Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 62


__ADS_3

Sampainya di restoran hotel, tuan besar Regans menatap Denis dengan wajah berwibawa dan memikirkan kata-kata yang akan ia ucapkan, karena tidak ingin sampai Denis tersinggung dengan ucapannya nanti.


“5 menit 12 detik tuan besar Regans” ucap Denis menatap jam tangan mahalnya memberitahu waktu yang sudah mereka habiskan disini.


“Pertama aku ingin meminta maaf atas kejadian waktu itu di mansion aku tuan Denis dan aku sungguh menyesal sudah melakukan kesalahan fatal waktu itu” ucap tuan besar Regans dengan tulus.


“Aku yakin itu bukan hal yang ingin anda katakan tuan besar Regans” ucap Denis sambil tersenyum penuh arti.


“Benar tuan Denis. Tapi semua itu bermula dari kejadian itu makanya aku meminta maaf langsung untuk kesalahan aku waktu itu, karena tidak mendidik anak saya dengan benar dan termakan ucapannya” ucap tuan besar Regans membenarkan.


Denis menatap tuang besar Regans melihat raut wajahnya yang dengan tulus meminta maaf membuang semua ego dalam dirinya.


Apa lagi ia tahu jika orang didepannya ini terkenal dengan sikap kejam dan arogan, tidak akan mengakui kesalahannya atau meminta maaf kepada orang lain.


“Saya hanya ingin agar hubungan kerja sama kita tetap berjalan seperti dulu lagi tuan Denis” ucap tuan besar Regans mengutarakan tujuannya.


“Ckk!!” decak Sandro dengan kesal membuat kedua orang didepannya langsung menatapnya.


“Seharusnya anda meminta maaf kepada orang kepercayaanku karena merekalah yang tidak anda hargai” ucap Denis dengan suara tegas.


“Benar tuan Denis”


“Tuan Sandro dan tuan Rian maafkan kesalahan saya waktu itu sudah menyingung perasaan tuan-tuan sekalian” ucap tuan besar Regans dengan tulus.


Sandro dan Rian saling melirik dan melihat isyarat dari Denis untuk memaafkan tuan besar Regans, karena memang ia dengan tulus meminta maaf dan mengakui kesalahannya.


“Kami sudah memaafkan anda tuan besar Regans” ucap Sandro mewakili Rian mengatakan jawaban mereka.


“Terima kasih tuan Sandro, tuan Rian” ucap tuan besar Regans dengan lega.


“Sama-sama” balas Sandro.


Denis menatap tuan besar Regans dengan tatapan datar dan dingin, tapi ia tahu sedari tadi cucu tuan besar Regans terus meliriknya dan hal itu membuat dia berdecak kesal.


“Nona jaga tatapan anda dari bos kami jika anda masih ingin melihat dunia ini” tegur Rian saat Denis memberinya isyarat lewat lirikan matanya.


“Maafkan saya tuan Rian saya hanya terpesona saja dengan ketampanan dan wibawa tuan Denis” balas Bianca dengan tidak tahu malu.


“Ckk!!” decak Denis dengan sinis mendengar ucapan Bianca barusan.


“Bianca diam kamu! Lebih baik kamu pergi dari sini jangan membuat kakek malu!” bentak tuan besar Regans dengan tegas.


“Tapi kek”


“Bianca” potong tuan besar Regans sambil menatap cucunya dengan tajam.


Bianca berdecak kesal melihat kakeknya dan pergi dari sana dengan emosi karena diusir kakeknya, apa lagi mempermalukan dia di depan laki-laki yang ia sukai sejak pertama kali melihatnya di mansion kakeknya waktu itu.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Maafkan cucu saya tuan Denis” ucap tuan besar Regans.


“Heemmm”


“Tuan Denis apa boleh kerja sama kita bisa kembali berlanjut?” tanya tuan besar Regans dengan hati-hati.


“Kirim proposal kalian ke perusahaan aku dan satu lagi aku tidak ingin semua proyek kerja sama kita di pegang oleh putra anda William” jawab Denis dengan suara tegas.

__ADS_1


“Baik tuan Denis. Saya pastikan anak saya William tidak akan berkontribusi dalam proyek kita ke depannya” balas tuan besar Regans dengan suara tegas.


Denis tak berkata apa-apa dan segera pergi dari sana meninggalkan tuan besar Regans yang sudah bisa bernapas dengan lega, karena mengurus perusahaannya yang hampir collapse karena ulah putra sulungnya itu.


Saat sampai di lobby hotel Denis mengerutkan keningnya melihat kekasihnya yang baru saja keluar dari lift bersama Leo dan sekretarisnya. Leila yang sedang berbicara dengan sekretarisnya tidak tahu jika ia sedang di perhatikan oleh kekasihnya.


“Denis” panggil seorang perempuan dari arah pintu masuk membuat Leila yang mendengar nama kekasihnya segera melihat ke depan.


Ia kaget tak menyangka akan bertemu dengan kekasihnya disana, tapi seketika matanya melotot melihat perempuan yang memanggil Denis barusan.


Sedangkan Denis yang mendengar namanya disebut berdecak kesal melihat siapa yang memanggilnya.


“Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu bi**h” ucap Denis memperingati Indah dengan tatapan membunuh.


Leila dan lainnya kaget mendengar ucapan Denis barusan yang menghina Indah didepan umum, sedangkan Indah sendiri syok mendengar ucapan Denis yang sangat menghinanya.


“Bi**h” ucap Indah dengan tak percaya.


“Bos biar aku yang urus perempuan sialan ini” bisik Sandro.


“Heemmm”


Denis berlalu pergi dari sana meninggalkan Sandro yang langsung menarik Indah keluar dari dalam hotel. Sedangkan Leila ia tidak bisa berkata apa-apa, melihat Denis yang mengabaikannya bahkan tak menyapanya juga.


Apa aku ini kekasihmu, batin Leila dengan kesal.


“Nona muda ayok kita pergi” ajak Leo.


Leila mendengus kesal dengan bibir manyung ke depan berlalu keluar dari hotel, lalu naik ke mobilnya yang sudah terparkir di depan lobby. Denis yang melihat wajah cemberut kekasihnya tersenyum tipis karena menurutnya itu sangat mengemaskan.


“Hadang mobil itu dijalan depan” titah Denis dengan suara dingin dari kursi belakang.


“Heemmm”


Rian memberi isyarat kepada sopir untuk melakukan perintah Denis barusan dan saat sampai di jalan depan, dengan cepat mobil Denis langsung menghadang mobil yang dinaiki oleh Leila.


“F**k! Siapa yang berani hadang mobil kita” maki Leo dengan kesal.


“Denis” ucap Leila dengan kaget melihat siapa yang sudah menghadang mobil mereka.


Denis keluar dari dalam mobil sambil berjalan dengan langkah panjang menuju mobil Leila. Tak berkata apa-apa ia langsung membuka pintu mobil bagian belakang dan menarik Leila keluar dari sana.


“Hey apa yang kamu lakukan berengsek” teriak Leo yang ikut keluar dari dalam mobil menghadang Denis.


“Minggir” ucap Denis dengan suara dingin.


“Lepaskan nona muda kami! Kamu pikir kamu siapa beraninya membawa nona muda!” bentak Leo dengan emosi.


“Ka Leo nanti aku jelasin sampai kantor. Biarkan aku pergi bersama Denis ya ka” potong Leila tak ingin membuat keributan disana.


“Tapi nona muda kita tidak kenal dia siapa dan anda jangan terlalu mempercayai bajingan ini” bantah Leo dengan suara tinggi.


“Dia kekasihku” ucap Leila dengan suara tegas.


“Apa” ucap Leo dengan kaget.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


Denis tersenyum smirk melihat kekagetan di wajah Leo dan segera menarik Leila pergi dari sana tak, perduli dengan Leo yang syok mendengar ucapan Leila barusan. Ia tak menyangka jika kekasih nona mudanya yaitu pengawal pribadi direktur Steven.


Nona muda jika tuan tahu hal ini ia pasti akan mengamuk, batin Leo.


Didalam mobil Denis, ia segera menekan tombol sekat agar Rian dan sopir tak bisa melihat mereka di belakang. Rian yang tadi mendengar apa yang diucapkan oleh Leila kaget bukan main dan tak menyangka jika bosnya sudah punya kekasih.


Kapan bos mulai pacaran dengan presdir BakerTech, batin Rian dengan penasaran.


“Kenapa wajahmu cemberut seperti itu sayang?” tanya Denis menggoda kekasihnya.


“Tidak kenapa-napa” balas Leila dengan ketus.


Cup……………


Denis menarik kepala Leila dan mencium bibirnya membuat Leila kaget bukan main dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya.


“Bernapas sayang dan ikut gerakanku” bisik Denis di sela ciuman mereka.


Ia kembali mencium bibir Leila dengan sangat lembut dan dibalas dengan kaku oleh Leila karena ini kali keduanya mereka berciuman. Setelah beberapa saat Denis melepaskan ciumannya dan menarik Leila naik ke atas pangkuannya.


“Kenapa?” tanya Denis dengan suara lembut sambil mengelus bibir Leila.


“Siapa perempuan tadi?” tanya Leila.


“Teman Sandro dari SMP dan aku kenal dia waktu di club saat dia mengantar hasil DNA yang diminta Sandro” ucap Denis dengan jujur.


“Kamu tidak ada hubungan dengan dia kan sayang?” tanya Leila dengan suara pelan.


“No baby. Aku tidak menyukai ja**ng seperti dia dan lagian kamu pacar pertamaku”  jawab Denis.


“Tidak mungkin” balas Leila dengan tak percaya.


“Dulu aku memang sangat aktif di dunia malam dan banyak perempuan yang menemani aku sayang, tapi aku tidak pernah berpacaran selain dengan kamu dan tidak pernah tidur dengan perempuan manapun” ucap Denis dengan suara tegas.


Leila diam tidak menyangka jika Denis akan jujur mengenai kelakuannya dulu dan ia hargai kejujuran kekasihnya. Ia memeluk Denis dengan erat yang juga dibalas Denis tak kalah erat pula.


Kamu memang gadis pertama yang aku kencani dalam kehidupan ini sayang tapi di kehidupan sebelumnya aku sangat kotor jika bertemu denganmu, batin Denis tersenyum getir mengingat kehidupan malamnya.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 17:00 Denis memilih mengantar kekasihnya pulang ke rumahnya dan bergegas pulang juga ke mansionnya.


~ Markas Black Damon ~


Plak…………………plak……………….


Sandro seperti kesetanan menampar Indah berkali-kali karena sudah berani memberi informasi mengenai Denis kepada musuhnya yaitu Kenzo.


“Kenapa kamu melakukan ini kepadaku Sandro?” tanya Indah dengan suara lemah.


“Kamu tanya kenapa sialan?” tanya balik Sandro dengan senyum menyeringai.


Sret……………….


Aarrghhh………………


Jeritan kesakitan Indah bergema saat Sandro menusuk pahanya dengan pisau dan menekannya hingga dalam. Aira mata Indah mengalir dengan deras merasa sangat kesakitan dengan apa yang dilakukan Sandro barusan.


Apa ini ada hubungannya dengan Denis, batin Indah menerka apa yang membuat Sandro sampai begini.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………


__ADS_2