Baiklah”
Keduanya bergegas menuju kerumunan Denis yang sedang berbicara dengan rekan bisnisnya. Leila membuang napasnya dengan kasar saat hendak mendekati Denis, apa lagi melihat tatapan mata wanita disana yang memuja Denis.
“Selamat ulang tahun buat perusahaan anda presdir Denis dan selamat atas keberhasilan perusahaan anda” ucap Leila dengan sopan sambil menyodorkan tangannya.
__ADS_1
“Terima kasih presdir Leila” balas Denis menyambut uluran tangan kekasihnya.
Denis mengerutkan keningnya melihat wajah kekasihnya yang seperti tersenyum paksa dan menyelamatinya dengan getir. Leila lalu melepas tangannya dan pamit pergi dengan alasan ada sesuatu yang harus dikerjakannya.
Melihat kepergian kekasihnya entah kenapa Denis merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Leila. Ia lalu melirik Arsen memberinya isyarat untuk membawa Leila menuju kamar hotelnya.
“Nona Leila” ucap Arsen menghentikan langkah Leila dan Leo yang sudah keluar dari ballroom hotel.
“Ada apa tuan Arsen” tanya Leila dengan suara lembut.
“Bos menyuruh anda untuk menunggunya di kamar hotelnya” jawab Arsen dengan suara dingin.
“Beritahu bosmu kalau aku sedang sibuk dan harus pulang sekarang! Permisi!” ucap Leila dengan suara tegas.
Arsen tidak bisa mencegah kepergian Leila dan Leo dari sana dan kembali masuk ke dalam ballroom, sambil menggelengkan kepalanya memberi isyarat kepada Denis kalau Leila tidak mau menuruti kata-katanya.
Sedangkan di taman hotel saat ini Ara sedang kesusahan menangkan anaknya yang sedari tadi menangis tak ingin berhenti.
“Sayang udah dong jangan nangis lagi ya” ucap Ara dengan suara lembut menenangkan Ari.
Huaawaaa………………..
Bukannya diam malah Ari semakin menangis kencang, beruntung tidak ada orang disana. Ara bingung harus mendiamkan anaknya seperti apa lagi karena segala cara sudah ia coba tapi tidak ada yang berhasil.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Nak diam ya. Ibu bingung harus mendiamkan kamu dengan cara apa nak” ucap Ara dengan lirih.
Ando yang melihat Ara kesusahan menangkan Ari dengan langkah cepat berjalan menghampiri keduanya. Tiba-tiba ia langsung mengambil Ari dari gendongan Ara membuat Ara kaget dan hampir saja berteriak.
“Shuutt! Tenang ya anak ganteng. Ayah disini” ucap Ando dengan suara lembut.
“A…yah” ucap Ari dengan sesegukan menatap Ando.
“Heemmm! Ayah disini jangan menangis lagi” bujuk Ando sambil menghapus air mata Ari.
Seperti sihir Ari seketika diam didalam pelukan Ando yang terasa nyaman dan menenangkan, membuat Ara syok tak bisa berkata apa-apa.
“K…….amu” ucap Ara dengan syok.
“Kita bicarakan nanti. Biarkan dia tenang dulu” ucap Ando dengan suara dingin dan tegas.
Ara tak bisa berkata apa-apa dan hanya diam saja tidak bisa berkata apa-apa menatap Ando yang sudah berhasil menenangkan anaknya. Otaknya juga blank memikirkan ucapan Ando barusan yang mengatakan jika dia adalah ayahnya.
Kenapa dia mengatakan kalau dia ayah Ari, batin Ara dengan bingung.
Pasalnya dia juga tidak tahu siapa ayah Ari, karena waktu itu ia tidur bersama dua orang salah satunya Ando dan ia terpaksa melakukan hal itu karena tidak ingin mempunyai anak dari orang yang sudah memperkosanya waktu itu.
Ya ternyata tanpa semua orang tahu ternyata Riski Akbar waktu itu memperkosa Ara, bukan karena Ara yang ingin melayaninya. Dan karena itu juga ia harus menjebak Ando orang yang sudah membuat hatinya berdetak saat pertama kali bertemu.
Anak buah Max yang sedang memantau keduanya segera memberitahu apa yang terjadi kepada Max untuk diberi tahu ke bos Sandro.
Sandro yang mendengar ucapan Max mengepal kedua tangannya dengan erat menahan emosi untuk tidak membuat keributan saat ini.
“Pergi” bisik Denis yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Sandro.
“Baik bos” ucap Sandro dengan suara pelan sambil menunduk pergi.
Kenzo yang melihat Denis sudah tidak dikerumuni banyak orang lagi segera menghampirinya tak menunggu Ando.
Denis yang melihat siapa yang berjalan mendekatinya tersenyum smirk, ia sudah tak sabar ingin melihat wajah asli seorang Kenzo yang selama ini ia tutup dengan wajah penuh senyuman itu.
Pertunjukannya yang menarik akan segera dimulai, batin Denis sambil tersenyum penuh arti.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue………………
__ADS_1