Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 240


__ADS_3

Duar..............


Bagai di sambar petir tubuh Amira menegang mendengar ucapan Denis. Air matanya mengalir terus tak bisa menjawab ucapan Denis barusan.


"Maa.....fkan mama nak.........hiks hiks hiks" lirih Amira sambil menangis histeris.


Ia tidak bisa menjawab ucapan sang anak karena memang perasaan yang ia miliki kepada Steven, sama persis dengan perasaan yang ia rasakan kepada mendiang suaminya.


Amira tadi tidak mengatakan kalau mantan suaminya adalah cinta terakhirnya, karena ia takut ia akan mengkhianati ucapannya sendiri jika di kemudian hari ia ternyata menikah lagi.


Meski semua itu terhalang dari restu sang anak. Biar bagaimanapun kehidupan rumah tangganya nanti ke depan harus ada campur tangan sang anak.


Tes..............


Air mata Denis jatuh sudah tahu jawaban sang mama. Papanya memang bukan cinta terkahir mamanya karena saat ini mamanya sudah jatuh cinta dengan Steven Smith.


"Aku tanya sekali lagi? Apa mama mencintai orang itu?" tanya Denis dengan suara serak dan dingin.


"Hiks hiks hiks..........maafin mama nak........hiks hiks hiks" ucap Amira tak menjawab pertanyaan Denis.


"JAWAB PERTANYAAN AKU MA" hardik Denis dengan suara menggelegar sampai berdiri dari duduknya.


Brugh................


Amira jatuh di lantai merasa tubuhnya sangat lemah padahal ia duduk di sofa. Air matanya terus mengalir dengan deras tak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan Denis.


"Sayang" panggil Leila dengan suara serak terbangun karena suara sang suami.


Denis menatap istrinya dengan tatapan hancur sambil menangis dalam diam. Mata Leila seketika tidak mengantuk lagi melihat suami dan mama mertuanya yang sedang menangis.


"Hiks hiks hiks.........kalian kenapa menangis........hiks hiks hiks?" tanya Leila ikutan menangis menghampiri sang suami.


Grep................


Denis memeluk sang istri dan menangis didalam pelukannya. Leila mengelus punggung suaminya menenangkannya, meski sangat penasaran apa yang terjadi dengan keduanya tapi ia tidak bertanya lagi.


"Mama" panggil Leila dengan sedih melihat sang mama yang menangis di lantai.


Hiks..........hiks.........hiks...........


Suara tangisan terdengar didalam sana entah sampai berapa lama tidak ada yang tahu. Amira sudah duduk di sofa bersebelahan dengan Leila.


Sedangkan Denis ia duduk di sofa tunggal dengan tatapan sulit diartikan sambil menatap mamanya.


"Katakan ma?" desak Denis dengan suara dingin.


"Nak" lirih Amira menatap putranya dneban mata berkaca-kaca.


"Sayang sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Leila dengan bingung menatap keduanya bergantian.


Denis tidak menjawab pertanyaan istrinya dan malah menatap sang mama dengan tatapan tajam. Amira paham kalau anaknya menyuruhnya untuk menjawab dengan jujur pertanyaannya.


Phew.............


Amira membuang napas dengan kasar sambil menutup mata. Ia tidak perduli dengan konsekuensi yang akan ia dapat nanti, untuk saat ini lebih baik dia menjawab pertanyaan sang anak dengan jujur.


"Mama mencintai papamu dan dia nak" ucap Amira dengan suara tegas.


Prang...............


"Sayang" pekik Leila dengan kaget saat suaminya menendang meja didepan mereka sampai hancur.


Amira dan Leila syok melihat apa yang dilakuan. oleh Denis. Sedangkan Denis ia mengepal kedua tangannya dengan kuat dan berlalu masuk ke dalam kamar.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila yang melihat wajah suaminya merah padam menandakan ia sangat emosi, bergegas mengikutinya ke dalam kamar.

__ADS_1


Sedangkan Amira ia duduk di sofa tak tenang memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Maafkan aku mas. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaan aku mas, batin Amira sambil menangis.


Didalam kamar Leila menghampiri suaminya yang duduk di sofa sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


Ia lalu duduk di pangkuan sang suami mengagetkan Denis. Melihat sang istri di depannya, dengan cepat Denis memeluk sang istri dengan erat mencari kenyamanan.


"Ada apa sayang? Cerita sama aku jika kamu ada masalah sama mama?" tanya Leila dengan suara lembut.


"Kamu masih ingat ucapan aku waktu di makam papa tentang mama yang akan menikah lagi sayang?" tanya balik Denis.


"Iya aku masih ingat sayang" jawab Leila dengan cepat.


"Mama mencintai orang lain selain papa sayang"


"Hah! Maksud kamu sayang?" tanya Leila dengan kaget.


Denis menatap istrinya dengan tatapan sendu lalu menceritakan semua tentang apa yang terjadi dengan dia dan mamanya sejak acara makan malam di mansion mereka.


Tak lupa ia juga menceritakan tentang kejadian tadi di ballroom hotel sampai beberapa jam yang lalu.


"Boleh aku kasih pendapat sayang?" tanya Leila dengan suara lembut setelah mendengar cerita suaminya.


"Heemmm" deham Denis sambil mengangguk kepalanya.


"Perasaan setiap manusia tidak ada yang tahu sayang. Entah itu perasan cinta atau sekadar rasa mengagumi saja, bahkan hanya untuk obsesi tidak ada yang bisa menebaknya sayang. Cinta itu tidak mengenal tempat dan waktu, hal itulah yang sekarang sedang mama dan uncle Steven rasakan sayang" papar Leila menjelaskan dengan suara lembut.


"Jika suamiku sangat menyayangi mama berarti kamu harus membiarkan mama mencari kebahagiannya. Coba kamu pikir selama ini mama membesarkan kamu hanya seorang diri tanpa sosok seorang suami, padahal setiap wanita di dunia ini membutuhkan pasangan untuk bersandar sayang" tambahnya lagi sambil mengelus rahang suaminya dengan lembut.


"Jadi aku harus mengijinkan mama untuk menikah lagi sayang?" tanya Denis dengan cepat.


"Jawabannya ada di hati kamu sayang. Aku tahu suamiku akan mendapat jawaban yang tepat dan pastinya suamiku akan melakukan apa saja demi kebahagian mama" jawab Leila sambil tersenyum manis.


"Aku tahu jawabannya sayang" ucap Denis sambil tersenyum manis.


"Terima kasih istriku"


Cup.............


Leila menyambut ciuman lembut dari suaminya, ia sangat senang karena sudah bisa membantu suaminya menyelesaikan masalah suaminya dengan mama mertuanya.


"Kamu jangan tidur dulu sayang tunggu aku karena aku ingin mengunjungi anak kita" bisik Denis dengan suara serak.


"Iya sayang" balas Leila dengan malu-malu.


Denis lalu membawa Leila ke ranjang, setelah itu ia keluar menemui mamanya di ruang tamu. Malam itu ia dengan ikhlas menginginkan sang mama untuk menikah lagi karena ia juga tidak ingin egois.


Apa lagi ia sangat menginginkan mamanya bahagia. Amira sendiri tak menyangka kalau putranya akan mengijinkan dia untuk menikah lagi dengan orang yang ia cintai.


Tapi sebelumnya Denis meminta agar keduanya mengenal satu sama lain dulu jangan langsung menikah.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


2 Hari kemudian


Waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 2 hari berlalu. Selama dua hari Amira yang selalu di kunjungi Steven sudah tidak menghindarinya dan memutuskan untuk memberi kesempatan kepada Steven untuk mendekatinya.


~ BakerTech ~


"Ah! Aku tidak mau mengerjakan ini semua" keluh Arkan dengan kesal saat Leo memberikan setumpuk laporan.


"Ini perintah dari tuan agar tuan muda Arkan menyelesaikan semua laporan perusahan saat tuan bulan madu" ucap Leo dengan suara tegas.


"Tetap aku tidak mau. Ka Leo kan tahu aku tidak suka hal yang berbaur perusahaan apa lagi harus berkutat dengan laporan sialan ini" protes Arkan dengan suara tinggi.


"Baiklah kalau tuan Arkan tidak mau. Terpaksa aku harus melapor kepada tuan" balas Leo dengan santai sambil mengeluarkan hpnya.

__ADS_1


"Stop ka Leo" pekik Arkan dengan suara tinggi.


"Oke aku akan memeriksa semua laporan ini selama ka Rayen bukan madu" ucapnya lagi dengan cepat.


"Pilihan bagus tuan muda Arkan" jawab Leo sambil tersenyum lebar.


"Ckk!!" decak Arkan dengan kesal.


Leo tersenyum melihat Arkan yang terus mengumpat tapi tetap mengerjakan semua pekerjaan yang di suruh Rayen.


Ternyata gampang juga ya buat tuan muda Arkan mengerjakan semua pekerjaan, batin Leo dengan senang.


Kring..............


Arkan melihat nama Mark yang tertera di layar hpnya dengan malas. Ia sebenarnya sudah janjian dengan Mark untuk ke salon hari ini tapi sepertinya harus batal.


"Kenapa tidak di angkat tuan muda Arkan?" tanya Leo kepo.


"Ckk!! Sejak kapan ka Leo tertarik dengan urusan pribadi aku" decak Arkan dengan kesal.


"Mungkin sejak tuan muda Arkan menghendel perusahan selama tuan cuti bulan madu" balas Leo sambil tersenyum lebar.


"Lebih baik ka Leo keluar sana! Aku enek liat wajah jelek ka Leo" sarkas Arsen dengan sinis.


"Baiklah tuan muda Arkan. Semangat ya tuan muda Arkan" ucap Leo sambil mengangkat kedua tangannya menyemangati Arkan.


Phew..............


Arkan membuang napasnya dengan kasar melihat Leo yang sudah keluar dari ruangan sang kakak. Saat matanya melihat laporan didepannya ia semakin berdecak kesal.


^^^"Kenapa" ketus Arkan saat menjawab telpon Mark yang tak menyerah menelponnya sedari tadi.^^^


"Kamu dimana sih dude. Kamu tidak lupa kan janji kita hari ini" ucap Mark dari sebrang.


^^^"Hati ini aku tidak bisa. Kamu pergi saja sendiri"^^^


"Loh memangnya kenapa?" tanya Mark dengan cepat.


^^^"Aku di suruh ka Rayen buat gantiin dia di perusahan selama dia bulan madu" jawab Arkan.^^^


"Oh"


^^^"Kalau kamu mau ke sana tolong belikan aku mocca float dan pizza ya"^^^


"Oke nanti aku belikan"


^^^"Kamu emang sahabat terbaik aku"^^^


"Ckk!! Ada maunya aja baru kamu puji aku" decak Mark kesal dari seberang.


^^^"Hehehehe! Kamu tahu saja" balas Arkan sambil terkekeh.^^^


"Sialan"


Arkan terkekeh melihat panggilan mereka yang sudah terputus. Ia yakin Mark pasti sedang mengutuk dan mengumpatnya di sana.


~ Mansion Ulrico ~


Saat ini suasana di mansion Ulrico terasa sangat mencekam seperti ada awan mendung disana. Padahal cuaca di luar sedang panas terik.


Bagaimana tidak sedari tadi keempat pria berbeda usia hanya diam saja dengan wajah datar dan dingin membuat Geby yang melihat mereka berdecak kesal.


"Sejak kapan kuburan pindah di sini" ucap Geby sengaja menyindir keempatnya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...............

__ADS_1


__ADS_2