
Amira memeluk satu-satunya foto keluarga Arkana yang lengkap sewaktu suaminya masih hidup dengan erat, mengingat bagaimana menderitanya sang suami di akhir hidupnya.
Waktu itu ia dan suaminya harus membanting tulang untuk mencari nafkah setelah mereka menikah. Ia masih ingat dengan jelas saat orang suruhan papa mertuanya menghancurkan usaha mereka.
Aku tidak akan pernah lupa rasa sakit yang kamu alami di akhir hidupmu mas, batin Amira dengan sedih.
Hiks……………….hiks…………….hiks………………..
Amira menangis dengan pilu mengingat saat ia menemani suaminya di tempat tidur mereka, ketika suaminya harus menahan sakit di tubuhnya. Waktu itu mereka tidak bisa berobat untuk menyembuhkan penyakit yang diderita suaminya karena tidak punya uang.
Ia ingat kata-kata terakhir suaminya yang mengatakan sangat bahagia bisa menikahinya, dan mempunyai seorang putra yang sangat tampan dalam hidupnya. Air matanya terus berjatuhan mengingat kenangan mereka dulu.
Kring………………………
Hp Amira tiba-tiba berbunyi membuat Amira segera menghapus air matanya dan menormalkan suaranya yang serak, karena menangis saat melihat nama Anakku tertera di layar hpnya.
^^^“Halo” ucap Amira dengan suara pelan.^^^
“Ma” panggil Denis dengan suara lembut.
^^^“Kenapa nak? Apa kamu sudah merindukan mama?” tanya Amira dengan cepat.^^^
“Jangan menangis ma karena aku tidak suka melihat air mata mama jatuh” jawab Denis dengan sendu dari seberang.
Hiks……………hiks………………hiks……………….
Tangis Amira yang sedari tadi ia tahan agar tidak tumpah saat berbicara dengan Denis akhirnya keluar juga. Denis diseberang sana diam membiarkan mamanya menangis sampai ia merasa lega.
“Apa sudah lebih baik ma?” tanya Denis dengan suara lembut.
^^^“Iya nak. Mama sudah merasa lebih baik” jawab Amira dengan suara lembut.^^^
“Jika mama sedih cerita sama aku ma jangan memendamnya sendiri” ucap Denis dari seberang.
^^^“Mama cuma ingat sama papa kamu nak dan mama sangat sedih disaat akhir hayat papa kamu ia harus menahan rasa sakit di tubuhnya hanya untuk tidak membuat mama khawatir” papar Amira memberitahu apa yang ia rasakan.^^^
“Ma papa udah bahagia disana dan tidak harus merasakan sakit itu lagi ma” ucap Denis dengan lirih.
^^^“Ya mama tahu nak. Mama hanya teringat akan papamu saja” balas Amira.^^^
“Jika mama kangen sama papa mama bisa melihat foto aku karena muka kami sangat mirip ma” usul Denis.
^^^“Benar nak. Kamu dan papa kamu itu seperti pinang di belah dua tidak ada bedanya sedikit pun! Mungkin hanya tinggi kalian yang beda karena kamu jauh lebih tinggi dari papa kamu” ucap Amira membenarkan ucapan Denis.^^^
“Iya ma”
^^^“Kamu sekarang lagi dimana nak dan apa kamu sudah makan malam?” tanya Amira dengan cepat.^^^
“Sudah ma. Aku berada di markas ma masih mengurus urusan markas baru berangkat ke Amerika” jawab Denis dengan jujur.
^^^“Nak kamu tidak melakukan tindakan kriminal kan?” tanya Amira dengan cemas.^^^
“Tidak ma. Mama percayakan sama aku?” tanya balik Denis.
^^^“Mama sangat percaya sama kamu nak tapi mama tidak ingin kamu terjerumus ke jalan yang tidak benar nak” jawab Amira dengan suara tegas.^^^
“Tenang ma aku tidak melakukan hal-hal yang mama takutkan dalam kelompokku. Nanti setelah aku pulang dari Amerika baru aku ajak mama ke markas aku”
^^^“Baiklah nak. Ingat jaga selalu kesehatanmu disana”^^^
“Heemmm! Mama juga jaga kesehatan mama dan besok Sandro akan bertemu dengan mama ingin memberitahu mama sesuatu”
^^^“Baiklah nak”^^^
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Denis segera mematikan panggilannya sepihak karena tidak ada lagi yang mau ia katakan kepada mamanya. Amira sendiri segera menaruh kembali foto keluarga mereka dan segera pergi ke kamar untuk tidur.
~ Kediaman Baker ~
Hiks………………….hiks………………..hiks……………….
Leila menangis tersedu-sedu di ruang santai yang berada di lantai dua sambil memeluk foto keluarganya. Ia merasa sangat syok setelah mendengar penjelasan ka Leo tadi mengenai masalah perusahaan selama ini.
Ia juga baru mengetahui jika orang yang selama ini sangat dipercayai oleh daddynya, dan sudah menganggap dia seperti adik kandungnya sendiri tega mengkhianati daddynya.
Apa lagi menurut informasi dari ka Leo kalau paman Abraham adalah orang dibalik kecelakaan kedua orangnya dan kakaknya.
__ADS_1
“Kenapa paman Abraham sangat jahat kepada keluarga kita daddy?” tanya Leila tak habis pikir sambil menatap foto daddynya.
Kring……………….
Bunyi hp Leila berderiang membuat dia segera melihat ke arah hpnya untuk melihat siapa yang menelpon dan ternyata itu adalah Denis.
^^^“Halo” ucap Leila dengan suara serak.^^^
“Mau aku habisi orang yang sudah membuat kamu menangis sayang?” tanya Denis dengan suara tegas dari seberang.
^^^“Hiks hiks hiks…………..kamu tahu sayang?” tanya Leila sambil menangis sesegukan.^^^
“Sudah ku bilang! Aku selalu mengawasi kamu 24 jam sayang dan aku juga tahu apa yang kamu lakukan saat ini” jawab Denis.
Hiks…………….hiks…………….hiks…………….
Tangis Leila pecah seakan memberitahu Denis apa yang saat ini sedang ia rasakan, Denis sendiri hanya diam membiarkan kekasihnya menangis sampai puas.
“Sudah lebih baik?” tanya Denis dengan suara lembut.
^^^“Ya” jawab Leila dengan singkat.^^^
“Serahkan masalah perusahaan ke Leo sayang dan mulai besok kamu tidak boleh kemana-mana dan biarkan Leo dan sekertarismu yang menghadiri semua meeting nanti” titah Denis dengan suara tegas.
^^^“Tapi itu tugas aku sebagai seorang presdir sayang” ucap Leila keberatan.^^^
“Seorang presdir bebas menyuruh karyawannya untuk menggantikannya sayang”
^^^“Tapi” ucap Leila yang langsung di potong Denis.^^^
“LEILA” ucap Denis dengan suara tegas menekan kalimatnya.
^^^“Baiklah sayang” ucap Leila pasrah mengikuti ucapan kekasihnya karena tidak ingin membuat Denis sampai emosi.^^^
“Ini semua demi kebaikan kamu sayang karena mereka bukan musuh yang dianggap sepele. Jadi aku mohon kamu mengerti sayang” ucap Denis dengan suara lembut.
^^^“Maafkan aku sayang karena tidak berpikir sampai ke sana”^^^
“Heemmm! Jaga diri kamu selama aku tidak ada ya sayang”
^^^“Iya sayang. Kamu juga disana jaga diri baik-baik dan tolong jaga Arkan ya sayang”^^^
Leila menatap panggilan mereka yang sudah terputus kebiasaan kekasihnya yang selalu memutuskan panggilan sepihak sebelum ia membalas ucapannya.
“Kak aku mohon kakak cepat sadar karena kami sangat membutuhkan kakak” ucap Leila dengan sendu menatap potret kakaknya di dinding.
2 Minggu kemudian
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 2 minggu berlalu sejak Denis menelpon mama dan kekasihnya. Selama 2 minggu terakhir Denis tidak ada kabar sedikit pun, karena ia sudah berada di Amerika bersama Arkan, Bimo, dan anak buahnya yang lain.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Ya karena Arkan yang masih butuh pengobatan meski sudah bisa beraktifitas seperti biasa, jadi Denis membawa Bimo untuk mengikutinya selama 2 bulan nanti disana dan menyuruh dokter terbaik untuk menjaga ibunya di markas.
~ Kantor Polisi Jakarta Pusat ~
Detektif Gilang bersama Arsen menatap Surya Sanjaya lewat kaca satu sisi tepat bersebelahan dengan ruang interogasi.
Hari ini adalah hari kelanjutan interogasi kasus firma hukum Sanjaya yang terlibat korupsi dan menerima suap dari beberapa perusahaan besar, untuk meloloskan mereka dari pajak.
“Aku ingin berbicara dengan sialan itu” ucap Arsen dengan suara dingin.
“Tolong! Itu yang harus kamu katakan sebelum meminta sesuatu” ucap detektif Gilang dengan sinis.
Arsen menatapnya dengan wajah datar dan berlalu pergi dari sana tak membalas ucapan detektif Gilang, membuat detektif Gilang hanya bisa melongo melihat kelakuan seorang Arsen Sanjaya.
Tak berapa lama Arsen sudah berada didalam ruang interogasi dan melirik ke arah kaca tahu jika saat ini detektif Gilang sedang mengawasi mereka. Bibirnya tersenyum menyeringai, membuat detektif Gilang menebak jika Arsen akan melakukan sesuatu yang gila didalam sana.
“Lama tidak bertemu tuan Surya Sanjaya yang terhormat” ucap Arsen sambil tersenyum menyeringai.
“Anak sialan! Beraninya kamu menunjukkan mukamu di hadapanku!” bentak Surya dengan suara tinggi.
“Bagaimana? Apa anda suka dengan hadiah perceraian anda dari saya! Hehehehe?” tanya Arsen sambil terkekeh.
“Jadi ini semua ulah kamu berengsek! Bangsat! Beraninya kamu mengusik firma hukum milikku sialan” teriak Surya dengan emosi.
“Karena firma hukum anda sudah waktunya tutup pak tua. Apa lagi firma hukum anda itu penuh dengan manusia munafik dan penjilat” ucap Arsen dengan suara dingin.
__ADS_1
“Terlebih pimpinan mereka yang gila akan kekuasaan dan uang” tambahnya lagi dengan tatapan tajam.
“AN***G! ANAK KURANG AJAR KAMU BERENGSEK! AKU MENYESAL SUDAH MEMBUATMU ADA DI DUNIA INI ANAK DURHAKA” hardik Surya dengan suara menggelegar.
“AKU LEBIH MENYESAL PUNYA AYAH SEPERTI ANDA SIALAN!” bentak Arsen dengan wajah berkilat emosi.
“Aku akan membunuhmu anak sialan. Beraninya kamu mengusik seorang Surya Sanjaya” ucap Surya dengan tatapan tajam.
“Silahkan tuan Surya. Tapi sebaiknya anda pikirkan dulu cara untuk keluar dari lapas penjara” balas Arsen sambil tersenyum penuh arti.
“Berengsek! Kamu memang anak sialan tidak tahu diuntung sama seperti ibumu yang bodoh itu!” bentak Surya dengan emosi.
Seketika mata Arsen berkilat tajam mendengar ucapan ayahnya yang mengatai ibunya bodoh. Dengan langkah panjang ia maju ke depan, membuat Surya menelan salivanya dengan susah merasa ketakutan dengan tatapan Arsen.
Bugh…………………
“F**k” maki detektif Gilang saat Arsen memukul ayahnya didalam sana.
Ia segera berlari keluar menuju ruang interogasi untuk menghentikan Arsen yang sudah diliputi emosi didalam sana. Sedangkan Arsen dengan brutal menghajar ayahnya, tak memberinya waktu untuk bernapas atau mengelak dari pukulannya.
Brak……………
“HENTIKAN ARSEN!” bentak detektif Gilang dengan emosi sehingga membuka pintu ruang interogasi dengan kuat.
Bugh….....bugh………..bugh………..bugh…………
Arsen seakan tuli tidak menggubris ucapan detektif Gilang dan terus menghajar ayahnya membuat detektif Gilang dan Luki segera menarik Arsen dan memisahkan keduanya.
“Lepaskan aku sialan!” bentak Arsen dengan suara tinggi.
“Kontrol emosimu Arsen” hardik detektif Gilang dengan suara tak kalah tinggi.
“Lepas anj**g! Aku bilang lepaskan aku bangsat” maki Arsen dengan emosi.
Mata Luki melotot lebar mendengar makian Arsen yang berani memaki komandan mereka, padahal selama ini tidak ada satu orang pun yang berani membentak atau memaki komandannya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Wah tuan muda Sanjaya berani juga memaki komandan, batin Luki dengan kaget.
Brak………………
Tak lama pintu ruang interogasi kembali dibuka dengan kuat mengagetkan detektif Gilang dan Luki didalam sana melihat siapa yang datang.
“Sudah cukup bermainnya bocah” ucap Sandro dengan suara tegas.
“Diam kamu sialan. Biarkan aku membunuh bangsat ini” maki Arsen dengan emosi.
Bugh……………..
Tak berkata apa-apa Sandro lalu memukul Arsen tepat di rahangnya, membuat dia seketika tenang dan tak berontak dalam pegangan detektif Gilang dan Luki. Keduanya di buat syok oleh tindakan Sandro barusan yang tiba-tiba saja memukul Arsen.
“Jika dia mati sekarang maka tidak akan seru bocah. Lebih baik dia merasakan kesakitan yang ibumu rasakan selama ini sebelum dia pergi dari dunia ini” ucap Sandro sambil tersenyum smirk.
“Idemu bagus juga dude” balas Arsen sambil tersenyum penuh arti.
“Let’s go. Kita harus bergegas pergi sebelum artis gila itu semakin emosi disana” (ayok pergi) ajak Sandro.
“Heemmm” deham Sandro.
Arsen lalu merapikan jasnya dan berlalu keluar dari sana, saat sampai di pintu ia berbalik ke belakang melihat detektif Gilang dan Luki yang tak bisa berkata apa-apa sedari tadi.
“Tolong urus sialan itu detektif dan beritahu atasanmu untuk menonton berita 1 jam lagi sebagai hadiah dariku” ucap Arsen sambil tersenyum penuh arti.
Detektif Gilang mengerutkan keningnya tak mengerti dengan apa maksud Arsen dan penasaran apa hadiah yang akan diberikan oleh Arsen ke atasannya.
~ D&A Resto ~
Sebelum pulang ke rumah, Leila menyempatkan waktu untuk pergi ke restoran milik Amira ingin membahas amal yang akan mereka lakukan 1 minggu lagi. Sampainya di parkiran ia menyuruh pak Toni untuk menunggunya didalam mobil saja.
Keysa yang melihat kedatangan Leila dari jendela lantai dua tersenyum smirk memikirkan sebuah rencana licik untuk memberi pelajaran kepada Leila.
Waktunya pembalasan aku untuk waktu itu ja**ng, batin Keysa sambil tersenyum menyeringai.
Melihat Leila akan hampir sampai didepan pintu masuk restoran, dengan cepat Keysa memakai topi hitam dan masker agar wajahnya tidak kelihatan dari bawah dan di tangannya ada air bekas pel yang tersimpan tak jauh darinya tadi.
Byur………………..
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue…………………..