Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 262


__ADS_3

Teriakan Sandro barusan membangunkan semua penghuni rumah. Bahkan mbok Inah yang tidur di paviliun belakang bersama suaminya yang seorang satpam di sana juga ikut terbangun.


"Hiks hiks hiks............ayah" ucap Anthony sambil menangis saat keluar dari kamar.


"Sayang sini sama ibu. Jangan menangis lagi ya" ucap Seila mengendong putranya dan turun ke bawah.


Sampai di lantai satu ia berpapasan dengan mama mertuanya dan mommynya yang juga baru kelar dari kamar. Mereka lalu menuju ke arah dapur, tak lupa menghidupkan semua lampu sehingga menjadi terang.


"Mas apa yang terjadi? Kenapa kamu berteriak?" tanya Seila dengan bingung.


"Seina sayang" pekik Riana dengan suara melengking berlari menghampiri putrinya yang berada di lantai.


"Bu tolong jaga Anthony bentar ya" pinta Seila dengan suara lembut.


"Cucu eyang. Sini sama eyang" ucap Mega sambil mengambil Anthony dari gendongan Seila.


Seila lalu menghampiri suaminya yang berdiri didepan saudara kembarnya dengan wajah merah padam. Kedua tangannya terkepal, dengan mata tajam menatap Seina di lantai seakan ingin membunuhnya.


Saat melihat kembarannya, Seila dibuat kaget karena Seina yang memakai gaun tidur yang sangat tipis dan sangat transparan. Apa lagi ia tidak memakai penutup dada sehingga terlihat jelas puncak aset kembarnya.


"Hiks hiks hiks........mommy........hiks hiks hiks" ucap Seina sambil menangis.


"Mas" panggil Seila dengan suara lembut.


"Heemmm" deham Sandro.


"Apa yang terjadi mas?" tanya Seila.


"Kamu tanya kenapa sialan! Apa kamu tidak lihat kalau kakak kembarmu sedang menangis dan mommy yakin ini semua karena suami sialanmu itu!" bentak Riana dengan suara tinggi.


"JAGA UCAPAN MOMMY!" bentak Seila dengan suara tak kalah tinggi.


"Dasar anak durhaka! Beraninya kamu membentak mommy kamu sendiri" hardik Riana dengan emosi.


"Aku tidak akan membentak mommy jika mommy tidak mengatai suamiku. Lagian kita belum mengetahui apa yang terjadi disini jadi jangan menyalahkan suamiku" tegas Seila dengan suara lantang.


Sandro tersenyum manis mendengar ucapan istrinya yang membelanya. Apa lagi melihat sang istri yang sudah mulai tegas tidak lemah seperti awal mereka bertemu.


"Berengsek! Dasar anak tidak tahu diri kamu Seila!" bentak Riana dengan emosi.


Plak................


Semua di buat kaget saat Sandro menampar Riana mommy mertuanya sendiri. Riana bahkan sampai syok tidak menyangka akan di tampar oleh Sandro.


"Jaga ucapanmu perempuan tua. Meski kamu mommy istriku tapi aku tidak akan segan-segan memberi kamu karena sudah menghina istriku" ucap Sandro dengan suara tegas.


"Kurang ajar! Berengsek beraninya kamu menampar mommy aku!" bentak Seina dengan emosi.


"Memangnya kenapa? Perempuan tua itu pantas di beri pelajaran seperti kamu ja**ng sundal" hina Sandro sambil tersenyum menyeringai.


"Biadab! Beraninya kamu mengatai aku ja**ng sialan!" bentak Seina semakin emosi.


Ia lalu bangun dan menyerang Sandro tapi kalah cepat dengan gerakan Sandro. Rambut Seina lalu di jambak Sandro dengan kuat membuat Seina berteriak kesakitan.


"Jangan pernah main-main dengan aku pela**r" ucap Sandro dengan suara dingin.


Bugh...........bugh............bugh..........bugh.......


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sandro membentur kepala Seina berkali-kali di tembok hingga kepalanya berdarah. Tak hanya itu Sandro memukul Seina dengan brutal, tidak perduli jika yang ia pukul saat ini seorang perempuan.


"Aaaarrghhh! Hentikan sialan!" teriak Riana dengan histeris.


Mega menutup mata Anthony dan membawanya pergi dari sana, tidak mau cucunya melihat apa yang dilakuan oleh ayahnya. Beruntung Anthony sudah tertidur saat Mega menggendongnya jadi ia tidak melihat apa yang sedang di lakukan oleh Sandro.


"Beraninya kamu menggoda aku dan menyentuh tubuhku dengan tangan kotormu ja***g" ucap Sandro dengan emosi.


"Rasakan akibatnya karena sudah mengusik aku perempuan sialan" tambahnya lagi sambil tersenyum smirk.


Krek..............krek............aarrggh.............


Jeritan Seina bergema didalam sana saat kedua tangannya di patahkan oleh Sandro. Tak sampai situ Sandro malah menginjak jari-jari tangannya hingga terdengar bunyi retak.


"Hentikan berengsek! Jangan sakiti anak aku sialan!" teriak Riana dengan suara bergema.


Sedangkan Seila ia syok melihat apa yang dilakukan suaminya. Tubuhnya seperti di lem tidak bisa digerakkan, tapi saat mendengar ucapan suaminya tentang saudara kembarnya raut wajahnya langsung berubah.


Wajah tegang dan takut tadi seketika berganti dengan wajah dingin dan kejam. Seila lalu menghampiri suami dan saudara kembarnya.


"Honey" ucap Sandro kaget melihat wajah sang istri yang terlihat emosi.


Bugh.............bugh..............bugh............


Sandro di buat kaget melihat istrinya yang selama ini terlihat lembut, berubah menjadi kejam. Bagaimana tidak, saat ini Seila menendang tubuh Seina berkali-kali tidak perduli siapa orang yang sedang ditendangnya.


"Beraninya kamu ingin menggoda suamiku Seina!" bentak Seila dengan suara tinggi.


"Hari ini juga aku akan membunuhmu sialan" teriak Seila dengan suara menggelegar.


Bugh...........bugh..........bugh..........


"Hentikan Seila. Kamu bisa membunuh kembaran anak tidak tahu diri!" bentak Riana dengan histeris.


Bugh...........prang.................


Sandro menendang Riana hingga membentur guci di belakangnya sampai pecah. Mbok Inah dan suaminya menutup mulut mereka melihat kekejaman tuan muda mereka malam ini.


"Sudah cukup honey" ucap Sandro sambil memeluk pinggang istrinya dan menariknya menjauh.

__ADS_1


"Lepaskan aku mas. Aku akan memberi pelajaran kepada perempuan penggoda itu" hardik Seila dengan suara tinggi.


"Cukup honey. Dia sudah sekarat honey" ucap Sandro membawa pergi istrinya dari sana.


Seila terus berontak tapi tidak bisa melepas pelukan suaminya. Sebelum naik ke lantai dua Sandro memerintah mbok Inah dan suaminya untuk membawa keduanya orang itu ke kamar mereka.


Ia akan menelpon Bimo untuk datang merawat luka mereka, tak lupa ia juga akan menelpon kakak iparnya untuk menjemput mereka besok.


"Kenapa kamu bawa aku kesini sih mas" hardik Seila setelah mereka sampai di dalam kamar.


"Sudah cukup kamu bermain-main dengan mereka honey. Sekarang saatnya kamu bersihkan jejak saudara kembar ja**ngmu itu di tubuh aku" ucap Sandro dengan suara tegas.


Seila tak menolaknya dan keduanya lalu mulai dengan olahraga malam di atas ranjang.


1 Minggu kemudian


Setelah kejadian waktu itu, Sandro mengancam Simon untuk tidak lagi mengijinkan mommy dan kembar sang istri menginjak kaki di rumah mereka lagi.


Seila juga mendukung apa yang dilakukan suaminya, karena apa yang dilakukan oleh saudara kembarnya itu sudah sangat keterlaluan.


~ DA Corp ~


Denis saat ini sedang memeriksa laporan perusahaan di ruang kerjanya. Mata coklatnya membaca laporan didepannya dengan teliti tidak mau ada kesalahan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Tok..........tok............tok...........


"Masuk" ucap Denis dengan suara dingin.


Ceklek.............


Pintu ruang kerja Denis terbuka dan masuklah Rian dengan langkah tergesa-gesa dan wajah panik.


"Presdir" ucap Rian dmehan gugup.


"Katakan" ucap Denis tak melihatnya dan tetap membaca laporan didepannya.


"Apa saya boleh ijin pulang sekarang presdir?" tanya Rian.


Denis mengangkat alisnya dengan sebelah sambil menatap Rian dengan dengan wajah dingin dan datar. Rian yang tahu maksud tatapan sang bos langsung memberitahu maksudnya.


"Anisa barusan memberitahu kalau anak kami panas tinggi bos dan ia sedang menuju ke rumah sakit" papar Rian menjelaskan.


"Pergilah. Serahkan semua pekerjaan kamu ke Sandro" titah Denis dengan suara dingin.


"Baik presdir"


"Kamu bisa ambil libur sampai anakmu sembuh"


"Ah! Terima kasih presdir" ucap Rian dengan senang karena mendapat libur.


"Bos" panggil Sandro dengan wajah panik.


"Ada apa?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Perusahaan kita di Amerika terkena bom karena ******* dan memakan korban jiwa 30 karyawan kita bos" jawab Sandro sambil menyalakan berita yang baru saja muncul.


Brak.................


Sandro kaget saat mendengar gebrakan meja Denis barusan. Denis menutup matanya mengontrol emosi dalam dirinya, serta memikirkan masalah yang baru saja terjadi.


"Apa ini betul ulah ******* atau musuh kita?" tanya Denis dengan suara dingin.


"******* bos. Barusan Sean sudah mengabari aku dan ada beberapa gedung serta pusat perbelanjaan kita yang juga terkena bom bos" jawab Sandro sambil membaca laporan dri Sean.


"Berikan santunan kepada keluarga korban dan siapkan keberangkatan aku besok pagi" titah Denis.


"Baik bos"


"Beritahu Arsen untuk temani aku dan kamu akan hendel perusahaan"


"Oke bos"


"Urus paspor anakku juga karena mereka akan pergi bersama aku"


"Aku akan segera mengurusnya bos"


"Heemmm"


Sandro berlalu pergi dari sana untuk melakukan perintah Denis. Denis lalu mengambil hpnya ingin menelpon sang istri tapi nama Austin Smith langsung tertera di layar.


^^^"Heemmm"^^^


"Apa kamu sudah melihat berita bom *******?" tanya Austin to the point.


^^^"Ya"^^^


"Aku sudah menurunkan anak buah aku untuk membantu kamu mencari tahu tentang pengeboman ini"


^^^"Beritahu anak buahmu untuk hati-hati karena ini bukan ulah *******"^^^


"Apa maksudmu?" tanya Austin dengan penasaran.


^^^"Aku yakin ada yang ingin main-main dengan aku" jawab Denis sambil tersenyum menyeringai.^^^


"Jangan bilang kamu sudah tahu siapa dibalik ini semua" tebak Austin.


^^^"No. Tapi aku tahu dia akan menunjukkan wajahnya saat aku muncul disana" balas Denis dengan suara dingin.^^^

__ADS_1


"Aku penasaran siapa yang ingin main-main dengan King Devil! Hehehehe" ucap Austin sambil terkekeh dari senang.


^^^"Kamu akan tahu saat aku sampai disana nanti" balas Denis dengan suara dingin.^^^


"Baiklah kalau begitu aku akan sambut kamu di bandara nanti"


^^^"Heemmm"^^^


Denis lalu mematikan panggilannya sepihak, bibirnya tersenyum menyeringai sudah tak sabar ingin bertemu dengan orang di balik pengeboman perusahaannya.


"Jangan panggil aku Denis Arkana jika tidak mengetahui maksudmu" gumam Denis sambil tersenyum menyeringai.


Denis lalu menelpon sang istri untuk memberitahunya mempersiapkan pakaian mereka untuk pergi ke Amerika besok pagi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Papa" ucap putranya dengan wajah berbinar saat menjawab panggilannya.


^^^"Loh son dimana mama?" tanya Denis dengan suara lembut.^^^


"Mama" ucap Kai sambil celinguk mencari sang mama.


"Maaf tuan, nyonya sedang ke kamar mandi. Nyonya dan tuan muda sedang bermain di ruang bermain tuan" ucap mbok Erna menjelaskan.


Denis hanya mengangguk kepalanya mendengar suara pengasuh putranya yang menjelaskan keberadaan sang istri.


^^^"Kai sudah makan?" tanya Denis dengan suara lembut.^^^


"Uda pa. Papa ulang sini" ucap Kai sambil menggerakkan tangannya.


^^^"Papa masih kerja son. Nanti sore baru papa pulang"^^^


"Lama" ucap Kai dengan bibir mengerucut.


^^^"Kau mau papa bawain apa? Hem" tanya Denis.^^^


"Car papa" jawab Kai dengan senang.


^^^"Oke nanti papa bawain ya"^^^


Yeaayy................


Teriak Kaisar dengan senang karena akan mendapat mobil mainan baru lagi.


"Sayang jangan terlalu beli mainan lagi buat Kaisar" ucap Leila dengan suara tegas.


^^^"Sesekali sayang. Lagian sudah 2 minggu aku tidak membawa hadiah untuk putra kita" balas Denis dengan santai.^^^


"Jangan terlalu memanjakan Kaisar sayang"


^^^"Iya sayang tapi aku tidak bisa janji"^^^


Phew.............


Leila membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan sang suami.


^^^"Sayang tolong kamu siapkan barang kita bertiga" ucap Denis.^^^


"Buat apa sayang?" tanya Leila dengan bingung.


^^^"Besok pagi kita berangkat ke Amerika. Kalian berdua harus temani aku karena aku kita akan lama disana sayang" jawab Denis.^^^


"Apa ada masalah sayang?" tanya Leila dengan cemas.


^^^"Nanti pulang aku ceritain sayang. Kamu jangan terlalu memikirkan hal ini karena ini tugas aku, cukup kamu urus saja aku dan anak kita sayang" jawab Denis dengan suara lembut.^^^


"Baiklah sayang. Apa mbok Erna juga ikut sayang?" tanya Leila.


^^^"Iya sayang. Biar nanti ada yang bantuin kamu jaga anak kita disana" jawab Denis.^^^


"Baiklah sayang"


^^^"Aku akan pulang agak malam nanti sayang karena aku harus menyelesaikan beberapa kerjaan disini sebelum berangkat besok"^^^


"Iya sayang. Nanti aku kirim makan malam buat kamu sayang"


^^^"Iya sayang. Love you my wife"^^^


"Love you too hubby"


Denis lalu mematikan panggilannya dan kembali berkutat dengan pekerjaannya. Ia harus membereskan semua pekerjaannya malam ini sebelum berangkat besok.


Tak lupa ia menyuruh Arsen membeli mobil hadiah untuk putranya karena ia sudah berjanji pulang akan bawa hadiah.


~ Bandar Udara Internasional John F. Kennedy ~


Setalah 15 jam di udara akhirnya Denis dan keluarganya tiba di bandar udara internasional John F. Kennedy di New York, Amerika Serikat.


Saat keluar dari jet pribadi, Denis sudah di tunggu Sean dan anak buahnya. Mereka sebenarnya ingin memilih jalur pribadi untuk keluar dari bandara tapi saat ini semua jalur pribadi di tutup karena pengeboman beberapa hari yang lalu.


Beruntung Austin sudah menyiapkan jalur khusus untuknya, jadi ia tidak perlu repot untuk melakukan pengecekan.


"Akhirnya kamu datang juga dude" sambut Austin sambil tersenyum lebar.


"Ckk!! Tidak perlu memasang topeng wajahmu itu sialan" decak Denis dengan kesal.


Hahahahaha..............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue................


__ADS_2