Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 171


__ADS_3

Semuanya diam menatap Roy yang tersenyum menyeringai dilantai dua. Ia lalu berjalan menuruni tangga dengan langkah berwibawa.


Seperti slow motion semuanya menunggu Roy di lantai satu dengan pikiran berkecamuk. Reina dan Seina tersenyum penuh arti menatap Simon dan Sandro seakan mengejek mereka.


Sedangkan Simon ia melirik Bram memberikan kode untuk tetap siaga jika sesuatu yang besar terjadi nanti. Sandro sendiri dengan santai menatap Roy dengan tatapan dingin dan datar tidak takut sama sekali.


Aku yakin dia tidak akan merestui hubungan aku dan Seila begitu saja, batin Sandro dengan suara tegas.


"Daddy cepat usir dia dari mansion kita" tunjuk Seina dengan tatapan sinis ke Sandro.


"Seina" sarkas Simon dengan tatapan tajam.


"Ckk!! Lihat saja apa yang akan daddy lakukan ka" decak Seina sambil tersenyum menyeringai.


"DIAM!" bentak Roy dengan suara tinggi.


Keduanya seketika diam meski masih menatap satu sama lain dengan tatapan benci. Roy sendiri menatap putranya dengan wajah berkilat tajam menandakan ia sangat emosi saat ini.


Plak............plak.............


2 Tamparan bergema didalam sana membuat semuanya kaget tak menyangka Roy akan menampar putranya Simon anak yang paling ia sayangi.


"Simon" ucap Sandro dengan khawatir.


Simon mengangkat tangan memberinya isyarat untuk tidak ikut campur dalam hal ini. Simon sendiri tersenyum smirk menatap daddynya yang sedang menatapnya dengan tatapan berkilat tajam penuh emosi.


"1 Jam yang lalu daddy tidak mempercayai ucapan adikmu tentang kamu, tapi ternyata kepercayaan daddy tentang putra daddy ternyata salah besar" ucap Roy dengan suara dingin dan tegas.


Matanya berkilat tajam menatap Simon dengan emosi dan terlihat raut kekecewaan di wajahnya, membuat hati Simon serasa di tusuk pisau dan ada perasaan bersalah di hatinya.


"Kamu tahu kamu itu putra daddy yang paling daddy bangga-banggakan selama ini dan daddy selama ini menaruh harapan tinggi ke kamu. Tapi sayangnya semua kebanggan daddy sama kamu hilang begitu saja" ucap Roy dengan suara lantang.


"Daddy" panggil Simon dengan sendu.


"Berani sekali kamu membohongi daddy dan melawan daddy! Apa kamu itu putra daddy! Hah!" bentak Roy dengan suara menggelegar.


"Daddy malu punya anak seperti kamu Simon dan kamu sudah membuat hati daddy hancur" tambahnya lagi dengan tatapan penuh rasa kebencian.


Deg..............


Jantung Simon serasa di pukul dengan hamar mendengar ucapan daddynya. Air matanya tiba-tiba saja menetes dengan bebas merasa hancur.


"Jadi dia adalah suami adikmu Seila dan kamu selama ini yang sudah menggagalkan semua rencana daddy?" tanya Roy dengan suara tinggi.


"Ya dia suami Seila daddy" jawab Simon dengan suara tegas setelah mengontrol perasaannya.


"Aku akui aku adalah orang dibalik kegagalan rencana daddy beberapa waktu terakhir. Tapi aku lakukan itu semua karena aku tidak ingin adik aku Seila menjadi korban keegoisan daddy" tambahnya lagi dengan suara tinggi.


Bugh.............bugh...........bugh.........


Roy menghajar Simon dengan brutal tidak perduli jika dia adalah anaknya sendiri. Emosinya memuncak mendengar pengakuan sang anak barusan.


Dengan brutal Roy menghajar Simon tidak memberinya waktu untuk bernapas, Simon sendiri diam menerima semua pukulan daddynya tak membalas sedikit pun.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"HENTIKAN" hardik Sandro dengan suara tinggi.


Tangan Roy menggantung di udara mendengar ucapan Sandro barusan. Matanya berkilat tajam menatap Sandro sepeti monster kelaparan karena sudah mengganggunya.


"Beraninya mulut kotormu itu berbicara di mansion aku sialan!" bentak Roy dengan suara tinggi.


"Semua ini bermula dari aku dan akulah orang yang harus anda lawan bukan Simon tuan Martinez" balas Sandro dengan suara dingin.


"Hehehehe! Besar juga nyali kamu anak muda" ucap Roy sambil terkekeh.


"Seperti yang anda katakan. Aku adalah suami Seila dan sekaligus anak buah orang yang kamu benci jadi seharusnya lawan kamu itu aku bukan dia" ucap Sandro sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Hahahaha..............


Tawa Roy seketika pecah didalam sana mendengar ucapan Sandro yang tak ada takutnya sedikit pun.


Bugh..........aarrgghh..........


Jeritan Simon bergema saat Roy menginjak dadanya dengan kuat di lantai. Sandro dan Bram kaget bukan main melihat aksi Roy barusan.


"Hentikan Roy Martinez" teriak Sandro dengan suara tinggi.


"PENJAGA!" panggil Roy dengan suara lantang.


Tak.........tak.........tak...........


Sial! Apa yang harus aku lakukan, batin Bram yang mendengar bunyi langkah kaki.


"Jangan pedulikan aku. Segera bawa Simon ke rumah sakit jika ada kesempatan" bisik Sandro mengagetkan Bram.


Bram kaget mendengar bisikan Sandro dan segera melihatnya. Sandro mengangguk kepalanya memberi isyarat untuk tidak protes saat ini.


"Tuan" ucap para penjaga yang sudah masuk didalam mansion.


"Hajar sialan itu" titah Roy dengan suara tegas.


"Baik tuan" jawab para penjaga dengan serentak.


Bugh............bugh........bugh.........


Prang..............prang.............


Bunyi benda pecah bergema didalam sana saat para penjaga menyerang Sandro. Dengan lihai Sandro mengelak dan membalas pukulan kelima penjaga yang menyerangnya sekaligus.


"Kenapa kalian diam saja hajar dia!" bentak Roy dengan suara tinggi.


Bugh............bugh..........bugh...........bugh........


Wajahnya sudah babak belur tapi masih terus dihajar membuat Roy tersenyum puas melihat Sandro yang akhirnya tak bisa berdiri lagi. Meskipun begitu para penjaga terus menendang Sandro tidak perduli jika ia mati.


"Ini akibatnya kamu berani menikahi putriku" ucap Roy sambil tersenyum puas.


"Rasakan itu sialan" ejek Seina dengan sinis.


"Daddy bunuh dia saja karena sudah berani menikahi putri kita" ucap Reina dengan tatapan penuh kebencian.


"Boleh juga ide mommy" ucap Seina dengan senang.


"Cukup" ucap Roy dengan suara lantang.


Para penjaga lalu berhenti memukul Sandro dan berdiri di samping Sandro menunggu perintah Roy selanjutnya.


"Bagaimana rasanya? Masih mau mencari masalah denganku?" tanya Roy sambil tersenyum menyeringai.


Cuih................


Sandro membuang ludah tepat di wajah Roy membuat wajah Roy seketika mereka padam karena emosi.


Plak............


"BERANINYA DADDY MENAMPAR SUAMIKU!" bentak Seila dengan suara tinggi didepan pintu.


"Seila" pekik semua orang dengan kaget melihat kedatangannya.


"Pulang juga kamu anak pembangkang" hardik Roy dengan suara tinggi.


Seila tak menggubris ucapan daddynya dan berlalu menuju suaminya yang terbujur lemah dilantai. Air matanya menetes melihat suaminya yang berlumuran darah dengan lebam di sekujur tubuhnya.


"Ke......napa kamu datang baby?" tanya Sandro dengan suara terbata-bata.

__ADS_1


"Jangan bicara dulu mas" jawab Seila dengan suara serak karena sedang menangis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Ka Bram tolong bawa ka Simon ke rumah sakit" pinta Seila.


"Baik nona Seila" jawab Bram dengan cepat.


Bram lalu memapah Simon pergi begitu juga dengan Seila yang memapah tubuh suaminya untuk pergi dari sana.


"Mau kemana kamu Seila? Daddy melarang kamu keluar dari rumah ini!" bentak Roy dengan suara tinggi.


"Jangan menghalangi aku daddy" balas Seila dengan suara tak kalah tinggi.


"Berani kamu sama daddy! Hah! Daddy ini daddy kandungmu Seila" hardik Roy.


"Ckk!! Sejak daddy mengirim aku ke Singapura aku sudah tidak menganggap daddy orang tuaku lagi" decak Seila dengan suara menggelegar.


"Seila! Minta maaf sama daddy kamu sekarang!" bentak Reina dengan suara tinggi.


"Tidak! Aku tidak akan pernah meminta maaf kepada orang yang sudah memukul suamiku" balas Seila dengan suara tinggi.


"PENJAGA! CEPAT SERET SEILA MASUK KE KAMARNYA DAN JANGAN BIARKAN DIA KELUAR" teriak Roy dengan suara menggelegar.


Seila menatap para penjaga yang bersiap ke arahnya dengan tatapan tajam. Ia berbalik menatap daddy, mommy, dan saudara kembarnya dengan emosi yang dibalas senyum sinis oleh mereka.


"Berani kalian menghalangiku maka kalian semua akan ditangkap polisi!" bentak Seila dengan suara tinggi.


"Hehehehe! Apa kamu sudah gila Seila? Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu? Tidak ada polisi disini saudara kembarku" ejek Seina sambil tersenyum menyeringai.


"Oh ya! Kalau begitu siapa yang ada didepan mansion?" tanya Seila sambil tersenyum mengejek.


Seketika para pelayan memberitahu jika didepan ada polisi yang tadi datang dengan Seila. Roy menatap putrinya dengan tatapan emosi merasa dipermainkan olehnya.


"Kamu memang anak kurang ajar" hardik Roy dengan suara tinggi.


"Suruh penjaga untuk tidak menghalangi jalanku jika daddy tidak mau ditangkap polisi" balas Seila sambil tersenyum smirk.


"Kurang ajar kamu Seila!" maki Roy dengan emosi.


Seila tersenyum menyeringai dan kembali melanjutkan jalannya. Dengan cepat ia segera memasukan suaminya ke dalam mobil dan pergi dari sana tidak ingin ditangkap daddynya.


Semoga daddy tidak menyadarinya kalau mereka adalah polisi bohongan, batin Seila dengan penuh harap.


Seila dan kedua polisi itu segera pergi dari mansion daddynya menuju hotel tempat Sandro menginap.


~ DA Corp ~


Arsen menonton rekaman cctv di mansion Martinez dan merasa lega setelah Seila dan Sandro sudah keluar dari sana.


Beruntung tadi ia sempat menelpon Seila yang menyusul suaminya dan memberitahunya untuk membawa polisi gadungan untuk berjaga-jaga.


"Kamu memang selalu menyusahkan aku dude" ucap Arsen dengan kesal.


Ting..............


Matanya lalu tertuju ke laptop dimana ada email baru yang masuk dengan akun private


"Langit malam" gumam Arsen dengan bingung.


Ia bergegas melacak IP dari email yang baru saja masuk ke dalam email-nya tapi tetap saja tidak ada hasil.


Seperti email itu sudah di setting untuk terkirim kepada dia di jam yang selalu sama selama 3 Minggu terakhir.


"Bangsat! Siapa yang berani main-main denganku" maki Arsen dengan emosi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue..............


__ADS_2