
Leila berdiri mematung tepat di depan pintu masuk restoran, membuat pelanggan yang akan keluar dari restoran tersentak kaget melihat apa yang terjadi kepada Leila barusan.
Keysa tersenyum puas dari balik jendela dan segera pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya. Sedangkan pak Toni yang melihat semua kejadian dari dalam mobil bergegas lari keluar untuk membantu nona mudanya.
“Nona muda anda baik-baik saja?” tanya pak Toni dengan cemas.
“Aku baik-baik saja pak Toni” jawab Leila sambil tersenyum manis.
“Siapa yang sudah membuang air dari atas. Apa dia tidak tahu kalau ini adalah pintu masuk ke restoran” hardik seorang pelanggan sambil menatap ke lantai dua dengan kesal.
Leila dan pak Toni juga ikut melihat ke atas ingin tahu siapa yang menyiram Leila barusan tapi tidak ada siapa-siapa disana. Karena keributan didepan restoran, membuat beberapa pejalan kaki dan pelanggan didalam restoran melihat ke arah mereka.
“Nona apa anda baik-baik saja?” tanya Anisa dengan kaget.
Kebetulan hari ini ia bertugas menjadi pelayan untuk menyambut tamu hari ini dan saat mendengar suara keributan di luar, ia segera keluar untuk mengecek keributan apa yang terjadi di pintu masuk D&A Resto.
“Saya baik-baik saja nona. Apa mama Amiranya ada?” tanya Leila dengan suara lembut.
“Nyonya sedang berada di dapur nona” jawab Anisa.
“Tolong beritahu mama Amira jika saya tidak bisa menemuinya dengan penampilan seperti ini dan saya akan pulang saja. Beritahu mama Amira kalau saya akan menghubunginya nanti” ucap Leila dengan sopan dan lembut meminta tolong ke Anisa.
“Baik nona akan saya sampaikan ke nyonya” balas Anisa dengan sopan.
Pak Toni segera membantu Leila pergi dari sana karena tubuhnya sudah basah kuyup dan kotor terkena siraman air bekas pel tadi. Sepanjang jalan pulang Leila terus memikirkan siapa yang sudah menyiram air bekas pel kepadanya, karena ia tahu ini bukan disengaja.
Siapa orang yang sudah menyiram aku? Apa ada orang yang tidak menyukai aku di restoran mama Amira, batin Leila penuh tanda tanya.
Pak Toni yang melihat Leila dari kaca spion menebak pasti nona mudanya sedang berpikir mengenai kejadian tadi di restoran. Ia juga yakin pasti ada yang sengaja melakukan hal itu kepada nona mudanya, dan ia harus memberitahu hal ini kepada tuan Leo.
“Pak Toni kejadian di restoran tadi jangan diberitahu ke ka Leo ya” ucap Leila membuat pak Toni tersentak dari pemikirannya.
“Hah! Tapi kenapa non? Saya yakin kejadian tadi ada orang yang sengaja melakukan hal itu nona?” tanya pak Toni dengan cepat.
“Saat ini ka Leo sedang pusing dengan masalah di perusahaan dan aku tidak ingin membuat kerjaan ka Leo semakin bertambah dengan kejadian tadi pak Toni” jawab Leila dengan cepat.
“Tapi non saya takut jika orang yang tadi melakukan hal tadi kembali berulah” ucap pak Toni dengan khawatir.
“Tenang saja pak Toni aku akan waspada dan berhati-hati mulai sekarang! Jadi pak Toni jangan khawatir lagi ya” balas Leila dengan suara tegas dan lembut.
“Baik non”
~ D&A Resto ~
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“APA” pekik Amira dengan suara melengking didalam dapur membuat sous chef, koki, dan pelayan disana kaget.
“Bagaimana bisa ada orang yang membuang air bekas pel dari lantai dua tepat di pintu restoran dan mengenai tamuku” tambahnya lagi dengan kaget.
“Saya tidak tahu nyonya. Saya sudah mengecek ke atas dan disana ada ember bekas pel yang sudah kosong tapi tidak melihat siapa pun disana” jawab Anisa.
Semua yang disana kaget mendengar ucapan keduanya dan berpikir siapa yang sudah membuang air bekas pel lewat jendela. Amira tak menyangka jika ada seseorang yang melakukan hal itu di restorannya dan ia yakin pasti citra restorannya akan buruk.
__ADS_1
“Panggil petugas kebersihan dan Keysa ke sini sekarang” titah Amira dengan suara tegas.
“Baik nyonya” jawab Anisa dengan sopan.
Anisa segera berlalu pergi melakukan perintah dari Amira barusan untuk memanggil petugas kebersihan dan Keysa menuju dapur.
“Nyonya sebaiknya anda mengecek cctv juga” usul pak Roni.
“Ah! Benar juga pak Roni. Kenapa aku bisa lupa tentang hal itu” ucap Amira dengan cepat.
“Pak Roni beritahu Keysa dan petugas kebersihan untuk ke ruangan aku saja jika mereka datang ke sini” tambahnya lagi sebelum pergi dari dapur.
“Baik nyonya”
Sampainya di ruang kerjanya Amira segera membuka cctv di lantai dua, untuk melihat siapa yang sudah berani melakukan hal itu dan jika ia tahu orangnya maka ia akan memecat orang itu.
Tak beberapa lama Amira menutup mata karena di bagian sudut lantai dua cctv tidak bisa dijangkau, apa lagi ia tidak melihat ada orang yang melewati area lantai dua setelah 30 menit berlalu.
Tok…………..tok……………….tok……………
“Masuk” ucap Amira saat mendengar suara ketukan.
Tak lama masuklah Keysa bersama petugas kebersihan di restorannya dengan wajah bingung kenapa mereka berdua dipanggil kesini.
“Nyonya manggil kami?” tanya Keysa mewakili.
“Iya. Ada yang ingin saya tanyakan” jawab Amira dengan suara tegas.
“Bu Lina apa anda yang membuang air bekas pel lewat jendela dari jendela di lantai dua?” tanya Amira dengan selidik.
“Benar bu Lina ke kamar mandi?” tanya Amira lagi.
“Benar nyonya. Anda bisa bertanya ke Rima karena saya bertemu dengannya didalam toilet nyonya” jawab bu Lina dengan yakin.
“Baiklah bu Lina” ucap Amira.
“Keysa selama kejadian tadi kamu dimana?” tanya Amira dengan cepat.
“Saya berada di lantai satu memantau para pelayan yang melayani customer nyonya” jawab Keysa dengan cepat.
“Kalian berdua boleh pergi”
“Baik nyonya permisi” ucap keduanya dengan sopan dan bergegas keluar dari ruangannya.
Setelah kepergian keduanya Amira segera membuka cctv di lantai satu untuk melihat apa benar Keysa berada disana sesuai perkataannya, karena ia masih ingat ucapan Arsen dua minggu lalu untuk berhati-hati dengan Keysa.
“Keysa berada dilantai satu dan tidak ada pelayan yang naik ke lantai dua saat Leila mendapat siraman tadi” gumam Amira dengan bingung.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Amira lalu mengambil hpnya dan menghubungi Arsen untuk memintanya menyelidiki hal ini karena ia tidak tahu harus menyelidikinya dari mana.
“Halo nyonya” ucap Arsen dari seberang.
__ADS_1
^^^“Halo nak Arsen. Apa tante menganggu?” tanya Amira dengan cepat.^^^
“Tidak nyonya. Apa nyonya membutuhkan sesuatu?” tanya Arsen dengan suara dingin.
^^^“Tante ingin meminta kamu untuk menyelidiki kejadian tadi sore di restoran nak” jawab Amira.^^^
“Kejadian apa nyonya?” tanya Arsen dengan cepat.
^^^“Tadi saat Leila datang ke restoran ia tiba-tiba seseorang menyiramnya dengan air bekas pel dari jendela lantai dua tepat diatas pintu masuk restoran nak. Tante sudah mengecek cctv tapi cctv tidak mencakup sampai ke arah sana dan juga tante sudah bertanya ke petugas kebersihan dan Keysa orang yang berada di lantai dua tapi mereka menjawab kalau bukan mereka yang melakukannya dan mereka memiliki alibi yang kuat nak” jawab Amira menjelaskan.^^^
“Baik nyonya biar aku saja yang akan menyelidiki hal ini”
^^^“Iya nak. Jika sudah tahu siapa orangnya tolong beritahu tante ya nak Arsen”^^^
“Baik nyonya”
^^^“Terima kasih banyak ya nak Arsen” ucap Amira dengan suara lembut.^^^
“Sama-sama nyonya” balas Arsen dengan suara dingin.
Amira segera mematikan panggilannya dan segera melanjutkan pekerjaannya mengecek laporan keuangan restoran hari ini dan juga bahan persedian untuk menu besok nanti.
~ Deluxe Casino ~
Arsen menaruh kembali hpnya didalam saku celana setelah menerima panggilan dari tante Amira. Sedangkan Adrian, Sandro, dan Rian menatapnya dengan tajam meminta penjelasan kenapa tante Amira menelponnya.
“Ada yang menyiram nona Leila dengan air bekas pel di restoran nyonya tadi sore” ucap Arsen dengan suara dingin.
“Apa” ucap Sandro dan Adrian dengan kaget.
“Apa nyonya meminta kamu untuk menyelidiki hal itu?” tanya Rian dengan suara dingin dan wajah datar.
“Heemmm! Cctv di lantai dua tidak sampai ke jendela yang berada tepat di atas pintu masuk restoran dan juga nyonya sudah bertanya ke orang yang cocok menjadi tersangkanya, tapi mereka punya alibi yang kuat kalau bukan mereka yang melakukan hal itu” jawab Arsen menjelaskan.
“Siapa orang yang ditanyai oleh nyonya bocah mata empat?” tanya Sandro dengan cepat.
“Petugas kebersihan dan asisten nyonya” jawab Arsen.
“Maksud kamu Keysa orang yang menyuruh pencopet untuk mencopet dompet tante Amira waktu di pasar?” tanya Adrian dengan penasaran.
“Ya” jawab Arsen dengan singkat.
“****! Aku yakin dia orang yang melakukan hal itu ke nona Leila” maki Sandro dengan suara tinggi.
“Kita tidak bisa menuduhnya tanpa bukti” ucap Rian sambil menatap Sandro.
“Aku tidak perlu bukti karena aku yakin dia orangnya. Bukannya dia sangat tergila-gila dengan bos?” tanya Sandro sambil tersenyum menyeringai.
“Aku akan menyelidikinya dulu. Jika memang dia orangnya maka dia harus mendapat hukuman dari aku” jawab Arsen sambil tersenyum menyeringai.
“Lalu bagaimana dengan Liam Kuncoro? Apa kamu sudah tahu rencana licik mereka?” tanya Rian dengan suara dingin.
Seketika semuanya menatap Rian dengan dingin mendengar pertanyaannya barusan, tapi dibalas dengan santai olehnya sambil menyesap tequila miliknya perlahan-lahan.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue………………