
Denis bersedekap tangan di dada menatap Arsen dan Sandro dengan tatapan tajam. Melihat tatapan bos mereka keduanya langsung diam tidak mengatakan satu kata pun.
"Dimana mereka sekarang?" tanya Denis dengan suara dingin.
"Hito menginap di hotel tak jauh dari rumah Sandro bos, sedangkan anak buahnya dan pak tua itu sedang mengintai tak jauh dari rumah Sandro bos" jawab Arsen setelah membajak cctv di sekitar rumah Sandro.
"Bagaimana pengaman di rumahmu?" tanya Denis sambil menatap Sandro dengan tajam.
"Sangat ketat bos. Mereka akan mengecek siapa saja yang keluar masuk di rumah aku bos" jawab Sandro dengan cepat.
"Kamu pulang dan jemput istrimu bawa dia ke apartemen Arkan" titah Denis dengan suara dingin.
"Untuk apa bos? Bukannya lebih baik tetap di rumah saja bos?" tanya Sandro dengan penasaran.
"Menurutku sebaiknya kamu ikuti saja perintah bos dude" ucap Arsen yang sudah paham apa tujuan Denis.
"Apa harus seperti itu?" tanya Sandro sambil menatap keduanya bergantian.
"Heemmm" deham Arsen sambil mengangguk kepalanya.
Sandro diam memikirkan ucapan keduanya, entah kenapa ia meresa belum puas dengan jawaban keduanya. Arsen yang melihat sahabatnya belum puas dengan jawaban mereka segera menjelaskannya.
"Pak tua itu akan mengirim anak buahnya kesana untuk membawa istrimu. Untuk menghindari pertengkaran dan pertumpahan darah di rumah kamu sebaiknya kamu dan Seila jangan berada disana" papar Arsen menjelaskan.
Sandro memikirkan ucapan Arsen yang ada benarnya juga. Saat ini bukan hanya dia dan istrinya di rumah tapi ada mamanya juga.
"Lalu bagaimana dengan mamaku?" tanya Sandro dengan cepat.
"Untuk sementara mama kamu menginap di rumah mama aku" ucap Denis dengan suara dingin.
"Baiklah bos aku setuju" balas Sandro dengan cepat.
Sandro segera pergi dari ruangan Denis untuk melakukan seperti yang Denis perintahkan. Tak lupa ia juga menelpon Arkan memberitahunya jika ia dan istrinya akan menginap di apartemennya.
Sedangkan Denis dan Arsen keduanya sedang membahas rencana untuk menyerang Hito dan pasukannya. Tak lupa Denis menyuruh Arsen menyiapkan beberapa hal untuknya malam nanti.
"Semua sudah beres bos" ucap Arsen.
"Bagus" ucap Denis sambil tersenyum tipis.
~ Imperial Kingdom ~
Sandro dan Seila tiba di apartemen milik Arkan dan bergegas masuk ke dalamnya setelah melihat tidak ada yang mengikuti mereka.
Seila sedari tadi sangat penasaran kenapa mereka harus pergi dari rumah dan mama mertuanya juga harus pergi menginap di rumah Tante Amira.
"Ka kenapa kita kesini dan ini apartemen siapa ka?" tanya Seila setelah mereka sudah berada didalam apartemen Arkan.
"Ini apartemen milik Arkan baby. Kita akan tinggal sementara disini" jawab Sandro.
"Hah! Memangnya kenapa kita harus tinggal di sini ka?" tanya Seila dengan kaget.
"Daddy kamu sudah mengetahui keberadaan kamu dan saat ini daddy kamu dan om Hito ingin membawa kamu kembali ke Singapura baby" jawab Sandro menjelaskan.
"Apa" pekik Seila dengan kaget.
Tubuhnya seketika gemetaran memikirkan daddynya yang akan membawa dia kembali ke uncle Hito.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sandro yang melihat istrinya gemetaran segera memeluknya dan menenangkannya. Ia sampai kapanpun tidak akan membiarkan satu orang pun membawa istrinya pergi, meskipun dia adalah daddy kandungnya.
"Aku tidak akan membiarkan mereka membawa kamu pergi baby" ucap Sandro dengan suara tegas.
"Iya ka" balas Seila sambil memeluk suaminya dengan sangat erat.
__ADS_1
~ Kediaman Baker ~
saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19:00 malam. Leila yang hendak keluar dari kamar seketika kaget karena Denis sudah berdiri didepan kamarnya entah sejak kapan.
"Sayang kamu disini sejak kapan?" tanya Leila dengan cepat.
"Baru saja sayang" jawab Denis sambil memeluk pinggang Leila dan mengecup bibirnya sekilas.
Leila hanya pasrah saja tidak bisa marah dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya, karena itu percuma saja.
"Ayok ikut aku sayang" ajak Denis sambil tersenyum manis.
"Kemana sayang?" tanya Leila.
"Nanti kamu akan tahu sayang" jawab Denis dengan cepat.
Ia lalu menarik tangan Leila pergi tidak menunggu jawaban balasan Leila, apakah ia ingin ikut atau tidak.
"Mau kemana mereka" gumam Arkan dengan penasaran saat melihat keduanya masuk ke dalam mobil.
Saat ini Leila sedari tadi bingung melihat jalan yang mereka lewati dipenuhi dengan pepohonan. Ia sudah bertanya berkali-kali kemana mereka akan pergi tapi tak pernah dijawab oleh Denis.
Yakin pertanyaannya tidak akan di jawab, ia memilih diam dan menunggu saja sampai ke tujuan.
"Ayok turun" ajak Denis setelah mematikan mobil.
"Hah! Kita dimana ini sayang? Kenapa tidak ada rumah satu pun disini sayang?" tanya Leila dengan bingung.
Denis tidak menjawab dan malam keluar dari mobil. Ia lalu membukakan pintu untuk Leila dan mengandeng tangannya keluar.
"Sayang kenapa sangat gelap disini?" tanya Leila yang merasa takut.
"Ayok kita pergi sayang" ajak Denis sambil menggenggam tangan Leila dengan erat.
Tak berapa lama keduanya sudah sampai di tempat yang dimaksud Denis. Leila melihat sekeliling dan tidak mendapati apapun disana hanya ada padang yang sangat luas dan gelap.
"Sayang sebenarnya ini dimana dan untuk apa kita kesini sayang?" tanya Leila dengan bingung.
Klek..............
Denis menjentikkan jarinya dan seketika cahaya warna-warni didepan membuat Leila takjub apa lagi saat melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan bunga liar yang berkilauan saat terkena cahaya.
"Indah sekali sayang" pekik Leila dengan takjub.
"Kamu suka sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.
"Sangat sayang. Terima kasih sudah membawa aku ke tempat seindah ini sayang" jawab Leila sambil tersenyum manis.
Leila berjalan kesana-kemari menikmati pemandangan indah didepannya yang membuatnya sangat senang. Tak lama langkahnya terhenti saat membaca tulisan indah didepannya.
Ia menutup mulut membaca tulisan WILL YOU MARRY ME didepan sana yang dibuat dari bunga dan bersinar sangat cantik.
"Sayang" panggil Leila sambil menutup mulut karena kaget.
Saat ia berbalik ke belakang ia semakin dibuat syok melihat Denis yang sudah berlutut sebelah kaki didepannya sambil menodongkan cincin yang sangat cantik.
"Aku bukan pria romantis sayang. Aku akui aku adalah laki-laki posesif, arogan, dan egois. Tapi satu yang harus kamu tahu kalau dari hati aku yang paling dalam terdapat cinta yang sangat besar dan tulus untukmu sayang" ucap Denis dengan suara tegas.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Leila Rose Baker maukah kamu menerima laki-laki ini dan membangun keluarga kecil bersamanya hingga maut memisahkan kita. WILL YOU MARRY ME LEILA ROSE BAKER" tambahnya lagi dengan suara tegas.
Leila diam menutup mulut merasa syok dan kaget tak menyangka jika Denis akan melamarnya malam ini. Sedangkan Denis ia sangat gugup ingin mendengar jawaban Leila.
"Yes i Will" jawab Leila sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Yeah.................
Teriak Denis kegirangan mendengar jawaban Leila. Dengan cepat ia memeluk Leila meluapkan rasa bahagianya.
Duar............duar.........duar..........
Bunyi ledakan kembang api di langit membuat suasana disana semakin romantis. Denis melepaskan pelukannya dan langsung mencium bibir Leila dengan sangat lembut.
"I LOVE YOU LEILA ROSE BAKER" ucap Denis.
"I LOVE YOU TOO DENIS ARKANA" balas Leila sambil tersenyum manis.
Denis kembali mempertemukan bibir mereka meluapkan rasa bahagianya yang tidak bisa ia ungkapkan lewat kata-kata.
~ Rumah Arkana ~
Keesokan harinya Denis bergegas ke rumah sang mama dan memberitahu lamarannya semalam kepada sang mama.
"Selamat ya nak" ucap Amira dengan senang mendengar berita tentang lamaran anaknya semalam.
"Iya ma"
"Jadi kapan rencananya kamu akan menikahi Leila nak?" tanya Amira dengan tak sabar.
"2 Minggu lagi ma" jawab Denis.
"Kalau begitu malam ini kita ke rumah Leila untuk melamar Leila di keluarganya, sekaligus membahas rencana pernikahan kalian ya nak" usul Amira dengan antusias.
"Iya ma"
Amira lalu segera mengirim pesan kepada ibu Arsen dan ibu Rian untuk datang ke rumahnya membahas barang apa saja yang harus mereka bawa untuk acara lamaran nanti malam.
Sebelum itu ia sudah menyuruh Denis memberitahu hal ini kepada Leila agar ia memberitahu kakak dan adiknya.
"Bos selamat ya" ucap Rian dan Arsen dengan serentak.
"Heemmm"
"Kalian berdua persiapkan pernikahan aku dan Leila 2 Minggu lagi. Jangan lupa malam ini kita ketemu di markas untuk membahas pengamanan jelang pernikahan aku" titah Denis dengan suara dingin dan tegas.
"Baik bos" ucap keduanya dengan serentak.
"Dimana Sandro?" tanya Denis.
"Sedang dalam perjalanan kesini bos tapi dia harus mengelabui anak buah pak tua itu dulu bos" jawab Arsen.
"Sepertinya kita harus membereskan mereka sebelum acara pernikahan aku" ucap Denis dengan suara dingin.
"Benar sekali bos. Aku takutnya mereka akan membuat keributan saat pernikahan bos nanti' ucap Arsen setuju.
"Bagaimana kalau kita menyerang mereka malam ini juga bos" usul Rian.
"Jangan malam ini karena kita butuh rencana matang dan jika kita menyerang mereka kita harus membereskan mereka hingga bersih tak tersisa" ucap Arsen dengan cepat.
"Tunggu aku di markas malam nanti. Kita bahas mereka disana" titah Denis dengan suara tegas.
"Baik bos" ucap keduanya dengan serentak.
Denis menatap ke arah depan sambil memikirkan semua yang harus ia selesaikan sebelum acara pernikahannya.
Aku harus pastikan saat pernikahanku tidak ada pengganggu, batin Denis.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue...............
__ADS_1