
Denis terkekeh saat melihat langsung sifat asli seorang Roy Martinez. Sejak pertama kali mereka bertemu ia memang sudah menyadari jika Roy bukanlah orang yang baik tapi ia seorang rubah licik.
"Nak mama mohon lepaskan Seina nak. Biar bagaimanapun mereka itu tamu di rumah kita Denis" pinta Amira dengan suara lembut.
"Maaf ma untuk kali ini aku tidak bisa mengikuti ucapan mama" ucap Denis dengan suara tegas.
"Bukannya mama paling tahu jika aku paling benci orang lain masuk ke dalam kamar aku" tambahnya lagi dengan suara dingin.
Amira diam tidak meminta lagi anaknya untuk melepaskan Seina, karena memang sejak dulu Denis paling benci kalau ada orang lain yang masuk ke dalam kamarnya atau menyentuh barang-barangnya.
"Denis aku mohon lepaskan adik aku" pinta Simon.
"Ckk!! Siapapun yang sudah berani masuk ke kamarku tanpa seijin aku tidak akan aku lepaskan begitu saja" decak Denis sambil tersenyum sinis.
Plak...........plak.........plak........plak........
"Denis" hardik Roy dan Clarisa dengan suara tinggi.
Semua di buat kaget tidak menyangka jika Denis akan menampar Seina berkali-kali didepan orang tuanya.
Seakan ia tidak menganggap mereka dan semakin menampar Seina entah sudah berapa kali.
Bugh..........bugh........bugh..........
Tidak hanya menampar Seina tapi Denis juga memukul dan menendangnya tidak perduli jika yang ia pukul adalah seorang perempuan.
Leila menutup mulut tak menyangka jika Denis akan memukul Seina seperti itu. Tanpa berpikir lagi ia maju ke depan untuk menghentikan Denis.
Grep..............
"Aku mohon hentikan sayang" pinta Leila dengan tubuh gemetar memeluk Denis.
"Lepas sayang" ucap Denis dengan suara dingin.
"Cukup sayang! Aku tidak mau kamu seperti ini didepan mama sayang" pinta Leila dengan sesegukan.
Phew...............
Denis membuang napasnya dengan kasar merasakan air mata Leila di punggungnya. Matanya melirik Adrian di sampingnya yang sedang tersenyum lebar sambil memangku kaki menonton sejak tadi.
"Urus dia" ucap Denis dengan tatapan dingin.
"Sorry dude aku tidak Sudi mengurus rubah kecil itu" balas Adrian dengan raut wajah tak suka.
"Berani sekali kamu memukul putriku sialan!" teriak Clara dengan tatapan membunuh.
"Tutup mulutmu perempuan tua sebelum aku menjahitnya" bentak Denis dengan tatapan tajam.
"Jangan membentak istriku. Keterlaluan sekali kamu sama orang yang lebih tua dari kamu" bentak Roy tak terima istrinya di bentak.
"Hey pak tua! Sebaiknya anda juga tutup mulutmu itu karena suaramu itu membuat kuping aku sakit" bentak Denis dengan tatapan membunuh.
"Aku heran sekali! Ternyata kamu itu sangat jauh berbeda dengan papa kamu. Papa kamu itu adalah orang yang sangat menghargai orang yang lebih tua tidak seperti kamu yang tidak punya sopan santun sama sekali" cibir Roy dengan sinis.
"Jangan menyebut nama papa aku sialan! Aku lebih tahu seperti apa papa aku meski aku harus kehilangannya sejak kecil bangsat!" hardik Denis dengan suara tinggi.
"Cih! Demian pasti akan sangat menyesal melihat sifat putra tunggalnya seperti ini" decih Roy dengan tatapan mengejek.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Plak..............
Bunyi tamparan kembali bergema didalam sana tapi bukan dari Denis melainkan dari mamanya kepada Roy.
__ADS_1
Wajah Roy menoleh ke samping tak menyangka. akan ditampar oleh Amira. Sedangkan Amira ia menatap Roy dengan tatapan tajam dengan dada naik turun menahan rasa emosinya.
"Jangan pernah menghina putraku Roy. Aku lebih tahu sifat suami aku di bandingkan kamu yang sahabatnya" bentak Amira dengan emosi.
"Amira beraninya kamu menampar suamiku" bentak Clara dengan emosi.
Ia mengangkat tangannya ingin menampar Amira tapi di tangkap Denis dengan cepat.
Dengan gerakan cepat Denis balik menampar Clara dengan kuat membuat Sandro, Arsen, dan Arkan yang baru saja datang kaget bukan main.
"Mommy" ucap Simon dan Seila dengan serentak.
"Denis aku mohon kontrol emosimu sayang" ucap Leila memeluk Denis dari depan saat melihat kekasihnya ingin menampar Tante Clara lagi.
"Siapapun yang menyakiti mamaku aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri" ancam Denis dengan aura membunuh.
"Kurang ajar! Beraninya kalian memperlakukan keluarga kami seperti ini!" hardik Roy dengan suara tinggi.
"Cih!! Memangnya kamu pikir kamu siapa sialan! Bukan berarti kamu sahabat papa aku jadi aku harus menghormatimu!" sarkas Denis dengan sinis.
"Kalau anda sahabat papa kenapa kamu tidak ada sejak papa di usir dari keluarganya" tambahnya lagi dengan tatapan tajam.
Roy bungkam tak bisa menjawab ucapan Denis, entah kenapa otaknya blank tak tahu harus menjawab pertanyaan Denis seperti apa.
Cup...............
Denis mencium bibir Leila di depan semuanya membuat Leila dan semuanya kaget melihat apa yang dilakukan oleh Denis barusan.
"Perempuan inilah yang akan menjadi istri dan mama untuk anak-anakku bukan perempuan ja***g itu" tunjuk Denis kepada Seina.
"Anak aku bukan ja***g sialan!" maki Clara dengan emosi.
"Di mata aku dia itu ja***g kotor" hina Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Di jodohkan?" tanya Denis dengan sebelah alis terangkat.
Hahahaha.................
Tawa Denis seketika pecah didalam sana membuat mereka semua menatapnya dengan bingung, tak tahu jalan pikiran Denis.
"Hey pak tua! Kamu pikir karena kamu dan papa aku sudah berjanji akan menjodohkan anak kalian maka aku akan terima begitu saja.........Anda salah besar tuan Roy Martinez yang terhormat" papar Denis menjelaskan.
"Tapi ini adalah janji yang dibuat papa kamu Denis. Kamu tidak bisa menolaknya seperti itu" ucap Roy seakan memaksa Denis untuk menerima perjodohan ini.
"Ckk!! Yang membuat janji itu kan papa aku jadi kalau kamu mau menjodohkan anak mu pergi saja sana ke makam papa aku dan bicara dengannya" sarkas Denis dengan suara dingin.
Hahahaha.................
Seketika tawa Adrian pecah didalam sana mendengar ucapan sahabatnya yang tak masuk akal.
Bagaimana mungkin orang mati bisa bangkit kembali hanya untuk membicarakan mengenai janji perjodohan yang sudah dibuatnya waktu muda.
"Apa ada yang lucu?" tanya Denis dengan tatapan tajam menatap Adrian.
"Sorry dude" ucap Adrian memilih aman tidak ingin di beri hukuman lagi sepeti waktu itu.
Bugh..............
"Denis" pekik Amira dengan tatapan tajam memperingati anaknya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Bagaimana tidak Denis menendang Seina yang berada di lantai dengan kuat hingga terpental tepat di depan kaki Roy.
__ADS_1
"Urus putrimu itu! Kalau perlu kalian pergi dari rumah mama aku karena kalian tidak di sambut disini" ucap Denis dengan suara dingin.
"Aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini" tunjuk Roy dengan penuh dendam kepada Denis.
"Aku tunggu pembalasan anda" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
Roy menyuruh Simon mengangkat Seina ke kamar mereka dan juga menyuruh istrinya untuk membereskan semua barang mereka.
Amira sendiri berdiri diam di tempat tak menahan mereka untuk pergi karena ia sangat marah dan kecewa saat mendengar penghinaan Roy kepada putranya.
"Kenapa kamu masih disini?" tanya Arkan dengan selidik kepada Seila yang masih berada disana.
"Suruh kakakmu ini melepas pinggang aku agar aku bisa pergi" jawab Seila dengan wajah cemberut menatap Sandro di sampingnya.
"Ka Sandro! Dia itu anak musuh bos kita" pekik Arkan dengan suara tinggi.
"Diam kamu bocah! Dia ini kekasih aku dan yang punya masalah dengan bos itu daddynya bukan dia" bentak Sandro dengan suara tinggi.
"Sama saja ka Sandro. Dia itu tetap masih punya darah pak tua itu dalam tubuhnya" ucap Arkan tak mau mengalah.
"Aku tidak perduli karena yang aku tahu dia itu kekasihku dan milikku seorang" tegas Sandro dengan tetapan tajam.
"Mama masih hutang penjelasan kepada aku" ucap Denis dengan suara dingin.
"Iya nak mama tahu" jawab Amira yang tahu maksud Denis.
Denis menarik Leila masuk ke dalam kamarnya meninggalkan mereka semua disana. Amira lalu menyuruh bi Eda untuk membersihkan darah Seina sedangkan Sandre sudah menarik Seila menuju taman belakang.
Didalam kamar Denis saat ini Leila menunduk tak berani mengangkat kepalanya melihat tatapan Denis yang menatapnya dengan tajam.
"Ada yang mau kamu katakan sayang?" tanya Denis dengan suara dingin.
"Maaf" cicit Leila dengan suara pelan.
"Tatap lawanmu jika sedang bicara" tegas Denis.
Leial segera mengangkat wajahnya tak mau membuat Denis berkata dua kali.
"Jika ada sesuatu tanya dulu sama aku jangan asal ambil kesimpulan sepihak saja" ucap Denis dengan suara dingin.
"Maaf sayang" ucap Leila dengan bibir mengerucut ke depan.
"Ckk!!!" decak Denis dengan kesal.
Leila lalu memeluk Denis dengan erat sambil tersenyum memamerkan giginya membujuk Denis untuk tidak kesal lagi.
"Maaf sayang. Aku salah" ucap Leila dengan tulus.
"Jangan di ulangi lagi sayang" ucap Denis dengan suara lembut.
"Iya sayang"
Cup..................
Leila mencium bibir Denis lebih dulu membuat Denis tersenyum bahagia. Ia merasa senang dan dengan cepat memeluk pinggang Leila dengan erat dan memperdalam ciuman keduanya.
Berbeda dengan Denis yang sedang bahagia, Roy sendiri mengepal kedua tangannya didalam kamar tak terima dengan perlakuan yang didapatnya hari ini.
"Lihat saja pembalasan aku Denis Arkana" gumam Roy dengan tatapan penuh dendam.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue............
__ADS_1