
Jantung Leila berdetak dengan cepat melihat tanggal kalender yang tinggal 3 hari lagi sudah berganti bulan.
Ia berdiri mengingat beberapa hal yang terjadi belakangan ini menyangkut kondisi tubuhnya. Apa lagi ia sudah telat 1 minggu dari jadwal bulanannya.
Ini pasti tidak seperti yang aku pikirkan, batin Leila syok.
Ia bergegas menuju walk in closet mencari tespek yang pernah ia simpan di laci penyimpanan. Setelah mencari akhirnya ia menemukannya, ia menyimpan kembali dan berniat ingin mengecek nanti pagi.
Semoga semua tebakan aku benar, batin Leila penuh harap.
Ia segera keluar dari walk in closet saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Sampai didalam kamar Leila bergegas naik ke ranjang dan memeluk tubuh sang suami seperti biasa jika ingin tidur.
"Apa tubuh kamu sudah baikan sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.
"Sudah sayang. Terima kasih sudah menyiapkan makanan bergizi dan vitamin buat aku sayang" jawab Leila sambil menatap suaminya dengan penuh cinta.
"Itu sudah tugas aku sayang. Lagian kamu kamu kelelahan itu semua karena aku sayang" ucap Denis sambil mengelus pipi istrinya.
"Iya sayang"
Keduanya lalu segera tidur sambil berpelukan karena sudah larut. Leila sendiri sudah tidak sabar untuk besok karena ia ingin mengecek apa yang ia pikirkan tadi.
Keesokan harinya Leila bangun lebih dulu dari suaminya. Sebelum turun ia mengecup bibir Denis dan memindahkan tangannya perlahan-lahan takut membangunkan suaminya.
"Mau kemana sayang?" tanya Denis yang sudah terbangun saat istrinya mengecup bibirnya.
"Good morning suamiku" ucap Leila menyapa suaminya sambil tersenyum manis.
"Morning too my wife" balas Denis dengan suara serak.
Cup..................
Denis mencium bibir istrinya dengan cepat membuat Leila tak sempat mengelak. Keduanya saling bertukar saliva seperti pagi biasanya, tapi lebih dominan Denis membuat Leila sampai kewalahan membalas ciuman suaminya.
"Manis seperti biasa" ucap Denis sambil menjilat bibirnya.
Blush...............
Pipi Leila memerah seperti tomat masak membuat Denis tersenyum lebar. Ia memeluk Denis dengan erat menaruh kepalanya di dada sang istri.
"Masih ngantuk?" tanya Leila sambil mengusap kepala suaminya.
"Heemmm" deham Denis.
"Ya sudah tidur lagi sayang"
"Temani aku ya sayang" bujuk Denis.
"Aku temani sampai kamu pulas aja ya sayang soalnya aku ingin membuatkan sarapan untuk suami dan anakku" balas Leila dengan suara lembut.
"Iya sayang"
Leila mengelus kepala suaminya dengan lembut membuat Denis kembali terlelap. Saat mendengar napas suaminya mulai teratur menandakan ia sudah tertidur pulas, Leila segera bangun dengan perlahan-lahan.
Bergegas ia mengambil kotak kecil di walk in closet sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Didalam kamar mandi Leila menaruh tespek di wadah kecil, menunggu dengan gugup hasilnya.
Setelah 10 menit kemudian, Leila membuka matanya dan mengambil tespek tadi dari wadah berisi ur.in miliknya.
Tes....................
Air mata Leila jatuh melihat dua tanda merah di tespek menandakan ia positif hamil. Tangannya mengusap perut ratanya tak menyangka jika ada nyawa lain yang tumbuh di perutnya.
"Terima kasih ya Tuhan untuk berkat terindahMu ini" ucap Leila berderai air mata sambil tersenyum lebar.
"Baik-baik ya di perut mama Ade. Kita akan memberi kejutan buat papa dan kakakmu" ucapnya lagi.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila segera membersihkan diri sudah tidak sabar ingin memberi kejutan kepada suami dan anaknya. Selesai mandi ia bergegas keluar dan melihat kalender dimana ulang tahun suaminya tinggal dua hari lagi.
"Lebih baik aku buat kabar ini sebagai kado untuk suamiku di ulang tahunnya" gumam Leila memikirkan ide.
Dengan cepat Leila menyembunyikan tespek tadi di lemari penyimpan perhiasan miliknya, karena suaminya tidak akan membuka lemari perhiasan miliknya.
Leila bergegas keluar dengan senyum lebar membuat para pelayan disana melihatnya dengan bingung. Pasalnya tidak biasanya nyonya mereka tersenyum seperti itu dan bahkan senyumnya tidak pernah luntur dari wajah cantiknya.
"Sepertinya nyonya sedang bahagia ya" ucap pelayan A.
"Mungkin karena hari ini adalah hari pertama tuan muda masuk sekolah jadi nyonya sudah tak sabar" balas pelayan B.
"Mungkin juga" ucap pelayan A.
"Atau nyonya semalam dapat kejutan dari tuan" tebak pelayan C sambil tersenyum penuh arti.
"Bisa jadi sih. Tapi aku penasaran apa yang tuan berikan ke nyonya ya" ucap pelayan A.
"Sama aku juga" tambah pelayan B.
Eeehhhemm....................
Deham pak Tio mengagetkan ketiganya membuat ketiganya langsung menunduk takut. Mata pak Tio menatap mereka dengan tajam seakan ingin menelan mereka hidup-hidup.
"Apa pekerjaan kalian sudah selesai sehingga kalian bergosip?" tanya pak Tio dengan suara tegas.
"Maafkan kami pak Tio" ucap ketiganya dengan serentak.
"Sekarang juga kalian potong rumput di taman belakang mansion sebagai hukuman kalian karena bergosip di jam kerja" titah pak Tio dengan suara lantang.
"Baik pak Tio" ketiganya menjawab serentak tak membantah.
Mereka tidak mau di beri hukuman oleh tuan mereka dan lebih baik di hukum oleh pak Tio. Meski mereka harus kerja sampai malam karena taman belakang mansion sangat luas.
"Ada apa pak Tio?" tanya Leila yang mendengar keributan dari dalam dapur.
"Tidak ada apa-apa nyonya. Saya hanya mendesiplinkan pelayan yang bergosip saat jam kerja saja nyonya" jawab pak Tio dengan sopan.
"Jangan terlalu berat ngasih hukumannya pak Tio"
"Iya nyonya"
Hari itu setelah sarapan Leila dan Denis lalu mengantar putra mereka ke sekolah bersama. Dimana Kaisar hari ini sudah masuk TK di salah satu TK internasional di Jakarta.
~ D&A Resto ~
Setelah menjemput anaknya pulang sekolah, Leila bergegas menuju restoran mama mertuanya ingin membahas rencana kejutan ulang tahun buat suaminya.
__ADS_1
"Son kamu main dulu sama grandpa Steven ya karena mama ingin bicara sama grandma" ucap Leila dengan suara lembut.
"Aku tidak mau ma" ucap Kai dengan suara tegas.
"Lalu kamu mau apa Hem?" tanya Leila.
"Aku mau main sama papa ma" jawab Kai dengan mata berbinar menyebut sang papa.
"Tapi papa lagi kerja nak"
"Ya sudah aku ke perusahaan papa aja" ucap Kai dengan santai.
"Tapi mama masih ada perlu sama grandma son. Nanti selesai dari sini baru kita ke perusahan papa ya" bujuk Leila.
"No. I want going now mom" (Tidak. Aku ingin pergi sekarang ma) ucap Kai dengan saura tegas dan tatapan tajam.
Phew....................
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila membuang napasnya dengan kasar melihat sikap putranya jika sudah berbicara tegas seperti itu. Artinya ia tidak mau di bantah dan harus segera melakukannya sekarang, sifatnya benar-benar persis papanya yang arogan dan bossy.
"Ya sudah kamu duluan ke sana sama uncle Tom dan setelah mama selesai bicara sama grandma mama akan nyusul ke sana" ucap Leila.
"Heeemmm" deham Kai sambil mengangguk kepalanya.
Leila segera memanggil Tom untuk mengantar putranya ke perusahaan suaminya. Setelah melihat anaknya sudah pergi, Leila lalu membicarakan rencana kejutan untuk suaminya dua hari lagi bersama mama Amira.
~ DA Corp ~
Kai tiba di perusahaan bersamaan dengan Denis yang baru saja pulang dari meeting. Denis mengurutkan keningnya melihat putranya yang baru turun dari mobil sang istri.
"Kai" panggil Denis dengan suara lembut.
"PAPA" pekik Kai dengan suara melengking.
Grep..................
Denis memeluk anaknya yang tiba-tiba langsung melompat ke tubuhnya. Beruntung dia sering berolahraga jadi ia bisa menahan bobot tubuhnya saat di terjang di seperti itu.
"How was your first day of school, son?" (bagaimana hari pertamamu sekolah nak?) tanya Denis dengan suara lembut.
"It's normal daddy" (biasa saja pa) jawab Kai malas.
"Nanti juga kamu akan terbiasa nak"
"Heemmm"
"Dimana mama?" tanya Denis tak melihat keberadaan istrinya.
"Masih di restoran grandma pa" jawab Kai sambil memeluk leher Denis dengan erat.
Denis memberikan isyarat kepada Tom untuk menjemput istrinya dan bawa kesini. Ia lalu masuk ke dalam perusahaan sambil mengendong putranya yang bergelayut manja di lehernya.
Semua karyawan menunduk saat melihat presdir mereka dan tuan muda Arkana lewat. Wajah keduanya yang duplikat, membuat semua karyawan berdecak kagum dan menjuluki presdir mereka sebagai hot daddy.
Ting.................
Lift berhenti di lantai paling atas ruangan khusus presdir. Rian yang melihat kedatangan Denis segera berdiri menyambutnya.
"Baik presdir" ucap Rian patuh.
Meski ia akan kerepotan mengurus jadwal Denis yang sudah di dusun rapi, tapi ia tidak bisa protes karena ucapan Denis adalah perintah mutlak untuknya.
"Selamat kerja dude" ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.
"Berengsek!" umpat Rian dengan kesal menatap Sandro.
Hehehehe.............
Sandro terkekeh dan berlalu pergi ke ruangannya tak membalas umpatan Rian barusan. Sedangkan Rian ia hanya bisa mengumpat dan memaki Sandro yang selalu saja membuatnya emosi.
2 Hari kemudian
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 2 hari berlalu. Selama dua hari Leila selalu saja menghindar dari suaminya saat mengalami morning sicknes setiap pagi.
Seperti rencananya kalau hari ini ia akan membuat kejutan buat suaminya. Denis yang memang sedang sibuk dengan proyek barunya sampai lupa kalau hari ini adalah ulang tahunnya.
"Siapkan semua berkas-berkas meeting" titah Denis kepada Sandro dan Rian.
"Baik presdir. Bos" ucap keduanya dengan serentak.
"Arsen kamu pergi ke DA Bank dan tingkatkan layanan mobile banking" ucap Denis dengan saura tegas.
"Baik bos. Kalau begitu aku pamit pergi sekarang bos" jawab Arsen.
"Heemmm"
Setelah Arsen pergi, Denis bersama dua orang kepercayaannya mulai mengerjakan pekerjaan mereka sebelum meeting nanti 2 jam lagi.
~ Mansion Denis Arkana ~
Suasana mansion saat ini sangat sibuk setelah kepergian Dneis pagi tadi. Setelah Denis pergi pihak WO yang di pesan oleh Leila segera datang membawa peralatan mereka untuk menghias taman belakang mansion.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Kakak yakin tidak beritahu bos tentang hal ini?" tanya Arkan.
"Kamu itu bodoh atau apa sih dek! Ini kan namanya kejutan masa aku harus beritahu suami aku!" hardik Leila dengan kesal.
"Jangan marah-marah ka. Kan aku cuma nanya aja"
"Ya pertanyaan kamu bikin orang kesal aja" ucap Leila dengan sinis.
"Terserah ka Leila aja deh" ucap Arkan memilih pergi dari sana.
"Kamu jaga Aron ya dek! Kalau anakmu buat mansion aku kayak rumah mama maka kamu yang akan kakak hajar!" ancam Leila memberi peringatan.
"Ckk!! Aku tahu ka!" decak Arkan dengan kesal karena diancam sedari tadi tentang kelakuan anaknya.
Mau tak mau ia harus turun tangan langsung menjaga putranya Aron sebelum sepupunya Milan datang. Ia yakin jika keduanya berbuat ulah maka dia yang akan di hukum oleh sang bos.
"Aron jangan nakal ya selama di mansion uncle Denis" ucap Arkan dengan suara.
"Iya pa" balas Aron dengan patuh.
__ADS_1
Keningnya mengerut melihat putranya yang duduk anteng di sofa menonton serial kartun di TV. Berbeda sekali saat di rumah mama Amira, putranya itu tidak bisa tenang dan sangat nakal.
Tanpa Arkan tahu kalau Aron memang takut dengan Kai dan juga Denis. Menurutnya keduanya itu adalah iblis yang mengerikan meski berwajah sangat tampan.
"Pa apan ka Ilan atang?" tanya Aron dengan suara cadelnya.
"Bentar lagi. Memangnya kamu sudah kangen sama Milan?" tanya Arkan.
"Iya pa. Au ain ama ka Ilan" jawab Aron dengan senang.
"Ingat jangan nakal ya kalau main sama ka Milan disini" ucap Arkan memberi peringatan.
"Oke pa" balas Aron mengangkat jari jempolnya seperti yang Arkan ajarkan.
"ALON" pekik Milan dengan suara cadelnya dari pintu masuk.
"Ka ilan" balas Aron dengan senang sambil bertepuk tangan.
Milan datang dan langsung memeluk saudara sepupunya seperti sudah tidak lama bertemu saja. Claudia lalu menitipkan Milan kepada Arkan, karena ia ingin membantu Leila dan lainnya di belakang.
"Bocah jangan nakal ya" ucap Arkan memperingati keduanya.
"Oke pa. Uncle" ucap keduanya serentak.
Hari itu Arkan merasa tenang karena kedua bocah nakal itu tidak membuat keributan atau menghancurkan barang selama disana. Bahkan saat Kai pulang sekolah, mereka berdua seperti anak ayam yang selalu mengikuti induknya kemana saja.
Tepat pukul 19:00 Denis pulang dengan wajah lelah setelah seharian berkutat di perusahaan. Ia lalu menyuruh Arsen dan Sandro pulang karena keduanya juga sangat capek hari ini.
Setelah melihat Denis masuk ke dalam mansion, Arsen, Sandro, dan Rian yang baru saja datang bergegas menuju ke taman belakang mansion.
"Pak Liam" panggil Denis dengan suara lantang saat tak mendapati siapapun di dalam mansion.
Bahkan saat memanggil istri dan putranya ia tidak mendapati balasan. Denis mengerutkan keningnya melihat sekeliling mansion yang tampak sepi seperti tidak ada penghuni.
"Kemana semua orang" gumam Denis.
Denis lalu melangkah menuju ke arah taman belakang mansion saat mendengar dentingan bunyi piano. Keningnya kembali mengerut saat tiba-tiba semua lampu di mansion mati dan hanya ada lampu kecil-kecil seperti tanda untuk mengikuti lampu tersebut.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Sayang" panggil Denis dengan suara keras.
"Kai kalian di mana?" tanya Denis lagi dengan suara lebih keras.
Hening!
Tak ada balasan sama sekali membuat Dneis semakin bingung. Matanya lalu tertuju ke sebuah tiang kecil berwarna merah dengan tulisan Press Me diatasnya.
Tak....................
Mata Denis hampir keluar dari tempatnya saat ada tulisan besar Happy Birthday di depan sana menyala dengan sangat terang. Ia lalu berbalik ke belakang dan tiba-tiba di semakin terkejut.
"SELAMAT ULANG TAHUN PAPA. DENIS. TUAN. BOS" ucap semua orang disana dengan serentak di belakangnya.
"Kalian" ucap Denis dengan kaget.
"Selamat ulang tahun suamiku" ucap Leila maju sambil membawakan kue ulang tahun dengan lilin yang menyala.
"Sayang" ucap Denis dengan haru.
"Ayok buat permohonan kamu sebelum meniup lilin sayang" ucap Leila sambil tersenyum manis.
Terima kasih ya Tuhan untuk semua kebahagiaan yang aku rasakan saat ini. Aku hanya minta agar kebahagiaan ini terus ada dalam keluargaku selama-lamanya
Prok...........prok...........prok.........
Riuh tepuk tangan bergema di sana setelah Dneis meniup lilin ulang tahun. Ia memeluk istrinya dan putranya dengan sangat erat karena sudah membuatkan kejutan untuknya.
"Ini hadiah buat papa" ucap Kai memberikan kado untuk papanya.
"Terima kasih son. Papa suka sekali kadonya" ucap Denis melihat pin dasi yang sangat mewah dan elegan yang diberikan putranya.
Entah bagaimana cara putranya membeli hadiah ini untuknya, tapi ia sangat senang sekali mendapat hadiah pertama dari sang anak.
Semua orang lalu memberikan selamat kepada Denis tak lupa hadiah untuknya. Austin yang berada di Amerika juga turut mengirimkan hadiah berupa yatch keluaran terbaru untuk Denis.
"Terima kasih sayang sudah membuat kejutan untukku" ucap Denis memeluk istrinya dengan erat.
"Sama-sama sayang" balas Leila dengan suara lembut.
"Hadiah kamu aku simpan di atas meja di kamar kita sayang. Jangan lupa membukanya ya sayang" bisik Leila.
Denis mengangkat alisnya sebelum mendengar bisikan istrinya. Leila segera menghampiri mama mertuanya bersama dengan lain, Denis yang penasaran dengan hadiah dari istrinya segera berlari masuk ke dalam mansion.
Leila tersenyum manis melihat suaminya yang sudah tidak sabar ingin melihat kado darinya.
Sampai didalam kamar mata Denis lalu tertuju ke kotak berwarna putih dengan pita hitam kecil diatas meja.
Hai papa
Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan papa, mama, dan kakak.
Your second child
Deg............
Jantung Denis berdetak dengan cepat gemetar memegang tespek bergaris dua di tangannya. Air matanya menetes tak menyangka akan mendapat kado seindah ini dari istrinya.
Dengan langkah panjang Denis kembali ke taman belakang sambil menggengam tespek. Sampainya disana Leila berdiri sambil tersenyum lebar melihat suaminya.
Grep................
"Terima kasih sayang. Aku sangat menyukai kado darimu" ucap Denis dengan senang.
"Kami semua mencintaimu sayang" ucap Leila sambil mengelus punggung suaminya.
"Wow aku akan punya adik" pekik Kai dengan suara lantang saat papanya memberitahunya dan menunjukkan tespek Leila.
Yeay...................
Riuh suara gembira menggelegar di sana mendengar berita tentang kehamilan kedua Leila. Aron dan Milan yang mendengar hal itu Bahkan sampai menangis meminta adik kepada orang tua mereka, karena ingin seperti Kaisar.
...THE END...
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
Kebahagian itu bukan diukur dari materi atau kekayaan yang kita miliki, tapi dilihat dari bagaimana kita mensyukuri apa yang kita miliki dalam hidup ini