
Hp Denis berdering tertera nama Simon Martinez di layar hpnya. Ia yakin jika Simon pasti sudah mengetahui perihal om Hito dan daddynya yang berniat mengambil kembali Seila.
^^^"Halo" ucap Denis dengan suara dingin.^^^
"Halo Denis. Apa adikku baik-baik saja?" tanya Simon dengan panik dari seberang.
^^^"She is safe" (dia aman)^^^
"Syukurlah" ucap Simon dengan lega dari seberang.
^^^"Adik iparmu yang akan turun tangan langsung untuk masalah ini" ucap Denis dengan suara dingin.^^^
"Ya baiklah. Kalian bebas melakukan apa saja kepada mereka karena aku tidak perduli dengan anak buah daddy" balas Simon dengan suara dingin.
^^^"Heemmm"^^^
"Aku percayakan Seila kepada kalian dan urusan daddy aku biar aku yang tangani"
^^^"Aku cuma mau bilang jika mereka melakukan sesuatu ke milikku maka aku tidak akan tinggal diam" ucap Denis memperingati.^^^
"Ya aku tahu"
Denis lalu mematikan panggilannya sepihak tak membalas ucapan Simon lagi. Ia lalu bergegas mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai dan juga mengecek laporan markasnya yang berada di Amerika.
"Sepertinya bulan madu kami aku ke Italia saja. Biar sekalian jenguk nenek" gumam Denis yang teringat sang nenek.
~ Kediaman Sandro ~
Keesokan harinya Sandro sudah mengamankan sang istri di rumah tante Amira dan saat ini ia sedang bersama dengan Lisa yang menyamar menjadi istrinya.
Beruntung tinggi keduanya sama jadi anak buah Hito dan Roy tidak curiga sama sekali, kalau perempuan yang di rangkul Sandro adalah Lisa anak buah mereka.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Sandro kepada Lisa.
"Siap bos Sandro" jawab Lisa dengan suara tegas.
"Bagus"
"10 menit lagi anak buah Hito dan Roy akan masuk ke dalam" ucap Arsen lewat earpiece.
^^^"Oke" balas Sandro.^^^
Sandro mengangguk kepala menatap Lisa memberitahunya untuk bersiap di tempatnya. Ia lalu bergegas keluar dari rumah dan naik ke mobil meninggalkan Lisa sendiri.
Setelah kepergian Sandro tiba-tiba Lisa menerima pesan berisi ancaman dari Mike mengatasnamakan Roy daddy Seila.
^^^"Bos Arsen mereka sudah mengirim pesan kepadaku" ucap Lisa lewat earpiece.^^^
"Mulailah akting kamu Lisa" titah Arsen dengan suara tegas.
^^^"Baik bos Arsen" jawab Lisa dengan patuh.^^^
Ia lalu merubah raut wajahnya yang tadi terlihat dingin menjadi wajah sedih dan berlari keluar dari rumah dengan panik.
Arsen, Max, Denis, dan Sandro yang sedang berada di dalam mobil tak jauh dari sana menatap pergerakan Lisa dari cctv.
Mereka salut dengan akting Lisa yang terlihat sangat natural dan tidak ada cela sedikit pun yang bisa diketahui oleh musuh mereka. Apa lagi dandanannya sama persis dengan Seila sehingga wajah keduanya terlihat sangat mirip.
Mereka menonton Lisa yang tiba-tiba didatangi beberapa orang berbadan besar saat mobilnya sudah keluar dari halaman rumah.
"Ikuti mereka dan jangan sampai ketahuan" titah Denis dengan suara dingin.
"Baik bos" jawab Sandro dengan cepat.
Ia segera mengirim pesan kepada anak buahnya untuk bersiap dan mengikuti mobil yang dinaiki oleh Lisa barusan.
Sedangkan didalam mobil Jeep Lisa yang sejatinya adalah seorang mafia mengumpat kesal didalam hati karena tak bisa memberi pelajaran kepada orang-orang ini.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Berengsek! Lihat saja jika kita sudah sampai tempat persembunyian kalian! Aku akan memberi pelajaran kepada kalian semua, batin Lisa menahan emosinya didalam hati.
Hati dan wajahnya tidak sejalan saat ini, karena harus berakting ia harus menahan setengah mati rasa emosi didalam dirinya yang ingin sekali menghajar orang-orang ini.
"Beritahu bos kalau nona Seila sudah berhasil kita dapat" ucap si A.
__ADS_1
"Oke" balas si B dengan cepat.
"Siapa kalian? K......alian mau bawa aku kemana?" tanya Lisa dengan terbata-bata berpura-pura takut.
"Tenang saja nona Seila kami tidak akan berbuat kasar kepada nona. Kita akan pergi ke tempat calon suami nona" jawab si A sambil tersenyum menyeringai.
"A.....ku tidak mau! Lepaskan aku! Aku tidak sudi kembali ke pak tua itu!" hardik Lisa dengan suara tinggi.
"DIAM! Sebaiknya nona diam sebelum aku berlaku kasar" bentak si B dengan kesal.
"LEPASKAN AKU SIALAN! AKU TIDAK MAU KEMBALI KE TUA BANGKA ITU" bentak Lisa dengan suara tinggi.
Plak.................
"Berisik!" bentak si A setelah menampar pipi kiri Lisa.
"Sialan kamu. Beraninya kamu menampar calon istri bos berengsek!" bentak si C yang sedari tadi diam karena menjadi sopir.
"Ya aku kesal karena dia sangat berisik!" ketus si A dengan kesal.
"Siap-siap saja kamu mendapat hukuman dari bos" ucap si B dengan cepat.
"Ckk!! Berengsek!" decak si A dengan kesal.
Berbeda sekali dengan Lisa yang saat ini menahan setengah mati emosinya agar tidak kelepasan.
Rahangnya mengeras merasakan tamparan di pipi kirinya yang sangat kuat dan ia berjanji akan memotong tangan orang yang sudah berani menamparnya.
Fu*k, umpat Lisa didalam hati.
~ Pelabuhan Muara Angke ~
Tak berapa lama Jeep yang membawa Lisa akhirnya tiba di pelabuhan Muara Angke. Mereka memilih menggunakan pelabuhan ini agar tidak ada yang curiga dan tidak perlu melewati pemeriksaan.
Kebetulan mereka harus menyelundupkan satu box besar narkoba ke Singapura. Saat turun dari mobil mereka sudah di tunggu oleh Hito dan Mike.
Saat Hito melihat Seila ia tersenyum lebar karena akhirnya calon istrinya kembali ke sisinya dan ia sudah tidak sabar ingin menikahi Seila serta memberinya pelajaran.
"Akhirnya kamu kembali juga kepada om sayang" ucap Hito sambil tersenyum lebar.
Lisa meludah tepat diwajah Hito membuat Hito menatapnya dengan tatapan berkilat tajam.
Plak................plak............
2 Tamparan bergema disana membuat Lisa menutup mata mengontrol emosinya karena hari ini ia sudah mendapat 3 tamparan.
"Berengsek!" umpat Lisa dengan emosi.
"Perempuan sialan! Beraninya kamu meludahi aku!" bentak Hito sambil memegang dagu Lisa dengan kuat.
Hehehe...........
Lisa terkekeh sambil menatap Hito dengan sinis tidak takut sama sekali dengan bentakannya. Mata Hito melotot seakan ingin keluar dari tempatnya saat memandang wajah Lisa dengan saksama.
"Siapa kamu?" tanya Hito dengan suara dingin.
"Menurutmu?" tanya balik Lisa sambil tersenyum smirk.
"Sialan! Dimana calon istriku bangsat!" bentak Hito dengan suara menggelegar.
"Mana ku tahu" balas Lisa dengan santai.
"An***g sialan! Dimana Seila calon istriku perempuan pela**r" hardik Hito dengan emosi.
"Siapa calon istrimu pak tua" cibir Lisa dengan senyum mengejek.
Wajah Hito mengelap mendengar ejekan Lisa, ia lalu mengangkat tangannya ingin menampar Lisa lagi tapi ia urungkan saat mendengar suara tembakan.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Dor..........dor.........dor.........
Hito menarik Lisa saat suara tembakan semakin terdengar disana. Ia melirik ke sekeliling mencari dari mana musuhnya tapi tidak bisa ia tebak.
"Lindungi bos" teriak Mike dengan suara menggelegar.
__ADS_1
"Berengsek! Siapa yang mau main-main denganku!" hardik Hito dengan emosi.
"Malaikat pencabut nyawamu" balas Lisa sambil tersenyum lebar.
"Tutup mulutmu perempuan sialan sebelum aku merobeknya!" bentak Hito.
Dor.........dor........dor.........dor.......
Aaarrgghh...........
Bunyi tembakan bersahutan dengan suara jeritan kesakitan disana. Mike dan Hito saling melirik melihat anak buah mereka yang mati satu persatu dan tersisa beberapa saja.
"Siapa kalian berengsek? Tunjukkan wajah kalian anj**g!" ucap Hito dengan suara lantang.
Hening!
Tak ada suara apapun di sana dan hanya terdengar suara deru ombak dan angin yang berhembus. Mata Hito menatap ke seluruh area tapi tidak ada yang mencurigakan.
"Bos sebaiknya kita bergegas pergi dari sini" usul Mike yang merasa mereka sedang diawasi.
"Ya ayok kita pergi" ajak Hito yang setuju.
Saat mereka akan berbalik ingin pergi tiba-tiba langkah mereka terhenti karena sudah dikepung oleh orang bertopeng dari segala penjuru.
"Mau lari! Hem?" tanya seseorang dari arah belakang merea dengan suara dingin.
Hito dan lainnya berbalik lihat siapa yang berbicara dan seketika mereka kaget melihat Sandro dan Arsen yang berdiri di belakang mereka.
"Kalian" tunjuk Hito dengan kaget.
"Mau lari kemana pak tua? Beraninya kamu ingin menculik istriku!" bentak Sandro dengan emosi.
"Istri? Siapa istrimu?" tanya Hito dengan bingung.
"Seila Martinez adalah istriku" jawab Sandro dengan. suara lantang.
"APA!" pekik Hito dengan kaget.
"Tidak mungkin! Dia adalah calon istriku bukan istrimu sialan!" tambahanya lagi dengan emosi.
"Sayangnya kamu terlambat pak tua. Seila sudah menjadi istriku dan selamanya akan menjadi milikku" ucap Sandoe sambil tersenyum lebar.
"Bangsat! beraninya kamu mengambil calon istriku sialan!' bentak Hito dengan emosi.
Haahhh...........
Teriak Hito yang berlari maju ke arah Sandro ingin memberi pelajaran kepadanya. Tapi belum juga tangannya mengenai tubuh Sandro ia lebih dulu sudah dilumpuhkan oleh Sandro.
Brugh............
Hito terjatuh di tanah sambil memegang perutnya yang terasa sangat sakit karena tendangan Sandro.
"Bos anda baik-baik saja?" tanya Mike dengan khawatir.
"****" umpat Hito dengan tatapan penuh kebencian menatap Sandoe.
"Hehehe........hanya segitu saja kekuatanmu pak tua" ejek Sandro sambil terkekeh.
"Biadab kamu!"
Dor..................
Bunyi tembakan kembali terdengar saat Arsen melepas tembakannya tepat di tangan Hito yang berniat mengambil pistolnya di belakang.
"Wow tembakan yang bagus bocah empat mata" puji Sandro dengan decak kagum.
"Cih! Selesaikan dengan cepat karena aku sudah bosan" ketus Arsen dengan tatapan sinis.
"Ya ya ya........aku akan segera menyelesaikannya" ucap Sandro dengan patuh tak membantah.
"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Hito dengan wajah memucat.
Bagaimana tidak saat ini Sandro sedang memegang gergaji listrik dan tersenyum menyeringai menatapnya seperti seorang psikopat.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue............