Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 122


__ADS_3

Bunyi pecahan kembali terdengar diatas sana membuat semua anak buah Riski Akbar yang berada di lantai satu segera menjauh dari sana karena tidak ingin menjadi pelampiasan emosi ketua mereka.


Hanya Marco saja yang setia bertahan di atas karena sudah terbiasa dengan tabiat bos mereka, meskipun begitu Marco jarang sekali menjadi pelampiasan ketua mereka karena dia adalah orang kepercayaan Riski Akbar sekaligus orang yang tahu luar dalam sifat seorang Riski Akbar.


“Cari siapa orang itu dan segera bawa dia ke hadapanku” titah Riski Akbar dengan tatapan membunuh.


“Baik bos” jawab Marco dengan patuh dan berlalu pergi dari sana.


“Kamu sudah salah memilih lawan kali ini bangsat! Lihat saja jika aku mengetahui siapa kamu maka kamu akan ku buat menangis darah!” ucap Riski Akbar dengan dendam yang membara.


“Apa ini ulah Black Devil” gumamnya lagi dengan pikiran kemana-mana.


Otaknya sakit memikirkan siapa yang kemungkinan besar menjadi musuhnya  kali ini, karena dalam semalam saja semua gudang penyimpanan barang haramnya terbakar dan beruntung mereka tidak menyentuh bisnisnya yang selama ini ia sembunyikan.


Aku harus segera mengirim pesanan MR. A sebelum musuhku mengetahui bisnis aku yang ini, batin Riski Akbar.


Ia segera pergi keluar untuk melihat langsung pesanan Mr.A yang akan dikirimkan malam ini dan tanpa ia sadari ternyata salah satu anak buahnya adalah Jeki anggota mafia Black Devil yang sedang menyamar ke dalam geng mereka.


Bos Sandro


^^^“Bos ternyata Riski Akbar punya usaha lain dan aku akan mengirimkan lokasinya setelah tiba disana”^^^


Jeki segera menghapus pesannya dan masuk ke dalam mobil untuk mengawal Riski Akbar menuju lokasi bisnis haramnya yang lain.


~ Markas Utama Black Devil ~


Sandro terkekeh membaca pesan yang dikirim oleh Jeki dan sudah tak sabar ingin menghancurkan bisnis Riski Akbar yang lainnya sebelum lusa menyerang markas mereka.


“Ada apa kamu mencari aku Sandro?” tanya Bimo dengan penasaran.


“Urus dia dan buat wajahnya tidak ada luka atau memar karena aku ingin merekamnya” jawab Sandro sambil menunjuk orang yang semalam menabrak Leila dan juga orang yang ada dalam skandal Leila saat ini.


“Siapa dia?” tanya Bimo dengan penasaran.


“Orang yang ada di skandal nona Leila” jawab Sandro sambil mengambil rokok dan menghisapnya.


“Oh”


Bimo segera melakukan apa yang disuruh oleh Sandro dan setelah selesai Sandro segera memaksa orang itu mengaku semua perbuatannya serta mengklarifikasi kalau Leila tidak bersalah. Selesai mendapat rekaman pengakuannya Sandro segera menyuruh Max memasukkannya ke dalam sel tahanan.


“Ka Sandro” panggil Arkan saat turun dari lantai dua.


Sandro menengok ke samping dan kaget melihat Arkan yang di perban hampir seluruh badan. Matanya lalu tertuju kepada orang di belakang Arkan yang juga sama sepertinya dan sedang dipapah oleh Lola manajer Adrian Castel.


“Kalian berdua sudah seperti mummy………….hehehehe” ucap Sandro sambil terkekeh.


“Ckk!! Beritahu gunung es sialan itu kalau aku akan membom perusahaannya itu” hardik Adrian dengan decak kesal.


“Memangnya kamu berani Adrian? Sebelum kamu melakukan itu kamu sudah lebih dulu berada di tempat pemakaman!” ejek Sandro.


“Bangsat kamu Sandro!” maki Adrian dengan suara tinggi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sandro berlalu pergi tak mengubris makian Adrian karena menurutnya itu tidak penting. Amira yang melihat kelakuan Adrian dan Sandro hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tahu keduanya itu selalu saja mengejek satu sama lain.


Adrian lalu memutuskan ikut ke rumah Amira karena tidak ingin pulang ke rumah utama dan bertemu keluarganya apa lagi kakeknya sedang pergi memancing bersama teman-temannya dan tidak akan pulang selama 1 minggu.

__ADS_1


Didalam mobil Amira duduk di kursi belakang sambil mengenggam kedua tangan Leila seakan memberitahunya kalau semua akan baik-baik saja.


“Ma” panggil Leila dengan suara lembut.


“Iya sayang. Apa kamu menginginkan sesuatu?” tanya Amira dengan suara lembut.


“Aku ingin ke supermarket ma. Aku ingin membeli pembalut ma” jawab Leila sambil berbisik.


“Baiklah sayang” ucap Amira sambil tersenyum manis.


Amira lalu menyuruh Rasya untuk singah nanti di supermarket di dekat rumahnya. Rasya lalu memberi kabar kepada para pengawal Leila dan Amira di belakang mereka untuk berjaga nanti di supermarket.


~ SevenEleven ~


Mobil Amira dan lainnya berhenti didepan SevenEleven, Leila bergegas turun karena ingin membelinya sendiri di temani dua pengawal sedangkan Amira menunggunya didalam mobil.


Tak jauh dari tempat mereka ternyata Kenzo dan anak buahnya ternyata sedari tadi mengikuti mereka saat melihat mobil Amira lewat persimpangan di belakang sana. Ia tersenyum menyeringai memikirkan sebuah ide di kepalanya.


“Suruh mereka culik perempuan sialan itu dan jangan sampai pengawalnya tahu” titah Kenzo dengan suara dingin.


“Baik bos” jawab Dio salah satu anak buah kepercayaannya jika Ando dan Jason sedang sibuk dan tidak bisa mengawalnya.


Dio lalu menyuruh anak buahnya untuk menculik Leila didalam sana dan juga jangan sampai di ketahui oleh pengawal Leila yang sedang berjaga di luar. Didalam supermarket Leila segera membeli barang yang ia butuhkan dan juga beberapa keperluannya yang lain.


“Kalian tunggu disini. Aku ingin ke toilet sebentar” ucap Leila kepada kedua pengawal yang mengikutinya sedari tadi.


“Baik nona Leila” ucap keduanya dengan serentak.


Leila segera menuju lorong menuju ke toilet dan tanpa ia sadari ada 2 orang anak buah Kenzo yang juga mengikutinya karena ingin ke toilet pria yang berada tepat didepan toilet wanita.


Eemmpphh………………eemmpphhh………….


Salah satu dari mereka lalu memakai baju cleaning service dan mendorong peralatan kebersihan keluar dari sana setelah memasukkan Leila ke dalam box sampah berukuran besar. Ia menunduk melewati kedua pengawal Leila dan bergegas menuju pintu belakang dengan cepat.


^^^“Bos paket sudah ditangan” lapor orang tadi lewat earpiece.^^^


“Bagus. Segera pergi dari sana sebelum mereka menyadarinya” titah Dio dari seberang.


^^^“Baik bos”^^^


Ia lalu mengendong Leila masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di belakang dan bergegas pergi dari sana. Sedangkan temannya keluar lewat pintu masuk melewati pengawal Leila didepan sana dengan santai.


Kenzo tersenyum menyeringai lewat mobil Amira yang sedang menunggu Leila didalam supermarket. Ia segera menyuruh Dio membawa Leila menuju ke vilanya di puncak tak lupa menyuruh Ando menyusulnya dan membawa surat pengalihan saham.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


1 Jam kemudian


Amira menatap jam tangannya melihat sudah jam berapa karena sudah 1 jam Leila didalam sana dan belum keluar juga.


“Nak Rasya coba kamu cek Leila didalam sana” pinta Amira dengan cemas.


“Baik nyonya”


Saat Rasya keluar dari dalam mobil tiba-tiba kedua pengawal Leila berlari menuju ke arahnya dengan wajah panik membuat dia menatap mereka dengan tatapan menyelidiki dan tahu jika ada sesuatu yang buruk sedang terjadi.


“Bo…s” ucap keduanya dengan napas satu-satu.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Rasya dengan suara dingin.


“Itu nona Leila bos………kami kehilangan nona Leila bos” ucap salah satunya dengan cepat.


“Apa maksudmu? Bukannya kalian berdua yang menjaga nona Leila didalam sana?” tanya Rasya dengan bingung.


“Tadi nona Leila menyuruh kami menungu didepan lorong menuju toilet bos. Tapi sudah 1 jam kami menunggu nona tidak keluar juga, lalu kami menerobos masuk untuk mengecek nona tapi nona tidak ada bos” papar salah satu dari mereka menjelaskan.


“BAGAIMANA BISA KALIAN KEHILANGAN NONA LEILA BERENGSEK!” bentak Rasya dengan suara menggelegar.


“Maafkan kami bos” ucap keduanya dengan menunduk.


Bugh……….bugh……………bugh……………bugh………


Rasya menghajar keduanya dengan brutal karena sudah lalai menjaga Leila. Amira yang melihat hal itu bergegas keluar dan menghentikan mereka karena sudah menjadi pusat perhatian.


“Apa yang kamu lakukan Rasya?” tanya Amira dengan suara tinggi.


“Cari nona Leila sampai dapat sebelum aku membunuh kalian berdua” bentak Rasya tak mengubris pertanyaan Amira.


“Ba….ik bos” jawab keduanya dengan terbata-bata.


Keduanya dan semua anak buah Rasya segera menyisir supermarket mencari Leila bahkan meminta melihat cctv di pihak supermarket tapi tidak juga menemukan keberadaan Leila.


“Apa maksudmu nak Rasya? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Amira dengan penasaran.


“Nona Leila sepertinya di culik nyonya” jawab Rasya dengan wajah serius.


“APA” pekik Amira dengan kaget.


Amira syok dan hampir saja terjatuh ke belakang beruntung salah satu pengawal menangkapnya sehingga tidak jatuh. Wajahnya seketika pucat memikirkan Leila yang tiba-tiba hilang didalam supermarket dan dipastikan ia pasti diculik.


“Nyonya anda baik-baik saja?” tanya Rasya dengan khawatir.


“Hp! Ambil hp aku” jawab Amira dengan suara lemah.


Rasya segera mengambil hp Amira didalam mobil dan sempat melihat hp milik Leila juga berada didalam. Amira dengan gemetar segera menekan tombol panggil ke kontak Anakku.


“Halo ma” ucap Denis dengan suara lembut dari seberang.


^^^“Denis………….hiks hiks hiks hiks” tangis Amira pecah membuat Denis diseberang sana jadi panik.^^^


“Mama kenapa ma? Apa mama sakit ma?” tanya Denis dengan khawatir.


^^^“Hiks hiks hiks hiks………………Leila nak” jawab Amira dengan sesegukan.^^^


“Leila kenapa ma? Apa yang terjadi dengan Leila ma?” tanya Denis dengan cepat.


^^^“Leila diculik nak”^^^


“APA” pekik Denis dengan suara tinggi dari seberang.


Prang……………….prang……………….prang………………


Amira semakin gemetar mendengar suara pecahan dari seberang sana dan ia yakin pasti saat ini Denis sedang mengamuk disana mendengar berita yang ia sampaikan barusan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue………………


__ADS_2