Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 256


__ADS_3

"MOMMY"teriak Josua, Roy, Zara, dan Carla istri Josua dengan suara melengking.


Bagaimana tidak mereka berteriak sekaligus syok melihat apa yang dilakukan oleh Denis. Samantha sendiri berteriak histeris melihat tangan kanannya yang ditebas Denis barusan.


Darah segar bercucuran di tanah dari tangan Samantha, membuat semua orang disana bergidik ngeri melihat kekejaman Denis.


"Bajingan kamu! Beraninya kamu melakukan hal itu kepada mommy aku!" bentak Josua dengan suara tinggi.


Josua maju ingin memukul Denis dan memberinya pelajaran, tapi tangannya langsung di tahan oleh Sandro saat melihat isyarat mata Denis untuk menghadang orang yang ingin menganggu kesenangannya.


"Lepaskan aku sialan! Aku tidak ada urusan dengan kamu bajingan!" bentak Josua dengan emosi.


"Sekarang menjadi urusanku. Karena aku tidak akan membiarkan kamu menganggu kesenangan bos aku pak tua" ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.


"Kurang ajar! Aku akan membunuhmu dan bos sialanmu itu bajingan!" hardik Josua semakin emosi.


"Buktikan ucapanmu pak tua. Jangan manis saja di mulut sialanmu itu" cibir Sandro dengan tatapan mengejek.


"Fu*k you ******e" maki Josua dengan suara tinggi.


Bugh............bugh...........bugh............


Sandro meninju Josua dengan brutal tak perduli jika orang yang ia pukul hampir mati di tangannya. Josua yang yang tak kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya akhirnya terjatuh di tanah.


"Hiks hiks hiks........berhenti! Jangan memukul suamiku lagi........hiks hiks hiks" teriak Clara histeris melihat sang suami yang di hajar di depan matanya.


Bugh............bugh.........bugh..........


Sandro naik ke atas perut Josua dan terus memukul wajahnya hingga tidak berbentuk lagi.


Grep...............


"Mas cukup. Aku tidak ingin kamu masuk penjara karena membunuh orang" ucap Seila sambil memeluk tubuh suaminya dengan erat dari belakang.


Ia yang baru keluar dari dalam rumah ingin melihat apa yang sedang terjadi, malah di buat terkejut.


Suaminya yang sedang menghajar orang, tanpa pikir panjang Seila bergegas menghampiri suaminya dan memeluknya dari belakang.


Phew............


Sandro membuang napas dengan kasar mengontrol emosinya. Ia berbalik memeluk sang istri mencari ketenangan agar tidak emosi lagi.


"Ara kakak kamu menyeramkan juga ya" bisik Anisa.


"Ya kakak benar. Aku sendiri adiknya juga takut berhadapan dengan ka Sandro kalau sudah marah" balas Ara membenarkan.


Roy yang melihat kakaknya sudah tidak berdaya di tanah, mengepal kedua tangannya dengan erat sambil menatap Sandro dengan amarah.


"Silahkan maju kalau kamu ingin bernasib sama seperti pak tua itu" ucap Sandro dengan suara dingin.


Langkah kaki Roy langsung berhenti saat mendengar ucapan Sandro yang mengancamnya. Mereka semua bergidik ngeri melihat mata tajam Sandro yang seakan ingin membunuh mereka saat itu juga.


Krek..............aaarrghhhh....................


Kembali semuanya di buat kaget saat mendengar jeritan kesakitan Samantha di sana. Samantha menjerit kesakitan saat tangan kirinya tiba-tiba di patah Denis dengan kuat.


"Mommy" teriak Zara dan Roy dengan histeris.


Mereka ingin sekali maju menolong sang mommy tapi mereka urungkan saat melihat tatapan tajam Sandro.


Apa lagi saat melihat sorot mata Denis yang sangat tajam dan mengintimidasi. Seakan sorot mata itu berkata maju saja jika kalian ingin mengantikan posisi sang mommy.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Biar saja mereka menjadi anak durhaka tidak menolong mommy mereka, karena mereka tidak ingin mati sia-sia.


"Zara tol......Ong mommy" pinta Samanya memohon sambil menahan rasa sakit.


"Aku tidak mau mati mommy" balas Zara sambil menggelengkan kepalanya.


"Roy" panggil Samantha dengan tatapan memohon.


"Sama mommy. Aku masih mau hidup mom. Apa lagi aku masih ingin menikmati kenikmatan surga dunia mommy" ucapan Roy dengan suara tegas.


"Hehehehe! Anak-anakmu sangat pengecut ya nenek tua" ejek Denis sambil terkekeh.


"Sialan! Aku akan membunuh kamu berengsek!" bentak Samantha dmenan emosi.


"Mau membunuhku?" tanya Denis sambil tersenyum smirk.


"Ya aku akan membunuh manusia bajingan seperti kamu sialan" hardik Samanta berapi-api.

__ADS_1


"Kalau begitu silahkan" balas Denis dengan suara dingin.


"Tapi sebelum kamu membunuh aku maka kamu yang akan lebih dulu terbunuh" tambahnya lagi dengan mata berkilat tajam seperti monster berdarah dingin.


"A.....pa maksudmu?" tanya Samantha dengan gugup ketakutan melihat tatapan mata Denis.


Hehehehe...............


Denis tidak menjawab pertanyaan Samantha malahan terkekeh seperti iblis. Samantha mundur ke belakang merasa takut dengan aura Denis yang sangat mengintimidasi.


Apa lagi saat melihat Denis yang mengeluarkan pisau lipat kesayangannya itu.


Sret...............Sret...........sret.............


Aaarrrghh..............


Jeritan Samantha bergema saat Denis menusuk tubuhnya dengan pisau kesayangannya. Bukan hanya menusuk saja tapi Denis juga mengo.yak luka tusukan itu dan bermain disana.


Crash...............crash................


Denis mene.bas kedua kaki Samantha dengan katana yang baru saja ia ambil dari Thomas. Darah segar mengalir dengan deras dari kedua kaki Samantha, membuat bau anyir darah menyeruak di sana.


Hoeek............hoek..........hoek..........


Para wanita disana sampai memuntahkan isi perut mereka melihat apa yang dilakuan Denis, terkecuali Leila yang berdiri gemetar melihat kekejaman sang suami.


Arsen, Rian, dan Ando yang baru saja datang langsung menghampiri istri mereka, saat melihat mereka akan jatuh tak kuat melihat pemandangan didepan mereka.


"Am......pun" lirih Samantha kesakitan.


"Tidak ada ampunan buat orang yang sudah membuat istriku terluka nenek tua" balas Denis dengan suara dingin.


Sret............sret.............sret..............


Denis Kemabli menusuk pisau lipatnya di per.ut Samantha berkali-kali. Tak hanya itu saja, ia juga menarik usu.s perut Samantha keluar seperti seekor monster yang sedang mencabik mangsanya.


Aaarghhhhhh.............


Teriak Zara ketakutan melihat aksi Denis yang seperti monster kejam mencabik-cabik isi perut mommynya.


Isi per.ut Samantha sampai berceceran di tanah membuat semua orang memalingkan wajah tak mau melihat kekejama Denis.


Gila! Apa ka Denis itu seorang psikopat, batin Zeus tercengang.


Pantas saja kamu dijuluki Lord Devil Denis, batin Steven mengingat nama samaran Denis di dunia bawah.


Terjawab sudah kenapa semua orang menyebutnya Lord Devil. Ia bukan monster atau iblis tapi ia terlihat cocok dengan panggilan Lord Devil karena kekejamannya.


Brugh................


Amira pingsan tak kuat melihat apa yang dilakuan putranya. Steven segera membawa istrinya ke dalam rumah, tak lupa menyuruh bi Eda untuk menemani sang istri karena ia harus mengurus masalah didepan sana.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Sialan kamu! Lepaskan mommy aku berengsek" teriak Roy kesurupan melihat mommynya disiksa.


Hiks.........hiks........hiks...........


Tangisan anak dan menantu Samantha bergema melihat tubuh mommy mereka yang sudah tidak berbentuk.


Dipastikan Samantha tidak lagi bernapas saat ini. Apa lagi darah yang keluar dari tubuhnya sangat banyak.


"Ini akibat buat orang yang sudah menganggu milikku" ucap Denis dengan suara dingin.


Crash................


"TIDAK MOMMY...........hiks hiks hiks" teriak Roy dan keluarganya sambil menangis histeris.


Bagaimana tidak dengan santai Denis meneb.as kepala Samantha hingga putus. Ia tertawa melihat korbannya sudah tidak bernyawa lagi di bawah sana, apa lagi ia sangat puas bermain hari ini.


"DENIS ARKANA CUKUP" teriak Leila dengan suara lantang.


Denis berbalik melihat ke arah istrinya yang sedang gemetaran memeluk anak mereka. Air matanya sedari tadi terus mengalir melihat kekejama sang suami.


Grep..................


Denis menarik istri dan anaknya ke dalam pelukannya, tidak perduli jika saat ini tubuhnya bermandikan darah dari Samantha.


"Hentikan sayang............hiks hiks hiks.........aku tidak mau kamu berubah jad ia monster sayang...........hiks hiks hiks" lirih Leila sambil menangis histeris.


"Aku akan menjadi monster saat milikku di ganggu sayang" balas Denis dengan suara tegas.

__ADS_1


Denis melihat putranya yang terlelap tidak terganggu dengan kebisingan sedari tadi. Ia lalu mencium bibir dan kening sang istri dengan sangat lembut.


"Kita pulang sayang" ajak Denis dengan suara lembut.


Leila hanya mengangguk kepalanya tak protes karena memang saat ini ia hanya butuh pelukan dan ketenangan.


Entah kenapa ia tidak merasa takut sama sekali dengan suaminya yang baru saja menyiksa Samantha. Malahan ia sangat merindukan pelukan sang suami.


"Bereskan semua" titah Denis membuka kemeja dan jas lalu membuangnya di tanah.


"Baik bos" jawab Sandro.


"Ini peringatan untuk kalian semua untuk tidak menganggu milikku ke depannya" ucap Denis dengan suara lantang.


Glek...................


Zeus menelan salivanya berkali-kali melihat tato di punggung Denis yang terlihat sangat mengerikan. Tato iblis bermata mereka yang ia tahu adalah lambang Black Devil terlihat sangat mengerikan di punggungnya.


"Aku berjanji tidak akan menggangu kehidupan ka Denis ke depan" ucap Zeus dengan suara tegas.


"Kejadian tadi belum seberapa bocah" ucap Arkan sambil menepuk pundak Zeus dan tersenyum menyeringai.


"Arkan siapkan mobil kita pulang" titah Rayen.


"Iya ka" balas Arkan tak membantah seperti biasanya jika di suruh sang kakak.


Satu-persatu mulai meninggalkan rumah Amira meninggalkan Steven, Zeus, keluarga mantan istri Steven, dan anak buah Denis yang masih membereskan kekacauan disana.


"Daddy" panggil Zeus sambil menunjuk keluarga mommynya didepan sana yang masih syok.


"Kamu masuk ke dalam dan biar daddy yang mengurus mereka" ucap Steven dengan suara tegas.


"Buat mereka tidak menganggu keluarga kita lagi untuk selamanya dad" ucap Zeus dengan tatapan tajam.


"Daddy tahu"


Zeus bergegas masuk ke dalam rumah meninggalkan daddynya. Melihat kepergian sang anak, Steven segera menyuruh anak buahnya untuk membawa keluarga mantan istrinya pergi dari sana menuju markas mereka yang baru.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ini akibat buat kalian karena susah salah memilih lawan, batin Steven melihat tubuh Samantha yang dimasukkan ke dalam box.


~ Mansion Denis Arkana ~


Isshhh.............


Leila meringis saat lukanya diobati oleh Bimo, Denis memeluk tubuh istrinya dengan erat sambil mencium kepalanya berulang-ulang.


"Selesai nyonya" ucap Bimo setelah mengobati luka Leila yang sangat panjang dan dalam.


"Terima kasih dok" balas Leial dengan tulus.


"Sama-sama nyonya. Lagian ini sudah menjadi tugas saya sebagai dokter pribadi bos sekeluarga"


"Pergi" usir Denis dengan tatapan tajam menatap Bimo.


Leila menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang suami yang sangat arogan dan dingin. Padahal dokter Bimo adalah dokter pribadi keluarga mereka sejak dulu.


"Baik bos. Usahakan luka nyonya jangan terkena air dulu selama 3 hari" ucap Bimo dengan santai tak ambil hati dengan ucapan sang bos barusan.


Sebelum Leila membalas ucapan Bimo ternyata Bimo sudah bergegas pergi. Ia tidak ingin mendapat hukuman dari bosnya karena tidak melakukan perintahnya.


"Temani aku bersihkan diri sayang" ucap Leila sambil mengelus rahang suaminya dengan lembut.


"Kamu tidak takut sama aku sayang?" tanya Denis yang sedari tadi penasaran kenapa istrinya tidak takut kepadanya.


"Apa aku harus takut sayang?" tanya balik Leila.


"Heemmm" deham Denis.


"Kamu itu suami aku sayang dan aku memang takut melihat kekejaman kamu tadi tapi entah kenapa aku merasa terlindungi dan nyaman di dekat kamu sayang" papar Leila menjelaskan.


"Mungkin buat orang lain aku itu bodoh karena tidak takut dengan kekejaman suaminya. Aku tidak perduli dengan semua itu karena menurutku suamiku adalah yang terbaik dan dia akan selalu menjaga aku dan anak-anak aku ke depannya" tambahnya lagi dengan suara tegas.


Cup...................


Denis mencium bibir istrinya dengan menggebu merasa sangat senang mendengar penjelasan sang istri. Ia lalu membawa Leila ke dalam kamar mandi dan melakukan penyatuan menunjukkan seberapa besar cintanya.


Terima kasih sudah tetap bertahan di sisiku sayang, batin Denis meras bersyukur setelah keduanya selesai menuntaskan hasrat.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue...............


__ADS_2