Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 233


__ADS_3

Sampainya di perusahaan DA Corp, Leila turun dari mobil tidak menunggu Lisa membukakan pintu untuknya. Ia segera berlari masuk ke dalam perusahaan tidak perduli saat ini ia sedang berbadan dua.


"Nyonya hati-hati" teriak Lisa dengan panik ikut berlari mengejar Leila.


Semua karyawan DA Corp menatap istri pemilik perusahaan ini dengan penuh tanda tanya. Mereka bertanya apa yang terjadi dengan nyonya Arkana sehingga berlari seperti itu dalam perusahaan.


"Nyonya saya mohon jangan berlari seperti itu" pinta Lisa dengan cemas setelah berhasil menyusul Leila.


Beruntung lift belum terbuka sehingga ia bisa menyusul sang nyonya, jika tidak ia akan mendapat hukuman dari bosnya karena tidak menjaga istrinya.


Nyonya saya mohon jangan berbuat seperti itu karena saya yang akan dalam masalah, batin Lisa penuh harap.


Ting.............


Leila dan Lisa bergegas masuk ke dalam lift khusus untuk Denis setelah pintu lift terbuka. Mata Leila hanya tertuju ke angka yang tertera di atas sana.


"Ckk!! Kenapa lama sekali" decak Leila dengan kesal merasa lift sangat lambat.


"Nyonya tahan emosi nyonya. Ingat saat ini nyonya sedang hamil" ucap Lisa.


"Tidak perlu kamu beritahu karena aku tahu" ketus Leila dengan tatapan sinis.


"Maaf nyonya saya hanya mengkhawatirkan keselamatan nyonya dan kandungan nyonya"


"Heeemmm"


Ting....................


Lift berhenti di lantai 80 ruangan khusus presdir DA Corp. Dengan langkah cepat Leila bergegas menuju ruangan suaminya diikuti Lisa.


"Nyonya" ucap Rian kaget melihat kedatangan Leila.


"Suamiku didalam?" tanya Leila dengan cepat.


"Presdir didalam nyonya" jawab Rian dengan suara dingin.


Leila tak bertanya lagi dan bergegas masuk ke dalam ruangan suaminya tanpa mengetuk pintu. Sedangkan Lisa ia memilih duduk di dekat meja Rian menunggu sang nyonya.


"SUDAH AKU BILANG JANGAN MENGGANGGUKU BANGSAT!" bentak Denis dengan suara menggelegar saat mendengar pintunya di buka dengan kasar.


Matanya tertuju ke arah depan tidak berbalik melihat siapa yang datang, karena di pikirannya saat ini hanya penuh dengan nama sang istri.


"Sayang" panggil Leila dengan suara lembut.


Deg...............


Jantung Denis berdetak dengan cepat mendengar suara yang sangat ia rindukan selama seminggu. Dengan cepat Denis berbalik dan melihat istrinya sedang berdiri didepan sana sambil menangis.


"Sayang kamu disini?" tanya Denis dengan suara lembut dan ada rona bahagia di wajahnya.


Leila semakin menangis melihat wajah suaminya yang terlihat senang melihat kedatangannya. Dengan cepat Denis menghampiri istrinya dan langsung memeluknya dengan erat.


"Maafkan aku sayang" ucap Denis dneban suara lembut.


"Hiks hiks hiks................aku juga minta maaf sayang.......hiks hiks hiks" balas Leila sambil menangis histeris.


"No kamu tidak salah sayang. Jangan minta maaf karena ini semua bukan salah kamu sayang" ucap Denis sambil memegang kedua pipi istrinya.


"Aku salah sayang........hiks hiks hiks.........maaf karena sudah egois sama kamu sayang" lirih Leila sambil menangis histeris.


"Aku sudah memaafkan kamu sayang dan jangan menangis lagi ya" ucap Denis sambil menghapus air mata sang istrinya.


Leila mengangguk kepala menjawab ucapan suaminya. Ia memeluk suaminya dengan erat melepas rasa rindu yang selama ini ia pendam.


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


Cup............


Denis mencium kedua mata istrinya lalu kening dan terakhir di bibir. Leila mengalungkan tangannya di leher sang suami menyambut ciuman dari suaminya yang sangat ia rindukan selama ini.


Dengan sekali hentakan Denis menggendong istrinya membawa ke kamar khususnya. Ciuman keduanya semakin panas saat sampai didalam kamar, dan entah siapa yang memulai duluan pakaian mereka sudah berserakan di lantai.


Ah.............


******* keduanya bergema saat Denis membenamkan miliknya di dalam gua hangat sang istri.


Hari itu Denis mengurung sang istri didalam kamar melepas hasratnya selama ini sebelum pergi ke Italia. Leila hanya pasrah saja di bawah kunkungan suaminya karena ia juga sangat merindukan sentuhan suaminya.


"I LOVE YOU MY WIFE" ucap Denis setelah mendapat pelepasan.


"I LOVE YOU TOO MY HUSBAND" balas Leila dengan napas ngos-ngosan.


Cup............

__ADS_1


Denis mencium kening sang istri dengan lembut sambil membawa istrinya ke dalam pelukannya. Keduanya langsung tertidur pulas setelah berjam-jam mencari kenikmatan dunia.


~ Rumah Arkana ~


Saat ini Amira sedang kedatangan tamu yaitu Pablo Ulrico bersama kedua anaknya dan juga Steven.


Kedatangan mereka kesini adalah untuk menjenguk Linda yang mereka hargai sebagai mama dari sahabat mereka Demian. Tadi saat di restoran Amira, Pablo kaget saat bertemu dengan Linda disana karena tidak mengetahui kedatangan mereka di Indonesia.


"Tante ini ada hadiah dari aku sebagai ucapan selamat atas kesembuhan tante" ucap Pablo sambil memberikan paper bag ke Linda.


"Terima kasih ya nak Pablo" balas Linda dengan ramah.


"Sama-sama tante" balas Pablo sambil tersenyum lebar.


"Ini untuk tante juga" ucap Steven dengan suara dingin.


"Makasih ya nak Steven" balas Linda.


"Heeemmm" deham Steven dengan suara dingin.


"Tante Amira apa aku boleh melihat foto-foto ka Denis" ucap Gio dengan sopan.


"Silahkan Gio jangan malu-malu anggap saja rumah sendiri" balas Amira sambil tersenyum manis.


"Oke tante" balas Gio dengan senyum lebar.


Tak membuang waktu Gio bergegas pergi dari sana diikuti Geby melihat foto-foto Denis. Sedangkan Steven sedari tadi ia mencuri pandang ke arah Amira saat pertama kali bertemu dengannya tadi.


Sudah lama sekali mereka tidak bertemu dan tadi saat bertemu entah kenapa jantungnya berdetak dengan cepat.


Ada apa denganku, batin Steven sambil menyentuh dadanya yang berdetak sangat cepat.


Ia tahu ini artinya apa karena pernah mengalami hal ini dengan mantan istrinya piluhan tahun yang lalu.


Kenapa orang itu? Buat risih aja, batin Amira dengan kesal tak suka di pandang oleh Steven sedari tadi.


Ia tahu kalau dari tadi Steven mencuri pandang kepadanya, tapi ia acuh saja tak mau membuat perduli.


"Bos memang sangat mirip dengan Denis" ucap Steven menatap potret Demian yang paling besar di ruang tengah.


"Ya aku setuju dengan kamu dude. Mereka berdua seperti pinang di belah dua" balas Pablo menyetujui ucapan Steven.


Pablo lalu pergi dari sana ingin melihat foto-foto lain yang berada disana. Steven masih terus menatap foto mantan bosnya dan mengingat kenangan mereka dulu.


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


Eheemm................


Deham Amira menyadarkan Steven dari lamunannya. Amira tadi ingin memberitahu Steven untuk segera ke meja makan tapi entah kenapa ia merasa sangat gugup.


"Semua sudah menunggu di meja makan. Ayok kita makan malam bersama" ucap Amira denhan suara lembut.


"Terima kasih nyonya dan maaf sudah merepotkan" ucap Steven dneban sopan.


"Amira. Panggil saja Amira jangan nyonya" ucap Amira dengan cepat.


"Baik Amira" ucap Steven sambil tersenyum manis.


Deg............


Jantung Amira berdetak dengan cepat melihat senyuman Steven barusan yang membuat dia terlihat sangat tampan meski sudah berumur 40an.


"Ma......ri Steven" ucap Amira dneban gugup sambil menormalkan detak jantungnya yang berdetak dengan cepat.


Amira bergegas pergi dari sana sambil memegang dadanya. Ia tidak mau berlama-lama disana takut Steven mendengar jantungnya yang berdetak dengan cepat.


Malam itu mereka makan malam dengan suasana harmonis tak lupa membuat rencana untuk ziarah ke makam Demian besok sama-sama.


~ Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur ~


Mata Leila perlahan-lahan terbuka saat matahari mengenai wajahnya, pemandangan asing langsung menyambutnya membuat ia segera bangun.


Leila mengedarkan pandangannya melihat kamar yang sangat mewah dan elegan. Telinganya lalu menangkap suara ombak di luar sana, membuat Leila segera berlalu menuju jendela yang terhubung dengan balkon serta di sampingnya ada kolam renang privat.


"Indahnya" ucap Leila dengan takjub melihat lautan biru dengan pasir putih yang sangat indah didepan sana.


Grep..............


Leila tersentak saat pinggangnya dipeluk dari belakang, kepalanya menoleh melihat siapa yang memeluknya dan ternyata itu suaminya.


"Kamu menyukainya sayang?" tanya Denis dengan suara lembut sambil mengelus perut buncit sang istri.


"Ini dimana sayang dan kenapa kita bisa ada disini?" tanya Leila dengan bingung.

__ADS_1


"Labuan Bajo sayang dan kita datang semalam saat kamu tertidur pulas" jawab Denis sambil mengecup leher istrinya dengan lembut.


"Apa" ucap Leila dengan kaget.


"Maaf baru bisa menepati janjiku untuk membawa kamu liburan sayang"


"Terima kasih sayang. Aku tidak sangka kita akan berlibur disini" ucap Leila sambil tersenyum manis.


Cup...............


Denis mencium bibir istrinya dengan lembut menyalurkan perasaan keduanya. Denis dan Leila yang libur mendadak membuat Arsen, Sandro, dan Rian harus kelimpungan mengatur ulang jadwal Denis dan harus mengantikan Denis selama liburan.


~ DA Corp ~


"Phew! Capeknya" keluh Arsen saat tiba di ruangannya.


"Sama aku juga" balas Sandro yang juga ikut ke ruangan Arsen.


Keduanya baru pulang dari meeting yang sejak pagi mereka hendel tak pernah habis. Sedangkan Rian ia menghendel meeting di kantor pusat dan mengecek semua laporan masuk.


Tok..........tok...........tok..........


"Masuk" ucap Arsen saat mendengar pintu ruangannya di ketuk.


Ceklek..........


Rian masuk setelah seorang karyawan anggota tim Arsen membukakan pintu untuknya. Ia tidak bisa membuat pintu karena membawa setumpuk laporan yang melewati kepalanya.


Dengan langkah pelan Rian mendekat ke arah sofa dan menaruh semua laporan itu diatas meja. Arsen dsn Sandro sampai melongo melihat laporan yang dibawa Rian.


"Jangan bilang kita harus menyelesaikan semua laporan ini" tebak Sandro dengan cepat.


"Ya karena semua laporan ini harus segera ditanda tangani bos setelah kembali karena masih ada banyak laporan besok lagi" jawab Rian dneban suara dingin.


"Apa" pekik Arsen dan Sandro serentak kaget.


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


Mau tak mau mereka harus mengerjakan semua laporan ini hari ini juga meski harus lembur.


~ Kediaman Sanjaya ~


"Aku tidak setuju bu" ucap Riana kakak Arsen dengan tegas.


Ia tadi berkunjung ke rumah mamanya bersama suami dan anaknya karena sudah lama tidak berkunjung.


Tapi saat datang ia malah kaget mendengar ucapan sang ibu dengan adiknya Isti.


"Tapi ka, menurut aku tidak ada salahnya kita coba. Lagian Arsen juga tidak ada pacar" ucap Isti.


"Iya nak kita coba dulu bicarakan dengan Arsen" ucap Bella dengan suara lembut.


"Aku tetap tidak setuju bu. Aku mohon jangan pernah berpikir untuk menjodohkan Arsen dan biar dia mencari kebahagiannya sendiri Bu" ucap Riana tak setuju.


"Ihh kakak! Udahlah coba dulu aja ka siapa tahu Arsen bakal cocok dengan gadis yang akan kita jodohkan dengannya nanti" sarkas Isti dengan ngotot.


"Terserah kalian saja tapi tetap aku menentang hal ini" balas Riana.


"Tetap aku sama ibu akan menjodohkan Arsen ka. Nanti biar kita atur pertemuan mereka dengan dalih makan malam atau makan siang bersama untuk berkenalan dulu tapi jangan langsung bahas perjodohan mereka" ucap Isti dengan semangat.


"Kalau begitu biar besok ibu ajak Arsen adikmu untuk makan siang bersama" balas Bella dengan antusias.


"Iya Bu"


Riana hanya diam tidak mau ikut campur dengan ide keduanya. Entah kenapa ia tahu kalau adiknya Arsen akan menentang keras hal ini.


Apa ibu ingin mengulang hal yang sama dengan rumah tangga ibu ke Arsen, batin Riana sambil membuang napasnya dengan kasar.


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


To be continue..............


.......


.......


.......


.......


...Hay guys๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜...


...Author mau ngucapin selamat memperingati hari kemerdekan Republik Indonesia yang ke 78th ๐Ÿฅณ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ...

__ADS_1


...Jaya selalu negeri tercinta kita๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜โค๏ธ...


__ADS_2