Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 112


__ADS_3

Suasana didalam sana seketika menjadi hening tak ada yang berbicara satu kata pun dan hanya ada tatapan tajam dan dingin.


Apa lagi aura Denis yang sangat mengintimidasi didalam sana, membuat mereka semua duduk dengan tidak tenang takut melakukan kesalahan di hadapan Denis.


Berbeda dengan Arkan yang menatap mereka satu persatu dengan bibir mengerucut ke depan merasa kesal, karena tidak paham apa yang sedang dibahas oleh mereka semua sedari tadi.


Apa sih yang mereka bahas? Kenapa juga nama manusia bangsat itu disebut, batin Arkan dengan mulut komat-kamit.


Denis memutar malas matanya saat menangkap gelagat Arkan yang seperti seorang dukun sedang membaca mantra dan ia tahu kenapa bocah itu seperti itu.


Itu semua karena dia tidak paham dengan apa yang sedang mereka bahas dan ia yakin pasti sebentar lagi ia akan mengoceh tak jelas seperti biasanya.


Ia yang sudah hafal betul sifat seorang Arkan Luis Baker sudah tidak kaget lagi meski awalnya ia tak menyangka, jika dibalik sifat introvert seorang Arkan ternyata dia adalah bocah yang sangat berisik dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.


“Arkan kamu pergi ke lantai dua dan lakukan apapun yang kamu inginkan disana” titah Denis dengan suara dingin mengagetkan mereka semua didalam sana.


“Hah! Beneran bos?” tanya Arkan dengan mata berbinar-binar.


“Heeemm” deham Denis.


Yeaayy……………


Pekik Arkan dengan senang segera berlari keluar, membuat Sandro dan Rian tercengang melihat sifat Arkan yang baru pertama kali mereka lihat berbeda dengan Arsen yang sudah terbiasa.


Semoga bocah itu tidak membuat masalah dibawah nanti, batin Arsen sambil tersenyum getir.


Arsen menatap Denis dengan tatapan sulit diartikan merasa keberatan dengan perintah Denis barusan, tapi dianggap angin lalu saja oleh Denis dan tidak perduli dengan apa yang akan terjadi nanti.


“Apa dia presdir Rayen Miles Baker?” tanya detektif Gilang yang sedari tadi sangat penasaran dengan identitas Arkan.


“Apa menurutmu seorang presdir Rayen Baker akan berpenampilan seperti boyband korea?” tanya Sandro sambil tersenyum menyeringai.


“Tidak” jawab detektif Gilang dengan suara tegas.


Hehehehe……………..


Sandro terkekeh melihat detektif Gilang membuat detektif Gilang merutuk kebodohannya karena sudah bertanya hal yang tidak perlu.


Brugh……………


Semua mata seketika memandang ke arah Arsen yang melempar map coklat berukuran sedang diatas meja tepat didepan detektif Gilang. Ia lalu menatap detektif Gilang memberi isyarat untuk membuka amplop tersebut.


“Siapa orang ini?” tanya detektif Gilang melihat foto seorang pria muda berumur sekitar 28 tahun didalam amplop tadi.


“Cari dia karena dia adalah orang yang mengantar keluarga Arjuna ke pulau tempat mereka disekap dan juga dia adalah selingkuhan nyonya Arjuna” jawab Arsen dengan suara dingin.


Eeehhh……………


Detektif Gilang, Sandro, dan Rian tercengang mendengar ucapan Arsen barusan mengenai pria itu, yang tak lain adalah selingkuhan Maryam Arjuna istri dari Marcel Arjuna sekaligus ibu kandung Kenzo.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Kalau dia adalah selingkuhan nyonya Arjuna kenapa dia yang mengantar mereka ke pulau itu?” tanya detektif Gilang dengan bingung.


“Karena dia adalah anak buah Kenzo Arjuna dan juga orang yang menyuruhnya untuk selingkuh dengan ibunya” jawab Arsen.


“APA” ucap detektif Gilang, Sandro, dan Rian serentak kaget.


“Kamu tidak sedang bercanda kan bocah mata empat?” tanya Sandro dengan cepat.


“Ckk!! Apa wajah aku terlihat sedang bercanda sialan” sarkas Arsen sambil menunjuk wajahnya dengan kesal.

__ADS_1


“Aku hanya bertanya saja bocah! Tidak usah menatapku seperti itu!” ketus Sandro.


“Cih!”


“Apa suaminya tahu dia berselingkuh?” tanya detektif Gilang dengan penasaran.


“Ya. Bahkan suaminya juga selingkuh dengan gadis muda” jawab Arsen dengan santai.


“Hah! Orang kaya memang aneh” ucap detektif Gilang dengan pusing.


“Cari tahu orang itu dan kamu akan mendapat bukti tentang keterlibatan Kenzo Arjuna” titah Arsen dengan suara tegas.


“Heemm! Baiklah” jawab detektif Gilang.


Ia lalu pamit pergi karena sudah tidak ada lagi yang mau ia tanyakan dan ingin secepatnya melacak orang yang dimaksud oleh Arsen barusan.


“Publikasi bukti yang sudah kamu dapatkan ke media tapi jangan menyebut nama sialan itu” ucap Denis dengan suara dingin saat detektif Gilang hendak membuka pintu.


“Apa! Maksud anda apa presdir Denis? Bukannya anda dengar sendiri ucapan tuan muda Sanjaya tentang pelaku yang sebenarnya?” tanya detektif Gilang dengan suara dingin sambil berbalik menatap Denis dengan bingung.


“Sebelum menangkap mangsamu lebih baik kamu buat dia merasa aman dan menang. Saat itulah kamu harus menangkapnya disaat dia lengah, karena berpikir dia sudah aman” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


Detektif Gilang mengerutkan keningnya memikirkan ucapan Denis dan tak berapa lama ia tersenyum lebar setelah mengerti maksud Denis. Ia mengangguk kepalanya sebagai jawaban jika ia akan melakukan apa yang disuruh Denis tadi.


Sampainya di lantai dua detektif Gilang dibuat kaget oleh Arkan, yang sedang menjambak rambut seorang perempuan dan menamparnya berkali-kali sehingga terjadi keributan disana.


“Apa semua keluarga Baker adalah orang yang tempramen dan tidak memandang status” gumam detektif Gilang sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Arkan yang sama persis dengan presdir Rayen.


Ia tidak mau ikut campur dengan hal itu meski ia seorang polisi, karena saat ini ada tugas yang lebih penting dari itu semua. Sedangkan tak jauh dari tempat Arkan berdiri Austin Smith dan Kenneth asistennya berdiri mematung melihat wajah Arkan yang sama persis dengan orang yang mereka kenali.


“Dia” ucap Austin dengan syok.


“Presdir Rayen ternyata selamat bos” ucap Kenneth.


“Baik bos” jawab Kenneth dengan patuh.


Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan tanpa terasa bulan sudah berganti dengan matahari menandakan hari baru telah tiba.


Arkan yang semalam membuat keributan memilih tak pulang ke rumahnya dan tidur di rumah Sandro, karena ia yakin pasti kakaknya akan mengomel saat mengetahui perbuatannya semalam.


~ BakerTech ~


Leila tiba di perusahaan dikawal oleh pengawalnya dan saat ia masuk ke lobby perusahaan, ia melihat wajah-wajah pemegang saham yang sudah hadir untuk rapat sebentar lagi.


“Selamat pagi presdir” ucap Alin dengan sopan menyambut Leila didepan ruangannya.


“Selamat pagi juga Alin” balas Leila sambil tersenyum manis.


Leila segera masuk ke dalam ruangannya diikuti Alin yang akan membaca agenda Leila hari ini setelah rapat dengan pemegang saham 30 menit lagi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Apa ruang meeting sudah dipersiapkan Alin?” tanya Leila.


“Sudah presdir” jawab Alin dengan cepat.


“Bagus. Nanti kalau Sandro datang suruh dia ke ruanganku” titah Leila dengan suara lembut.


“Baik presdir”


Alin segera keluar dari ruangan Leila setelah memberikan berkas yang harus ia tanda tangani sebelum meeting. Leila lalu mengambil hpnya dan menghubungi Arkan karena semalam tidak pulang ke rumah membuat dia khawatir.

__ADS_1


“Kamu kemana sih dek? Kenapa nomor kamu tidak aktif segala sih?” tanya Leila dengan kesal lagi-lagi nomor Arkan tidak aktif.


Tok………….tok…………….tok…………….


“Masuk” ucap Leila saat mendengar pintunya diketuk.


“Presdir memanggilku?” tanya Sandro dengan sopan karena mereka sedang di perusahaan.


“Iya ka Sandro. Apa ka Sandro tahu dimana Arkan? Dari semalam ia tidak pulang dan tidak ada kabar sama sekali ka?” tanya Leila dengan cemas.


“Arkan semalam menginap di rumahku karena sudah terlalu larut dan pagi tadi dia sudah berangkat ke markas karena ada pekerjaan yang harus ia kerjakan nanti” jawab Sandro menjelaskan.


“Pekerjaan apa ka Sandro?” tanya Leila dengan cepat.


“Semalam bos menyuruhnya untuk menemani Max melakukan transaksi dengan pemerintah Australia yang ingin membeli senjata” jawab Sandro dengan jujur.


“Oh. Terima kasih ya ka Sandro karena sudah mengijinkan Arkan tidur di rumah ka Sandro semalam” ucap Leila dengan tulus.


“Sama-sama presdir. Lagian dia sudah kami anggap adik kami sendiri” ucap Sandro.


“Iya ka Sandro”


30 Menit kemudian


Leila sudah berada di ruang meeting bersama Sandro dan Alin, bersama para pemegang saham dan juga semua petinggi di perusahaan untuk membahas masalah direktur Abraham Kein.


“Selamat pagi semua” ucap Leila dengan suara tegas dan wibawa.


“Pagi presdir” balas semuanya dengan serentak.


“Aku yakin anda semua sudah tahu maksud meeting hari ini dan aku tidak perlu menjelaskannya lagi” ucap Leila.


“Ya kami tahu presdir. Tapi bukannya orang yang bersangkutan harus hadir dalam meeting ini” ucap pemegang saham A.


“Ya benar presdir” tambah pemegang saham C.


“Bukannya kalau yang bersangkutan tidak hadir berarti meeting ini tidak sah ya” ucap Kenzo dengan suara lantang.


Seketika ruangan meeting menjadi gaduh dengan bisik-bisik peserta meeting, membuat Leila kedua tangannya terkepal di bawah meja menatap Kenzo yang tersenyum manis dan ia yakin ini semua ulahnya.


“DIAM” hardik Sandro dengan suara tegas menggelegar didalam sana.


Hening!


Tak ada yang berbicara atau berbisik mendengar hardikan Sandro barusan, bahkan Alin dan Leila sampai dibuat kaget olehnya karena tak menyangka ia akan menghardik semua peserta meeting.


“Meeting tetap akan berjalan sesuai yang direncanakan jadi saya mohon semuanya tetap tenang” ucap Sandro dengan suara tegas.


“Apa anda tuli asisten Sandro? Bagaimana meeting ini akan jadi jika yang  menjadi topik meeting hari ini tidak hadir? Apa anda ingin bertanggung jawab asisten Sandro?” tanya Kenzo sambil tersenyum smirk.


“Siapa bilang yang bersangkutan tidak hadir CEO Kenzo” jawab Sandro sambil tersenyum menyeringai.


“Lalu dimana direktur Abraham asisten Sandro?” tanya Kenzo dengan sinis.


Sandro tak langsung menjawab pertanyaan Kenzo, membuat Kenzo tersenyum puas karena ia yakin usahanya untuk menggagalkan meeting hari ini akan berjalan dengan lancar.


Kamu tidak akan menemukan pak tua itu sialan, batin Kenzo sambil tertawa puas dalam hati.


“Bawa dia masuk” ucap Sandro dengan suara lantang.


Ceklek………………..

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………………..


__ADS_2