Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 101


__ADS_3

Berbeda dengan keadaan di Amerika saat ini keadaan di Indonesia sangat menegangkan, terutama untuk Amira yang sudah diberitahu Arsen dan Sandro untuk menjauhi Kenzo, karena Kenzo berniat menghancurkan semua milik Denis dan salah satunya dia.


Amira tak menggubris ucapan Kenzo dan memilih melihat keadaan pak Anton yang sudah dikeluarkan dari dalam mobil.


Tak berselang lama polisi dan ambulans pun datang dan segera membawa pak Anton pergi ke rumah sakit terdekat.


“Anisa kamu pergi dengan salah satu pengawal tante ikut pak Anton ke rumah sakit” ucap Amira.


“Tapi bagaimana dengan nyonya?” tanya Anisa.


“Tante baik-baik saja disini. Lagian ada pengawal disini yang akan menemani tante” jawab Amira.


“Baiklah nyonya”


Anisa segera ditemani salah satu pengawal Amira ikut naik ke ambulans menemani pak Anton ke rumah sakit. Para polisi yang sudah mendapat bukti dari cctv dan warga sekitar, segera memanggil Amira dan Kenzo selaku pemilik mobil yang barusan mengalami kecelakaan.


“Saya tidak ingin memperpanjang masalah ini pak dan memilih untuk damai” ucap Amira dengan suara lembut.


“Saya juga pak” tambah Kenzo dengan cepat.


“Baiklah nyonya dan tuan. Karena kejadian ini murni kecelakaan maka kami tidak akan membuat laporan atas kejadian ini. Kami mohon untuk tuan dan nyonya memberitahu sopir kalian untuk mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas” ucap seorang petugas polisi dengan suara tegas.


“Baik pak polisi” ucap keduanya dengan serentak.


Polisi itu segera pergi dari sana meninggalkan Amira dan Kenzo yang masih berhadapan sambil tersenyum seperti tak ada apa-apa.


“Aku akan mengganti semua biaya kerusakan mobil tante” ucap Kenzo dengan sombong.


“Tidak perlu nak Kenzo” tolak Amira dengan suara lembut.


“Lagian ada anak tante yang akan memperbaiki kerusakaan mobil tante. Sebaiknya nak Kenzo perbaiki mobil nak Kenzo saja, karena yang tante lihat mobil nak Kenzo rusaknya lebih parah dari mobil tante” tambahnya lagi sambil tersenyum manis.


Kenzo mengepal kedua tangannya dengan erat menahan emosi, karena merasa seperti di remehkan oleh Amira tapi ia tahan karena saat ini mereka sedang berada di depan umum.


Bibirnya tersenyum lebar seakan berkata baiklah tapi dalam hati sedang mengumpat dan memaki nama Amira.


“Kalau begitu tante pergi dulu nak Kenzo” ucap Amira sambil tersenyum lembut.


“Apa mau aku antar tante?” tawar Kenzo sambil tersenyum smirk.


“Tidak usah nak Kenzo. Lagian kita selama ini tidak dekat sehingga harus saling mengantar” jawab Amira sambil tersenyum lebar.


Skakmat!


Kenzo bungkam tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan tante Amira yang memberitahunya jika mereka hanya orang asing sejak sedari dulu hingga sekarang.


Didalam mobil Amira membuang napasnya dengan kasar setelah pergi dari sana dan ia tidak menyangka akan bertemu dengan Kenzo. Masih jelas dibenaknya tentang perlakukan Kenzo kepadanya dulu dan itu semua tidak pernah diketahui oleh Denis.


Mama sudah bisa lega karena kamu sudah tidak bersahabat lagi dengan anak seperti Kenzo nak, batin Amira.


Kring…………


Bunyi hp Amira bergema didalam mobil membuyarkan lamunannya dari ingatan masa lalu. Saat melihat nama Sous Chef Amira segera menjawab panggilannya takut ada sesuatu yang terjadi di restoran.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


^^^“Halo pak Roni”^^^


“Halo nyonya apa anda baik-baik saja nyonya?” tanya pak Roni dengan cemas dari seberang.


^^^“Aku baik-baik saja pak Roni” jawab Amira.^^^


“Ah! Syukurlah nyonya. Kami semua sangat cemas saat bu Anisa menelpon memberi kabar tentang kecelakaan yang menimpa nyonya barusan”


^^^“Jangan khawatir pak Roni aku baik-baik saja. Pak Roni aku titip restoran hari ini ya pak, karena aku tidak masuk dan tolong nanti pak Roni suruh beberapa karyawan untuk membeli stok bahan makanan di langganan kita ya pak” pinta Amira dengan suara lembut.^^^


“Baik nyonya serahkan saja restoran kepada kami dan nyonya sebaiknya istirahat saja hari ini”


^^^“Iya pak Roni. Mohon bantuannya ya pak”^^^


“Baik nyonya”


Amira segera mematikan panggilannya dan mengirim pesan kepada Anisa untuk mengurus biaya rumah sakit pak Anton dan tidak usah masuk kerja hari ini. Ia juga tidak lupa mengabari keluarga pak Anton tentang kecelakaan yang mereka alami barusan.


~ DA Corp ~


“Sialan kamu Kenzo! Beraninya kamu ingin mencelakai nyonya” hardik Sandro setelah Rian memberitahunya apa yang barusan terjadi.


“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?” tanya Rian dengan suara dingin.


“Tetap kawal nyonya dengan ketat mulai sekarang dan perbanyak pengawal nyonya” jawab Sandro dengan suara tegas.


“Baik akan aku lakukan”


“Oh suruh Tristan untuk membakar gudang club sialan itu malam nanti” ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


“Baik tuan” ucap Rian dengan suara tegas.


Rian segera berlalu keluar dari ruangan Sandro, karena sudah tidak ada lagi yang harus ia sampaikan. Sedangkan Sandro ia mengambil flashdisk yang diberikan Riana kakak Arsen dua minggu yang lalu untuk melihat apa isinya.


Sandro di buat kaget dengan informasi didalam flashdisk tersebut yang berisi tentang data Ando dan keluarganya dan ia tidak menyangka jika Ando akan mengalami hal tersebut.


“Aku tidak sangka kamu akan kehilangan semua keluargamu dengan cara yang sangat menyakitkan. Kamu ternyata selama ini sangat menderita Ando, tapi kenapa kamu masih saja melayani orang yang sudah membuat keluargamu hancur” gumam Sandro dengan kasihan membaca informasi mengenai Ando.


Sepertinya aku harus mengijinkan dia untuk bertemu anaknya. Karena biar bagaimanapun Ari adalah keluarga satu-satunya yang mempunyai hubungan darah dengan dia, batin Sandro setelah lama berpikir.


“Tuan, asisten presdir Leila dan juga detektif Gilang sedang berada di meja resepsionis ingin bertemu dengan tuan” ucap Rian lewat interkom setelah diberitahu resepsionis.


^^^“Biarkan mereka masuk tapi suruh Leo menunggu di ruang tunggu biarkan aku berbicara dengan detektif Gilang terlebih dahulu” balas Sandro dengan suara tegas.^^^


“Baik tuan”


Selang 15 menit keduanya sudah sampai di lantai 84 dan Rian segera menyuruh Leo untuk menunggu di ruang tunggu, sedangkan detektif Gilang dipersilahkan untuk menemui Sandro lebih dulu.


“Silahkan duduk detektif Gilang” ucap Sandro setelah detektif Gilang masuk ke dalam.


“Terima kasih tuan Sandro” ucap detektif Gilang dengan sopan.


“Aku tidak menyangka akan mendapat kunjungan dari seorang detektif yang sangat terkenal saat ini” ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.


“Heemmm! Aku ada keperluan dengan anda jadi harus datang menemui anda” balas detektif Gilang dengan suara dingin.


“Katakan apa tujuan anda kesini detektif? Apa anda ingin menyelidiki aku?” tanya Sandro dengan dengan suara dingin.


“Tidak! Aku mencari Arsen Sanjaya!”


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Raut wajah Sandro seketika berubah mendengar nama yang membuatnya kehilangan separuh jiwanya semalam di markas mereka. Detektif Gilang yang melihat perubahan wajah Sandro menatapnya dengan selidik seakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Sandro.


“Dia tidak bekerja lagi disini” ucap Sandro dengan suara tegas.


“Jangan membohongiku tuan Sandro”


“Apa wajahku ini kelihatan sedang berbohong detektif Gilang” hardik Sandro dengan suara menggelegar.


“Lalu dimana tuan Arsen sekarang?” tanya detektif Gilang dengan suara dingin memilih percaya dengan ucapan Sandro barusan.


“Aku tidak tahu! Setelah dia tidak bekerja disini lagi aku sudah tidak pernah berkomunikasi dengannya dan lebih baik anda bertanya ke keluarganya saja” jawab Sandro dengan suara tegas.


“Kalau begitu anda tidak akan mendapat informasi mengenai dia disini detektif”


“Baiklah kalau begitu! Kalau anda mengetahui kabarnya tolong kabari aku ke nomor ini, karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada dia tuan Sandro” ucap detektif Gilang sambil menyodorkan kartu namanya.


“Heeemmm” deham Sandro.


Detektif Gilang segera pergi dari sana karena tahu jika Sandro tidak berbohong dengan ucapannya mengenai Arsen. Padahal Sandro tahu dimana keberadaan Arsen dan apa yang sudah terjadi kepadanya.


Setelah kepergian detektif Gilang, Rian segera menyuruh Leo untuk masuk ke ruangan Sandro karena ia sudah di tunggu.


“Ada apa kamu mencari aku?” tanya Sandro to the point.


“Aku ingin meminta kalian membantu nona muda di perusahaan karena aku harus berangkat ke Jerman hari ini juga” jawab Leo.


“Kenapa kamu pergi meninggalkan nona Leila sendiri? Bukannya kamu tahu jika kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk kamu pergi?” tanya Sandro dengan bingung.


“Kondisi tuan tadi pagi kritis dan harus mendapat persetujuan dari keluarganya untuk segera di operasi” jawab Leo dengan jujur.


Sandro diam setelah mendengar ucapan Leo barusan dan memikirkan jika memang Leo tidak punya pilihan lain harus pergi kesana, dan Leila ia tidak bisa absen kerja jika tidak posisinya sebagai presdir akan dilengserkan oleh musuh mereka.


“Aku akan berembuk dengan temanku dulu siapa yang harus menemani nona Leila mengatur perusahaan” ucap Sandro dengan suara tegas.


“Baiklah. Aku titip nona muda ke kalian”


“Tenang saja nona Leila akan aman bersama dengan kami” ucap Sandro sambil menepuk pundak Leo.


“Terima kasih” ucap Leo dengan tulus.


“Ya sama-sama”


Leo segera pergi dari sana dan hari itu juga ia berangkat ke Jerman menggunakan jet pribadi keluarga Baker.


Sedangkan Sandro dan Rian keduanya berembuk siapa yang harus membantu Leila di BakerTech dan Sandrolah yang akan mendampinginya karena Rian harus mengatur semua pekerjaan di DA Corp.


3 Hari kemudian


Hari berlalu dengan sangat cepat dan tanpa terasa sudah 3 hari berlalu sejak kepergian Leo ke Jerman. Leila sendiri sangat terbantu dengan adanya Sandro, karena ia bisa dengan tegas mengurus semua kekacauan didalam perusahaan yang membuat direktur Abraham semakin emosi.


~ Markas A Black Damon ~


Perlahan-lahan mata hitam itu terbuka sambil mengerjab beberapa kali merasa sangat silau, karena cahaya yang masuk ke matanya. Hidungnya mencium bau desentifikan dan obat-obatan seperti di rumah sakit.

__ADS_1


"Apa ini surga?" tanya Arsen dengan suara pelan.


"Sayangnya bukan. Ini masih di bumi! Lagian aku tidak yakin kamu akan masuk sorga karena dosamu sangat banyak sewaktu kamu hidup" jawab Bimo membuat Arsen mengalihkan pandangannya ke arah suara.


"Jadi aku belum mati?" tanya Arsen lagi.


"Ya kamu masih hidup" jawab Bimo sambil memeriksa keadaan Arsen setelah 3 hari tidak sadarkan diri.


Iisshhh...............


Ringis Arsen merasa sakit di dadanya dan ia langsung menatap ke arah dadanya dan mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


"Dimana bos?" tanya Arsen dengan cepat.


"Tenang dulu tubuh kamu masih lemah karena kamu baru saja sadar" jawab Bimo mencegah Arsen yang ingin mencabut infus di tangannya.


"Aku tidak perduli berengsek! Katakan dimana bos?" hardik Arsen dengan suara tinggi.


"Bos sedang menjalankan misi penting dan aku tidak tahu dimana sialan!" bentak Bimo dengan suara tinggi.


Arsen diam tak bertanya lagi setelah mendapat informasi mengenai Denis. Bimo kembali memeriksa luka di dada Arsen tak lupa menganti perbannya dan setelah itu memberinya makan dan minum obat.


"Lebih baik?" tanya Bimo.


"Ya" jawab Arsen dengan singkat.


"Baguslah" ucap Bimo dengan lega.


"Bos meminta aku memberitahu kamu setelah sadar tentang Chucky" tambahnya lagi.


"Chucky?" tanya Arsen dengan bingung.


"Ya! Aku tidak tahu maksud bos jadi aku pikir mungkin kamu mengetahuinya" jawab Bimo.


Bimo bergegas keluar meninggalkan Arsen sendiri disana karena ia harus melihat pasiennya yang lain, sedangkan Arsen sedang berkutat dengan pikirannya yang memikirkan ucapan Denis yang diberitahu Bimo barusan.


Apa maksud bos kenapa harus Chucky, batin Arsen dengan penuh tanda tanya.


~ AS Hotel ~


Kenzo saat ini sedang melakukan transaksi gelapnya di salah satu kamar president suit AS Hotel milik papa kekasihnya, setelah mereka makan malam bersama dan ia meminta untuk menjadikan hotel AS sebagai tempat pertemuannya dengan rekan bisnisnya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Adam Sophia orang yang sangat tergila-gila dengan uang tak banyak bertanya dan mengijinkan Kenzo memakai hotelnya sepuasnya yang terpenting ia bisa mendapat keuntungan.


“Senang bekerja sama dengan anda tuan Arjuna” ucap Mr. Fujikama rekan bisnis gelapnya dengan senyum lebar.


“Begitu juga dengan saya Mr. Fujikama” balas Kenzo sambil tersenyum puas.


“Saya dengar anda memiliki kekasih seorang model yang sangat cantik tuan Arjuna” puji Mr. Fujikama sambil menghembuskan asap rokok ke atas.


“Hehehehe! Saya tidak ingin sombong tapi seperti yang anda dengar Mr. Fujikama” balas Kenzo sambil terkekeh.


“Bagaimana jika saya memberikan jalan kepada anda untuk masuk ke Jepang dengan bebas tuan Arjuna” tawar Mr. Fujikama sambil tersenyum menyeringai.


“Saya yakin tidak ada yang gratis dengan tawaran anda itu Mr. Fujikama”


“Benar sekali tuan Arjuna! Hehehehe”


“Lalu apa yang harus saya lakukan untuk mendapat tawaran anda Mr. Fujikama?” tanya Kenzo dengan suara dingin.


Mr. Fujikama tersenyum penuh arti menatap Kenzo tak langsung membalas ucapannya. Ia mengambil tequila didepannya dan meneguknya dalam sekali tegukan.


“1 malam panas dengan kekasih anda” Jawab Mr. Fujikama dengan suara tegas.


Mata Kenzo melotot mendengar jawaban Mr. Fujikama yang meminta Alexa untuk melayaninya satu malam. Otaknya berpikir dengan keras apa yang harus ia jawab, karena di satu sisi tawaran Mr. Fujikawa sangat mengiurkan tapi disisi lain Alexa adalah kekasihnya.


“Baiklah saya terima tawaran anda Mr.Fujikama” ucap Kenzo dengan suara tegas setelah lama berpikir.


“Pilihan yang bagus tuan Arjuna. Saya sangat senang berbisnis dengan anda” balas Mr.Fujikama sambil tersenyum lebar.


“Saya juga dan jangan lupa dengan janji anda Mr. Fujikama”


“Pasti tuan Arjuna dan sebaiknya anda menyiapkan kekasihnya anda malam nanti”


“Jangan khawatir anda akan mendapat layanan yang sangat memuaskan”


Kenzo tersenyum smirk memikirkan rencana yang akan diberikan kepada Alexa dalam otaknya. Ia lalu segera pergi dari sana dan menelpon Alexa untuk datang kesini.


“Aku tidak perduli ika kamu itu kekasihku Alexa karena jika itu menguntungkan buat bisnis aku kenapa tidak” gumam Kenzo sambil tersenyum lebar.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………

__ADS_1


__ADS_2