Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 77


__ADS_3

Leila memeluk Denis dengan sangat erat karena tahu pasti sangat berat untuk mengingat kejadian yang sudah ia kuburkan didalam hatinya dan tidak ingin diungkit lagi.


“Jangan cerita jika itu sangat menyakitkan sayang” ucap Leila dengan suara lembut.


“Heemmm”


Denis memeluk tubuh Leila dengan sangat erat sambil menyusupkan lehernya di leher kekasihnya, dan menghirup bau tubuh Leila yang berbau mawar yang selalu menenangkannya.


“Aku menyukai bau tubuhmu sayang” ucap Denis dengan suara lembut.


Leila menahan napas merasa hembusan napas Denis di lehernya membuat bulu kuduknya berdiri. Sementara Denis ia memeluk Leila semakin erat, mengontrol birahinya yang selalu saja terbangun jika berdekatan dengan kekasihnya.


“Sayang aku kesesakan” lirih Leila dengan wajah merah padam.


“Heemmm”


Denis melonggarkan pelukannya setelah berhasil mengontrol nafsunya tapi tidak melepas pelukannya dengan Leila.


“Jadi kenapa kamu tidak jujur dengan identitasmu kepadaku sayang?” tanya Leila dengan cepat.


“Alasannya aku ingin mencari yang tulus menerima aku dan tidak melihat materi. Satu lagi aku memang menyembunyikan identitas aku dari semua orang bukan hanya kamu saja sayang” jawab Denis dengan suara lembut.


Denis malam itu menceritakan semua tentang dirinya dan juga Kenzo yang sudah tidak menjadi sahabatnya lagi, serta orang yang selama ini dekat dengannya dan sudah ia anggap seperti keluarganya.


“Aku tidak sangka kalau kalian berdua itu sahabat dulunya sayang” ucap Leila dengan kaget, tak menyangka jika Kenzo dan Denis ternyata dulu bersahabat.


“Kata sahabat tidak cocok untuk kami sayang, karena hanya aku yang menganggap dia sahabat tapi tidak dengan dia yang hanya memanfaatkan aku untuk kepentingannya” balas Denis dengan suara tegas.


“Iya sayang”


“Mulai sekarang kamu jangan dekat atau berhubungan dengan berengsek itu sayang” titah Denis dengan suara tegas.


“Loh kenapa sayang? Dia kan karyawan di perusahaan aku dan pasti aku akan terus berhubungan dengan dia sayang?” tanya Leila dengan bingung.


“Ada waktunya kamu akan tahu siapa dia yang sebenarnya sayang” jawab Denis dengan ambigu.


“Maksud kamu sayang?” tanya Leila semakin dibuat penasaran.


“Belum waktunya kamu tahu sayang" jawab Denis dengan tegas.


"Untuk hal ini aku minta jika ada sesuatu yang berhubungan dengan sialan itu lebih baik kamu suruh saja sekretaris atau asistenmu, dan jangan pernah bertemu dengan dia sendiri sayang” ucap Denis lagi dengan tatapan tajam.


“Iya sayang aku paham” balas Leila yang ingat kejadian waktu itu di hotel.


“Oh mulai besok nanti ada beberapa anak buahku yang akan menjadi pengawal kamu sayang” ucap Denis.


“Buat apa sayang?” tanya Leila dengan kening berkerut.


“Jaga kamu karena aku tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terjadi sayang. Aku juga mulai besok tidak akan bertemu kamu selama 2 bulan karena aku ingin melatih Arkan sekalian membawa dia ke Amerika” jawab Denis dengan suara tegas.


“Apa harus selama itu sayang?” tanya Leila dengan wajah sendu.


“Tunggu aku sayang. Ingat jangan dekat dengan laki-laki manapun karena aku akan selalu memantau kamu dimana pun kamu berada sayang” titah Denis tidak membalas pertanyaan Leila.


“Iya sayang”


Denis malam itu memilih menginap bersama kekasihnya di sana karena ia akan sangat merindukan Leila selama 2 bulan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sedangkan Arsen yang berada di ruang keluarga kaget setelah membaca informasi tentang masa lalu Ando yang sangat menyakitkan. Ia harus terjebak dengan hutang budi ayahnya, padahal disini ia sudah dirugikan dan harus kehilangan kedua keluarganya yang sangat ia cintai.


“Dude aku harap kamu mengijinkan dia untuk bertemu dengan anaknya” lirih Arsen merasa iba dengan masa lalu Ando.


~ Mansion Kenzo ~


Prang……………..prang……………….prang……………….


“AN***G KAMU DENIS! AKU AKAN MEMBUNUHMU BANGSAT!” teriak Kenzo dengan suara menggelegar didalam mansion.


Beruntung pak Tedi sudah menyuruh para pelayan untuk segera pergi ke paviliun belakang, jangan ada satu pun yang keluar sebelum ia memberi perintah karena saat ini Kenzo sedang mengamuk didalam mansion.


Prang..…..prang……...prang……….prang…………


Jason menutup mata melihat kemarahan bosnya yang saat ini sedang menghancurkan seisi mansion dengan stik golf di tangannya.


“SIALAN KAMU DENIS ARKANA! BERANINYA KAMU MEMBUAT BISNIS AKU GAGAL SELAMA INI!” teriak Kenzo dengan suara menggelegar hingga keluar mansion.


Liam yang baru saja datang untuk berbicara dengan sahabatnya mengenai identitas Denis yang akhirnya muncul di publik, menggelengkan kepalanya mendengar suara teriakan kemarahan Kenzo.


“Pasti dia sudah menghancurkan seisi mansion” tebak Liam yang tahu kelakuan sahabatnya sedari dulu.


Dan benar saja saat masuk ke dalam mansion Kenzo, ia langsung disambut dengan suasana mansion yang seperti kapal pecah tidak ada satu barang pun yang masih utuh didalam sana. Beruntung lampu di mansion itu tinggi jadi tidak terkena amukan sahabatnya.


“Sudah berapa lama bosmu seperti itu?” tanya Liam mengagetkan Jason yang tak menyadari kedatangannya.

__ADS_1


“Tuan Liam” ucap Jason dengan menunduk meminta maaf tak menyadari kedatangannya.


“Sudah dua jam bos seperti itu tuan Liam” tambahnya lagi.


“Ckk!! Dasar tukang emosi” dengus Liam dengan kesal sambil berjalan menghampiri Kenzo.


Grep……………..


Liam memegang stik golf yang hendak dipukul Kenzo ke guci disampingnya, membuat Kenzo menatapnya dengan tajam dan emosi karena sudah menghalanginya.


“Lepas sialan!” bentak Kenzo dengan suara tinggi.


“Jika Denis melihat kamu seperti ini dia akan semakin senang sialan!” bentak Liam kembali.


“Jangan menyebut nama sialan itu di hadapanku bangsat” maki Kenzo dengan emosi.


“Lalu aku harus menyebut namanya di laut! Kamu tahu kalau kamu seperti ini itu akan membuat Denis semakin senang karena sudah berhasil membuat kamu hilang kendali berengsek” hardik Liam dengan suara tinggi.


“F**k” maki Kenzo dengan suara tinggi.


Brugh……………………


Ia melempar tongkat golf yang sedari tadi ia pakai untuk menghancurkan seisi mansion melampiaskan emosinya. Kenzo berlalu menuju lantai dua menuju bar mini miliknya dan langsung meneguk tequila dari botolnya.


“Sialan” umpat Kenzo dengan emosi.


Liam dan Jason berlalu mengikuti Kenzo ke mini bar dan ikut minum bersamanya, tapi tidak mengatakan satu kata pun membiarkan Kenzo tenang dulu.


“Kenapa kamu jadi marah seperti ini dude? Apa karena status Denis yang lebih tinggi dari kamu sekarang?” tanya Liam dengan penasaran.


“Salah satunya itu! Tapi aku lebih marah karena sialan itu adalah orang dibalik gagalnya semua bisnisku” ucap Kenzo dengan tatapan penuh dendam dengan amarah yang menyala-nyala.


“Apa” ucap Liam dan Jason dengan kaget.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Kamu tidak sedang bercanda kan dude?” tanya Liam dengan cepat.


“Apa wajah aku kelihatan seperti bercanda sekarang?” tanya balik Kenzo dengan sinis.


“Dari mana kamu tahu dia yang sudah menggagalkan bisnis kamu selama ini?” tanya Liam dengan selidik.


“Dia yang memberitahu aku langsung tadi” jawab Kenzo dengan suara tegas.


“Are you sure?” (apa kamu yakin) tanya Liam lagi.


Ketiganya diam dengan pemikiran mereka masing-masing tak menyangka jika Denislah orang dibalik semua kegagalan bisnis gelap Kenzo.


“Bos apa Denis juga orang yang sudah membakar gudang kita?” tanya Jason dengan penasaran.


“Ya dia orangnya” jawab Kenzo.


“Jika dipikir-pikir tidak mungkin Denis bergerak sendiri menggagalkan semua bisnis kamu, apa lagi membakar gudang dan markas kamu dude” tambah Liam memberi masukan.


“Ucapan tuan Liam ada benarnya juga bos. Karena ada beberapa bisnis kita yang berjalan bersamaan dalam semalam tapi semuanya gagal” tambah Jason.


“Apa mungkin dia membuat kelompok baru selama ini?” tanya Liam menerka.


“Tidak mungkin!” jawab Kenzo dengan cepat.


“Loh kenapa? Bisa saja memang Denis selama ini menghilang dan ternyata dia membentuk kelompok baru” bantah Liam.


“Anak buahku selalu memantau setiap kelompok baru di kota ini dan kota lain. Jadi jika ada kelompok baru pasti aku akan mengetahuinya apa lagi jika itu menyangkut kelompok Denis” papar Kenzo menjelaskan.


“Tapi anak buah kita tidak bisa mendapat informasi mengenai kelompok dunia bawah bos” potong Jason dengan cepat.


“Maksudmu kelompok mafia?” tanya Liam dengan penasaran.


“Benar tuan Liam” jawab Jason.


Kenzo diam memikirkan ucapan Jason yang ada benarnya juga, apa lagi mengingat ucapan Ando tentang kelompok yang dipakai direktur Steven untuk menyelamatkan putrinya.


Ehhhh………….


Matanya berkeliling ke segala arah mencari keberadaan Ando yang sedari tadi tidak kelihatan. Ia ingat jika terakhir berbicara dengan Ando saat mereka di hotel Hilton dan waktu itu Ando ijin ke toilet tapi tidak pernah kembali lagi.


“Ada apa dude?” tanya Liam.


“Dimana Ando?” tanya Kenzo dengan cepat.


Jason yang juga baru sadar sedari tadi tidak melihat Ando segera mengambil hpnya dan menghubungi Ando tapi nomornya tidak aktif. Ia lalu menghubungi anaknya buahnya dan kaget mendengar ucapan anak buahnya dari seberang.


“Ando bos” ucap Jason dengan cemas.


“Kenapa dengan Ando? Dimana sialan itu?” tanya Kenzo dengan suara tinggi.

__ADS_1


“Ando berada di rumah sakit saat ini bos” jawab Jason.


“APA” pekik Kenzo dengan kaget.


“Kenapa dia bisa berada di rumah sakit?” tanya Liam.


“Kata anak buahku pihak hotel menemukannya di taman hotel pingsan dengan tubuh berlumuran darah seperti dipukul orang bos. Anak buahku yang sedang mengunjungi kakaknya di rumah sakit melihatnya dan memberitahu aku bos” jelas Jason.


“Bangsat” maki Kenzo dengan emosi.


Matanya berkilat tajam yakin jika ini semua perbuatan Denis yang ingin membalasnya melalui orang-orang terdekatnya.


“Aku akan membalasmu Denis Arkana” janji Kenzo dengan penuh dendam.


“Oke sebaiknya jangan pikirkan Denis dulu karena ada hal penting yang harus kamu urus saat ini dude” ucap Liam.


Kenzo menatap Liam dengan sinis tak menyukai ucapannya yang seperti menyuruhnya untuk tidak memperdulikan Denis, padahal ia tahu Denis sudah membuat dia rugi ratusan miliaran selama ini.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Ayah dan kedua kakakmu itu yang terpenting” ucap Liam menunjukkan headline news tadi.


“Itu bukan masalah besar karena aku sudah menyiapkan rencana sebelumnya jauh-jauh hari” balas Kenzo sambil tersenyum penuh arti.


“Siapa yang akan kamu tumbalkan kali ini dude?” tanya Jason dengan penasaran.


“Seseorang yang selama ini selalu membuatku ingin membunuhnya tapi tidak bisa” jawab Kenzo dengan santai.


“Jangan bilang” terka Liam dengan mata melotot memikirkan satu nama di otaknya.


“Hehehehe! Tebakanmu benar dude” ucap Kenzo sambil terkekeh.


“Kamu memang anak durhaka Kenzo Arjuna” balas Liam sambil menggelengkan kepalanya.


“Well! Dia pantas mendapat semua itu” ucap Kenzo dengan sinis.


Hahahaha…………………….


Kenzo tertawa menggelegar didalam mansion memikirkan orang yang akan ia jadikan sebagai kambing hitam, untuk masalah ayah dan kedua kakaknya yang ia sekap di pulau tak berpenghuni dan hanya ada satu rumah saja disana.


~ Rumah Sakit Pertiwi ~


Kenzo ditemani Jason datang ke rumah sakit Pertiwi malam itu juga untuk menarik simpatik masyarakat, apa lagi ia tahu ada banyak sekali wartawan disana yang ingin meliput berita tersebut.


Tuan Kenzo bagaimana perasaan anda mengetahui hal ini


Tolong berikan satu kata mengenai kejadian ini tuan Kenzo


Apa anda tahu kalau ayah dan kedua kakak anda menghilang selama ini tuan Kenzo


Tuan Kenzo apa anda tahu siapa orang di balik ini semua


Kenzo berbalik menatap wartawan yang memburunya sedari ia keluar dari dalam mobil hanya untuk mendapat pernyataan darinya.


“Aku tidak tahu kalau selama ini ayah dan kedua kakakku menghilang karena aku sangat sibuk mengurus proyek BT mall yang baru saja diresmikan minggu kemarin. Aku mohon kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas, dan memberi hukuman seberat-beratnya kepada pelaku yang sudah tega melakukan hal itu kepada keluargaku” ucap Kenzo dengan suara tegas.


Ia berbalik pergi dari sana setelah mengatakan hal itu, membuat semua masyarakat yang menonton siaran itu ikut mengutuk pelaku dan merasa kasihan dengan Kenzo yang harus mengalami semua itu.


Ceklek…………………


Kenzo membuka pintu kamar rawat ayahnya yang saat ini sedang dirawat di ruang VIP dengan wajah sedih, karena ada beberapa petugas kepolisian dan dokter disana.


“Ayah………………hiks hiks hiks” ucap Kenzo sambil menangis melihat keadaan ayahnya.


“Anda yang sabar ya tuan Kenzo” ucap detektif Gilang dengan iba.


“Anda siapa?” tanya kenzo dengan suara lemah.


“Ah! Maafkan saya tidak mengenalkan diri. Perkenalkan saya detektif Gilang yang bertanggung jawab mengurus kasus ayah anda tuan Kenzo” ucap detektif Gilang dengan suara tegas memperkenalkan diri.


“Aku mohon pihak kepolisian segera menangkap pelakunya dan menghukumnya seberat-beratnya” pinta Kenzo dengan tatapan berkilat tajam menandakan ia sangat marah.


“Kami akan melakukan yang terbaik untuk keluarga anda tuan Kenzo”


“Terima kasih detektif”


“Sama-sama tuan Kenzo”


Detektif Gilang bergegas pergi dari sana untuk mengusut kasus ini, sedangkan dokter setelah menjelaskan keadaan Marcel Arjuna ayahnya segera pergi meninggalkan keduanya disana.


Wajah sedih Kenzo sedari tadi masuk tiba-tiba berubah menjadi wajah dingin dan datar menatap ayahnya dengan tatapan penuh kebencian.


“Kuat juga kamu bertahan selama ini pak tua” ucap Kenzo sambil tersenyum menyeringai.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue……………………


__ADS_2