Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 163


__ADS_3

Aaarrgghh.................


Suara jeritan Hito bergema didalam sana saat Sandro mem***ng kedua kakinya dengan gergaji. Darahnya seketika muncrat membuat bau anyir darah disana tercium sangat kuat.


Sandro yang mendengar jeritan Hito semakin membuatnya bersemangat. Ia terlihat seperti seorang psikopat yang sedang bersenang-senang dengan mangsanya.


"Ckk!!" decak Arsen dengan malas.


"Bos Arsen apa yang harus kita lakukan dengan mayat-mayat ini?" tanya Jeki sambil menunjuk mayat anak buah Hito di tanah.


"Bawa mereka ke markas dan kasi ke peliharaan bos" jawab Arsen.


"Baik bos Arsen"


Arsen menatap Sandro dengan malas yang sedang bersenang-senang dengan Hito seperti baru mendapat mainan seru.


Phew...........


Ia membuang napasnya dengan kasar melihat kelakuan Sandro yang tidak pernah berubah sedari dulu. Ia akan bermain-main dengan korbannya dulu hingga puas barulah ia mengakhirinya.


"Apa kamu berniat seharian disini sialan?" tanya Arsen dengan suara tinggi.


"Ckk!! Dasar pengganggu!" decak Sandro sambil menatap Arsen dengan kesal.


"Selesaikan cepat jika tidak aku akan meninggalkanmu disini" titah Arsen dengan suara tegas.


"Ya ya ya kamu memang bosnya" ketus Sandro.


Dor................


Sandro menembak Hito tepat di kepalanya membuat dia seketika merenggang nyawa. Ia memilih menembaknya karena sudah tidak berselera lagi dan itu semua karena Arsen.


"Bereskan mayat sialan itu" titah Sandro ke anak buahnya.


Sandro bergegas menyusul Arsen yang sudah lebih dulu pergi. Keduanya lalu menghadap Denis yang sedang menunggu di mobil sedari tadi bersama dengan Max.


Tok.........tok.......tok........


Denis yang berada didalam mobol menurunkan kaca mobil saat diketuk dari luar oleh Arsen. Mata coklatnya menatap keduanya dengan tatapan dingin dan datar.


"Semua sudah beres bos" lapor Arsen.


"Heemmm! Bereskan semuanya dan jangan lupa hancurkan barang haram itu" titah Denis dengan suara dingin.


"Baik bos" jawab Arsen dengan suara tak kalah dingin.


"Bos apa aku sudah bisa kembali ke rumahku?" tanya Sandro.


"Heemmm" deham Denis sambil mengangguk kepala.


Ting............


Tiba-tiba hp Arsen berbunyi ada pesan masuk, ia segera mengambil hpnya dan melihat ada pesan masuk dari Rian.


Rian


"Barusan ada laporan dari kepala gudang di kota B kalau mereka menangkap 3 orang yang ingin membakar gudang penyimpanan kita"


^^^"Suruh kepala gudang untuk menahan mereka jangan sampai mereka kabur"^^^


"Oke"


Arsen lalu memberitahu hal tersebut kepada Denis yang ditanggapi dengan senyum smirk oleh Denis. Ia dan Sandro saling melirik bertanya ada apa dengan bos mereka tapi keduanya tidak tahu.

__ADS_1


"Sandro pergi dan bereskan ketiga orang itu karena mereka adalah anak buah daddy mertuamu" titah Denis dengan suara dingin.


"Hah! Apa bos yakin?" tanya Sandro dengan kaget.


"Ya" jawab Denis dengan singkat.


"Baik bos aku akan segera ke sana"


"Setelah kamu membereskan mereka jangan lupa kirim mereka sebagai hadiah kepada pak tua itu" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Oke bos" balas Sandro sambil tersenyum lebar.


Mereka lalu pergi dari sana dengan tujuan yang berbeda. Denis memilih pulang ke mansion karena ingin merenovasi kamar utama menjadi kamar untuknya dan Leila setelah mereka menikah nanti.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


~ Roma, Italia ~


Prang..............


Roy membanting hpnya di lantai saat mendengar kabar jika Hito dan anak buahnya tidak berhasil membawa kembali putrinya.


Bukan itu saja yang membuat dia emosi, tetapi karena Hito dan pasukannya tidak berhasil memberi pelajaran kepada Denis malah mereka yang diberi pelajaran olehnya.


"Sial!" umpat Roy dengan emosi.


Simon yang sedari tadi menguping pembicaraan daddynya tersenyum penuh arti karena lagi-lagi rencana daddynya gagal.


Jangan harap daddy bisa menggunakan adik-adik aku untuk kepentingan pribadi daddy, batin Simon dengan emosi.


Ia berlalu pergi dari sana takut daddynya mengetahui jika ia menguping pembicaraannya. Saat Simon pergi, keluarlah Seina yang sedari tadi bersembunyi melihat apa yang dilakukan oleh sang kakak.


"Jangan bilang kakak adalah orang dibalik gagalnya rencana daddy selama ini" terka Seina.


"Maafkan aku ka tapi untuk kali ini aku akan memihak daddy dan tidak akan membiarkan kakak membuat rencana daddy kacau balau" ucap Seila dengan tatapan penuh kebencian.


Ia bergegas pergi ke kamar sang kakak ingin mencari sesuatu yang bisa membuktikan jika tebakannya itu semua benar.


1 Minggu kemudian


Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan sudah 1 minggu berlalu dari acara lamaran Denis dsn Leila.


Selama 1 minggu Denis dilarang keras oleh mamanya dan Rayen untuk tidak bertemu dengan Leila hingga tiba hari pernikahan mereka barulah keduanya bisa bertemu.


Awalnya ia menolak tapi setelah dibujuk oleh mamanya dengan embel-embel kalau ini adalah keinginan mamanya, ia pun dengan pasrah mengiyakan semua itu


"Kamu urus sisa pekerjaanku" titah Denis kepada Rian didepan meja kerjanya.


"Baik presdir" jawab Rian dengan patuh meski ia harus mengatur ulang jadwal Denis yang sudah sangat padat.


Denis segera pergi dari sana ditemani pengawal pribadinya dan entah kemana ia akan pergi hanya dia saja yang tahu.


~ Pemakaman Harapan ~


Disinilah Denis berada yaitu Pemakaman Harapan tempat papanya dikuburkan. Dengan perasaan sedih dan hancur Denis menaruh bunga mawar hijau kesukaan papanya didepan batu nisan.


"Pa" ucap Denis dengan suara bergetar.


Hiks..........hiks.........hiks...........


Air matanya tak bisa di bendung lagi saat berdiri didepan kuburan sang papa. Tangisannya terdengar sangat pilu dan menyayat hati bagi siapa saja yang mendengarnya.


Thomas sudah menyuruh anak buahnya untuk memakai earphone agar tidak mendengar tangisan sang bos. Sedangkan dia yang sudah terbiasa sejak dulu juga ikut menangis mendengar tangisan sang bos.

__ADS_1


"Denis sangat merindukan papa" ucap Denis dengan suara lemah.


"1 Minggu lagi Denis akan menikah pa. Denis ingin sekali papa hadir tapi itu mungkin........hiks hiks hiks........Denis hanya bisa berharap papa bahagia melihat Denis dari sana........hiks hiks hiks" ucap Denis sambil menangis tersedu-sedu.


"Setelah menikah Denis akan membawa istri Denis menemui papa ya" ucapnya lagi sambil terkekeh.


Hiks..........hiks........hiks..........


Air mata Denis kembali tumpah tak kuat menatap kuburan sang papa didepannya. Ia berlutut sambil memukul dadanya yang terasa sangat sakit memikirkan sang apa.


Apa lagi ingatan-ingatan saat papanya meninggal terus berputar di kepalanya dari saat papanya sakit hingga meninggal di atas pangkuan sang mama.


Aaarrgghh...............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis berteriak dengan suara kencang melepas rasa sakit didalam hatinya. Air matanya mengalir dengan deras membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa sangat kasihan.


Hatinya sangat sakit memikirkan papanya yang pergi meninggalkan dirinya sejak masih kecil. Apa lagi ia harus melihat mamanya yang menderita dihina dan dicemooh oleh orang-orang karena status mereka.


"Pa.........hiks hiks hiks...........Denis berjanji akan membahagiakan mama dan istri Denis ke depannya........hiks hiks hiks........Denis berharap bisa seperti papa yang mencintai mama hingga akhir hayat papa" lirih Denis dengan perasaan sedih dan hancur.


"Denis sangat menyayangi papa dan terima kasih sudah menjadi papa Denis" ucapnya dengan tulus.


Hari itu Denis menghabiskan waktunya di makam sang papa melepas semua perasaan dihatinya. Thomas Yangs sedari tadi mendengar ucapan Denis terus mengelap air matanya karena merasa sangat sedih kepada sang bos.


Bos anda adalah orang yang kuat dan semoga bos selalu bahagia dengan keluarga bos nanti, batin Thomas dengan tulus.


~ Rumah Arkana ~


Waktu sudah menunjukkan pukul 19:00 dan saat ini Amira Baru saja selesai makan malam bersama dengan Bi Eda seperti biasanya.


Saat hendak akan ke kamar ia tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan sang anak yang datang langsung memeluknya.


"Kamu kenapa nak?" tanya Amira dengan cemas mendapat perlakuan seperti itu dari sang anak.


"Biarkan aku memeluk mama sebentar" ucap Denis dengan suara serak.


Apa Denis baru saja menangis, batin Amira dengan curiga.


Ingin sekali ia ingin melihat wajah sang anak tapi pelukan Denis sangat erat sehingga ia tidak bisa melihat wajah anaknya.


Amira yakin dugaannya pasti benar kalau Denis baru saja menangis. Entah apa yang membuat anaknya menangis ia tidak tahu, ia sangat penasaran dan ingin bertanya tapi tidak punya keberanian.


"Ada apa nak? cerita sama mama?" tanya Amira dengan suara lembut sambil mengelus punggung Denis.


"Tidak ada apa-apa ma. Aku hanya ingin memeluk mama seperti ini" jawab Denis dengan suara lembut.


"Mama akan selalu ada untuk kamu nak"


"Heeemmm"


Denis semakin mempererat pelukannya mencari ketenangan untuk hatinya yang sedari tadi sangat kacau dan sakit.


Maaf ma tapi Denis tidak mau mama sedih jika tahu Denis baru saja mengunjungi makam papa, batin Denis dengan sedih.


1 Minggu kemudian


Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan sudah 1 minggu berlalu.


Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang karena ingin melihat pernikahan spektakuler di abad ini yang sedang ramai dibicarakan di dunia Maya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue...............


__ADS_2