
Amira diam memikirkan ucapan Roy tentang janji yang ia dan mendiang suaminya buat dulu waktu mereka duduk di bangku kuliah, entah itu janji apa hanya dia dan suaminya yang tahu dan ia berharap itu bukan janji yang aneh-aneh.
Kenapa perasaan aku tidak tenang dan gugup mendengar tentang janji mas Demian dan Roy ya, batin Amira dengan penasaran.
“Janji apa yang kamu maksud Roy?” tanya Amira dengan penasaran.
“Sebelum aku mengatakannya aku harap kamu bisa mengabulkan janji kami” pinta Roy dengan tatapan iba.
“Aku tidak bisa berjanji Roy!” ucap Amira dengan suara tegas tak mau berjanji hal yang belum ia ketahui.
“Kita dengar dulu apa janji kalian barulah aku bisa tahu apa aku bisa mengabulkannya atau tidak” tambahnya lagi sambil tersenyum lembut.
Daddy ayok cepat katakan daddy! Aku sudah tidak sabar lagi, batin Seina dengan tak sabar.
Jadi tujuan kami ke Indonesia itu ada maksud lain juga ya. Kenapa daddy tidak memberitahuku, batin Simon dengan tatapan menyelidik menatap daddynya.
Roy menatap Amira dengan wajah serius dan tatapan tajam tidak seperti biasanya, membuat Amira yakin jika apa yang akan dikatakan olehnya adalah hal yang sangat serius.
“Kami berjanji akan menikahkan anak kami di masa depan” ucap Roy dengan suara tegas.
Duar………….
Bagai disambar petir tubuh Amira menegang mendengar ucapan Roy barusan mengenai janji mereka waktu muda. Pikirannya blank tak bisa memikirkan apa-apa saat ini atau mengatakan satu kata pun setelah mengetahui janji yang dibuat suaminya dulu.
“APA” pekik bi Eda dengan suara melengking mengagetkan semua disana karena sedari tadi ia menguping pembicaraan mereka.
“Bi Eda” ucap Amira mata melotot memperingatinya untuk tidak menganggu pembicaraan mereka.
“Maaf nyonya. Saya kaget mendengar ucapan tuan Roy barusan” ucap bi Eda sambil menunduk.
“Yang harusnya kaget itu aku bi bukan bibi” ucap Amira sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan pembantunya.
“Hehehehe! Iya nya maaf” ucap bi Eda sambil terkekeh.
Amira menggelengkan kepalanya melihat sifat pembantunya yang mempunyai rasa ingin sangat tinggi tahu dengan hal-hal yang terjadi didalam rumah.
Tak lama ia menatap bi Eda dengan tatapan selidik merasa bingung dari mana bi Eda memahami pembicaraan mereka, karena setahunya ia tidak bisa berbahasa Inggris.
“Bi bukannya bibi tidak mengerti bahasa Inggris?” tanya Amira dengan selidik.
“Ah! Itu nya……….tadi den Sandro memberikan saya alat ini katanya ini bisa membantu saya memahami apa yang diucapkan oleh tuan Roy dan keluarganya nyonya” jawab bi Eda sambil menunjukkan earphone penerjemah bahasa.
“Ya sudah bibi kembali sana ke dapur dan ingat jangan menguping lagi” titah Amira dengan suara lembut.
“Baik nyonya”
Setelah melihat bi Eda sudah pergi dan tak lagi menguping, Amira lalu berbalik menatap Roy dengan tatapan yang sulit diartikan karena otaknya tidak bisa memikirkan apa-apa saat ini.
“Jadi apa jawabanmu Amira?” tanya Clara dengan cepat karena sangat penasaran dengan jawaban Amira mengenai ucapan suaminya.
“Mommy” ucap Simon dan Seila dengan serentak sambil menggelengkan kepala tanda untuk mommynya jangan bertanya dulu.
“Kenapa? Mommy hanya penasaran dengan jawaban aunty Amira saja” protes Clara dengan kesal menatap kedua anaknya.
Phew……………
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼 ...
Keduanya membuang napas dengan kasar mendengar ucapan sang mommy yang tidak pernah mau diprotes atau disalahkan seperti biasanya. Roy menatap istrinya dengan tatapan tajam memperingatinya untuk tidak bicara dulu, membuat Clara mau tak mau harus diam tak bisa membantah ucapan suaminya.
“Amira” panggil Roy.
__ADS_1
“Ah! Iya” ucap Amira dengan kaget tersentak dari pemikirannya.
“Maaf jika ucapanku membuat kamu kaget”
“Ah! Tidak apa-apa”
“Jadi apa jawabanmu atas ucapanku tadi Amira?” tanya Roy dengan suara lembut meski dalam hatinya sangat penasaran dengan jawaban yang akan diberikan Amira.
Amira menarik napasnya dalam sebelum menjawab pertanyaan Roy barusan dan entah kenapa ia merasa ada sedikit ganjil dengan apa yang terjadi saat ini.
“Aku tidak menyangka suamiku akan membuat janji seperti itu” ucap Amira sambil menghela napas dalam.
“Kaget! Itu yang aku rasakan saat ini! Tapi maaf aku tidak bisa memberikan jawaban apapun saat ini karena otak aku kosong tidak bisa memikirkan apa-apa saat ini” tambahnya lagi dengan suara tegas.
Mendengar ucapan Amira barusan Roy mengangguk kepalanya tanda mengerti, karena ia juga pasti tidak bisa berpikir dengan jernih jika mendengar kabar yang sangat mengejutkan seperti saat ini.
“Jangan minta maaf Amira karena aku tahu kamu pasti terkejut dengan ucapanku tadi. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang sudah aku pendam selama ini dan tidak ingin memberatkan kamu dan Denis” ucap Roy dengan rasa bersalah di wajahnya.
“Iya Roy aku paham dan aku hargai kamu sudah mau memberitahuku” ucap Amira sambil tersenyum manis.
Roy tersenyum mendengar ucapan Amira dan malam itu mereka memutuskan untuk tidak membicarakan hal ini dan memberikan Amira waktu untuk mencerna ini semua, tapi yang terpenting memberitahu Denis tentang hal ini.
~ Club Hawa ~
Hahahahaha………………….
Tawa Kenzo menggelegar didalam sana mendengar informasi yang disampaikan oleh Ando barusan, mengenai orang suruhan mereka yang tak lain adalah anak buah mereka.
“Segera kirim foto-foto itu wartawan dan usahakan besok pagi berita itu harus sudah booming” titah Kenzo sambil tersenyum lebar.
“Baik tuan” ucap Ando dengan suara dingin.
“Tuan nona Alexa menelpon” ucapnya lagi sambil menunjukkan hp milik Kenzo kepadanya.
“Suruh dia kesini” ucapnya lagi dengan suara tinggi.
Ando tak berkata apa-apa dan segera menjawab panggilan Alexa tak lupa menyuruhnya kesini sesuai perintah Kenzo barusan. Tak berselang lama Liam pun datang sambil mengandeng seorang model yang saat ini sedang terkenal.
“Sepertinya kamu sedang bahagia” ucap Liam sambil menyesap segelas tequila didepannya.
“Ya karena besok aku akan memberikan hadiah istimewa untuk presdirku itu” ucap Kenzo sambil tersenyum menyeringai.
“Hati-hati dude! Lawan kamu kali ini tidak main-main dan kamu tahu siapa orang yang saat ini berada di belakang presdir Leila” ucap Liam memperingatinya.
“Ckk!! Aku tahu berengsek! Tidak perlu kamu beritahu juga sialan!” decak Kenzo dengan kesal.
“Heemmm”
“Aku dengar geng kamu sedang diselidiki oleh polisi”
“Ya dia adalah detektif Gilang”
“Detektif yang terkenal dengan julukan detektif maut ya! Dia bukan orang yang gampang kita suap seperti inspektur
bodoh itu dude”
“Ya aku tahu dan aku tidak perduli karena dia tidak akan mendapat satu pun informasi mengenai geng aku” ucap Kenzo sambil tersenyum smirk.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Kenzo lalu melirik model yang dibawa Liam barusan dengan tatapan penuh nafsu, membuat sahabatnya itu tersenyum menyeringai tahu apa yang dipikirkan sahabatnya itu saat ini.
__ADS_1
“Kamu boleh mencobanya dude” ucap Liam sambil tersenyum menyeringai.
“Kamu memang sahabatku yang terbaik” ucap Kenzo dengan senang.
Andin model itu lalu naik ke pangkuan Kenzo tidak perduli jika ada orang lain disana dan segera menyambar bibir Kenzo dengan rakus membuat Kenzo semakin bergairah.
Cih! Manusia menjijikan, batin Ando dengan jijik melirik apa yang sedang dilakukan oleh Kenzo saat ini.
Brak……………
“APA YANG KAMU LAKUKAN KENZO ARJUNA” teriak Alexa dengan suara menggelegar saat mendapati Kenzo sedang berciuman panas dengan seorang perempuan di pangkuannya.
“Ah! Kamu sudah datang ja***g peliharaanku” ucap Kenzo dengan santai.
“Beraninya kamu melakukan ini kepadaku Kenzo!” bentak Alexa dengan suara tinggi.
“Ckk!!”
Andin turun dari pangkuan Kenzo dan duduk kembali disamping Liam sambil merapikan gaunnya yang melorot. Melihat hal itu emosi Alexa semakin menjadi dan ia berjalan ke arah Kenzo sambil mengepal kedua tangannya dengan erat.
“BANGSAT! BERANINYA KAMU MELAKUKAN SEMUA INI KEPADAKU BERENGSEK!” teriak Alexa sambil mengayunkan tangannya ke wajah Kenzo.
Grep…………………
Kenzo tersenyum smirk menangkap tangan Alexa yang ingin menamparnya membuat Alexa melotot melihat hal itu. Dengan sekali tarikan ia terjatuh di depan kaki Kenzo dengan rambutnya yang dijambak Kenzo dengan kuat hingga wajahnya terangkat.
“Beraninya tangan kotormu itu menamparku bi**h!” bentak Kenzo dengan tatapan membunuh.
“A……ku” ucap Alexa terbata dengan tubuh gemetaran.
“Kamu harus diberi pelajaran ja**ng” ucap Kenzo sambil tersenyum menyeringai.
Eeemmmpp………………eemmpphh…………….
Air mata Alexa jatuh saat Kenzo memasukan ke****annya didalam mulutnya membuat dia tersedak tapi tidak dihiraukannya. Tak merasa puas ia merobek baju Alexa dan memperkosanya dengan kasar sekaligus menggores tubuh Alexa dengan pisau.
Ando dan Liam yang sudah terbiasa dengan kelakuan Kenzo hanya menonton saja tak mau ikut campur dengan apa yang diperbuat oleh Kenzo.
~ Kediaman Sophia ~
Mobil Arsen berhenti tepat didepan gerbang rumah Adam Sophia, membuat Arkan yang sedari tadi mengoceh didalam mobil kaget melihat sekeliling yang tak dikenalinya.
“Ini dimana?” tanya Arkan dengan cepat.
“Bukannya tadi kamu tidak puas tidak bisa membalas orang yang sudah melapormu ke polisi dan membalas perempuan yang sudah menampar kakakmu?” tanya balik Sandro.
“Ckk!! Kalau tahu kenapa tidak dijebloskan mereka tadi” ketus Arkan dengan sinis.
“Penjara tidak cocok untuk mereka bocah. Lebih baik kita saja yang memberikan mereka hukuman mengantikan polisi! Hehehe” ucap Sandro sambil terkekeh.
“Maksud ka Sandro?” tanya Arkan yang belum paham.
“Kita sekarang berada di depan rumah Adam Sophia” jawab Arsen dengan suara dingin.
Arkan diam mencerna ucapan keduanya dan tak lama mata berbinar-binar setelah paham dengan apa yang dimaksud oleh keduanya.
“Ayok kita bermain dengan mereka ka” pekik Arkan dengan semangat.
Sandro dan Arkan tersenyum menyeringai melihat kelakuan Arkan dan segera memberi isyarat kepada anak buah mereka untuk menyingkirkan penjaga dan pelayan di rumah Adam Sophia sebelum mereka beraksi.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue……………..