
Sandro mematung mendengar cerita adiknya. Jantungnya berdetak dengan cepat mendengar cerita sang adik yang selama ini ia sembunyikan dari mereka semua.
Riski Akbar, batin Sandro dengan gigi gemeletuk.
Kedua tangannya terkepal dengan erat ingin sekali membunuh Riski saat ini juga dan tak menyangka jika ternyata Riski memperkosa adiknya saat masih bekerja di Deluxe Casino.
Matanya memerah menandakan saat ini ia sangat emosi. Tatapan matanya beradu dengan Ando yang sedang memeluk Ara menenangkannya.
Ando mengangguk kepalanya memberi isyarat kalau biar dia yang menangani Ara. Sandro mengangguk kepalanya juga menjawab isyarat Ando karena ia tahu pasti adiknya tidak ingin dia sampai tahu hal ini.
Sandro memilih pergi dari sana dengan hati panas. Saking emosinya ia tidak menjawab panggilan sang ibu yang berada di taman samping.
"Kenapa lagi dengan anak itu" gumam Mega dengan bingung.
Didalam mobil Sandro memaki dan mengumpat Riski Akbar melampiaskan emosinya. Ia segera bergegas menuju markas untuk bersiap menyerang markas Riski dan ia berjanji akan membalas rasa sakit adiknya nanti malam.
Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan saat ini sudah jam 21:00.
Sandro dan Arsen yang memimpin pasukan Black Devil untuk misi malam ini sudah selesai bersiap dan segera berangkat menuju markas geng Elang Putih.
~ Kediaman Arkana ~
Denis keluar dari dalam mobil setelah mengurus masalah di DA Bank dimana ada masalah dengan kerja sama dari pihak Regans Company yang mengklaim tidak menerima uang pinjaman mereka.
"Dari mana saja kamu sialan!" bentak Adrian dengan emosi.
Denis menatap Adrian dengan alis sebelah terangkat tak paham apa maksud Adrian menyambut kedatangannya dengan emosi.
"Jangan memancing emosi aku Ad" ucap Denis memperingati.
"Kenapa kamu tidak mengangkat telpon aku sialan!" hardik Adrian dengan suara tinggi.
Bugh................brugh...........
Adrian terpental ke belakang saat Denis tiba-tiba menendangnya hingga menghantam bunga di samping pintu masuk sampai hancur.
Mata Denis mengelap menatap Adrian yang membuat dia emosi. Hari ini ia sangat lelah karena harus membereskan beberapa masalah sekaligus.
Semua orang berlari keluar dari dalam rumah saat mendengar suara benturan yang sangat keras. Denis tidak memperdulikan tatapan semua orang yang menatapnya dan Adrian berganti bertanya apa yang sedang terjadi.
Ia bergegas masuk ke dalam rumah dengan wajah emosi membuat semua disana bergidik ngeri melihat tatapannya.
"Kamu tidak kenapa-nak Adrian?" tanya Amira dengan khawatir.
"Aku baik-baik saja tante" jawab Adrian sambil tersenyum.
Meski dalam hatinya saat ini ia sedang memakai Denis karena tulang punggungnya sangat sakit akibat tendangan Denis barusan.
"Adrian biar aku memeriksaku" ucap Bimo saat membantu Adrian masuk ke dalam rumah.
"Antarkan aku ke kamar Denis baru habis itu kamu periksa aku" ucap Adrian.
"Oke"
Bimo lalu memapah Adrian naik ke lantai dua menuju kamar Denis. Sedangkan Denis yang sudah berada didalam kamar membuang kemeja dan jasnya sembarangan.
Phew.............
Ia membuang napasnya dengan kasar mengontrol emosinya saat ini. Tak lama pintu kamarnya diketuk dan ia segera membuka pintu melihat siapa yang datang.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
Keningnya mengerut melihat Bimo yang berada di rumah sang mama. Tadi saat ia masuk ia tidak melihat kehadiran Bimo karena sedang dalam suasana hati yang panas.
"Aku ingin memberitahumu kenapa aku marah barusan" ucap Adrian dengan serius.
"Heeemmmm" deham Denis dengan suara dingin.
"Leila panas tinggi dari siang makanya aku menghubungi kamu untuk pulang" ucap Adrian.
Deg...............
Jantung Denis berdetak dengan cepat mendengar ucapan Adrian tentang kekasihnya. Tidak bertanya lagi ia berlari menuju ke bawah merasa kepikiran dengan kondisi Leila.
Saking cemasnya ia bahkan sampai lupa menggunakan baju dan hanya menggunakan celana. Seina yang hendak menuju dapur berdiri mematung melihat tubuh toples Denis yang sangat menggoda.
Oh my God. Ka Denis benar-benar sangat menggoda, batin Seina yang terpesona dengan tubuh Denis.
Air liurnya sampai menetes melihat perut kotak-kotak Denis yang seakan minta di sentuh.
Brak...............
"Denis" ucap Amira dengan kaget saat pintu kamarnya di buka dengan keras.
Denis tidak menggubris ucapan sang mama karena di pikirannya saat ini hanyalah Leila. Ia bergegas menuju ranjang melihat Leila yang sedang tertidur dengan wajah pucat dan ada kain kecil di keningnya.
"Dia baru saja tidur nak setelah meminum obat" papar Amira memberitahu keadaan Leila.
"Apa panasnya sudah turun ma?" tanya Denis dengan khawatir.
"Belum nak. Sudah dari siang panas Leila sampai 40°" jawab Amira.
Denis menutup mata mendengar jawaban sang mama. Ia lalu menggenggam tangan Leila dengan erat ambil mengelus pipi Leila dengan sangat lembut.
"Apa kamu sudah makan nak?" tanya Amira.
"Biar mama siapkan makanan buat kamu ya nak"
"Suruh bi Eda anterin ke kamar aku ma. Malam ini biar Leila tidur di kamar aku sekalian aku yang jaga dia ma" ucap Denis berbalik menatap sang mama dengan tatapan khawatir.
"Biar mama saja nak. Mama tahu kamu pasti sangat lelah Denis" bantah Amira tak setuju.
"Aku baik-baik saja ma. Aku tahu hari ini mama sangat sibuk di restoran jadi biar aku yang jaga Leila ma. Aku tidak ingin mama jatuh sakit!" tegas Denis tak mau di bantah.
"Baiklah" pasrah Amira saat melihat tatapan mata sang anak yang tidak mau di bantah.
Denis segera mengendong Leila membawanya menuju ke kamarnya di lantai dua. Seila yang hendak ke taman belakang untuk mencari angin sebelum tidur mengerutkan keningnya melihat keduanya.
Aku yakin tebakan aku benar kalau ka Denis dan ka Leila memang ada hubungan, batin Seila semakin yakin.
Sedangkan Denis ia menaruh Leila dengan perlahan di tempat tidur tak lupa menutup tubuhnya dengan selimut.
"Sangat panas" ucap Denis saat menyentuh kening Leila.
Mata Leila perlahan-lahan terbuka merasa usapan lembut di pipinya. Wajah khawatir dan cemas milik Denis yang menyambutnya saat membuka mata.
"Sayang" panggil Denis dengan suara lembut.
Tes.............
Air mata Leila jatuh saat menatap Denis dan mengingat ucapan Seina tadi pagi di taman. Sedangkan Denis yang melihat kekasihnya menangis menjadi angkat panik.
"Kenapa sayang? Apa ada yang sakit?" tanya Denis dengan cemas.
__ADS_1
Hiks............hiks........hiks........
Tangisan Leila semakin pecah membuat Denis segera memeluknya dan mengelus kepalanya dengan lembut.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Hati Leila seperti di remas dengan kuat memikirkan Denis yang akan menikahi Seina. Ia semakin menangis histeris dengan pilu dengan pemikirannya sendiri.
Padahal Denis sendiri tidak tahu mengenai semua itu dan jika dia tahu maka otomatis dia akan menolak dengan tegas perjodohan itu.
"Per.......gi..............hiks hiks hiks" lirih Leila dengan suara pelan sambil mendorong Denis.
"Apa yang sakit......heemm? Beritahu aku dimana yang sakit sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.
"Lepaskan aku........hiks hiks hiks.........pergi kamu........hiks hiks hiks" teriak Leila dengan suara tinggi.
Denis melepas pelukannya lalu memegang kedua bahu Leila dengan kuat merasa aneh dengan sikap sang kekasih.
Apa aku berbuat salah, batin Denis penuh tanda tanya.
"Pergi kamu..........hiks hiks hiks.....pergi" usir Leila dengan suara lemah karena tubuhnya belum sehat.
"Apa maksudmu? Apa aku ada salah?" tanya Denis sudah tidak tahan lagi.
"I hate you" (aku membencimu) lirih Leila dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Tarik kembali kata-katamu sayang!" ucap Denis dengan suara berat dan tatapan tajam.
Bugh..........bugh.........bugh.........
Leila memukul dada Denis berulang kali melampiaskan rasa sesak dihatinya. Denis sendiri membiarkan Leila melakukan itu semua dan ia berpikir jika Leila pasti marah karena ia tidak datang dari siang.
"Pergi..........hiks hiks hiks.......tinggalkan aku sendiri........hiks hiks" pinta Leila dengan tangis semakin menjadi.
"Tidak sayang! Aku tidak akan tinggalin kamu!" ucap Denis dengan suara tegas.
"Aku minta maaf karena tidak datang dari siang sayang. Hp aku mati dan tadi aku harus mengurus beberapa masalah sampai tuntas" tambahnya lagi dengan suara lembut.
"Per...."
Bibir Leila di bungkam Denis saat ia akan berbicara. Denis menahan tengkuk sang kekasih dan memperdalam ciuman mereka.
Rasa panas dari tubuh Leila sangat terasa saat Denis mencium bibirnya. Denis memeluk Leila dengan erat dan semakin memperdalam ciuman keduanya.
Hosh...........hosh.........hosh..........
Napas Leila satu-satu saat Denis melepas ciumannya. Mata keduanya saling bertatapan dengan sayu, Denis lalu naik ke ranjang dan kembali mempertemukan bibir mereka.
"Maaf sayang" bisik Denis di sela-sela ciuman mereka.
Otak Leila blank tidak bisa berkata apa-apa saat mendapat tatapan penuh cinta dari Denis. Ia memeluk Denis dengan sangat erat dan kembali menangis di dada Denis.
Bisakah kali ini saja ia egois mempertahankan Denis dan memilikinya sendiri. Tapi tak lama ia berpikir jika ia tidak boleh menjadi egois dan pasrah saja jika memang Denis akan menikahi Seina.
Ya Tuhan kuatkanlah hati hamba, batin Leila sebelum tertidur karena kelelahan menangis.
Melihat kekasihnya sudah tidur Denis membaringkan Leila dan bangun perlahan untuk membersihkan diri.
Maafkan aku karena tahu terlambat kalau kamu sakit sayang, batin Denis sambil mencium kening Leila sebelum membersihkan diri.
Tanpa keduanya sadari ternyata mereka berselisih paham dengan pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue.............