
Rasanya seperti ada pisau yang menancap di dadanya saat Denis berkata seperti itu. Padahal kedatangan mereka semua ke sini ingin mempererat tali kekeluargaan mereka dan membuang semua dendam selama ini.
Apa segitunya fatal perbuatan daddy dan mommy aku sehingga kamu tidak mau menjadi bagian keluarga Massimo lagi Denis, batin Marcel dengan sendu.
Denis diam dengan wajah datar dan dingin saat membaca isi pikiran Marcel. Sudah tidak ada ruang maaf lagi untuk keluarga besar papanya di hatinya, apa lagi hanya untuk sekedar memakai kembali nama Massimo.
"Beritahu Alexandro Massimo kalau sampai dunia kiamat pun Denis Arkana akan tetap menjadi Denis Arkana tidak ada embel-embel Massimo di belakangnya" ucap Denis dengan suara lantang.
Deg...............
Jantung Marcel berdetak dengan cepat mendengar ucapan Denis barusan. Meski ucapan itu ditujukan untuk kakeknya, tapi ia sebagai pendengar saja merasa sakit hati dan hancur.
Aku yakin kakek akan semakin hancur mendengar hal ini, batin Marcel.
Bibir Denis terangkat membentuk seringai menatap Marcel. Melihat hal itu Marcel tidak membujuk atau meminta Denis lagi karena itu semua percuma.
"Baiklah kalau begitu aku pamit pulang" ucap Marcel berdiri dari duduknya.
"Heemmm" deham Denis dengan wajah datar.
"Aku tidak akan memberitahu ucapanmu yang terkahir kepada kakek. Aku yakin kakek pasti tahu kamu tidak ingin menjadi bagian dari keluarga kami lagi" ucap Marcel menjelaskan.
"Meskipun begitu kami tetap menganggap kamu sebagai keluarga kami sampai kapanpun" tambahnya lagi dengan suara tegas.
"Terserah. Satu yang aku mau jangan mengusik aku dan keluargaku mulai sekarang" ucap Denis memberi peringatan.
"Tenang saja kami tidak akan pernah mengusik kalian lagi" balas Marcel dengan yakin.
"Good" (bagus)
Marcel segera pergi dari sana karena tidak ada lagi yang ingin ia bicarakan. Ia akan pulang memberitahu semua keluarganya tentang apa yang ia lakukan, tapi tidak dengan ucapan Denis untuk kakeknya.
"Loh itu bukannya saudara sepupu suamiku ya" ucap Leila yang melihat Marcel keluar dari uang kerja suaminya.
Ia sudah datang dari 30 menit yang lalu tapi ia tidak masuk ke dalam karena ada tamu suaminya. Ia tidak menyangka kalau tamu suaminya adalah Marcel Massimo.
"Apa yang membuat dia datang menemui Denis ya?" tanya Leila dengan penasaran.
Tak mau semakin penasaran, Leila bergegas masuk ke dalam ruangan suaminya. Sebelum itu ia sudah menyuruh Rian untuk pulang karena ini sudah lewat dari jam pulang kantor.
Ceklek..................
"Nyonya" ucap Sandro kaget saat melihat Leila berdiri didepan pintu ruang kerja sang bos.
"Sayang kapan kamu datang?" tanya Denis dengan bingung melihat istrinya berada di sini.
"Sandro kamu pulang saja. Malam ini jangan lembur lagi kasian Anthony sedang sakit di rumah" ucap Leila dengan suara tegas.
"Bos" ucap Sandro melirik ke arah Denis meminta jawaban.
Denis mengangguk kepalanya memberi isyarat kepadanya untuk pulang seperti ucapan istrinya. Sandro lalu pamit kepada keduanya untuk pulang, apa lagi anaknya sedang panas tinggi dari kemarin.
"Sayang" panggil Denis dengan suara lembut.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila menghampiri suaminya dan duduk di pangkuannya sambil menyandarkan kepalanya di dada Denis.
"Kenapa tidak memberitahu aku kalau mau datang sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.
"Aku merindukanmu sayang. Aku khawatir kamu selalu pulang larut seminggu ini sayang. Aku tidak mau suamiku sampai jatuh sakit" jawab Leila dengan cemas.
Cup...............
Denis mencium bibir istrinya merasa sangat senang karena sang istri mengkhawatirkannya. Padahal tadi ia berniat ingin cepat-cepat pulang karena merindukan istrinya.
"Aku sangat merindukan kamu sayang" bisik Denis dengan serak.
"Aku juga suamiku" balas Leila dengan tatapan penuh cinta.
Denis kembali melabuhkan ciuman mesra di bibir istrinya. Malam ini mereka berdua akan menginap di sana, sekaligus menemani Denis mengerjakan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi.
"Makan dulu baru lanjutkan pekerjaanmu sayang" ucap Leila mengingatkan suaminya.
"Aku ingin memakanmu sayang" balas Denis sambil tersenyum penuh arti.
"Ya tapi selesaikan pekerjaanmu lebih dulu sayang. Setelah itu aku akan menjadi milikmu malam ini" ucap Leila dengan malu-malu.
"Oke sayang" balas Denis sambil tersenyum lebar.
Denis segera berkutat dengan pekerjaannya sambil meminta disuapi istrinya biar cepat selesai. Ia sudah tidak sabar untuk meminta jatahnya malam ini karena sudah seminggu mereka belum melakukannya.
~ Imperial Apartment ~
Arkan berdiri mematung di depan pintu saat masuk ke dalam apartemen dan mendapati istrinya berdiri menyambutnya.
"Kamu sudah kembali mas?" tanya Bianca sambil tersenyum manis.
"Mas mau makan atau mandi dulu?" tanya Bianca lagi sambil mengambil jaket yang tadi di pegang Arkan.
Arkan masih syok melihat perubahan sang istri dari 3 hari yang lalu setelah ia pulang dari Jepang. Saat pulang ia dibuat kaget dengan perubahan istrinya yang tiba-tiba saja melayani semua kebutuhannya, bahkan sampai menunggu dia pulang.
"Kenapa belum tidur?" tanya Arkan dengan suara dingin melihat jam sudah menunjukkan pukul 11:30 malam.
"Aku menunggu suamiku pulang baru aku tidur mas" jawab Bianca sambil menunduk.
"Kenapa? Kenapa kamu berubah beberapa hari terakhir ini? Apa alasan kamu melakukan semua ini?" tanya Arkan beruntun dengan tak sabar.
"Hiks hiks hiks.........maafkan aku mas..............hiks hiks hiks.........maaf karena selama ini sudah melalaikan tugas dan kewajiban aku sebagai istri mas........hiks hiks hiks" ucap Bianca sambil menangis.
"Aku salah sudah melupakan tugas dan kewajiban aku didalam rumah dan juga sebagai istri. Aku minta maaf mas" tambahnya lagi.
"Tidak usah minta maaf. Lagian aku tahu kalau kamu menjalani pernikahan ini dengan terpaksa jadi itu bukan salah kamu" ucap Arkan sambil tersenyum getir.
"Tidak mas..........hiks hiks hiks.........aku mohon jangan bicara seperti itu mas.........hiks hiks hiks" ucap Bianca sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenyataannya Bianca Safitri! Selama ini kamu sudah menunjukkan keterpaksaanmu menjadi istriku. Padahal aku selalu ingin menjalani pernikahan yang sebenarnya dengan kamu" balas Arkan dengan suara lantang.
Hiks............hiks..........hiks...........
__ADS_1
Bianca menangis histeris mengingat kelakuannya selama ini. Hatinya sangat sakit ternyata selama ini ia sudah menyakiti suaminya terlalu dalam.
Arkan berlalu dari hadapan Bianca tak mau berbicara lagi. Ia takut sampai kelepasan emosi jika ia kembali berdebat dengan istrinya.
"AKU MENCINTAIMU ARKAN LUIS BAKER" ucap Bianca dengan suara lantang.
Deg..................
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Jantung Arkan berdetak dengan cepat mendengar ucapan istrinya barusan. Langkah kakinya terhenti saat mendengar pengakuan sang istri.
Arkan berbalik melihat istrinya yang juga sedang menatapnya dengan tatapan tajam sambil berderai air mata.
"Katakan sekali lagi" ucap Arkan dengan suara tegas sambil memegang pundak Bianca dengan kuat.
"Hiks hiks hiks...........aku mencintaimu Arkan Luis Baker.........hiks hiks hiks.........aku mencintaimu suamiku" ucap Bianca dengan tegas sambil menangis.
"Katakan sekali lagi" ucap Arkan masih tak percaya.
"AKU MENCINTAIMU MU. AKU SANGAT MENCINTAI KAMU ARKAN LUIS BAKER DAN RASANYA SANGAT SAKIT KETIKA KAMU MENGHINDARI AKU" teriak Bianca dengan suara lantang.
Cup...............
Arkan mencium bibir istrinya dengan rakus dengan hati berbunga-bunga. Ia tidak menyangka akhirnya penantiannya selama ini terjawab juga.
Bianca mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami dan membalas ciuman suaminya dengan kaku. Ini adalah ciuman pertamanya dan ia tidak tahu harus berbuat apa, hanya mengikuti nalurinya saja.
"Aku mencintaimu istriku" ucap Arkan dengan suara lembut setelah ciuman keduanya terlepas.
"Mas..........hiks hiks hiks" panggil Bianca sambil menangis histeris.
"Jangan menangis honey. Aku tidak suka melihat kamu menangis" ucap Arkan sambil menghapus air mata Bianca.
"Aku mencintaimu mas........hiks hiks hiks.......jadikan aku sebagai istrimu seutuhnya mas" pinta Bianca dengan tatapan sayu.
"Kamu yakin honey?" tanya Arkan.
"Aku milikmu suamiku Akran Luis Baker" jawab Bianca dengan suara tegas.
Cup................
Arkan mencium dan melu**t bibir istrinya dengan penuh nafsu dan kasar. Ia lalu mengendong Bianca seperti koala membawanya masuk ke dalam kamar tanpa melepas ciuman.
Tanpa terasa keduanya sudah polos di atas ranjang dan dengan penuh kelembutan Arkan mulai menyatukan dirinya dan sang istri.
"Arrghhh! Sakit mas..........hiks hiks" teriak Bianca merasa sangat kesakitan di bagian bawah.
"Aku mencintaimu istriku dan terima kasih sudah menjaganya untuk aku" bisik Arkan dengan suara lembut.
Setelah merasa istrinya sudah lebih tenang ia lalu mulai memacu tubuhnya membuat kamar mereka yang tadinya dingin menjadi panas. Malam itu Arkan tidak melepas istrinya sedikit pun dan terus memacu tubuhnya hingga subuh.
~ Rumah Arkana ~
Pagi ini suasana di meja makan terlihat sangat ramai karena seluruh keluarga besar Massimo menikmati sarapan bersama di rumah Amira dan Steven.
"Amira" panggil Alexandro.
"Apa kita bisa membuat jamuan makan malam bersama Denis dan keluarganya sebelum kami pulang ke Italia?" tanya Alexandro.
Semalam Marcel sudah menceritakan semua smua yang terjadi saat ia bertemu dengan Denis kemarin di perusahaan. Ada rasa sedih dihatinya karena sang cucu tidak mengakuinya sebagai keluarganya tapi ia sadar itu semua karena kesalahannya.
"Kakek aku mohon jangan memaksa aunty Amira" ucap Marcel.
"Yang di bilang ka Marcel benar kek. Lebih baik kita jangan memaksa ka Denis" ucap Sasa mendukung Marcel.
"Menurutku ucapan Marcel ada benarnya uncle" ucap Steven.
"Tapi" ucap Alexandro dengan wajah sendu.
"Dad" panggil Linda ambil mengelus tangan suaminya dengan lembut.
"Phew! Baiklah" ucap Alexandro sambil membuang napasnya dengan kasar.
Amira sendiri merasa sedih melihat daddy mertuanya yang sangat ingin makan malam bersama putranya sebelum mereka kembali. Ia melirik suaminya seakan bertanya apa yang harus ia lakukan.
"Aku akan mengikuti semua ucapanmu sayang" bisik Steven.
"Iya mas" balas Amira sambil tersenyum manis.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sedangkan Zeus ia hanya diam saja tak mau menimpali ucapan mereka. Apa lagi sedari tadi ia sangat risih di tatap oleh Melisa dan Ines seakan dia itu daging segar.
Perempuan gatal, batin Zeus dengan kesal.
"Aku sudah selesai. Aku pergi dulu" ucap Zeus dengan suara tegas.
"Loh makanan kamu belum habis nak" ucap Amira yang melirik ke arah piring Zeus.
"Aku sudah kenyang mom" ucap Zeus dengan suara lembut.
"Son habiskan makananmu" titah Steven dengan suara tegas.
"Tapi dad" keluh Zeus dengan wajah memelas tak mau sarapan lagi.
"Sudah! Sudah! Biar Zeus pergi karena ia psti sudah terlambat ke kampus mas" ucap Amira dengan cepat saat melihat wajah memelas sang ank.
"Mommy memang terbaik" ucap Zeus sambil tersenyum lebar.
"Ya sudah sana berangkat son. Ingat jangan ngebut di jalan" ucap Steven tak bisa berkata lagi jika istrinya sudah berbicara.
"Oke dad" balas Zeus sambil mengangkat kedua jempolnya.
Cup...............
"Son" pekik Steven dengan mata melotot melihat putranya mencium pipi sang istri.
"Jangan marah-marah daddy ingat darah tinggi daddy" teriak Zeus berlari keluar dari ruang makan sebelum daddynya mengamuk.
__ADS_1
"Ckk!! Dasar anak kurang ajar" umpat Steven dengan kesal.
"Udah mas jangan marah-marah lagi" bujuk Amira.
"Tapi kamu itu milik aku sayang" seru Steven menggerutu.
"Jangan marah mas. Lagian mas kan bisa melakukan lebih dari yang anak kita dan aku itu hanya milikmu mas" bisik Amira.
"Kamu benar sayang" ucap Steven sambil tersenyum lebar.
Hehehehe..........
Amira terkekeh melihat kelakuan suaminya yang sepeti anak kecil jika sudah cemburu. Sedangkan yang lainnya hanya diam saja tak mau ikut campur dengan apa yang mereka lakukan.
Sial kenapa sih bocah itu buru-buru pergi, batin Melisa dengan kesal tak bisa melihat Zeus lagi.
Rasanya aku ingin selalu memeluk tubuh kokoh Zeus, batik Ines membayangkan tubuh atletis Zues.
3 Hari kemudian
Seperti yang diinginkan Alexandro waktu itu jika dia ingin makan malam bersama Denis akhirnya terwujud juga. Waktu itu setelah sarapan, Amira menelpon Leila memberi tahu maksud kakek mereka dan disinilah mereka semua.
Leila membujuk suaminya untuk makan malam bersama keluarga besar sang papa sebelum mereka pulang ke Italia. Tapi Denis meminta jika seluruh keluarga besar mereka juga turut hadir.
~ Mansion Denis Arkana ~
Suasana riuh di taman belakang mansion Denis terlihat sangat ramai. Anak-anak di asuh oleh semua baby sitter mereka dan dikumpulkan satu tempat.
Sedangkan orang orang tua berbincang-bincang sebelum makan malam dimulai.
"Ayok makan malamnya sudah siap" ajak Leila sebagai nyonya tuan rumah.
"Wah kelihatannya sangat enak nih" ucap Seila dan Anisa dengan serentak.
"Semoga kalian semua suka ya" ucap Leila dengan suara lembut.
"Kai ayok sini mama suapi" ucap Leial.
"Au ama papa" balas Kai dengan suara dingin.
Denis segera mengendong putranya dan menyuapi anaknya. Melihat hal itu Leila lalu menyuapi suaminya dan dirinya sendiri.
Semua disana melihat mereka dengan bahagia karena keluarga mereka terlihat sangat harmonis. Apa lagi Denis yang jarang tersenyum, hari ini mereka bisa melihatnya tersenyum begitu juga dengan Kai.
Semoga keluarga kalian selalu bahagia, batin Alexandro sambil meneteskan air matanya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Malam itu semuanya bergembira menikmati makan malam bersama di mansion Denis. Sebenarnya Denis tidak mau makan malam bersama di mansion mereka, tapi karena permintaan istrinya mau tak mau ia akhirnya mengalah.
"Taman ka Leila kalau malam begini terlihat sangat indah ya" ucap Bianca.
"Apa kamu mau taman seperti ini honey?" tanya Arkan sambil memeluk pundak istrinya.
"Iya mas. Aku itu dari dulu punya mimpi ingin membangun taman bunga aku sendiri di rumah aku nanti" jawab Bianca.
"Hey bocah! Itu kode tuh kalau istrimu mau tinggal di rumah bukan apartemen" ucap Sandro.
"Ckk!! Ka Sandro lebih baik diam aja deh" decak Arkan dengan kesal.
"Tapi yang dibilang Sandro benar dek. Mau sampai kapan kamu tinggal di apartemen" tambah Rayen.
"Benar Arkan. Bukannya nanti kalau kalian punya anak akan lebih bagus jika memiliki rumah sendiri agar anak kalian bisa bermain di tempat yang lebih luas" ucap Claudia.
"Aku sama mas Arkan betah kok tinggal di apartemen kakak ipar. Lagian tinggal di mana saja aku mau asal bersama suamiku" ucap Bianca sambil menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.
"Sepertinya Arkan junior dan Bianca junior akan segera hadir" ucap Arsen sambil tersenyum smirk.
"Ka Arsen tahu aja kalau kita lagi program" balas Arkan sambil tersenyum lebar.
Bianca melotot melihat suaminya yang bicara dengan jujur. Sedangkan semuanya tertawa melihat mereka, tak menyangka Arkan akan berbicara dengan frontal seperti itu.
"Kenapa disini? Heem" tanya Denis sambil memeluk pinggang istrinya didalam taman kaca milik Leila.
"Aku suka melihat mawar kesukaan suamiku kalau terkena cahaya bulan" jawab Leila dengan jujur.
"Mawar hijau adalah bunga kesukaan nenek lalu turun ke papa dan akhirnya ke aku sayang" ucap Denis denah suara lembut.
"Sepertinya menurun juga ke anak kita sayang"
"Ya kamu benar sayang"
Denis menatap bunga mawar hijau yang sangat banyak didepannya dengan penuh kerinduan. Ia masih ingat jika dulu papanya sering menatap bunga itu setiap pagi saat bangun tidur.
"Rosa Chinensis Viridiflora itu nama lain dari mawar hijau yang melambangkan kesejahteraan dan kesuburan" ucap Denis dengan suara tegas.
"Aku menyukai mawar hijau dan berharap keluarga kita memiliki awal yang baik dan selalu sejahtera sampai maut memisahkan kita sayang" ucapnya lagi dengan tatapan penuh cinta menatap sang istri.
"Kalau begitu ayok kita wujudkan mimpi kamu sayang" ucap Leila sambil tersenyum manis.
"Aku sangat mencintaimu istriku" ucap Denis dengan tatapan penuh cinta.
"Aku lebih mencintaimu suamiku" balas Leila sambil tersenyum lebar.
Cup...................
Ciuman keduanya terasa sangat lembut menghantarkan perasaan masing-masing yang sangat tulus diantara mereka. Satu keinginan mereka yaitu selalu seperti ini sampai maut memisahkan mereka.
...TAMAT...
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Hay semua readers author
Terima kasih ya karena kalian selama ini susah mampir dan beri dukungan buat author untuk menulis novel Penyesalan Anak Durhaka❤️
Author sangat berterima kasih, karena tanpa kalian mungkin author tidak bisa menyelesaikan cerita ini. Author berharap semoga kalian semua tetap sehat di manapun kalian berada.
Oh ya untuk ektra babnya akan author muat besok ya guys😘😘❤️
__ADS_1
...Love you all guys😘😘😍...