Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 238


__ADS_3

Arkan menelan salivanya dengan susah mendapat tatapan intimidasi dari kakak tertuanya. Entah kenapa perasaannya tidak enak, seakan kakaknya itu tahu kalau ia saat ini sedang berbohong.


"Apa kerjaan yang kamu maksud itu di club Zeus?" tanya Rayen dengan suara dingin.


"Hah! Dek kamu pergi ke club?" tanya Leila dengan kaget.


"Sayang ayok lebih baik kita pulang" ajak Denis tak mau ikut campur dengan masalah adik dan kakak iparnya.


"Tapi sayang aku masih penasaran dengan apa yang dibilang ka Rayen barusan" protes Leila dengan bibir mengerucut.


"Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sayang. Aku ingin menjenguk anak kita sayang" balas Denis tegas tak mau dibantah.


"Sayang" pekik Leila dengan mata melotot.


"Ckk!! Apa kamu pikir kami ini patung disini sialan" decak Adrian dengan kesal.


"Ayo sayang jangan pedulikan pria-pria kesepian ini" ajak Denis sambil mengendong istrinya pergi.


Leila memeluk leher sang suami menenggelamkan kepalanya di leher Denis. Wajahnya sudah merah padam sangat malu dengan kelakuan suaminya yang tidak mengenal tempat.


"Adik ipar sialan kamu Denis Arkana" pekik Rayen dengan kesal.


"Kalau begitu aku juga pamit pulang dude" ucap Adrian.


"Ka Adrian tidak mau makan malam dulu" ucap Arkan dengan tatapan memohon agar Adrian jangan pergi dulu.


"Hehehe! Selamat bersenang-senang dengan kakakmu bocah" balas Adrian sambil terkekeh.


Sialan ka Adrian! Dia pasti sengaja agar aku di hajar ka Rayen, batin Arkan dengan kesal.


Setelah kepergian semuanya Arkan menunduk tak berani menatap sang kakak. Sedangkan Rayen ia duduk di sofa sambil berpangku kaki menatap adiknya Arkan dengan tatapan tajam.


"Apa ada yang mau kamu jelaskan ke kakak Arkan?" tanya Rayen dengan suara dingin dan jangan lupa tatapannya yang seakan ingin menelan Arkan hidup-hidup.


Brugh................


"Maafkan aku ka" ucap Arkan berlutut di depan Rayen.


"Ah! Jadi semua laporan Leo ternyata benar ya" ucap Rayen sambil tersenyum menyeringai.


"Ternyata adik aku sudah mengenal dunia malam bahkan sudah merasakan kenikmatan duniawi juga" tambahnya lagi dengan suara berat.


"Maa.....fkan aku kak" ucap Arkan dengan terbata-bata.


Bugh....................prang............


Rayen menendang Arkan tepat di perut hingga terpental mengenai meja di belakangnya sampai pecah.


Bugh..........bugh..........bugh........bugh.........


Tak sampai disitu Rayen bangkit menghajar Arkan dengan brutal. Ia tidak perduli dengan suara jeritan kesakitan Arkan karena saat ini ia sudah diliputi emosi.


Sedangkan pak Jordi berdiri mematung melihat apa yang di lakukan Rayen. Beruntung ia sudah menyuruh pelayan keluar dari sana dan tidak memperbolehkan mereka masuk.


"BERANINYA KAMU MELANGGAR PERINTAH KAKAK ARKAN!" bentak Rayen dengan suara menggelegar.


"Kamu tahu selama ini kakak membebaskan kamu karena kakak yakin kamu tidak akan melakukan hal seperti itu. Tapi ternyata kakak salah dan kamu sudah mengecewakan kakak Arkan" tambahnya lagi tatapan penuh kekecewaan.


"Hiks hiks hiks..........maafkan aku ka.......hiks hiks hiks......maaf ka" lirih Arkan sambil menangis histeris sambil menahan rasa sakit.


Rayen duduk di sofa sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Bahunya bergetar menandakan ia sedang menangis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ia merasa gagal karena tidak bisa menjaga adiknya dengan baik. Padahal selama ini ia berharap adiknya tidak terjerumus ke dunia malam.


Rayen tahu dia bukan orang suci dan pernah melakukan apa yang dilakukan oleh Arkan. Tapi sebagai seorang kakak ia tidak mau adik-adiknya mengikuti jejaknya yang salah.


Arkan yang tahu sang kakak sedang menangis memaksa berdiri. Dengan langkah terseok-seok Arkan menghampiri sang kakak.


Grep..................


"Maafkan aku kak........hiks hiks hiks........maaf" ucap Arkan sambil memeluk Rayen dan menangis histeris.


Rayen membalas pelukan adiknya dan menangis dalam diam. Meski ia sangat marah dengan apa yang dimakan adiknya di luar sana, tapi ia tidak bisa membohongi perasaannya kalau sangat menyayangi Arkan.


"Hiks hiks hiks.........maafkan aku kak.........hiks hiks hiks" lirih Arkan dengan sesegukan.


"Sudah jangan menangis lagi. Kakak sudah memaafkanmu" ucap Rayen dengan suara lembut sambil mengelus kepalabsang adik.


"Aku salah kak.........hiks hiks hiks.......maaf"


"Heemm! Kakak mohon jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Kaka tidak mau adik kakak kenapa-napa apa lagi terkana penyakit kelamin" nasihat Rayen dengan suara lembut.

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukan hal itu lagi ka" ucap Arkan dengan tegas.


"Heeemm! Kakak pegang kata-kataku"


"Iya kak"


Rayen lalu mengendong Arkan di punggungnya menuju ke kamarnya, karena tahu Arkan tidak bisa jalan. Tak lupa ia menyuruh pak Jordi menelpon dokter pribadi keluarga mereka untuk datang mengobati Arkan.


2 Hari kemudian


2 Hari sudah berlalu sejak Arsen di hajar Rayen. Selama 2 hari ia tidak kemana-mana dan berdiam diri di rumah, meskipun begitu Mark dan lainnya tetap mengunjunginya saat mendengar ia di hajar oleh Rayen.


~ Pemakaman Harapan ~


Hari ini Denis memutuskan membawa istrinya ke pemakaman sang papa. Sejak kepulangannya dari Amerika ia belum mengunjungi papanya lagi.


"Sayang" panggil Leila yang melihat suaminya sedari tadi diam.


"Ayok kita masuk sayang" ajak Denis sambil menggenggam tangan sang istri.


Keduanya bergandengan tangan masuk ke dalam area pemakaman. Tak lama keduanya sampai di makam yang bertuliskan Demian Arkana dengan fotonya di sana.


"Papa.........hiks hiks hiks hiks" ucap Denis dengan perasaan hancur dan sedih setiap kali datang kesini.


Grep...............


Leila langsung memeluk suaminya yang terlihat sangat rapuh saat ini. Baru kali ia ia melihat suaminya seperti ini, ia tahu pasti sangat berat untuknya saat ini.


"Kamu yang sabar ya sayang. Aku yakin papa disana tidak mau melihat putranya menangis seperti ini" ucap Leila sambil mengelus punggung sang suami dengan lembut.


"Heeemmm" deham Denis didalam pelukan sang istri.


Setelah bisa mengontrol dirinya, Denis lalu berjongkok didepan makam sang papa. Tak lupa ia menaruh mawar hijau kesukaan papanya yang sama dengan dia.


"Pa hari ini aku datang lagi. Aku bawa bunga kesukaan papa dan juga hari ini aku datang bersama istri dan calon anak kami pa" ucap Denis dengan suara lembut.


"Papa tahu aku sudah tidak sabar menantikan kelahiran anak kami pa. Aku harap papa juga senang melihat kami dari sana dan aku janji akan membuat mama, istri, dan anak kami selalu bahagia terus pa" ucapnya lagi sambil tersenyum manis.


Denis mengelus batu nisan papanya dengan pelan dan ada rasa tenang di hatinya saat melihat foto padanya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Aku sangat menyayangi papa dan terima kasih sudah menjadi papa untuk aku" ucap Denis dengan tulus.


"Halo papa mertua" ucap Leila dengan suara lembut.


"I love you my wife" ucap Denis dengan hati berbunga-bunga.


"I love you too my husband" balas Leila dengan suara lembut.


"Oh ya pa satu lagi yang ingin aku katakan. Maaf kalau aku mengijinkan mama untuk menikah lagi tapi papa tenang saja karena selamanya papa tidak akan pernah tergantikan dengan orang lain di hati kami" ucap Denis dengan suara tegas.


Ehh..............


Leila tercengang mendengar ucapan suaminya, pikirannya berkelana memikirkan apa maksud ucapan sang suami. Apa benar mama Amira akan menikah lagi tapi dengan siapa.


"Sayang" ucap Leila dengan penasaran.


"Ayok kita pulang sayang" ajak Denis sambil tersenyum manis.


"Tapi jelasin ke aku maksud ucapanmu barusan ya sayang" ucap Leila dengan mengebu-gebu.


"Lihat saja sayang"


"Ihh! Kok gitu sih sayang" ketus Leila dengan bibir manyun ke depan.


Cup.................


Mata Leila melotot melihat tingkah suaminya yang menciumnya saat ia sedang kesal.


"Kamu menyebalkan" sarkas Leila kesal sambil menghentakkan kakinya.


Denis terkekeh melihat tingkah sang istri yang sangat menggemaskan. Ia lalu mengikuti istrinya sudah berlalu keluar lebih dahulu degan bibir mengerucut dan terus mengumpatnya.


Ah! Istriku sangat mengemaskan, batin Denis dengan senang.


~ Baker Hotel ~


Waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa hari ini adalah hari pernikahan Rayen dan Claudia.


Tadi pagi keduanya sudah mengucap janji suci di salah satu gereja di Jakarta Pusat dan sudah sah menjadi pasangan suami istri menurut agama dan hukum.


Dan saat ini mereka sedang menggelar acara pernikahan di hotel Baker milik Rayen. Sedari tadi bibir Rayen selalu tersenyum lebar dengan tangan memeluk pinggang sang istri dengan posesif.

__ADS_1


"Ka Rayen selamat ya. Semoga rumah tangga kakak langgeng sampai maut memisahkan dan jangan lupa segera memberikan kami keponakan ya ka" ucap Leila dengan senang.


"Iya dek tapi bukannya kamu lebih dulu yang akan kasih kakak keponakan ya" balas Rayen sambil memeluk sang adik.


"Hehehe! Benar ka jadi nanti anak aku yang akan jadi cucu pertama di keluarga kita" balas Leial sambil terkekeh.


"Iya dek"


"Selamat datang di keluarga kami ka Claudia dan semoga kakak betah dengan sifat dingin kakak aku ya" ucap Leila sambil tersenyum lebar.


"Dek" ucap Rayen dengan mata melotot.


"Terima kasih Leila" balas Claudia dengan malu-malu.


"Selamat buat pernikahan kelian" ucap Denis dengan suara dingin.


"Terima kasih adik ipar" ucap Rayen sambil terkekeh menggoda Denis.


"Ckk!!" decak Denis dengan kesal tak suka di panggil adik ipar.


"Selamat ya buat pernikahan kamu dan Claudia" ucap Adrian.


"Thank's Adrian" balas Rayen sambil tersenyum lebar.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Oh ini dari aku semoga kalian suka" ucap Adrian sambil menyodorkan 2 tiket bulan madu ke Paris.


"Kamu tahu aja kalau aku belum sempat menyiapkan ini" balas Rayen sambil tersenyum lebar.


"Ya karena aku itu peka dan pastinya mengerti hal seperti ini" balas Adrian dengan sombong.


"Cih!" decih Rayen dengan kesal.


Meskipun begitu ia mengakui kalau apa yang dibilang Adrian benar. Pasalnya Adrian itu memang sangat peka dengan hal seperti ini, mungkin karena dia itu mantan seorang aktor terkenal yang sudah banyak membintangi film bergenre romantis.


Malam itu Rayen dan Claudia sangat bahagia karena akhirnya mereka sudah menjadi sepasang suami istri.


Sedangkan di sudut ballroom hotel Steven yang berdiri bersebelahan dengan Arsen menatap ke arah yang sama. Meski keduanya menatap objek yang berbeda.


Kenapa sih Amira selalu menghindar dariku, batin Steven dengan. sedih.


Apa yang terjadi sama aku? Kenapa hatiku sangat sedih saat bocah itu tidak lagi mengirim pesan atau mengubungi aku. Bahkan dia tidak lagi mengantar makan siang untuk aku lagi, batin Arsen dengan gusar.


Phew...............


Keduanya membuang napas dengan kasar serentak dengan pikirkan masing-masing. Sedetik kemudian keduanya saling menatap dan membuang muka melihat siapa yang berdiri di samping mereka.


"Kenapa kamu disini?" tanya Steven dengan suara dingin.


"Suka-suka aku dong. Kenapa juga anda berdiri disini?" tanya balik Arsen dengan suara dingin.


"Terserah aku mau berdiri dimana bukan urusan kamu" ketus Steven.


"Begitu juga dengan aku" balas Arsen tak kalah ketus.


"Cih!!" decih keduanya dengan serentak membuang muka.


Pablo yang melihat keduanya mengerutkan kening penasaran apa yang terjadi dengan mereka.


"Kalian berdua kenapa?" tanya Pablo menghampiri mereka.


"Bukan urusanmu! Pak tua!" jawab keduanya serentak dengan ketus.


"Sialan!" balas Pablo dengan tatapan kesal.


Pablo berangsur pergi dari sana sebelum ia semakin emosi dengan keduanya. Tak lama mata keduanya menatap sosok yang sedari tadi mereka lihat berjalan keluar.


Arsen berjalan menuju lorong barat mengikuti Geby yang keluar entah kemana, sedangkan Steven mengikuti Amira yang pergi ke arah balkon di samping ballroom yang jauh dari tamu pesta.


"Amira" panggil Steven berdiri di belakangnya.


"K......amu kenapa bisa disini?" tanya Amira dengan kaget melihat siapa yang memanggilnya.


"Ckk!! Aku juga diundang oleh Rayen" decak Steven dengan kesal.


"Oh. Kalau begitu aku permisi" ucap Amira segera pergi dari sana.


Grep......................


Steven menarik tangan Amira sehingga ia jatuh ke dalam pelukannya. Dengan cepat Steven memeluk Amira dengan erat tak akan membiarkan Amira pergi.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Denis dengan suara dingin dan tegas mengagetkan keduanya.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...................


__ADS_2