Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 80


__ADS_3

Keysa lalu melajukan mobilnya ke arah club ternama di Jakarta, ingin bertemu dengan teman lamanya yang sudah lama tak bertemu. Matanya berkilat tajam dengan rahang mengeras mengingat wajah Leila yang selalu muncul di benaknya.


“Lihat saja ja**ng apa yang akan aku lakukan kepadamu! Hahahaha” ucap Keysa sambil tertawa menggelegar didalam mobil.


~ Zues Club ~


Cekitt…………….


Keysa mengerem mobilnya hingga terdengar bunyi decitan ban didepan club, membuat semua pasang mata disana menatap ke arahnya.


Sebelum turun dari mobil ia menganti bajunya terlebih dahulu dengan baju kurang bahan seperti biasa jika datang ke club.


Para penjaga yang sudah mengenal Keysa segera memberi jalan kepadanya. Ia berjalan sambil melenggok tubuhnya layak seorang model, membuat mata laki-laki hidung belang seperti melihat daging segar.


“Kamu sudah datang?” tanya seorang pria dengan suara lembut menyambutnya di ruang VIP.


“Wah tidak disangka tuan muda Liam Kuncoro hari ini mengajak aku untuk bertemu” jawab Keysa sambil tersenyum sinis.


“Kamu tidak pernah berubah teman! Hehehe” ucap Liam sambil terkekeh.


Keys lalu memeluk Liam yang ternyata adalah temannya sejak mereka SMP hingga sekarang, tapi keduanya jarang sekali bertemu karena Liam yang pergi bersekolah di Amerika saat masuk SMA hingga ia menyelesaikan kuliahnya di sana.


“Sejak kepan kamu berada di Indonesia Liam?” tanya Keysa sambil meneguk minuman didepannya.


“2 tahun yang lalu aku balik ke Indo tapi hanya 2 bulan saja dan sudah 6 bulan aku menetap kembali di Jakarta” jawab Liam dengan santai.


“Apa! Dan kamu tidak pernah mengabariku selama itu sialan” pekik Keysa dengan suara tinggi.


“Hehehe! Sorry aku sibuk dengan bisnis keluarga dan aku tidak punya waktu untuk mengabari kamu” ucap Liam sambil terkekeh.


“Ckk!! Kamu memang menyebalkan Liam Kuncoro” dengus Keysa dengan kesal.


Liam hanya terkekeh saja lalu duduk di samping Keysa sambil memeluk pundaknya seperti biasa jika mereka bertemu. Siapa saja yang melihat mereka, pasti akan berpikir jika mereka itu sepasang kekasih padahal kenyataannya tidak.


Keduanya lalu bercerita tentang kehidupan mereka selama ini sejak mereka hilang kontak dari SMP hingga sekarang. Liam tidak menyangka jika temannya itu ternyata bekerja dengan musuhnya karena musuh Kenzo juga musuhnya.


“Aku tidak sangka kalau kamu bekerja di restoran anak tukang sapu itu” ucap Liam dengan kaget.


“Aku juga tidak menyangka kalau kamu itu ternyata sahabat kecil tuan Kenzo” balas Keysa tak kalah kaget.


“Kenzo itu sahabat aku dari kami masih kecil hingga sekarang dan aku dari dulu memang tidak menyukai Denis saat Kenzo berteman dengannya” ucap Liam dengan sinis.


“Lalu apa kamu akan membunuhku karena ternyata aku bekerja di tempat musuhmu?” tanya Keysa dengan sinis.


“Hehehehe! Itu tidak mungkin Keysa karena kamu itu temanku tapi aku akan meminta bantuan kamu mulai sekarang” jawab Liam sambil terkekeh.


“Ckk!! Kamu itu memang licik dan tidak pernah berubah Liam” decak Keysa dengan kesal.


“Kamu itu memang teman aku yang terbaik karena tahu betul sifat aku Keysa” balas Liam sambil memamerkan giginya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


Keysa hanya bisa mendengus kesal melihat tawa temannya yang ia tahu pasti ia akan dimanfaatkan oleh Liam untuk memberi informasi apapun mengenai Denis.


“Jangan memanfaatkan aku Liam karena aku bukan seperti kamu” ucap Keysa memperingatinya.


“Oh come on Key. Hanya beberapa informasi saja dan aku pastikan kamu tidak akan ketahuan” (ayolah Key) bujuk Liam.


“Mengingat pertemanan kita yang sudah lama aku akan membantumu tapi aku tidak mau kamu menyakiti Denis karena dia itu milikku” jawab Keysa dengan suara tegas.


“Jangan bilang kamu menyukainya” tebak Liam.


Keysa tersenyum lebar menjawab tebakan Liam dan hal itu membuat Liam tertawa tak menyangka jika Keysa akan jatuh hati dengan Denis. Ia akui pesona Denis memang sangat luar biasa, karena dengan ketampanan dan perawakannya itu bisa mendapat perempuan mana saja yang ia tunjuk.


“So we are partner now?” (jadi kita adalah rekan sekarang) tanya Liam sambil tersenyum lebar.


“Yes” (iya) balas Keysa sambil tersenyum.


~ Markas Black Damon ~


Bimo yang sudah menunggu Denis dari pagi tadi, akhirnya bisa melakukan pekerjaannya sebagai dokter pribadi Denis di malam hari. Berkali-kali ia mengumpat kesal karena harus menunggu Denis selama itu hanya untuk diperiksa olehnya.


“Bagaimana?” tanya Denis setelah selesai di periksa di ruang pribadinya.


“Kondisi bos stabil seperti biasa dan tidak ada yang aneh didalam tubuh bos” jawab Bimo dengan bingung setelah memeriksa kondisi tubuh Denis.


“Lalu bagaimana dengan yang aku tanyakan tadi pagi?" tanya Denis lagi dengan suara dingin.


“Apa bos semalam terlalu kelelahan?” tanya balik Bimo.


“Coba kita lihat malam ini bos. Apa malam ini bos bisa tidur seperti kemarin malam atau tidak? Jika tebakanku benar berarti aku sudah tahu jawabannya bos” ucap Bimo dengan cepat.


“Heemmm” deham Denis sambil mengangguk kepalanya.


Bimo lalu merapikan peralatannya dan bergegas pergi dari sana pergi ke ruang kesehatan untuk melihat status pasien disana, karena ia yang bertanggung jawab disana. Sekaligus melihat perkembangan mamanya yang juga sedang di rawat disana.


Ia bersyukur karena dipilih Denis menjadi dokter pribadinya dan mendapat banyak sekali bantuan dari Denis. Salah satunya merawat mamanya di sana dari penyakit leukimia stadium akhir yang diderita oleh sang mama, tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.


“Bos” panggil Sandro dan Arsen dengan serentak masuk ke dalam ruangan Denis.


“Minggu depan aku akan berangkat ke Amerika dan selama aku pergi kalian berdua harus menjaga perusahaan, mama, dan kekasihku” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap keduanya dengan serentak.


“Suruh Rian kemari dan bawa semua berkas kerja sama dengan Smith Company “


“Iya bos” ucap Sandro segera menghubungi Rian.


“Perketat penjagaan mama dan kekasihku karena aku punya firasat mereka akan diganggu oleh anak buah Kenzo” ucap Denis dengan tatapan membunuh.


“Bos lalu bagaimana dengan sialan itu?” tanya Arsen dengan suara dingin.


“Besok kamu temui detektif yang menangani kasus ayah dan kedua kakaknya. Berikan dia beberapa klue mengenai kasusnya tapi ingat jangan berikan dia bukti apapun” titah Denis sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


“Baik bos” balas Arsen.


“Dia sekarang memakai publik untuk mendapat simpati dari masyarakat bos” ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.


Arsen menggeleng kepalanya melihat senyuman Sandro yang ia tahu jika pasti Sandro sedang memikirkan hal gila lainnya untuk membalas Kenzo.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Biarkan saja dia merasa diatas angin karena sebentar lagi ia akan merasakan bagaimana dihempaskan dari ketinggian ke lubang yang paling dalam” balas Denis sambil tersenyum penuh arti.


“Apa kita tidak melakukan sedikit hal gila bos sebelum bos pergi?” tanya Sandro sambil tersenyum smirk.


“Jangan coba mengajak bos melakukan hal gilamu itu sialan” ucap Arsen memperingatinya dengan tegas.


“Kenapa? Apa kamu tidak ingin mencobanya bocah mata empat?” tanya Sandro sambil tersenyum sinis.


“Lebih baik aku melakukan hal berguna lainnya dari pada melakukan hal gilamu itu” jawab Arsen dengan suara dingin.


“Ah! Ternyata kamu sangat membosankan bocah” ucap Sandro dengan tatapan mengejek.


Arsen diam saja tak membalas ucapan Sandro yang mengejeknya, karena menurutnya itu tidak penting.


Sedangkan Sandro ia berdecak kesal karena Arsen lagi-lagi bertingkah membosankan, membuat dia tidak bisa menikmati hari-harinya untuk mengganggunya lagi seperti dulu.


“Bukannya kamu sudah melakukan hal menarik di hotel Hilton kemarin malam?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Hehehehe! Itu karena aku terbawa dendam bos” jawab Sandro sambil terkekeh menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Denis hanya tersenyum sinis menatapnya membuat Sandro menelan salivanya dengan susah, karena tahu jika senyuman itu seperti sedang merencanakan sesuatu untuknya.


“Apa kamu sudah membersihkan kandang Sita?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Ah! Aku akan membersihkannya sekarang bos” jawab Sandro dengan kaget karena melupakan tugasnya.


Arsen hanya tersenyum mengejek melihat kepergian Sandro dengan tergesa-gesa karena melupakan hukuman dari Denis, tentang dia yang harus bersihkan kandang peliharaan bos mereka selama seminggu.


“Dimana Arkan?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Di kamarnya bos” jawab Arsen dengan suara tak kalah dingin.


“Suruh dia menemuiku di kandang Sita” titah Denis dengan suara tegas.


“Jangan bilang bos ingin melakukan hal yang sama ke bocah itu seperti aku dulu” tebak Arsen dengan mata melotot.


“Apa kamu ingin bernostalgia lagi?” tanya Denis sambil tersenyum penuh arti.


“Tidak bos” jawab Arsen dengan cepat.


Denis segera pergi ke kandang peliharaannya di belakang markas, sedangkan Arsen hanya bisa menatap Arkan dengan iba karena ia tahu bagaimana rasanya dikunci didalam kandang Sita dan lainnya selama seminggu.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue……………….


__ADS_2