
Tubuh Amira menegang mendengar pertanyaan sang anak. Ia langsung menatap anaknya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Denis menoleh menatap sang mama yang juga sedang menatapnya. Mata coklat tajamnya menatap sang mama seakan menyuruhnya untuk memberitahukan semua tentang sang nenek.
"Apa mereka membuat ulah lagi nak?" tanya Amira dengan cemas.
"Tidak ma. Aku hanya mengingat masa kecilku dimana papa selalu menceritakan tentang nenek dan kesukaan nenek yang sama persis dengan papa ma" jawab Denis menjelaskan.
Phew.............
Amira membuang napasnya dengan lega karena pemikirannya barusan salah. Ia pikir keluarga sang suami kembali menghubungi sang anak.
"Nenek kamu adalah wanita yang sangat cantik dan juga memiliki kepribadian yang lembut" ucap Amira sambil tersenyum manis.
Bibirnya tersenyum lebar mengingat kenangan saat pertama kali ia bertemu dengan ibu mertuanya.
"Awalnya mama pikir nenek kamu itu adalah nyonya kaya raya yang sombong dan tidak suka bergaul dengan kasta rendah seperti mama. Tapi ternyata pemikiran mama salah, karena untuk pertama kali mama bisa merasakan pelukan hangat seorang ibu semasa hidup mama" papar Amira dengan wajah berseri-seri.
"Apa nenek cantik ma?" tanya Denis dengan penasaran.
"Sangat cantik. Mama pikir ketampanan papa kamu itu berasal dari kecantikan alami nenekmu nak" jawab Amira sambil tersenyum lembut.
"Jadi nenek berbeda dengan keluarga papa yang lain ma"
"Iya nak. Satu-satu orang dalam keluarga papamu yang menerima status mama hanya nenek kamu nak" ucap Amira sambil tersenyum getir mengingat penghinaan dari keluarga sang suami waktu itu.
Melihat perubahan wajah sang mama Denis segera memeluknya karena tahu jika mamanya pasti sedih mengingat perlakuan keluarga sang papa waktu itu.
Amira membalas pelukan anaknya untuk menetralkan rasa sedih dalam hatinya. Matanya tertuju ke potret sang suami yang tersenyum manis didepan sana.
Aku merindukanmu mas, batin Amira dengan sedih.
Denis menutup matanya saat mengetahui apa yang dipikirkan sang mama lewat tatapan matanya. Ia semakin mempererat pelukannya tak ingin mamanya terlalu sedih.
"Ma" panggil Denis dengan suara lembut.
"Iya nak" jawab Amira sambil mendongak ke atas menatap Denis.
"Jika aku mengajak mama untuk bertemu nenek apa mama mau?" tanya Denis dengan suara lembut.
"Memangnya keluarga papamu mengijinkan nak?" tanya balik Amira.
"Aku tidak tahu ma" jawab Denis dengan santai.
Amira tak bertanya lagi karena tahu pasti anaknya akan memikirkan semua konsekuensinya sebelum ia bertanya tadi.
Denis lalu mengajak sang mama untuk sarapan dan mengantar mamanya ke restoran sebelum ke perusahaan.
~ D&A Resto ~
Setibanya di restoran Amira segera keluar dari mobil Denis. Sebelum pergi Denis sudah memberitahu sang mama jika nanti siang ia akan makan siang disini.
"Selamat datang nyonya" ucap Anisa yang sudah menunggu Amira didepan pintu masuk.
"Pagi juga Nisa. Apa semuanya sudah hadir?" tanya Amira dengan suara lembut.
"Belum semuanya nyonya. Ada 4 orang pelayan yang belum datang nyonya" jawab Anisa menjelaskan.
__ADS_1
Amira melihat jam tangannya dimana waktu sudah menunjukkan 08:00 tepat dan itu sudah jam masuk kerja.
Meski restorannya buka di jam 09:00 tapi semua pekerja di harapkan datang tepat jam 08:00 untuk berbenah sebelum membuka restoran.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Kamu hendel mereka yang terlambat Anisa" titah Amira dengan suara tegas.
"Baik nyonya" balas Anisa dengan sopan.
"Oh ya nanti jam 10:00 Leila akan datang, jadi kamu tolong suruh dia langsung saja masuk ke dapur" ucap Amira mengingat jika mulai hari ini Leila akan belajar memasak dengannya.
"Baik nyonya"
Amira segera masuk ke dalam restoran diikuti Anisa menuju dapur. Ia lalu berbincang dengan pak Roni dan koki lainnya untuk menentukan menu spesial hari ini.
Setelah menentukan menu spesial hari ini, mereka semua segera mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Tepat jam 10:00 pagi Leila turun dari mobilnya dikawal oleh anak buah sang kakak. Ia segera masuk ke dalam restoran dan tak menyadari jika ada seseorang yang menatapnya dengan tatapan tajam dari seberang jalan.
"Ternyata kamu sudah bisa melihat lagi ya gadis kecil" ucap orang itu sambil tersenyum smirk.
"Bos apa kita akan masuk ke sana?" tanya asistennya dari kursi penumpang di samping sopir.
"No. Kirim mata-mata kita untuk membuntuti gadis kesayanganku" jawab orang yang dipanggil bos dengan suara dingin.
"Baik bos"
"Kamu milik Lewis Hamilton gadis kecil" gumam Lewis sambil menjilat bibirnya dengan penuh nafsu.
Lewis segera menyuruh sopir untuk pergi dari sana setelah anak buahnya dikirim ke sana.
Ia lalu mengambil hpnya dan menelpon Sean memberitahu tentang apa yang barusan ia lihat. Entah kenapa ia merasa harus menyampaikan hal ini, saat tadi melihat musuhnya berhenti didepan Restoran sang nyonya.
~ DA Corp ~
Saat ini Denis sedang meeting bersama dengan Rayen dimana mereka membahas kerja sama diantara kedua perusahaan.
Perusahaan BakerTech saat ini sedang membutuhkan dana yang sangat banyak untuk menstabilkan kembali perusahaan.
Oleh sebab itu Rayen datang secara pribadi bertemu dengan Denis untuk menjalin kerja sama dengan perusahaannya. Setelah membahas kerja sama mereka ia lalu meminta waktu untuk berbicara dengan Denis secara pribadi.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Denis dengan suara dingin setelah masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Sebelumnya maafkan sikap aku saat pertama kali kita bertemu" jawab Rayen dengan suara tegas.
"Ya" balas Denis dengan singkat.
"Terima kasih" ucap Rayen dengan tulus.
"Untuk apa?" tanya Denis sambil memincing matanya.
"Sudah menolong aku waktu aku kecelakaan 4 tahun yang lalu" jawab Rayen dengan cepat.
Denis diam tidak mengatakan satu kata pun dan menatap Rayen dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia tidak menyangka jika Rayen sudah mengetahuinya.
"Jadi kamu sudah mengetahuinya ya?" tanya Denis sambil tersenyum smirk.
__ADS_1
"Aku tidak akan melupakan nama orang yang waktu itu sudah menolongku" jawab Rayen dengan suara dingin.
"Aku menolong kamu itu karena rasa kemanusiaan saja"
"Meskipun begitu, sekali lagi aku ucapkan terima kasih"
"Ya sama-sama"
Rayen tersenyum tulus menatap Denis, keduanya lalu berbincang-bincang mengenai kecelakaan tersebut dan Rayen juga memberitahukan semua permasalahan dalam keluarganya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Jadi kamu sudah bertemu Austin?" tanya Rayen.
"Ya dia klien aku sekaligus rekan di dunia bawah" jawab Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Aku penasaran ingin melihat markas besar Black Damon"
"Sebelum itu aku ingin lihat lebih dulu markas Hunter" balas Denis sambil tersenyum smirk.
"Jadi kamu sudah mengetahuinya ya........hehehe" ucap Rayen sambil terkekeh.
"Heemmm"
Tok...........tok..........tok...........
"Masuk" ucap Denis saat mendengar pintunya diketuk.
Ceklek...........
Denis dan Rayen menatap Arsen dengan tatapan selidik saat melihat wajahnya yang terlihat panik dan cemas.
"Ada apa?" tanya Denis dengan suara dingin.
"Dia sudah muncul bos" jawab Arsen dengan cepat.
"Who?" (siapa) tanya Denis sambil menaikan alisnya sebelah.
"Orang yang mencelakai nona Leila dan tuan Rayen bos" jawab Arsen.
"APA" pekik Rayen dengan suara melengking.
"Lewis Hamilton" ucap Denis dengan tatapan membunuh.
"Benar bos. Baru saja Sean meneleponku kalau anak buahnya sudah berhasil menemukannya dan saat ini sedang mengikutinya bos" papar Arsen menjelaskan.
"Dimana dia?" tanya Rayen dengan tatapan membunuh.
"Barusan dia terlihat didepan restoran nyonya dan menurut informasi dari anak buah Sean ia berdiri diseberang jalan sangat lama" jawab Arsen dengan suara dingin.
"Bajak cctv di restoran mama sekarang" titah Denis dengan suara melengking.
"Baik bos"
Arsen lalu berkutat dengan iPad ditangannya untuk membajak cctv di D&A Resto. Sedangkan Rayen wajahnya sudah memerah mengingat musuh lamanya yang muncul kembali.
Aku tidak akan melepaskannya kali ini berengsek, batin Rayen penuh tekad.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............