
“Ini akibat karena mulut kotormu itu yang sudah menguar informasi bos ke si berengsek Kenzo” ucap Sandro dengan tatapan berkilat tajam.
Terjawab sudah apa yang menjadi pertanyaannya sedari tadi dan Indah ingat jika waktu keluar dari dalam club, ia mendatangi Kenzo dan menghabiskan malam bersama Kenzo di hotel.
Tak lupa memberitahu Kenzo mengenai informasi Denis dan semua yang ia dengar hari itu.
“Jadi karena ini kamu tegas menyakiti sahabat kamu sendiri?” tanya Indah dengan kaget.
“Sahabat? Ckk!! Aku tidak sudi punya sahabat penjual informasi seperti kamu!” bentak Sandro dengan kesal.
Deg………………..
Jantung Indah berdetak dengan cepat mendengar ucapan Sandro barusan, ia yakin jika Sandro pasti sudah mengetahui jika selama ini ia adalah orang yang selalu memberikan informasi mengenai keduanya kepada Kenzo.
“Sesuai tebakanmu bi**h kalau aku itu sudah tahu tentang bisnis kecilmu dengan Kenzo” ucap Sandro sambil tersenyum smirk.
“Tolong ampuni aku Sandro. Aku di paksa oleh Kenzo jika tidak dia akan membunuhku” pinta Indah dengan memohon.
“Terlambat Indah! Selama ini aku diam saja ingin agar kamu mengakui semua perbuatanmu karena masih menganggap kamu sahabat aku! Tapi untuk sekarang aku tidak sudi lagi punya sahabat seperti kamu sialan!” bentak Sandro dengan suara menggelegar.
“Aku mohon Sandro tolong maafkan aku sekali ini saja” lirih Indah tak ingin dibunuh.
“Max potong li**hnya dan patahkan semua jari-jari tangannya lalu lempar dia ke jalanan” titah Sandro dengan suara tegas.
“Baik bos”
“Tidak! Aku mohon Sandro jangan lakukan itu. Aku mohon Sandro” teriak Indah dengan histeris.
“Sebaiknya kamu senang karena aku mengampuni kamu dengan membiarkan kamu hidup ja***g. Tapi kamu tetap harus mendapat hukumannya” ucap Sandro dengan tatapan tajam menatap Indah seakan ingin menelannya hidup-hidup.
“Hiks hiks hiks……………aku mengaku salah Sandro……………..hiks hiks………….aku mohon ampuni aku…………hiks hiks hiks” ucap Indah sambil menangis histeris.
Sandro berlalu pergi dari sana tak perduli dengan teriakan dan tangisan Indah yang meminta ampun kepadanya.
Arrrgghhh…………………
Suara jeritan Indah bergema didalam sana membuat semua anak buah Black Damon bergidik ngeri, melihat Indah yang dihukum sesuai perintah Sandro barusan. Sandro berdiri di luar markas sambil menghisap rokok dan membuangnya lalu pergi dari sana.
Keesokan harinya seperti biasa DA Bank dan DA Corp hari ini sangat sibuk untuk mempersiapkan ulang tahun perusahaan DA Corp yang akan di gelar 4 hari lagi di hotel Hilton.
Saat ini Denis sedang memimpin meeting bulanan di ruang meeting bersama dengan Rian, sedangkan Sandro sedang berangkat ke Bali untuk mengecek proyek resort milik Denis yang saat ini sedang ia bangun sebagai hadiah ulang tahun mamanya 3 bulan lagi.
“Presdir ada undangan dari BakerTech untuk acara peresmian mall mereka besok” ucap Rian sambil memberikan undangan tersebut ke Denis yang tadi diberikan direktur Steven setelah selesai meeting tadi.
“Jadi mall itu sudah jadi ya” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
“Benar presdir”
“Beritahu direktur Steven jika kita akan datang seperti waktu acara ulang tahun BakerTech” titah Denis dengan suara tegas.
“Baik presdir”
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Jam berapa Arsen datang?” tanya Denis sambil membaca laporan meeting tadi.
“Katanya dia akan datang setelah jam makan siang presdir” jawab Rian dengan suara dingin.
“Suruh dia ke ruanganku saat dia datang” ucap Denis memberi perintah.
“Baik presdir”
__ADS_1
“Panggil Max kesini”
“Baik presdir”
Rian segera keluar dari ruangan Denis dan melakukan apa yang disuruh oleh Denis barusan.
Sedangkan di lobby perusahaan saat ini Adrian datang bersama dengan Lola manajernya dan ia kaget saat melihat tante Amira yang sedang berdiri di depan resepsionis.
“Tante Amira” panggil Adrian dengan suara kencang membuat Amira berbalik menoleh ke belakang.
Amira mengerutkan keningnya saat melihat orang yang tidak ia kenal memanggilnya dari belakang. Lola yang melihat wajah kaget wanita paruh baya didepannya memutar malas matanya, karena artisnya tidak sadar dengan penampilannya yang tertutup saat memanggil orang.
“Ckk!! Artis bodoh” umpat Lola dengan mengejek.
“Maaf anda siapa? Apa saya mengenal anda?” tanya Amira dengan sopan.
“Tante ini aku Adrian” bisik Adrian sambil menurunkan kaca matanya sedikit agar Amira mengenalinya.
“Ad ini kamu nak” pekik Amira dengan kaget.
“Iya tante ini Ad sahabat anak tante yang menyebalkan itu! Hehehe” balas Adria sambil terkekeh.
“Tante kangen banget sama kamu Ad. Kenapa kamu udah jarang main ke rumah dan restoran tante nak?” tanya Amira dengan menggebu-gebu.
“Ya biasalah tante jadwal aku padat banget tante” jawab Adrian sambil memeluk Amira.
“Aku tahu tante pasti mau jenguk si gunung es itu kan” tebak Adrian.
“Hehehehe! Kamu ini masih saja panggil anak tante seperti itu. Awas loh nanti dia dengar” ucap Amira sambil terkekeh.
“Aku itu omong sesuai fakta tante dan memang kenyataannya dia orangnya dingin banget tante” balas Adrian dengan cepat.
Amira hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Adrian yang memang benar, anaknya itu sangat dingin kepada orang lain selain dirinya.
Ting………………
Lift akhirnya berhenti di lantai ruangan presdir di lantai 80 dan saat keluar dari dalam lift Amira berdecak kagum melihat interior perusahaan milik anaknya yang baru kali ini ia lihat.
“Jangan bilang tante baru kali ini kesini?” tanya Adrian dengan menebak.
“Benar nak Adrian. Tante baru kali ini kesini” jawab Amira.
“Bagaimana bisa tante? Apa Denis tidak mengajak tante kesini?” tanya Adrian dengan kaget.
“Kamu kan tahu identitas Denis masih disembunyikan selama ini dan jika tante kesini pasti banyak yang akan bertanya. Lagian tante selama ini sangat sibuk dengan restoran tante nak” jawab Amira menjelaskan.
“Nyonya besar” ucap Rian yang kaget melihat kedatangan Amira.
“Dimana bos dinginmu itu?” tanya Adrian.
“Presdir didalam ruangannya sedang memeriksa laporan” jawab Rian.
“Apa tante menganggu Denis jika kesini tidak memberitahunya nak?” tanya Amira dengan suara lembut.
“Itu tidak mungkin tante. Lagian tante kan mamanya” jawab Adrian dengan cepat.
“Benar yang dibilang Adrian nyonya besar. Biar aku beritahu kedatangan nyonya” tambah Rian membenarkan ucapan Adrian.
“Baiklah nak” ucap Amira sambil tersenyum manis.
Rian segera memberitahu kedatangan Amira dan Adrian kepada Denis dan tak disangka Denis sendiri yang langsung menyambut kedatangan mamanya didepan pintu.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Terima kasih ya nak. Tante masuk dulu” ucap Amira kepada Rian.
“Sama-sama nyonya besar” balas Rian dengan sopan.
Denis lalu mengandeng mamanya masuk ke dalam sana diikuti oleh Adrian, sedangkan Lola seperti biasa ia menunggu di ruang tunggu hingga Adrian selesai berbicara dengan Denis.
Sampai didalam ruangan Denis, Amira kembali berdecak kagum melihat interior ruangannya yang terlihat sangat mewah, elegan, dan berkelas.
Bahkan pilihan warna hitam dan abu-abu membuat ruangan itu menampilkan kesan dari pemiliknya yang dingin tidak tersentuh.
“Kenapa mama tidak mengabariku jika mau kesini?” tanya Denis dengan suara lembut.
“Mama hanya ingin membuat kejutan buat kamu nak sekalian ingin melihat tempat kerja anak mama” jawab Amira sambil tersenyum manis.
“Tadi aku ketemu tante Amira di resepsionis dude jadi aku ajak aja langsung kesini” ucap Adrian.
“Heemm”
“Ckk!!” decak Adrian dengan kesal melihat sikap dingin Denis yang selalu membuatnya kesal setiap kali bertemu.
“Mama bawakan makan siang buat kamu nak” ucap Amira sambil menaruh paper bag diatas meja.
“Kebetulan banget aku belum makan siang ma” ucap Denis dengan suara lembut.
“Tante buat aku ada tidak?” tanya Adrian dengan cepat.
“Buat kamu tidak ada. Beli sana sendiri” jawab Denis dengan suara dingin.
“Jangan dengarkan Denis nak Adrian ini tante bawanya banyak” ucap Amira sambil memberikan satu kotak makan siang ke Adrian.
“Terima kasih tante. Aku akan menghabiskannya” ucap Adrian dengan senang.
Amira lalu mengambil 2 kotak makan siang dan membawanya keluar memberikan ke Rian dan Lola agar mereka juga bisa makan siang. Rian senang bukan main karena mendapat makan siang gratis dari sang nyonya besar, karena makanannya sangat enak.
Setelah selesai makan siang, tiba-tiba Arsen datang menemui Denis sesuai dengan pesan yang dikirim Rian tadi untuk segera menemui Denis saat ia datang.
“Nak Arsen apa kamu sudah makan siang?” tanya Amira dengan suara lembut.
“Sudah tadi bersama mama dan kedua kakak saya nyonya” jawab Arsen.
“Oh tante kira belum ini ada makan lebih yang tante bawakan buat Denis”
“Terima kasih nyonya tapi saya sudah makan”
“Iya nak”
“Mama nunggu Denis kerja sampai jam pulang atau mau pulang sekarang?” tanya Denis.
“Mama pulang saja nak kebetulan mama sore ini ada arisan dengan teman-teman mama nak” jawab Amira.
“Arsen beritahu Tom untuk mengantar mamaku” titah Denis dengan suara dingin.
“Baik bos”
“Oh ya nak, mama lupa beritahu kamu kalau dompet mama hilang kemarin saat ke pasar tradisional nusantara” ucap Amira yang ingat ingin memberitahu anaknya mengenai dompetnya.
“APA” teriak Denis dengan suara melengking mengagetkan semua didalam sana karena teriakannya barusan.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue……………….