
"Selamat atas keberhasilan perusahaan kamu Denis. Wah aku tidak menyangka kamu akan menjadi orang terkenal dan kaya sekarang" ucap Kenzo sambil tersenyum lebar merasa takjub dengan pencapaian Denis.
Seketika semua orang disana menatap Kenzo dengan kaget, tak menyangka jika Kenzo akan memanggil presdir DA Corp dengan nama saja seperti seorang teman.
Denis, Arsen, Rian, dan direktur Steven menatap Kenzo dengan tatapan datar dan dingin, membuat semua orang disana berbisik membicarakan kelakuan Kenzo yang tidak tahu tahu sopan santun kepada seorang petinggi perusahaan yang sangat terkenal.
"Apa saya mengenal anda?" tanya Denis dengan suara dingin.
Mata Kenzo melotot seakan ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan Denis barusan yang mempermalukannya didepan umum, karena tadi ia berbicara dengan Denis seperti seorang teman tapi ternyata Denis tidak mengenalnya.
Sialan dia ingin mempermalukan aku didepan umum, batin Kenzo sambil mengepal kedua tangannya dengan erat menahan emosi.
Rian dan Arsen tersenyum menyeringai melihat Kenzo yang sedang menahan emosi, dan raut wajahnya saat ini yang sedang tersenyum lebar tapi mereka tahu didalam hatinya sedang memaki dan mengumpat nama bosnya.
Emang enak tidak diakui sama bos, batin Arsen sambil menatap Kenzo dengan tatapan mengejek.
"Tuan Kenzo apa anda berteman dengan presdir dari DA Corp?" tanya Alif Wibowo direktur dari perusahaan F&D Food.
"Saya tidak mengenal dia bagaimana bisa dia menjadi teman saya" jawab Denis dengan suara tegas membuat semua tamu semakin membicarakan nama Kenzo.
"Jangan seperti itu presdir! Bukannya dulu kita ini teman SMA bahkan kampus kita sama" balas Kenzo sambil tersenyum lebar.
"Satu sekolah bukan berarti berteman tuan Kenzo. Mungkin anda selama ini menganggap semua orang yang bersekolah dengan anda dari SD hingga perguruan tinggi teman tuan Kenzo! Yang namanya teman itu adalah orang yang selalu bersama temannya setiap saat dalam duka maupun suka" papar direktur Steven menjelaskan dengan suara berwibawa.
"Saya setuju dengan ucapan anda direktur Steven" tambah direktur Alif.
"Anda mungkin menganggap saya teman anda, tapi saya tidak mempunyai teman seperti anda karena teman saya selama saya bersekolah hingga saat ini hanya ada satu orang saja tuan Kenzo Arjuna" ucap Denis dengan suara tegas dan lantang.
Wah bisa-bisanya CEO BakerTech mengaku-ngaku sebagai teman presdir DA Corp
Gila orang itu! Apa dia tidak punya rasa malu mengakui dirinya sebagai teman di orang yang tak mengenalnya
Otakmu mungkin bergeser sehingga ngaku-ngaku teman presdir
Kalau aku jadi dia lebih baik aku pergi saja dari pada mempermalukan diriku didepan umum
Apa dia tidak punya teman sehingga mengaku berteman dengan presdir
Kenzo menatap Denis dengan tatapan tajam merasa sangat malu, mendengar bisikan-bisikan para tamu yang menggunjing tentang dia yang tidak tahu malu mengaku-ngaku sebagai teman dari presdir BakerTech.
"Apa anda baik-baik saja tuan Kenzo?" tanya Rian dengan suara dingin.
"Saya baik-baik saja tuan Rian" jawab Kenzo dengan suara tegas.
"Wah aku tidak menyangka kamu akan sangat menakjubkan sekali dude" ucap suara lantang dari arah belakang mengagetkan semua orang.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Tuan Adrian Castel apa anda mengenal baik presdir Denis?" tanya Alisa pemilik firma hukum Cendana.
"Ya aku sangat mengenal baik dia karena dia adalah sahabatku" jawab Adrian dengan suara lantang.
"Wah saya tidak menyangka ternyata kalian adalah sahabat" ucap direktur Alif.
__ADS_1
"Well! Itulah kami karena sedari dulu kami tidak terlalu menunjukkan kebersamaan kami di publik karena kalian pasti tahulah profesi aku saat ini" ucap Adrian dengan sombong.
"Jadi dia adalah teman yang anda katakan tadi presdir Denis?" tanya Alisa dengan penasaran.
"Ya dia sahabatku satu-satunya" jawab Denis dengan suara dingin dan tegas.
Denis tersenyum smirk menatap Kenzo yang juga menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Adrian yang melihat wajah emosi Kenzo juga ikut tersenyum sinis seakan mengejeknya.
"Tuan Kenzo bukannya ayah anda dan kedua kakak anda dikabarkan menghilang ya?" tanya Arsen yang melihat isyarat Denis untuk berbicara mengenai keluarganya.
"Itu hanya gosip tuan Arsen. Ayah dan kedua kakak saya baik-baik saja kok" jawab Kenzo sambil tersenyum.
"Benarkah?" tanya Arsen sambil tersenyum smirk.
"Benar tuan Arsen. Lebih baik anda jangan mempercayai berita simpang siur seperti itu tuan Arsen karena salah bicara saja bisa menjadi fitnah" jawab Kenzo dengan angkuh.
"Ah! Begitu ya! Hehehe" balas Arsen sambil terkekeh.
"Tapi menurut penasehat keuangan perusahaan ayah anda itu semua benar tuan Kenzo" ucap Rangga dengan suara lantang.
"Apa maksud anda direktur Rangga? Jangan menyebarkan berita yang tidak benar direktur Rangga" ucap Kenzo dengan tatapan tajam memperingatinya.
"Menurutku itu fakta tuan Kenzo karena dari informasi penasehat keuangan perusahaan ayah, beliau mengatakan sudah hampir 2 bulan direktur utama, direktur keuangan, dan direktur pengembangan SDA di perusahaan ayah anda tidak masuk kerja dan tidak ada kabar sama sekali tuan Kenzo" papar direktur Rangga menjelaskan.
Skakmat!
Kenzo diam tidak mengatakan apa-apa membantah ucapan direktur Rangga karena itu semua benar. Wajahnya yang tadi selalu tersenyum, seketika berubah menjadi datar tak ada ekspresi apapun di wajahnya.
"Tuan Kenzo aku rasa anda harus melihat berita terbaru saat ini" ucap Rian sambil menunjukkan hpnya didepan wajah Kenzo.
...Tuan muda pertama dan kedua Arjuna ditemukan oleh polisi di pulau tak berpenghuni setelah menerima laporan mengenai ada ladang ganja di pulau tersebut....
"Apa temanmu yang bekerja di kantor polisi tidak menyampaikan hal itu kepada anda tuan Kenzo?" tanya Rian dengan sinis.
"Bagaimana mau beritahu dude orang temannya sudah di pecat minggu lalu karena ketahuan terlibat kasus pencucian uang dan juga terjerat kasus korupsi kas kantor" jawab Arsen sambil tersenyum smirk.
Denis berlalu pergi dari sana karena sudah puas mempermalukan Kenzo, tapi saat sampai disampingnya ia berhenti dan menunduk ingin membisikkan sesuatu kepada Kenzo.
"Aku harap kamu senang dengan hadiah yang selama ini aku kirim ke bisnis gelapmu itu berengsek" bisik Denis sambil tersenyum menyeringai.
Duar...................
Tubuh Kenzo menegang bagai disambar petir mendengar ucapan Denis barusan tentang bisnis gelapnya.
Matanya melotot seakan ingin keluar dari tempatnya tak menyangka jika selama ini tebakannya benar, kalau Denislah orang yang berada di balik semua kegagalan bisnis haramnya.
Denis tersenyum puas melihat wajah syok Kenzo yang hari ini ia lihat setelah memberitahunya jika dia adalah orang yang selama ini sudah membuat bisnisnya gagal.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sedangkan di luar ballroom tepatnya di taman hotel, Sandro melangkah dengan langkah panjang menghampiri adiknya yang saat ini sedang bersama dengan Ando musuhnya.
"Berengsek" maki Sandro mengagetkan keduanya yang membelakangi Sandro.
__ADS_1
Ando memutar badannya melihat siapa yang memakinya dan ia kaget tak menyangka akan melihat Sandro musuhnya selama ini, karena keduanya bekerja sebagai asisten dari kedua orang yang saling bermusuhan.
"Sandro" ucap Ando dengan kaget.
"Kakak" ucap Ara dengan gugup karena takut.
"Kakak?" tanya Ando dengan kaget menatap Ara dan Sandro bergantian.
"Ara bawa Ari ke dalam" titah Sandro dengan suara dingin.
Ara segera mengambil Ari dari gendongan Ando dan membawanya pergi dari sana, karena tidak ingin mendapat hukuman dari sang kakak jika ia tidak mematuh perintahnya.
Bugh............bugh...............bugh....................
Tak berkata apa-apa Sandro langsung meninju Ando dengan brutal di wajahnya, tak memberikan Ando kesempatan untuk membalas pukulannya atau mengambil napas.
Seperti kesetanan Sandro menghajar Ando dengan brutal melampiaskan semua emosinya yang selama ini sudah ia pendam, karena Ara adiknya harus hamil muda di usianya yang masih belia meski itu semua bukan kesalahan Ando sepenuhnya.
"Beraninya kamu mengendong keponakanku dengan tangan kotormu itu bangsat" maki Sandro dengan suara menggelegar.
"Ap.....a dia an....akku?" tanya Ando dengan terbata-bata karena merasa sangat kesakitan dihajar oleh Sandro.
"Ckk!! Ari bukan anakmu berengsek" hardik Sandro dengan emosi.
"Dia anakku! Anakku!" ucap Ando dengan suara tegas.
Napas Sandro naik turun melihat Ando yang sudah terkapar tak berdaya di tanah dengan wajah sudah tidak bisa dikenali karena pukulannya barusan. Rahangnya mengeras mengingat jika orang yang tergeletak tak berdaya di tanah, adalah ayah kandung dari keponakannya Ari.
Sandro memilih pergi dari sana sudah puas melampiaskan emosinya selama ini kepada Ando tinggal memberi pelajaran kepada Riski Akbar saja.
Grep...................
Langkahnya terhenti saat kedua kakinya dipeluk oleh Ando dengan erat dibawah sana. Mata tajam Sandro menatap Ando dengan tajam saat Ando juga menatapnya dengan sendu.
"Maaf......kan aku. A....ku moh.....on ijin......kan a.....ku ber.....temu anakku" pinta Ando dengan memohon dengan suara putus-putus.
Bugh.................
Sandro menendang Ando hingga pelukannya terlepas dan pergi dari sana tidak memperdulikan Ando yang menatapnya dengan sendu.
Air matanya jatuh tak menyangka jika ia sudah punya anak dari malam itu, dan ia juga tidak menyangka kalau perempuan yang ia tiduri waktu itu adalah adik dari musuhnya.
"Ma.....afkan a......yah nak" lirih Ando dengan perasaan hancur dan sedih.
~ Roma, Italia ~
"Demian" ucap seorang pria paruh baya dengan kaget melihat trending topik barusan mengenai sosok presdir DA Corp.
Matanya berkaca-kaca tak menyangka kalau ia akan melihat wajah itu lagi yang sudah hampir 30 tahun tak pernah ia lihat lagi. Air matanya menetes dari mata hijau itu, tak menyangka jika ia akan melihat sosok sahabatnya selama ini sekali lagi.
"Apa dia anakmu Demian? Dia sangat mirip dengan kamu kawan" ucap pria itu dengan sendu.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue.....................