
Semuanya kaget melihat orang tak dikenal masuk ke dalam mansion dengan santai. Padahal penjagaan di luar sangat ketat dan tidak sembarang orang bisa masuk ke sini.
"Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa masuk kesini?" tanya Leila dengan suara tegas menatap orang didepan sana yang berpenampilan serba hitam.
Adrian melirik pak Tio memberi isyarat untuk memanggil pengawal di luar. Ia sendiri segera berdiri didepan Leila tidak ingin Leila kenapa-napa, karena ia harus menjaga Leila seperti permintaan sahabatnya.
"Siapa aku itu tidak penting" ucap Steven dengan suara dingin.
Ya ternyata orang yang baru saja datang dan dengan bebas masuk ke dalam mansion Denis adalah Steven. Ia bisa masuk tanpa di periksa karena Arsen sudah mengabari kedatangannya ke satpam.
Steven yang memakai masker muka dan topi melirik ke arah Liliana dan asistennya sambil tersenyum smirk.
Ia lalu melihat ke arah Leila dan tidak menyangka jika istri Denis ternyata sangat cantik. Padahal semalam ia berada di resort tapi mungkin karena Leila panik ia tidak mengenalinya.
Ah! Benar kan aku lagi pakai masker jadi otomatis dia tidak mengenaliku, batin Steven.
Ting..............
Liliana membuka hpnya saat ada pesan masuk dan seketika bibirnya terangkat membaca pesan tersebut.
Daddy
"Orang suruhan daddy sudah mulai bergerak untuk membunuh Denis dan istrinya. Kamu segera pergi dari mansion Denis"
^^^"Oke daddy"^^^
Jadi orang ini adalah orang suruhan daddy ya! Hahahaha, batin Liliana sambil tertawa dalam hati.
Ia melirik ke arah Leila dan tersenyum menyeringai sudah tidak sabar ingin membalas Leila dan Denis karena apa yang mereka lakukan kepada keluarganya.
Sebentar lagi kamu akan mati perempuan ja**ng, batin Liliana tak sabar.
Tak.........tak...........tak..........
Steven tersenyum menyeringai dari balik masker melihat para pengawal di mansion Denis sudah masuk ke dalam ruang tamu mansion.
Mereka menodongkan senjata ke arah Steven, melihat hal itu Steven pun menodongkan senjata ke arah Adrian dan juga Liliana.
"Jatuhkan senjata kalian atau kepala dia aku buat lubang!" bentak Steven dengan suara tinggi.
"Coba saja! Kita lihat kepala siapa yang lubang lebih dahulu" balas Adrian dengan santai sambil menodongkan pistol ke kepala Steevn.
"Hehehehe! Boleh juga kamu bocah" ucap Steven sambil terkekeh.
"Apa kamu ingin merasakan timah panasku?" tanya Adrian sambil tersenyum smirk.
Dor..................arrgghh.............
Bunyi tembakan dan teriakan menggema didalam mansion. Leila sampai syok melihat asisten Liliana yang terkena tembak di kaki.
Liliana juga tak kalah syok melihat apa yang dilakukan Steven barusan. Ia tahu Steven adalah orang bayaran daddynya tapi tidak menyangka Steven akan menembak asistennya.
"Hanya segitu saja?" tanya Adrian dengan tatapan remeh.
"Kalau kamu ingin melihat yang lebih seru maka biarkan aku menembakmu sepuasnya" jawab Steven sambil tersenyum smirk.
"Tunggu saja di kehidupan lain *******" maki Adrian dengan sinis.
Leila menutup kedua telinganya dengan tubuh gemetar melihat apa yang dilakukan Steven. Matanya lalu melirik ke arah asisten Liliana yang sedang meringis kesakitan.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Pak Tio tolong nona itu" ucap Leila dengan lemah.
"Baik nyonya" ucap pak Tio.
"Jangan coba-coba pergi dari tempatmu pak tua" hardik Steven dengan suara tinggi.
"Apa kamu itu manusia sialan? Dimana hati nuranimu berengsek!" bentak Leila dengan emosi.
"Leila kontrol emosi kamu. Ingat kandunganmu" ucap Adrian memperingati.
Isshhh.............
"NYONYA" pekik pak Tio dengan panik melihat wajah Leila yang terlihat kesakitan.
"Ah! Berengsek!" umpat Steven dengan kesal melihat Leila yang kesakitan dan tidak sesuai dengan rencananya.
Bugh..............
Steven lalu memukul kepala belakang Liliana dengan pistol hingga ia pingsan seketika. Adrian dan para pengawal Denis melihatnya dengan tatapan bingung.
Ia lalu mengambil hpnya dan menghampiri Leila untuk memotretnya agar bisa di kirimkan ke Adam Rasyid.
"Jangan mendekat berengsek!" bentak Adrian dengan suara menggelegar.
"Aku disuruh Denis datang kesini" ucap Steven dengan suara dingin dan tegas.
"Apa maksudmu?" tanya Adrian dengan bingung.
"Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan. Yang pasti aku ini berada di pihak kalian" jawab Steven dengan suara tegas.
__ADS_1
Adrian tidak bertanya lagi tapi masih waspada terhadap Steven dan tidak mempercayainya begitu saja.
Cekrek..............
Steven mengambil foto Leila yang terlihat sedang kesakitan.
Leila sendiri tidak perduli lagi dengan apa yang dilakukan Steven karena ia sedang mengontrol napasnya dan mencoba menenangkan diri untuk tidak meredakan rasa keram di perutnya.
"Tuan Adrian tolong hubungi dokter Bimo dan dokter Suci" ucap pak Tio dengan panik.
"Dokter Suci siapa itu?" tanya Adrian yang baru pertama kali mendengar nama itu.
"Dokter kandungan nyonya tuan Adrian" jawab pak Tio dengan cepat.
Adrian tak bertanya lagi dan segera menghubungi Bimo untuk kesini. Lisa lalu mengendong Leila ke kamar sambil menunggu dokter Bimo datang.
Aku yakin gunung es itu akan mengamuk sebentar, batin Adrian sambil memijit keningnya.
"Mau kamu apakan jal**g itu?" tanya Adrian menatap Steevn dengan heran.
"Memberi umpan ke anjing" jawab Steven dengan ambigu sambil mengendong Liliana seperti karung beras.
"Ckk!! Sialan!" umpat Adrian dengan kesal.
Ia lalu menyuruh pengawal membawa asisten Liliana ke rumah sakit tapi sebelum itu ia mengancamnya agar tidak memberitahu hal ini ke siapapun.
Tak lupa juga Adrian menyuruh anak buah Denis untuk menjaganya menunggu perintah selanjutnya dari Denis.
~ Rumah Sakit Pertiwi ~
Ting.............
Adam segera mengambil hpnya yang berbunyi dia atas meja tanda ada pesan masuk.
Steven
"Istrinya sudah beres tinggal memancing suaminya untuk datang kesini"
Hahahaha...............
Tawa Adam pecah membaca pesan yang dikirim dari oleh Steven. Ia tidak menyangka ternyata Steven begitu hebat sehingga tidak menunggu lama Leila Arkana berhasil ia culik.
"Dad kamu kenapa ketawa sendiri-sendiri?" tanya Emira dengan bingung.
"Ayok kamu lihat ini mom" ucap Adam sambil tersenyum lebar.
Emira menghampiri suaminya dan melihat apa yang ingin diperlihatkan suaminya itu. Tak jauh berbeda dengan Adam, seketika Emira tertawa bahagia melihat pesan dari orang suruhan suaminya.
"Iya mom dan sebaiknya kita segera bergegas ke sana" ucap Adam tak sabar.
"Tunggu dulu dad bukannya Liliana sedang menemui istri sialan itu?" tanya Emira dengan cepat.
"Daddy sudah memberitahunya tentang orang suruhan daddy tadi. Pasti dia sudah berada ditempat Steven saat ini" jawab Adam dengan yakin.
"Coba daddy hubungi dulu putri kita"
"Iya mom"
Baru saja Adam ingin menghubungi Liliana tiba-tiba ada pesan dari Liliana masuk.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Putriku Liliana
"Daddy ayo cepat kesini aku sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran ke ja***g ini"
"Benarkan dia sudah disana mom" ucap Adam sambil memperlihatkan pesan dari Liliana tanpa curiga.
"Oh baguslah kalau begitu dad" ucap Emira dengan lega.
"Kita tunggu dokter periksa keadaan Salim baru kita ke sana ya mom"
"Iya dad"
~ Hotel Laviola ~
Aaaarrghhh..................
Martin berteriak kesakitan sambil menikmati pelepasannya karena sedang berhubungan badan dengan wanita bayarannya.
Entah kenapa sudah hampir seminggu ini bagian vitalnya terasa sangat sakit dan sering gatal. Bahkan pagi tadi saat ia ingin mandi ia melihat ada cairan nanah keluar dari i**inya.
"Tuan apa anda sakit?" tanya wanita yang dibayar Martin dengan bingung.
"Tidak sayang. Aku menjerit kesakitan karena permainanmu yang sangat memuaskan" balas Martin sambil tersenyum menggoda.
"Ah! Syukurlah tuan. Aku kira tuan sakit" ucap wanita itu sambil meraba dada Martin dengan sensual.
Cup..............
Martin mencium bibir wanita itu dengan rakus seakan tidak ada hari esok lagi. Ia terus mengulum bibir tebal itu dengan penuh nafsu tidak mengindahkan teleponnya yang terus berdering daring tadi.
__ADS_1
"Ckk!! Siapa sih menganggu saja!" ketus Martin dengan kesal.
"Angkat saja sayang siapa tahu penting" ucap wanita tadi bangun dari tubuh Martin dengan polos.
Martin bangun dengan tubuh polos mengambil hpnya yang sedari tadi berbunyi terus. Matanya melotot melihat nama Istriku di sana.
^^^"Halo sayang" ucap Martin dengan suara lembut tidak kesal lagi.^^^
"BANGSAT KAMU MARTIN MASSIMO! BERANINYA KAMU BERMAIN DI BELAKANGKU LAKI-LAKI TIDAK TAHU DIRI" teriak istrinya dari sebrang dengan suara kencang.
Martin sampai menjauhkan hpnya dari telinga mendengar teriakan istrinya yang membuat kupingnya sakit. Sedangkan wanita bayarannya malah terkekeh melihat respon Martin yang ternyata suami takut istri.
Ckk!! Dasar penakut, batin wanita itu sambil mencemooh Martin dalam hati.
Saat melihat Martin sibuk dengan telponnya, wanita itu juga sibuk mengirim pesan ke seseorang di seberang sana.
Miss R
^^^"Korban sudah mulai menunjukkan gejala"^^^
"Apa kamu yakin?" balas Miss R dari sebrang.
^^^"Ya aku yakin. Kema***nnya sudah mulai mengeluarkan nanah"^^^
"Bagus. Lalu bagaimana dengan racun itu?" tanya Miss R.
^^^"Sesuai permintaan anda miss aku sudah mencampurkan ke semua makanannya dan minumannya"^^^
"Heemm! Masukan racun itu semuanya sekaligus sebentar"
^^^"Oke Miss"^^^
"Ingat jangan sampai ketahuan"
^^^"Aku tahu Miss"^^^
Sedangkan Martin sedang membujuk istrinya yang sedang mengamuk di Italia. Ia tidak menyangka ternyata apa yang ia lakukan selama di Indonesia ternyata istrinya tahu.
^^^"Sayang kamu jangan percaya dengan foto-foto itu. Itu semua hanya editan dan aku tidak pernah menduakan kamu" ucap Martin berbohong.^^^
"Kamu pikir aku ini anak kecil Martin Massimo!" bentak istrinya dengan suara tinggi.
^^^"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa menyusul aku kesini dan lihat apa yang aku lakukan selama disini"^^^
"Ingat ya Martin Massimo! Jika sampai terbukti kamu bermain di belakangku maka aku akan memotong bur***gmu itu dan memberikannya ke singa peliharaan Marcel" ancam istrinya dengan suara tegas.
Glek.............
Martin menelan salivanya dengan susah mendengar ancaman sang istri dan ia yakin istrinya tidak bercanda.
^^^"Itu tidak akan pernah terjadi sayang jadi kamu jangan marah lagi ya. Itu semua hanya fitnah saja sayang"^^^
"Heeemm" deham istrinya dari seberang dan segera mematikan panggilannya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Apa tuan tidak takut jika istri tuan tahu apa yang tuan lakukan di luar rumah?" tanya wanita tadi dengan cepat.
"Jangan bicarakan perempuan tua bodoh itu sayang. Dia itu terlalu cinta mati denganku jadi tidak akan pernah curiga" jawab Martin dengan yakin.
"Oh"
Kita lihat aja nanti kalau istrimu melihat video panas kita, batin wanita tadi sambil tersenyum smirk.
Tak lama asisten Martin masuk menghadap Martin, ia kaget melihat tuan dan wanita bayarannya dalam keadaan polos tidak menggunakan sehelai kain di tubuh mereka.
"Bagaimana? Apa istri miskin kakakku sudah datang?" tanya Martin dengan suara dingin sambil menghisap rokok.
"Belum tuan" jawab asistennya.
"Apa dia belum mendapat paket itu?" tanya Martin lagi.
"Sudah tuan. Tapi yang saya dengar dari mata-mata kita sepertinya nyonya Amira sedang dalam keadaan sakit karena semalam dokter pribadi presdir Denis datang ke sana tuan" jawab asistennya menjelaskan.
"Heemm!! Pokoknya cari cara agar wanita miskin itu datang kesini agar aku bisa membalas anak sialan itu" titah Martin dengan emosi.
"Baik tuan"
"Jangan lupa siapkan barang kita nanti malam untuk klien setiu kita" titah Martin sambil tersenyum menyeringai.
"Semuanya sudah siap tuan"
"Bagus"
Asistennya lalu pamit keluar karena tidak ada lagi yang ingin ia sampaikan. Ternyata paket yang ditanya Amira ke Leila tadi adalah kiriman Martin Massimo karena ia ingin membalas Denis lewat mamanya.
Aku akan membalas kamu lewat orang yang kamu sayangi anak sialan, batin Martin dengan tatapan penuh kebencian dan dendam.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue.............
__ADS_1