Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 42


__ADS_3

Didalam ruang VIP bukan hanya Sandro saja yang penasaran tapi Rian dan Arsen yang juga ikut penasaran mengenai ucapan Denis tadi.


“Sejak kapan kamu tinggal di Rusia dude?” tanya Adrian dengan bingung.


“Maybe today” (mungkin hari ini) jawab Denis dengan asal.


“Bos bukannya bos yang mencari dokter pribadi? Kenapa jadi aku bos?” tanya Rian sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Benar bos. Apa ada sesuatu yang tidak kami ketahui bos?” tanya Arsen dengan penasaran.


Denis diam tak mengatakan apa-apa membuat keduanya semakin penasaran, apa lagi saat Sandro ikut bertanya juga tetap ia bungkam tak menjawab satu pun pertanyaan mereka.


“Dude kamu tidak merencanakan sesuatu kan?” tanya Adrian dengan selidik.


Keempatnya menatap Denis dengan penuh tanda tanya, tapi hanya dibalas tatapan datar dan dingin seorang Denis Arkana.


Melihat hal tersebut keempatnya membuang napas dengan kasar karena tak akan mendapat informasi apapun dari Denis saat ini.


“Cari dokter pribadi yang lain untukku. Kalau perlu yang laki-laki” titah Denis dengan suara tegas.


“Baik bos” ucap Sandro.


“Dude kamu tidak memiliki kelainan kan?” tanya Adrian dengan cepat.


Bugh………….


“Aw! F**k you Denis Arkana” maki Adrian dengan suara tinggi saat ia di tendang Denis hingga jatuh terpental ke belakang.


“Sekali lagi kamu bicara yang aneh-aneh aku akan robek mulut sialanmu itu” ancam Denis dengan tatapan tajam.


“Ckk!!” decak Adrian dengan kesal.


Sandro, Rian, dan Arsen membuang muka ke samping saat Adrian menatap mereka. Ketiganya menahan tawa untuk tidak tertawa melihat Adrian yang di tendang bos mereka, karena mereka tidak ingin mendapat bogem mentah dari Adrian.


Malam itu keempatnya minum hingga menghabiskan banyak sekali botol didalam sana membuat Lola pusing mengurus Adrian, Sandro, Rian, dan Arsen.


Tapi ia akui kehebatan Denis dalam hal minum, entah berapa botol yang dihabiskan Denis tapi ia terlihat tidak mabuk sedikit pun.


~ Athena Kingdom ~


Pagi ini Sandro, Rian, Arsen, dan Adrian masih bergelung dengan selimut di apartemen Athena Kingdom. Lola semalam tak tahu harus membawa ketiganya kemana dan ia memilih membawa mereka ke tempat Adrian.


Athena Kingdom adalah salah satu apartemen termewah dan mahal di kota Jakarta dan apartemen ini hanya khusus orang yang berduit banyak yang bisa membelinya. Bahkan artis terkenal pun belum tentu bisa membeli 1 unit apartemen di sana.


Sreet…………….


“Yuhuuu! Ayok bangun udah pagi pangeran-pangeran eike yang tampan” pekik Lola dengan suara gemulai sambil membuka gorden kamar.


Euughh……………


Ringis Rian dan Arsen merasa sangat silau terkena cahaya matahari, meskipun begitu keduanya tetap bangun sambil memegang kepala mereka yang berdenyut sakit.


“Kenapa ada manusia jadi-jadian itu di kamarku” lirih Arsen dengan mata sayup-sayup.


“Sial kepala aku sakit banget!” keluh Rian sambil memijit keningnya yang berdenyut sakit.

__ADS_1


“Ckk!! Makanya kalau tidak kuat minum jangan minum semalam” ketus Lola dengan sinis.


Deg……………


Jantung keduanya berdetak dengan cepat mendengar ucapan Lola barusan dan seketika keduanya kaget saling melihat tak mengenali tempat ini.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Aku ada dimana?” tanya Arsen dengan bingung.


“Apa yang terjadi semalam? Kenapa aku bisa berada disini?” tanya Rian sambil melihat tubuhnya yang masih lengkap dengan pakaiannya semalam.


“Sudah sadar rupanya kalian” ucap Lola dengan suara gemulai.


Arrrggghh……………


Teriak keduanya serentak membuat Lola sampai terjungkal ikut kaget, bahkan Sandro dan Ardian yang masih tidur juga ikut kaget dan bangun seketika.


“Berengsek siapa yang mengganggu tidurku an***g!” bentak Adrian dengan suara tinggi sambil memegang kepalanya yang berdenyut sakit.


“Apa yang terjadi? Kenapa kalian berteriak sialan” hardik Sandro dengan kesal.


“Ini dimana?” tanyanya lagi setelah sadar kalau ini bukan kamarnya.


“You semua lebih baik bangun sebelum eike yang bangunin” ucap Lola sambil tersenyum penuh arti.


Rian, Arsen, dan Sandro saling melirik merasa ngeri melihat manusia jadi-jadian didepan mereka dan dengan cepat ketiganya bangun dan berlari keluar dari kamar.


Sedangkan Adrian yang melihat manajernya tersenyum sinis menatapnya dan kembali tidur, tapi baru saja ia akan menutup mata seketika ucapan Lola membuatnya kembali berdecak kesal dan mengumpat serapah.


Phew……………


Adrian membuang napasnya dengan kasar sambil mengusap wajahnya kasar merasa sangat emosi. Melihat hal itu Lola hanya bisa menatapnya dengan iba karena tak bisa melakukan apa-apa untuk artisnya.


“Siapkan pakaianku” titah Adrian dengan suara tegas.


“Oke bos” ucap Lola dengan gaya centil.


Sedangkan diluar kamar Sandro sedang bertanya kepada Rian, menanyakan apa yang terjadi dengan mereka semalam tapi keduanya menggelengkan kepala tak tahu.


Beruntung hari ini adalah hari sabtu, jadi mereka tidak repot harus ke kantor karena perusahaan mereka hanya beroperasi 5 hari kerja saja.


Tak berselang lama Adrian keluar dengan penampilan yang sudah rapi membuat Sandro dan lainnya melihat penampilan mereka yang masih acak-acakan.


“Kalian sudah sarapan?” tanya Adrian.


“Belum. Kita nunggu tuan rumah” ucap Sandro mewakili.


“By the way, bagaimana kita pulang semalam?” tanya Rian dengan penasaran.


Mata semuanya seketika menatap Lola dengan menyelidik meminta jawaban bagaimana mereka bisa pulang semalam, karena keempatnya tidak mengingat sama sekali bagaimana mereka bisa berakhir di satu ranjang.


“Kenapa kalian natap eike kayak gitu? Ah! Eike pasti hari ini kelihatan cantik kan?” tanya Lola dengan histeris.


“Apa dia manusia?” tanya Arsen bergidik ngeri.

__ADS_1


“Kamu tahu maksud kami Lola. Jelaskan sekarang juga sebelum aku potong b****gmu itu” ancam Adrian sambil menatap Lola dengan tajam.


“Aw! Jangan coba-coba ye bos” pekik Lola sambil menutup bagian bawahnya.


“Cepat Lola jangan membuat kesabaranku habis” ketus Adrian.


“Iya iya eike jelasin semuanya” pasrah Lola karena ia yakin Adrian tak main-main dengan ucapannya.


“Semalam itu eike kesusahan buat harus antar you satu persatu jadi eike putusin buat bawa you semua kesini. Eike di bantu sama mas-mas tampan pengawal bule ganteng eike semalam” papar Lola menjelaskan dengan suara centil.


“Wait. Bule tampang itu bos Denis kan?” tanya Arsen dengan cepat.


“Ya iyalah siapa lagi yang bule diantara you semua selain bos eike” ketus Lola.


“Lalu bagaimana dengan bos? Dengan siapa bos pulang?” tanya Sandro dengan cepat.


“Bule tampang eike pulangnya sendiri semalam. Eike salut deh sama si bos bule udah minum balasan botol tapi tidak mabuk. Malahan kayak orang tidak minum semalam” ucap Lola sambil mengingat Denis yang tak mabuk sama sekali hanya wajahnya yang merah padam.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


#Flashback On


Phew…………


“Menyusahkan saja” ketus Lola sambil membuang napasnya dengan kasar.


“Antar mereka pulang dengan selamat” titah Denis dengan suara dingin didepan Lola.


“Pasti bule tampan” jawab Lola dengan suara gemulai.


Denis berlalu pergi dari sana dengan wajah merah padam tapi tidak terlihat seperti orang mabuk membuat Lola menatapnya dengan kaget. Baru kali ini ia melihat ada orang yang menghabiskan balasan botol miras tapi tidak mabuk sama sekali.


#Flashback Off


“Bos memang jago minum dari dulu tapi aku tidak tahu kalau bos akan membawa mobil sendiri” ucap Rian.


“No no no tampan. Semalam bule tampan di antar sama sopir ke apartemen ini juga tapi eike tidak tahu bule tampan di apartemen nomor berapa” ucap Lola sambil menggoyangkan jari tangannya protes dengan ucapan Rian.


“Disini katamu? Memangnya Denis punya apartemen disini?” tanya Adrian dengan kaget.


“Ckk!! Kamu pikir bos kami miskin apa jadi tidak bisa membeli satu unit apartemen disini” hardik Sandro dengan kesal.


“Hey berengsek maksud aku bukan itu! Memang siapa yang tidak tahu kekayaan sahabatku itu sekarang. Yang aku bingung itu sejak kapan Denis membeli apartemen disini karena aku tidak pernah melihat dia datang kesini” hardik Adrian dengan suara tinggi menjelaskan maksudnya.


Sandro dan lainnya diam membenarkan ucapan Adrian, karena memang benar selama ini mereka tidak pernah mengantar Denis kesini dan selalu pulang ke mansionnya atau rumah tante Amira.


Sementara orang yang mereka bicarakan saat ini ternyata masih terlelap diatas tempat tidur, karena semalam ia tidak bisa tidur dan baru jam 05:00 dini hari ia baru bisa tidur.


Hpnya yang sedari tadi berbunyi tidak membuatnya tersadar dari tidurnya, tiba-tiba saja keringat dingin bercucuran di tubuhnya di tambah Denis yang terus menggelengkan kepalanya seperti sedang mengalami mimpi buruk.


Hosh………….hosh…………….hosh…………….


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………

__ADS_1


__ADS_2