Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 244


__ADS_3

Zeus tercengang saat berbalik ke belakang melihat siapa yang berbicara. Mulutnya sampai menganga melihat seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik dan elegan.


Wajahnya yang ayu dan teduh membuat siapa saja akan merasa betah, berlama-lama terus memandang wajah tersebut.


Apa lagi ia di buat melongo melihat sikap daddynya yang tiba-tiba bangun dan menghampiri wanita tersebut. Tak hanya itu ternyata Steven juga sempat mencium pipi wanita tersebut.


Fix daddy sudah bucin, batin Zeus dengan yakin.


"Mas kamu apa-apaan sih! Malu tahu diliatin semua" kesal Amira dengan wajah cemberut.


"Hehehe! Maaf sayang abis kamu ya bikin mas gemas sih" ucap Steven sambil terkekeh.


"Cih! Tiada lain alasan itu saja mas. Dikira aku ini boneka apa" sarkas Amira dengan kesal.


"Kamu itu lebih dari boneka sayang. Pokoknya hanya seorang Amira Salma saja yang selalu bisa buat seorang Steven Smith jadi gemas" gombal Steven sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Mas ingat umur. Udah tua juga" ketus Amira dengan tatapan tajam.


"Tua gini masih sanggup bikin kamu lemas di atas ranjang loh sayang" bisik Steven sambil menaik turun alisnya.


"Mas" pekik Amira dengan mata melotot.


Ia tidak menyangka ternyata calon suaminya itu sangat mesum. Padahal dulu ia adalah orang yang dingin dan irit bicara, tapi ternyata semua itu hanya palsu karena aslinya seorang Steven Smith adalah orang yang sangat mesum.


"Apa ini daddy aku?" tanya Zeus dengan kaget melihat sifat sang daddy.


"Eh! kamu anaknya uncle Steven?" tanya Geby yang sempat mendengar ucapan Zeus barusan.


Semua mata tiba-tiba menatap Zeus karena sedari tadi belum berkenalan dengan Zeus. Postur tubuhnya yang seperti Gio membuat mereka berpikir kalau dia adalah asisten uncle Steven.


"Aku kira dia asisten uncle Steven" ucap Rayen yang sedari tadi tak menggubris keberadaan Zeus.


"Mas dia siapa?" tanya Amira yang juga ikut penasaran dengan pemuda didepannya.


"Wajah kamu dan uncle Steven sama persis" ucap Leila menatap keduanya bergantian.


Eheeemmm............


Steven berdeham sambil menuntun Amira duduk di kursi. Saat ia akan mengenalkan putranya, mereka tiba-tiba di interupsi oleh Anisa dan pelayan yang membawa makan siang untuk mereka semua.


Tak lupa dengan pesanan Claudia. Air liur Claudia hampir saja menetes melihat rujak yang terlihat sangat menggoda di tangan Anisa.


"Pesanan khusus bumil" ucap Anisa dengan sopan sambil menaruh sepiring rujak didepan Claudia.


"Makasih ya ka Nisa" balas Claudia sambil tersenyum manis.


"Sama-sama Claudia" ucap Anisa.


"Anisa jangan terlalu capek ya nak. Ingat kandungan kamu" ucap Amira dengan suara lembut.


"Iya nyonya" ucap Anisa.


"Ka Anisa udah berapa bulan?" tanya Leila.


"Udah 4 bulan nyonya muda" jawab Anisa sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membesar.


"Oh berarti sama dong kayak ka Ara" ucap Geby dengan cepat.


"Iya Geby. Kemarin aku sama dia ketemu pas check up di rumah sakit"


"Lihat ka Nisa dan ka Claudia lagi hamil aku juga jadi pengen hamil secepatnya" ucap Geby dengan sendu.


"Pasti suatu saat Geby bakal hamil kok. jangan pernah putus asa dan menyerah ya nak" ucap Amira sambil mengelus puncak kepala Geby dengan lembut.


"Iya tante" balas Geby sambil tersenyum manis.


Oek...........oek.........oek..........


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


Suara tangisan baby Kai menggema membuat semuanya langsung menatap ke arah bayi tampan itu.


"Kenapa nak?" tanya Amira.


"Kayaknya baby Kai udah gantuk ma" jawab Leila.


"Ya sudah kamu susui dia di ruangan mama aja sayang"


"Iya ma"


Leila pergi bersama Lisa sambil membawa tas perlengkapan baby Kai. Kebetulan pengasuh baby Kai nanti sore baru sampai jadi semua keperluan baby Kai di urus oleh Lisa.


"Sayang makannya pelan-pelan tidak ada yang minta loh" ucap Rayen sambil mengelap bibir istrinya yang belepotan.


"Hehehe! Maaf mas habis rujaknya enak banget mas" balas Claudia dengan bahasa Indonesia yang masih kaku.


"Heeemmm" deham Rayen sambil mengusap kepala sang istri dengan lembut.


Tak lama Leo datang memberitahu jika meeting akan di mulai 30 menit lagi. Rayen terpaksa meninggalkan istrinya di sana denga pengawal karena ia harus kembali ke perusahaan.


Amira lalu mengajak mereka yang masih disana untuk makan siang bersama karena memang sudah waktunya. Setelah 20 menit berlalu barulah Leila bergabung bersama dengan mereka sambil mengendong putranya.


"Kenapa tidak di tidurkan di sofa saja nak?" tanya Amira.


"Kai menangis kalau pas aku tidurin ma" jawab Leila.


"Ya sudah kamu makan dulu jangan sampai terlambat makan. Ini mama buatin makanan khusus untuk memperlancar asi buat kamu" nasihat Amira sambil mengambil makanan untuk Leila.


"Makasih ma" ucap Leila sambil tersenyum manis di perlakukan baik oleh mertuanya.


"Jangan berterima kasih nak. lagian ini sudah tugas seorang ibu merawat anaknya"


"Iya ma"


Semua perlakuan dan perkataan Amira sedari tadi di lihat Zeus dengan saksama. meski baru pertama kali bertemu dengan tante Amira tapi satu yang ia tahu yaitu semua perlukaan tante Amira itu tulus.


Eehheemmm.............


Deham Steven sebelum memperkenalkan putra semata wayangnya kepada Amira dan lainnya.


"Kenalkan dia adalah putraku namanya Zeus Smith" ucap Steven dengan suara lantang dan tegas.


"Udah aku duga tadi" ucap Leila dengan cepat.


"Halo nak. Kenalin nama tante Amira kamu bisa panggil mommy Amira dan senang berkenalan dengan kamu nak Zeus" ucap Amira sambil memeluk Zeus dan menepuk pundaknya dengan lembut.


"Iya mo.....m" balas Zeus dengan gugup.


Deg...............deg..............deg................


Jantung Zeus berdetak dengan cepat karena untuk pertama kali, ia merasakan pelukan hangat seorang ibu lagi.


Ia ingat kalau terakhir kali saat mendapat pelukan seperti ini saat mommynya menghembuskan napas terakhir. Itu pun saat ia berumur 9 tahun.


Hiks...........hiks..........hiks...........


Amira kaget saat merasa punggungnya basar karena Zeus menangis dalam diam. Ia ingin melepas pelukan mereka untuk melihat apa benar Zeus menangis, tapi di tahan Steven.


Ia mengelegankan kepalanya untuk tidak melepas pelukan mereka. Ia tahu pasti saat ini putranya sedang kangen dengan sosok seorang ibu, apa lagi selama 8 tahun ia tidak pernah mendapat perhatian atau pelukan dari seorang ibu lagi.


Maafkan daddy yang tak bisa memberikan kasih sayang seorang mommy kepada kamu selama ini son, batin Steven merasa bersalah.


30 Menit kemudian


Zeus menunduk merasa malu karena sudah menangis didepan semua orang. Padahal selama ini ia tidak pernah melakukan hal seperti itu apa lagi pribadinya yang dingin dan tidak tersentuh.


"Ma......af" cicit Zeus dengan gugup kepada Amira.


"Iya tidak apa-apa nak" balas Amira dengan suara lembut.

__ADS_1


"Jadi Zeus selama ini tidak tinggal sama daddy?" tanya Amira ingin mengalihkan pembicaraan mereka agar Zeus tidak malu.


"Iya mom" balas Zeus singkat dan masih kaku memanggil Amira mommy.


"Zeus sekolah di Inggris selama ini dan kemarin adalah pertemuan kami setelah 3 tahun tak pernah bertemu" ucap Steven menjelaskan.


"Hah! Selama itu uncle" pekik Geby dengan kaget.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Heemmm" deham Steven sambil menggangguk kepalanya.


"Kalau itu aku maka daddy dan ka Gio udah tinggal disana. Mana mau mereka mengijinkan aku untuk tinggal sendiri dan jauh dari mereka" ucap Geby dengan menggebu-gebu.


"Ya itu kan kamiy anak perempuan jad ia wajar uncle Pablo dan Gio tidak mengijinkan kamu tinggal jauh dari mereka" ucap Leila.


"Bener juga sih ka" balas Geby sambil tersenyum lebar.


"Zeus di sana kuliah dimana?" tanya Amira sambil meminum jus melon.


"Aku tahun ini baru kelas 3 SMA mommy" jawab Zeus dengan suara dingin.


"Apa" pekik Leila dan Geby dengan suara melengking kaget.


Uhukk..........uhukk...........uuhuuk...........


Amira sampai tersendat mimumnya hingga batuk, mendengar jawaban Zeus yang mengatakan dia baru kelas 3 SMA. Steven dengan panik menepuk pundak calon istrinya tidak mau ia kenapa-napa.


"Sayang are you okay?" tanya Steven dengan cemas.


"I'm okay" jawab Amira sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


"Kamu umur 17 tahun?" tanya Leila dengan cepat.


"Iya ka" jawab Zeus singkat.


Hah.............


Leila melongo mendengar jawaban Zeus dan tidak menyangka kalau Zeus ternyata baru berumur 17 tahun. Matanya memindai Zeus dari bawah sampai ke atas seakan sedang menelitinya.


"Apa salah kalau aku berumur 17?" tanya Zeus penasaran karena sedari kemarin semua orang kaget saat tahu ia berumur 17 tahun.


"Postur tubuh kamu yang buat orang tidak menyangka kalau kamu itu ternyata masih bocah" jawab Geby.


"Kenapa?" tanya Zeus dengan penasaran.


"Aku berumur 18 tahun dan kamu 17 tahun. Coba kamu bandingkan fisik aku dan kamu" jawab Geby sambil menunjuk dirinya.


Zeus diam sambil menatap Geby dari atas sampai bawah seakan sedang memindainya. Ia akui kalau perbedaan mereka sangat jelas terlihat baik dari tinggi dan postur tubuh.


Mungkin karena aku bule ya. Tapi ka Geby kan juga bule begitu pula dengan ka Gio, batin Zeus dengn bingung.


"Singkirkan pandanganmu dari istriku!" bentak suara tegas dan dingin dari pintu.


"Mas kamu datang" pekik Geby dengan senang melihat suaminya datang.


"Heeemmm" deham Arsen sambil menghampiri sang istri tak lupa mencium keningnya.


Mata Arsen menatap Zeus denhan tatapan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup. Zeus yang memang hidup di dunia bawah sejak lahir tak kalah tajam membalas tatapan Arsen.


Ting.............


Suamiku❤️


"Apa aku harus mematahkan semua kaki mereka baru kamu datang sayang"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue......................

__ADS_1


__ADS_2