
Keysa berlalu pergi dengan amarah membara dalam hatinya, sambil mengepal kedua tangannya dengan erat hingga kukunya melukai kedua telapak tangannya.
Matanya menatap Amira dengan penuh kebencian karena selalu saja membuat usahanya gagal untuk mendekati Denis selama ini.
Liat saja nenek tua apa yang akan aku lakukan ke kamu, batin Keysa sambil tersenyum menyeringai seperti iblis didalam kamar mandi.
~ DA Corp ~
Anisa menatap bangunan tinggi dan mewah didepannya dengan mulut terbuka, karena baru pertama kali ia melihat langsung perusahaan DA Corp yang sudah sangat terkenal di seluruh Indonesia.
“Bagaimana aku bisa masuk ke dalam sana? Mana aku lupa tanya ke nyonya harus diantar ke tuan muda atau sekretarisnya” ucap Anisa dengan bingung.
Adrian yang baru saja datang mengerutkan keningnya melihat seragam yang sangat ia kenali, karena itu adalah seragam pelayan di restoran tante Amira.
“Lola kamu panggil cewek itu” ucap Adrian sambil menunjuk Anisa yang seperti orang kebingungan didepan pintu masuk.
“Buat apa bos? Jangan aneh-aneh deh bos ini itu didepan publik loh” ucap Lola memperingati dengan suara gemulai.
“Heh banci kamu diam saja jangan banyak tanya! Udah cepat sana panggil dia” ketus Adrian dengan kesal.
“Ckk!!” decak Lola dengan kesal tapi tetap melakukan perintah Adrian.
Adrian menggelengkan kepalanya melihat cara jalan Lola yang sudah seperti model terkenal saja, apa lagi dandanan dan fashionnya sudah melebihi seorang artis terkenal.
“Hey you” ucap Lola dengan suara gemulai mengagetkan Anisa.
“Ehh! Setan” kaget Anisa saat berbalik ke belakang.
“You bilang eke setan” pekik Lola dengan suara tinggi.
“Maaf tuan bukan itu maksud saya” ucap Anisa dengan gugup.
“Tuan?” tanya Lola dengan mata melotot tajam membuat Anisa semakin ketakutan.
“Liat nih baik-baik gadis jelek! Eike udah cantik ngalahin miss universe masih aja kamu panggil tuan” hardik Lola dengan suara melengking.
“Ma….af tante” ucap Anisa dengan terbata-bata.
“Kamu” tunjuk Lola dengan tatapan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.
“LOLA” teriak Adrian bergema merasa sangat lama.
“You ikut eike” ucap Lola dengan sinis sambil berbalik pergi ke tempat Adrian.
Anisa dengan gemetar ketakutan terpaksa mengikuti Lola, karena takut diapa-apain oleh Lola jika tidak menurutinya. Adrian sendiri menatap Lola dengan sinis karena ia tahu pasti Lola sudah menakut-nakuti cewek dibelakangnya.
“Nih bos” ucap Lola dengan gaya centil.
“Lama banget sih kamu” ketus Adrian dengan kesal.
“Sabar bos. Orang sabar banyak pahala loh” protes Lola dengan cepat.
“Ckk!!” dengus Adrian dengan kesal.
Adrian menatap Anisa yang berdiri sambil menunduk tak berani melihat mereka berdua. Mata hazelnya lalu tertuju ke paper bag yang sedang dipegang Anisa dengan erat.
“Itu buat Denis kan?” tanya Adrian sambil menunjuk paper bag di tangan Anisa.
“Ehh! Iya tuan” ucap Anisa dengan kaget karena orang didepannya tahu kalau ia datang untuk membawa makan siang buat tuan muda Denis.
“Sini berikan ke aku biar aku kasih ke Denis” ucap Adrian dengan suara tegas.
“Maaf sebelumnya tuan, tapi bagaimana tuan tahu ini makan siang buat tuan muda? Memangnya tuan ini siapa?” tanya Anisa dengan penasaran.
“Hey gadis jelek! Kamu itu jangan banyak tanya udah kasih aja” hardik Lola dengan sinis.
“Maaf tapi saya tidak bisa memberikan paper bag ini ke orang asing” bantah Anisa dengan suara tegas.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
Phew……………………
Adrian membuang napasnya dengan kasar melihat sifat waspada Anisa yang tak percaya begitu saja kepadanya, padahal maksudnya itu baik karena ia yakin Anisa pasti bingung ingin memberikan makan siang buat Denis lewat mana.
“Bos sama karyawan sama-sama menyebalkan” dengus Adrian dengan kesal sambil mengeluarkan hpnya dari saku jaket.
“Halo”
^^^“Aku didepan perusahaan bos sialanmu itu. Ada pelayan restoran yang ingin mengantar makan siang buat dia tapi dia tidak percaya sama aku” ucap Adrian to the point.^^^
Tuutt………..
“An***g sialan kamu Rian! Beraninya kamu mematikan panggilan aku berengsek!” maki Adrian dengan kesal.
Anisa dan Lola serta petugas keamanan disana kaget bukan main mendengar makian Adrian barusan, beruntung ia memakai masker, topi, dan kaca mata hitam sehingga tidak ada yang mengenalinya.
Tak berselang lama Rian datang dengan langkah tegap, membuat petugas keamanan dan karyawan di lobby menunduk memberi hormat kepada sekretaris presdir mereka. Anisa yang baru pertama kali melihat Rian dari dekat tercengang dengan mulut menganga.
“Hey awas lalat masuk ke mulut you gadis jelek” ejek Lola dengan ketus mengagetkan Anisa.
Ehhemm………….
Anisa berdeham menetralkan rasa malu dan gugupnya barusan karena terlalu terpana dengan Rian.
“Kamu pegawai baru?” tanya Rian dengan suara dingin.
“Maaf tuan. Tadi Bu Keysa tidak bisa mengantar makan siang buat tuan muda jadi nyonya menyuruh saya untuk mengantarnya” jawab Anisa dengan sopan sambil menundukkan kepala.
“Mulai sekarang kamu yang harus antar makan siang buat tuan muda dan jika datang langsung saja ke resepsionis beritahu mereka ingin mengantar pesanan atas nama Rian Nugroho” ucap Rian dengan suara tegas.
“Baik tuan” ucap Anisa.
“Carikan taksi buat dia” titah Rian kepada satpam yang berdiri di belakangnya.
“Baik tuan” ucap sang satpam dengan suara tegas.
Rian lalu berlalu masuk ke dalam perusahaan diikuti oleh Adrian dan Lola karena mereka ingin bertemu dengan Denis. Lebih tepatnya hanya Adrian saja yang ingin bertemu, karena sudah kangen kepada sahabatnya itu yang selama 6 bulan tidak ada kabar sama sekali.
“Buat apa kamu kesini?” tanya Denis dengan suara dingin sambil berlalu menuju sofa untuk makan siang yang sudah disiapkan oleh Rian.
“Ckk!! Kamu memang sahabat sialan dude” dengus Adrian dengan sinis.
“Kamu makan sana” ucap Denis menatap Rian.
“Baik presdir. Selamat menikmati makanannya” ucap Rian dengan suara dingin sambil berlalu keluar.
Denis lalu makan siang dengan diam dan Adrian yang tahu jika sahabatnya tidak suka berbicara saat makan, memilih bermain game di hp sambil menunggu Denis selesai makan siang.
~ Kantor Polisi ~
Anak buah Denis memakai masker dan topi masuk ke dalam kantor polisi sambil melihat sekelilingnya, mencari seseorang yang bisa ia berikan amplop coklat yang sedang ia pegang.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Tak lama ia berjalan menghampiri seseorang yang terlihat seperti ketua tim khusus sedang berbicara lewat telpon tak jauh darinya.
Bugh………………
Anak buah Denis menepuk pundak orang yang ia incar barusan, membuat orang itu berbalik menatapnya dengan kening berkerut tak mengenalinya. Ia lalu menyerahkan amplop coklat itu ke tangan orang itu dan berlalu pergi dari sana tanpa berbicara apa-apa.
“Nanti aku telpon balik” ucap orang yang mendapat map coklat tersebut bernama detektif Gilang di id cardnya.
“Siapa orang itu?’ tanya detektif Gilang dengan bingung setelah mematikan panggilannya.
Dengan penasaran ia lalu membuka amplop tersebut dan seketika kaget melihat bukti-bukti tentang perdagangan wanita di salah satu club malam terkenal di kota Jakarta.
“Berengsek” maki detektif Gilang dengan emosi melihat foto-foto wanita yang dikurung didalam satu ruangan.
Dengan tergesa-gesa detektif Gilang berlari menuju ruangan departemen kejahatan dan narkoba, memanggil semua anggota timnya untuk bersiap, karena beberapa jam lagi mereka akan menggerebek salah satu club malam terkenal di kota Jakarta.
__ADS_1
“Minta surat perintah pengeledahan dan penangkapan dari inspektur” titah detektif Gilang kepada anak buahnya.
“Baik komandan” ucap Ari anak buahnya.
Dengan bukti-bukti yang akurat membuat detektif Gilang mendapatkan surat perintah pengeledahan dan penangkapan saat itu juga.
Ia dan timnya lalu bersiap-siap untuk razia malam nanti, sedangkan anak buah Denis yang masih berada di sekitar kantor polisi baru saja pergi setelah mendapat informasi penting.
“Bagaimana?” tanya Arsen dari seberang.
^^^“Selesai bos. Malam ini mereka akan melakukan razia bos” ucap anak buah mereka yang bernama Jeki.^^^
“Kerja bagus Jeki” puji Arsen.
^^^“Terima kasih bos”^^^
“Malam nanti kamu dan beberapa anak buah kita ke club mereka sebelum polisi datang dan pantau agar mereka tidak curiga” titah Arsen dengan suara tegas.
^^^“Apa kami harus ikut turun tangan bos?” tanya Jeki.^^^
“No. Biarkan saja polisi yang bekerja” jawab Arsen.
^^^“Baik bos”^^^
Jeki segera pergi dengan motornya yang ia parkir di minimarket di belakang kantor polisi, tapi sebelum itu ia menganti bajunya agar tidak terekam cctv disana dan membuat polisi tidak mengetahui siapa yang mengirim bukti-bukti itu.
~ DA Corp ~
Denis tersenyum menyeringai membaca pesan dari Arsen barusan yang sudah selesai melakukan perintahnya tadi. Ia sudah tak sabar ingin melihat Kenzo yang akan kesetanan karena bisnis haramnya di razia polisi.
“Kamu kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?” tanya Adrian dengan selidik.
“Malam ini kamu mau melihat pertunjukan menarik tidak?” tanya balik Denis sambil tersenyum penuh arti.
“Pertunjukan menarik? Apa yang sedang kamu rencanakan dude?” tanya Adrian dengan penasaran.
“Kamu akan tahu malam nanti” jawab Denis sambil tersenyum smirk.
“Well! Karena aku lagi suntuk jadi tidak ada salahnya kalau malam aku keluar” ucap Adrian sambil tersenyum lebar.
Adrian lalu menyuruh Lola pulang lebih dulu karena nanti dia akan pulang bersama Denis. Hari itu Adrian habiskan didalam ruangan Denis, menunggu Denis selesai bekerja dan akan pergi melihat pertunjukan menarik yang tadi diberitahu oleh Denis.
~ Mansion Kenzo Arjuna ~
Kenzo sedang minum wiski sambil mendengar penjelasan dari Ando yang sudah mengirim anak buah mereka untuk membereskan musuh-musuh Andra malam ini.
“Semuanya sudah beres dan tidak ada bukti yang akan mengarahkan polisi dengan kita tuan” ucap Ando dengan suara dingin.
“Bagus” ucap Kenzo dengan puas.
“Bagaimana dengan pelelangan malam ini?” tanya Kenzo dengan suara dingin.
“Semuanya sudah siap tuan tinggal menunggu waktu pelelangan saja” jawab Ando yang tadi mendapat kabar dari Jason yang akan mengawasi pelelangan malam ini.
“Suruh Jason untuk memantau keadaan di sana dan jangan sampai acara malam ini gagal” titah Kenzo dengan suara tinggi.
“Baik tuan”
“Bagaimana kedua kakak tercintaku?” tanya Kenzo sambil tersenyum penuh arti.
“Mereka berada di ruang tahanan di pulau pribadi tuan” jawab Ando dengan suara dingin.
Hahahahaha…………………
Tawa Kenzo menggelegar didalam sana mendengar ucapan Ando barusan mengenai kedua kakaknya.
Ando sendiri tak menyangka jika tuannya akan melakukan hal kejam seperti itu kepada kedua kakak kandungnya, hanya karena merasa iri karena kedua kakaknya selalu saja dibangga-banggakan oleh ayah mereka.
Ternyata ada ya orang yang lebih kejam dari seorang pembunuh yang tega melakukan hal kejam kepada kakak kandungnya sendiri, batin Ando.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue………….