
Denis masuk ke dalam kamar dengan wajah menghitam. Sampainya didalam kamar raut wajahnya seketika berubah melihat sang istri yang sudah terlelap.
Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuh di bawah shower, sekaligus mengontrol emosi dalam dirinya.
Bugh..................
Denis meninju tembok hingga retak melampiaskan semua semua emosi didalam dirinya. Ia menunduk menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi kepada istri dan calon anak mereka.
Aku memang suami yang tidak becus. Maafkan aku sayang, batin Denis sangat menyesal.
Hampir 1 jam Denis berdiri di bawah shower membiarkan air dingin membasahi tubuhnya. Merasa emosinya sudah agak tenang ia bergegas keluar hanya memakai bathrobe.
Setelah mengeringkan rambutnya dan memaki boxer. Ia memilih duduk di samping istrinya sambil menggenggam tangan Leila dengan erat.
Cup..............
Denis mencium kening Leila dengan lama menumpahkan semua perasaannya. Ia mengelus wajah pucat Leila dengan pelan tak mau membangunkannya.
"Sayang..........hiks hiks hiks........jangan tinggalin aku dan anak kita........hiks hiks hiks" lirih Leila sambil menangis dalam tidur.
"Aku disini sayang. Aku tidak kemana-mana sayang" bisik Denis sambil memeluk Leila menenangkannya.
Seperti sihir Leila seketika tidak menangis lagi dan membalas pelukan suaminya. Denis mengelus punggung istrinya dengan lembut agar istrinya bisa kembali tidur.
Keesokan paginya Leila bangun terlebih dahulu, ia merasa tubuhnya segar kembali tidak seperti kemarin.
Pandangannya lalu tertuju ke arah perutnya, dimana ada tangan besar dan hangat berada diatasnya. Bibirnya terangkat ke atas mengetahui tangan siapa itu, tapi sedetik kemudian wajahnya berubah jadi kesal mengingat apa yang suaminya lakukan.
Leila memindahkan tangan sang suami dari perutnya dengan perlahan tak ingin membuat sang suami terbangun. Tapi ternyata suaminya sudah keburu bangun karena sangat peka dengan sentuhan.
"Kamu sudah bangun sayang" ucap Denis dengan suara serak.
Tak menjawab ucapan suaminya Leila bergegas bangun sambil memegang tiang infus. Melihat hal itu Denis segera bangun ingin membantu sang istri.
"Mau kemana sayang?" tanya Denis dengan suara lembut berdiri didepan Leila.
Glek................
Leila menelan salivanya dengan susah melihat pemandangan indah didepannya. Matanya tak berkedip melihat perut kotak-kotak suaminya, apa lagi saat ini Denis hanya memakai boxer saja.
Astaga! Perut itu kayak papan cucian sangat menggoda untuk disentuh, batin Leila dengan wajah berbinar-binar.
Denis mengulum senyum geli membaca pikiran sang istri tentang perut sixpacknya. Ia lalu memegang tangan Leila dan menaruhnya di perutnya ingin menggoda sang istri.
"Pegang saja sayang karena ini milikmu sayang" bisik Denis dengan suara lembut.
Blush...............
Pipi Leila tiba-tiba merah seperti kepiting rebus merasa malu dengan ucapan suaminya. Tapi sedetik kemudian ia menarik tangannya dengan kasar membuat Denis berdecak kesal.
"Kenapa sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.
"Minggir aku mau keluar cari dokter Bimo untuk lepasin infus" jawab Leila dengan ketus.
"Biar aku yang lepas" ucap Denis dengan cepat.
Leila mengangkat alisnya sebelah seakan bertanya apa ia bisa melepas infus. Bukannya suaminya itu seorang bisnisman dan bukan dokter atau perawat.
"Aku mengetahui tentang dunia kesehatan karena terbiasa berada di situasi darurat saat di dunia bawah sayang" papar Denis menjelaskan seakan tahu maksud tatapan istrinya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila mengangguk kepalanya membiarkan sang suami melepas selang infus dari tangannya. Selesai Leila melenggang pergi dengan santai masuk ke kamar mandi.
Melihat tingkah sang istri yang masih marah dengannya ia hanya bisa mengusap wajah dengan kasar.
Setelah mandi Leila seperti biasa melakukan perawatan tubuhnya dan tetap tidak memperdulikan sang suami.
Bahkan sampai ke meja makan pun Leila masih acuh dengan suaminya, membuat Denis frustasi tak bisa didiamkan oleh istrinya seperti ini.
"Sayang ayo dong jangan diamkan aku. Aku minta maaf sayang" ucap Denis dengan memelas.
Semua pelayan yang berada di sana kaget melihat sosok tuan mereka yang selama ini terkenal kejam dan tegas, hari ini berubah menjadi kucing didepan sang nyonya.
"Nyonya ini makanannya" ucap pak Tio menaruh sarapan yang diinginkan Leila tadi.
"Terima kasih..." ucap Leila syok saat menatap pak Tio.
"Pak Tio apa yang terjadi dengan wajah pak Tio?" tanya Leila dengan suara tinggi.
"Sayang" pekik Denis dengan kesal merasa cemburu istrinya prihatin dengan pria lain selain dia.
"Uhm! Saya tidak kenapa-napa nyonya. Ini hanya luka kecil saja karena jatuh di kamar mandi tadi nyonya" ucap pak Tio dengan cepat sambil menunduk.
__ADS_1
Eeh..................
Leila tak begitu percaya dengan ucapan pak Tio barusan karena ia tahu luka dan memar di wajah pak Tio itu bukan karena jatuh di kamar mandi.
Matanya lalu menangkap Lisa yang berlalu di samping dengan menunduk, tapi ia sempat melihat wajah Lisa yang sama babak belur seperti pak Tio.
"Ada yang mau kamu katakan sama aku SUAMIKU?" tanya Leila menekan ucapannya.
Matanya menatap sang suami dengan tajam tahu siapa di balik ini semua. Hanya satu orang saja yang bisa melakukan hal seperti ini di mansion dan itu adalah suaminya sendiri.
"Itu hukuman karena mereka tidak becus menjaga kamu sayang" ucap Denis dengan santai.
"Mereka kamu bilang? Apa kamu lupa kalau apa yang terjadi sama aku itu semua karena kamu?" pekik Leila dengan suara tinggi.
"Kamulah orang yang sudah membuat aku sakit selama 3 hari dan jangan menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sialan" teriak Leila dengan suara menggelegar.
Sret...............
Seperti ada pisau yang menikam Denis tepat di jantungnya saat mendengar ucapan sang istri. Wajahnya yang tadi terlihat dingin dan datar seketika berubah menjadi gelap.
"Ya kamu benar itu semua kesalahan aku" ucap Denis dengan suara dingin dan datar.
"LEILA SAYANG APA KAMU BAIK-BAIK SAJA" pekik Amira dengan khawatir berlari menujunya.
Amira diam melihat semuanya yang sedang dalam kondisi diam. Entah kenapa aura didalam sana terasa sangat mencekam.
Matanya menangkap keberadaan sang putra yang sedang duduk dengan tatapan sulit diartikan. Bahkan wajahnya terlihat mengelap dengan aura membunuh disekitar sana.
Apa yang terjadi, batin Amira dengan penuh tanda tanya.
"Mama" panggil Leila dengan suara lembut sambil menatap sang mertua.
"Kamu baik-baik saja kan sayang? Kamu sakit apa dan kenapa tidak memberitahu mama sayang?" tanya Amira dneban cemas.
"Aku tidak apa-apa ma dan sudah baikan. Mama jangan khawatir ya" jawab Leila sambil tersenyum manis.
"Kamu yakin sayang?" tanya Amira ragu.
"Yakin ma. Lagian aku merasa badanku sudah kembali fit sepeti biasanya" jawab Leila dengan tegas.
"Syukurlah nak"
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Amira dan Leila lalu berbincang sambil menikmati sarapan tak memperdulikan Denis yang duduk dengan wajah datar dan dingin.
Seharian Denis diacuhkan oleh istrinya dan menganggap dirinya tidak ada. Tanpa semua orang tahu Denis malah menyiksa dirinya didalam ruang kerjanya menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi kepada istrinya.
1 Minggu kemudian
Waktu berlalu dengan sangat cepat dan tanpa terasa sudah 1 minggu kepulangan Denis. Selama itu suasana didalam mansion terasa sangat mencekam tidak seperti biasanya.
~ DA Corp ~
Saat ini Denis baru saja selesai meeting bulanan dengan semua direktur kepala cabang dan juga direktur kantor pusat.
"Dude aku kasian dengan bos" ucap Sandro setelah Denis masuk ke dalam ruangannya.
"Suasana hati bos semenjak pulang dari Amerika sedang tidak baik. Apa lagi masalah dengan nyonya belum kelar" ucap Arsen dengan gusar.
"Karena mood bos yang buruk semua peserta meeting jadi sasaran bos" tambah Rian mengingat kejadian di ruang meeting tadi.
"Ya kamu benar. Sepertinya kita harus melakukan sesuatu untuk bos" usul Sandro.
"Apa?" tanya Arsen dan Rian dengan serentak.
Sandro lalu membisikan idenya kepada Arsen dan Rian. Kening keduanya mengerut mendengar ide Sandro tapi pada akhirnya keduanya pun setuju.
"Kalau begitu biar aku yang menemui nyonya" ucap Arsen.
"Ingat jangan bertemu dengan nyonya berdua saja bocah" ucap Sandro memperingatinya.
"Heemm! Aku tahu" balas Arsen dengan cepat.
~ D&A Resto ~
Saat ini Leila sedang makan siang bersama mertuanya, kakek, dan juga nenek dari suaminya. Entah kenapa ia sangat merindukan suaminya.
Selama seminggu Leila tidak bicara sama sekali dengan suaminya dan mengacuhkannya. Padahal hatinya juga ikut sedih melihat wajah sendu sang suami setiap kali.
Kenapa aku tidak pernah bisa membenci atau marah dalam waktu lama dengan kamu sayang, batin Leila dengan sendu.
"Leila" panggil Linda sambil memegang bahu Leila.
__ADS_1
"Ah! Iya nek ada apa?" tanya Leila dengan cepat karena kaget.
"Kamu yang kenapa cucuku? Dari tadi nenek panggil tanya kamu ingin makan apa tapi kamu diam saja?" tanya Linda dengan bingung.
"Oh maaf nek aku lagi memikirkan sesuatu tadi" jawab Leila sambil tersenyum manis.
"Jangan melamun sayang, tidak baik buat orang hamil"
"Iya nek"
"Amira dimana Denis? Kenapa dia tidak pernah mengunjungi kami setelah pulang dari Amerika?" tanya Alexandro yang tak pernah melihat Denis.
"Suamiku masih sibuk di kantor kek" jawab Leila memotong ucapan Amira yang ingin menjawab pertanyaan mertuanya.
"Oh"
"Nanti ajak suamimu untuk ke rumah mama biar kita makan bersama ya nak" ucap Amira.
"Iya ma"
Amira lalu menyuruh Anisa menyiapkan menu spesial untuk mereka berempat, tak lupa dengan menu yang lainnya.
Sepanjang makan Leila hanya mengaduk-aduk makanannya memikirkan sang suami. Matanya berkaca-kaca ingin sekali memeluk Denis saat ini.
"Maaf semuanya aku pergi dulu ada yang harus aku lakukan" ucap Leila bergegas pergi tak menunggu jawab ketiganya.
Ketiganya melongo melihat Leila yang sudah pergi sebelum mereka berbicara. Padahal Leila belum menyentuh makanannya sedari tadi.
Ada apa dengan mantuku, batin Amira dengan bingung.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila berjalan dengan langkah cepat membuat Lisa yang menunggunya sedari tadi di luar juga mempercepat langkahnya takut sang nyonya kenapa-napa.
"Nyonya hati-hati" ucap Lisa saat Leila hendak menuruni tangga.
"Nyonya" ucap Arsen yang berpapasan dengan Leila di tangga.
"Arsen dimana suamiku?" tanya Leila dengan cepat.
"Ah! Kebetulan aku bertemu dengan nyonya disini. Ada sesuatu yang ingin saya beritahu kepada nyonya dan ini menyangkut bos nyonya" jawab Arsen dengan suara tegas.
"Apa yang mau kamu katakan Arsan?" tanya Leila dengan selidik.
"Sebaiknya kita bicara sambil duduk saja nyonya" ajak Arsen.
Arsen lalu menyuruh Anisa menyiapkan satu ruang VIP untuk mereka tak lupa Lisa juga turut masuk. Rencananya ia akan makan siang dengan keluarganya tadi, tapi ia urungkan karena bertemu dengan Leila.
"Apa yang mau kamu katakan?" tanya Leila to the point.
"Nyonya coba lihat ini" ucap Arsen sambil menyodorkan iPadnya ke Leila.
Merasa penasaran dengan cepat Leila menerima iPad itu dan melihat apa yang ingin ditunjukkan Arsen. Matanya terbelak melihat video sang suami saat berada di Italia sampai pulang ke Indonesia.
"I.......ni" ucap Leila dengan suara bergetar menahan tangis.
"Bos selama ini sangat tersiksa di sana nyonya. Setelah bos membalaskan dendam tuan besar, waktu itu bos ini pulang saat itu juga tapi harus batal karena masalah di perusahaan cabang" papar Arsen menjelaskan.
Arsen diam memberikan waktu kepada Leila untuk merenung sebelum ia melanjutkan kembali ucapannya.
"Selama disana bos hanya tidur 2 sampai 3 jam saja karena merindukan nyonya. Bos juga tidak tidur selama 2 hari hanya untuk menyelesaikan masalah di Amerika. Setelah semua selesai bos segera menyuruh kami pulang ke Indonesia karena ingin bertemu dengan nyonya" tambahnya lagi.
"Pasti nyonya tahu apa yang terjadi dengan bos setelah sampai di sini" ucap Arsen dengan lirih.
Hiks.............hiks..........hiks..........
Tangis Leila pecah mendengar cerita Arsen tentang suaminya. Karena egois ia sampai tidak memikirkan. apa yang terjadi dengan suaminya saat berada di luar negeri.
"Dimana s......uamiku?" tanya Leila dengan terbata-bata.
"Di perusahaan nyonya" jawab Arsen.
Tak berkata apa-apa Leila dengan cepat pergi dari sana dengan tergesa-gesa. Arsen hanya berharap semoga keduanya segera berbaikan.
"Ka Arsen" pekik suara cempreng di depan pintu VIP saat ia keluar.
"Hah! Bocah berisik itu lagi" sarkas Arsen dengan kesal.
Grep............
Arsen mengurut keningnya saat Geby tiba-tiba memeluknya dengan erat. Apa lagi mata tajam biru dua orang di belakang sana yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.
Nih bocah buat hari aku semakin buruk saja, batin Arsen dengan kesal.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............