Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 246


__ADS_3

"Maksud tante apa ya?" tanya Geby dengan suara dingin menahan emosinya.


"Neng kelihatan bukan orang pribumi ya. Kami maklum neng, tapi jangan melakukan dosa itu lagi neng apa lagi sampai hamil di luar nikah neng" jawab itu tadi dengan tatapan sinis.


"Mungkin karena bule kali ya, makanya hidup bebas sampai punya anak sebelum nikah" tambah ibu paruh baya didepan Geby.


"Mami udah dong jangan ngomongin adik itu" ucap anaknya dengan malu melihat kelakuan sang mami.


"Nyonya Geby Sanjaya" panggil suster menyebutkan namanya.


"Saya sus" ucap Geby berdiri.


Sebelum masuk ke dalam ruangan dokter, Geby menatap kedua ibu yang tadi membicarakannya dengan tatapan tajam.


"Asal ibu-ibu tahu ya! Meski saya masih muda tapi saya ini sudah menikah dan juga seorang istri! Jadi kalau saya hamil ya wajar dong, karena saya hamil anak suami saya" ucap Geby dengan suara tegas dan lantang.


"Jadi tolong mulut ibu-ibu di jaga karena bisa saja saya melaporkan anda sekalian ke polisi karena sudah memfitnah saya" tambahnya lagi dengan tatapan tajam.


Hening.............


Tak ada yang berbicara lagi saat Geby mengatakan polisi. Kedua ini bu-ibu tadi bungkam merasa sangat malu karena sudah mengatai Geby, tanpa mengetahui kalau Geby sudah menikah.


Geby berlalu masuk ke dalam ruangan dokter tak memperdulikan kedua ibu-ibu tadi.


"Selamat siang nyonya Sanjaya" sapa dokter Suci dengan suara lembut.


"Siang juga dok" jawab Geby sambil tersenyum manis.


"Apa ada yang bisa saya bantu nyonya Sanjaya?" tanya dokter Suci.


"Gini dok sudah 3 hari saya terus mual saat mencium bau parfum saya dan saya juga sering pusing tiap pagi dok. Apa lagi sudah lewat seminggu saya telat datang bulan dok" jawab Geby menjelaskan.


"Kalau begitu biar kita periksa dulu ya nyonya"


"Iya dok"


Geby lalu di bantu suster naik ke atas brankar untuk di periksa. Setelah 15 menit dokter Suci mengajak Geby ke mejanya untuk menjelaskan hasil pemeriksaan Geby.


"Gimana dok? Apa yang tejadi sama saya dok?" tanya Geby dengan penasaran.


"Selamat ya nyonya. Sebentar lagi anda akan menjadi seorang ibu" jawab dokter Suci sambil tersenyum lebar.


"Ibu? Saya hamil dok?" tanya Geby dengan kaget.


"Iya nyonya. Usia kandungan nyonya saat ini sudah 2 minggu dan masih sangat kecil. Kandungan nyonya juga baik-baik saja tapi usahakan jangan terlalu stres dan jangan melakukan pekerjaan berat ya nyonya. Perhatikan juga pola makanan nyonya, saya sarankan perbanyak makan buah dan sayuran hijau" jawab dokter Suci menjelaskan.


"Hiks hiks hiks............saya hamil dok.........hiks hiks hiks.........dokter tidak bercanda kan?" tanya Geby sambil menangis.


"Tidak nyonya. Ini hasil USG nyonya tadi dan bulatan kecil inilah janin nyonya" jawab dokter Suci sambil memberikan hasil print USG Geby.


Geby menerimanya dengan tangan gemetar merasa senang sekaligus kaget tak menyangka ia sedang hamil. Akhirnya keinginannya untuk hamil terkabul juga setelah 3 bulan pernikahan mereka.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Saya akan membuat resep vitamin, obat anti mual, dan obat penguat kandungan untuk nyonya" ucap dokter Suci sambil menulis resep obat untuk Geby.


Geby segera menerima resep tersebut dan bergegas pergi. Tak lupa menebus obat tadi sebelum pergi dari sana.


~ DA Corp ~


Geby memberhentikan mobilnya didepan lobby perusahaan tak lupa meminta petugas untuk memarkirkan mobilnya di tempat parkir.


Dengan langkah cepat ia bergegas masuk ke dalam perusahaan untuk menemui suaminya. Para petugas keamanan yang melihat kedatangan Geby tidak menghadangnya karena tahu siapa Geby.


Brak..............


Geby membuka pintu ruangan Arsen dengan kuat mengagetkan Arsen yang sedang berbicara dengan anggota timnya.


"Baby" ucap Arsen dengan kaget melihat kedatangan istrinya.


"Kamu boleh pergi" ucap Arsen dengan suara dingin kepada anggotanya.


"Baik tuan" ucap anggota timnya sambil berlalu pergi.


Geby bergegas menghampiri suaminya dan langsung memeluknya. Arsen dibuat kaget saat istrinya tiba-tiba datang dan langsung memeluknya sambil menangis.


Hiks..........hiks...........hiks...........


"Baby kamu kenapa?" tanya Arsen dengan cemas.


Huaawa................


Bukannya menjawab pertanyaan suaminya, Geby malah semakin kencang menangis. Ia masih ingat dengan jelas omongan ibu-ibu tadi yang sudah menghinanya di rumah sakit.


Mungkin karena sedang hamil jadi moodnya berubah dengan cepat. Padahal tadi ia datang kesini ingin memberitahu tentang kehamilannya, tapi entah kenapa ia merasa sedih dan marah mengingat kejadian di rumah sakit.

__ADS_1


"Baby kamu cerita dong kamu kenapa? Jangan buat aku cemas baby? Apa kamu menginginkan sesuatu atau apa baby?" tanya Arsen beruntun dengan khawatir.


Geby menatap suaminya dengan tatapan sedih sambil menangis. Arsen lalu menghapus air matanya dan mencium kedua matanya membuat Geby merasa sangat dicintai.


"Jangan menangis lagi baby karena aku tidak suka melihat kamu menangis" ucap Arsen dengan suara lembut.


"Iya mas" ucap Geby dengan suara serak sudah tidak menangis lagi.


"Sekarang cerita kenapa istri kecilku ini sampai menangis" ucap Arsen sambil mengelus pipi Geby dengan lembut.


"Hah! Jadi aku ini masih kecil ya mas" hardik Geby dengan suara tinggi.


"Loh kamu kan memang masih kecil baby" balas Arsen dengan santai.


"Kalau kecil lalu kenapa mas mau nikahi aku! Hah! Aku itu udah 18 tahun mas udah punya KTP sendiri jadi bukan anak kecil lagi mas!" bentak Geby dengan kesal.


"Kamu kenapa sih baby? Tadi nangis sekarang malah marah-marah tidak jelas" ucap Arsen dengan kesal.


"Oh jadi mas tidak suka kalau aku marah-marah gitu! Mas lebih suka perempuan dewasa kan dan bukan anak kecil seperti aku" hardik Geby dengan suara tinggi.


"Jaga ucapanmu Geby! Kalau aku suka perempuan dewasa lalu kenapa aku menikahimu! Apa selama ini perlakuan aku ke kamu tidak bisa kamu lihat seberapa cinta aku ke kamu!" bentak Arsen yang sudah tersulut emosi.


"Kamu bentak aku mas?" tanya Geby dengan kaget.


"Asal kamu tahu Geby! Aku itu tulus sayang dan cinta sama kamu jadi aku memilih menikahi kamu karena aku tidak suka membuang waktu dengan berpacaran. Apa lagi harus melakukan hal tidak jelas seperti anak muda zaman sekarang" tegas Arsen dengan tatapan berkilat tajam.


"Jadi intinya aku ini masih anak kecil di mata kamu dan belum dewasa ya mas" ucap Geby dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu itu kamu bukan orang lain di mata aku. Jadi aku mohon tolong jangan berpikir sempit seperti anak ABG labil" ucap Arsen dengan suara lantang.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Phew......................


Arsen membuang napasnya berkali-kali mengontrol emosinya tak mau sampai kelepasan dan menyakiti istrinya.


Matanya menangkap sang istri yang sedang menangis dalam diam. Dengan cepat tangannya ingin menarik istrinya ke dalam pelukan untuk menenangkannya, tapi di tepis pilih Geby.


"Baby" panggil Arsen dengan suara lembut.


"Jangan sentuh aku" balas Geby dengan suara dingin.


"Jangan marah lagi baby. Sini peluk" ucap Arsen dengan suara lembut.


Tak berkata apa-apa Geby mengambil surat dari rumah sakit tadi dan melemparnya ke atas meja kerja Arsen. Ia dengan cepat berlalu pergi tak mau melihat wajah suaminya.


"Sabar Arsen kamu harus menahan emosimu" ucap Arsen dengan gusar.


Ia lalu mengambil surat yang di lempar Geby tadi dan membacanya.


Deg..................


Jantungnya berdetak dengan cepat membaca surat yang berlogo rumah sakit. Apa lagi saat melihat foto USG didalamnya, pikirannya blank sekaligus senang membaca isi surat itu.


"Aku akan jadi ayah" ucap Arsen dengan suara bergetar.


Dengan langkah cepat Arsen bergegas keluar dari ruangannya ingin menemui sang istri. Tapi sialnya saat ia tiba di lift bertepatan dengan lift yang tertutup, ia sempat melihat sanag istri yang sedang menangis didalam sana.


"Berengsek!" umpat Arsen dengan kesal.


Arsen lalu masuk ke dalam lift khusus presdir agar bisa menyusul sang istri. Tapi sialnya saat ia sampai di lobby ia melihat Geby yang sudah melajukan mobilnya dengan kencang pergi dari perusahaan.


"Kenapa thu bocah?" tanya Sandro yang baru keluar dari lift dan sempat melihat Arsen berlari dengan panik.


"Mungkin tidak dapat jatah dari Geby" jawab Rian dengan suara dingin.


"Hehehehe! Kayaknya sih" balas Sandro sambil terkekeh.


Keduanya lalu bergegas pulang ke rumah karena sudah sudah jam pulang.


~ Mansion Denis Arkana ~


Leila menatap putranya dengan senyum manis setelah memakaikan baju. Ia mencium putranya berkali-kali membuat baby Kai tertawa.


"Ganteng banget sih anak mama" ucap Leila.


"Da da da da" celoteh baby Kai sambil tertawa memperlihatkan gusinya.


"Baby sama mbok Erna dulu ya karena mama harus siap-siap" ucap Leila dengan suara lembut.


"Mbok bawa baby Kai ke ruang keluarga dulu ya" pinta Leila.


"Baik nya" balas mbok Erna dengan sopan.


Beruntung baby Kai tidak menangis saat diambil mbok Erna. Mungkin bayi itu tahu kalau mamanya harus siap-siap sebelum mereka berangkat ke rumah sang nenek.

__ADS_1


Leila segera memakai baju dan merias wajahnya tak lupa menyiapkan baju untuk sang suami. Saat sedang merias wajah, Denis keluar dengan handuk sepinggang sambil mengeringkan rambutnya.


"Baju kamu udah aku siapin di dalam walk in closet sayang" ucap Leila menatap sang suami lewat cermin.


Grep...............


"Sayang aku jadi basah lagi kan" kesal Leila tiba-tiba di peluk suaminya.


"Heemmm" deham Denis sambil mengecup leher Leila yang terbuka.


"Uhm! Sayang kita harus berangkat ke rumah mama" ucap Leila menutup mata merasakan sentuhan sang suami.


"Sebentar saja ya sayang" pinta Denis dengan suara serak.


"Pulang ya sayang" bujuk Leila menahan desa**nnya saat Denis meremas aset buah kembarnya.


Ahh...............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Desa**n Leila keluar saat jari tangan Denis bermain di bawah sana. Melihat hal itu dengan cepat Denis mengendong sang istri ke sofa dan mulai menyatukan diri sana.


1 Jam kemudian


Akhirnya 1 jam baru Leila dan Denis selesai bersiap dan harus mandi lagi. Denis mengendong sang istri yang masih kelelahan setelah melayaninya dan bergegas pergi ke rumah sang mama.


~ Rumah Arkana ~


Amira, Steven, dan Zeus sudah menunggu kedatangan Denis dan keluarganya di ruang tengah. Sedari tadi mata Zeus terus menatap foto uncle Demian yang terpasang di tengah rumah dengan ukuran yangs sangat besar.


"Itu mendiang suami mommy" ucap Amira memberitahu Zeus.


"Uncle Demian bukannya sahabat daddy ya?" tanya Zeus.


"Iya kamu benar son" jawab Steven.


"Heemmm"


Zeus sudah dari kecil mendengar nama uncle Demian karena selalu di ceritakan oleh daddynya. Ia tidak menyangka kalau mommy Amira adalah istri uncle Demian, sahabat daddynya sendiri.


Kenapa tidak ada foto masa kecil ka Leila dengan uncle Demian dan aunty Amira ya, batin Zeus dengan penasaran.


"Tunggu bentar lagi ya nak soalnya anak mommy sudah dalam perjalan ke sini" ucap Amira saat membaca pesan Leila.


"Iya mommy"


Tak berselang lama deru beberapa mobil memasuki halaman rumah Amira. Saat turun dari mobil Denis menyuruh sang istri masuk lebih dulu, karena ia masih berbicara dengan Max sambil mengendong baby Kai.


"Mama" ucap Leila saat sampai di ruang tengah.


"Loh dimana suami dan anak kamu sayang?" tanya Amira dengan bingung.


"Suamiku sedang bicara dengan Max di luar ma. Kalau baby Kai mama kayak tidak tahu saja kalau sudah berada dalam gendongan papanya" jawab Leila.


"Oh iya benar mama lupa kalau baby Kai tidak akan mau lepas dari papanya kalau sudah di gendong" ucap Amira sambil tersenyum lebar.


"Halo uncle, Zeus" sapa Leila dengan suara lembut.


"Gimana kabar kalian Leila?" tanya Steven.


"Baik uncle" jawab Leila sambil tersenyum manis.


"Eh non Leila udah datang. Wah makin cantik aja sih non Leila" ucap bi Eda yang datang sambil membawa nampan minuman untuk Leila dan Denis.


"Ah! Bi Eda bisa aja. Bibi juga makin tambah cantik dan bening" balas Leila sambil tersenyum manis.


"Yang benar non. Bini teh di kasi perawatan wajah yang banyak sama nyonya bi" ucap bi Eda dengan semangat.


"Pantes aja bibi makin tambah kinclong. Bahkan udah ngalahin kinclong dandan punya mama! Hehehehe" goda Leila sambil terkekeh.


"Walah non bisa aja. Masa kecantikan bibi di samain sama dandan milik nyonya atuh. Wong beda jauh kali non" ucap bi Eda protes.


"Hehehehe! Kirain sama kinclongnya bi" balas Leila sambil terkekeh.


"Ah! Sih non mah gitu" ucap bi Eda dengan bibir manyun.


Hahahaha................


Semuanya tertawa melihat kelakuan bi Eda dan merasa sangat lucu. Beruntung Zeus mengerti bahasa Indonesia jadi ia tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


Seketika tawa mereka berhenti saat mendengar langkah kaki dari pintu masuk dengan aura yang sangat mengintimidasi di dalam sana.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...................

__ADS_1


__ADS_2